Tiba-tiba tangan kekar merangkul bahunya dengan sangat erat. Mata Stela seketika membulat, melihat kearah pria yang meremas bahunya dengan sangat keras.
"Aaaaugh."
Stela meringis menahan rasa sakit, saat bahu mungilnya, diremas oleh pria yang tidak dia kenali.
Matanya memerah, tidak ingin menjadi bulan bulanan, untuk pria berdiri tegap disampingnya.
"Kendaraan anda aman Tuan," Polisi memberi hormat pada pria misterius itu.
"Baik, terimakasih!"
Tangan kekar laki laki itu, menarik paksa lengan Stela, agar memasuki mobilnya yang terparkir dibelakang mobil Stela.
Stela berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria berotot kekar itu, "Siapa anda? Kenapa kalian mengekori aku?"
Tubuh kekar itu enggan untuk menjawab, dia memilih menggendong tubuh Stela, agar tidak menghambat kegiatannya.
"Aaaagh, lepaskan. Tolong!" teriak Stela tidak dihiraukan oleh orang yang lalu lalang melihat kejadian itu.
Laki laki itu, meletakkan Stela dibangku penumpang, mengenakan seat belt, "Diam!"
Stela menatap tajam kearah pria itu, dia mendengus kesal karena tidak ingin berdebat, "Sepertinya keluar dari mulut harimau, masuk kemulut singa."
Pria itu melajukan kendaraannya, seperti pembalap internasional. Stela sudah terbiasa dengan kebut kebutan bersama Steiner merasa tenang, tanpa perasaan takut.
"Siapa anda? Apakah kita saling mengenal?" Stela kembali menanyakan hal yang sama pada pria kaku nan tampan itu.
"Saat ini kamu kembali ke kediaman saya. Jangan membantah. Kelobang semutpun kamu pergi, saya akan menemukanmu, baby."
Stela hanya terdiam, membuang pandangannya dari pria tampan yang masih fokus dengan kemudi.
Cicitan ban mobil, saat memasuki apartemen mewah, membuat Stela kembali berfikir keras.
"Aku ingin menjemput semua perlengkapanku. Handphone dan pakaianku. Satu lagi, jangan pernah kamu menyentuhku. Aku akan melawan, karena aku bukan tawanan."
Pria itu tertawa, menatap wajah Stela, "Hmm, baiklah, baby."
Mereka turun dari mobil, menuju apartemen, beberapa kali Stela berfikir agar bisa terlepas dari mulut singa yang sangat menyebalkan.
"Pasti saat ini semua keluarga mencari keberadaan aku," Stela menggumam dalam hati.
"Tuan, apakah kamu tinggal disini sendiri?" Stela mencoba berbasa-basi agar diperlakukan secara baik.
"Hmm," Pria misterius itu, tidak bergeming.
Stela semakin liar mencari jalan keluar, agar bisa terlepas dari dekapan pria aneh yang sudah merusak masa depannya, stelah perceraiannya dengan William.
Stela menghempaskan tubuhnya disofa ruang tengah, tanpa terasa matanya terpejam. Wajah lelahnya selama beberapa jam berlarian mencari tahu tentang pria misterius itu, membuat dia kembali pasrah.
Pria itu meminta pelayan wanita untuk menggendong tubuh mungil Stela, agar meletakkan wanita keras kepala itu dikamarnya.
"Jemput semua kebutuhannya, besok pagi dia akan kembali ke kantornya bersama ku," Pria itu menegaskan pada para pengawal.
"Siap komandan, saya permisi," hormat pengawal meninggalkan majikannya.
Pria dewasa itu kembali ke ruangannya, untuk melanjutkan beberapa pekerjaan. Dia harus mencari keberadaan William dan Stefan yang menghilang dari negaranya beberapa jam lalu.
"Sial, ini akan berdampak pada karier ku. Aku harus melakukan sesuatu, karena William harus dihukum mati," Pria itu menggeram.
Lebih dari tiga jam, pria itu melacak semua sistem informasi tentang keberadaan William, tapi sama sekali tidak menemukan tanda tanda yang berarti.
"Hmm, istrinya akan tahu dimana keberadaan suaminya," senyum tipis menyeringai diwajah tampannya.
Pria misterius yang memiliki hubungan dengan pekerjaan Stela sesungguhnya, mengatur semua strategi agar wanita itu mau bekerjasama dengannya dalam waktu yang cukup lama.
"Buat saja, kontraknya seumur hidup. Karena ini menyangkut keluarga Stela Chaniago. Kamu mengerti!"
"Mengerti Tuan, sampai jumpa untuk kejutan besok pagi," pengawal menutup saluran virtual mereka.
❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Pemenang YAWW 9 😴🤕
gemeeeez
2022-05-22
1