(Benteng Raja Iblis)
Ilma dari luar benteng tak tahan hanya menunggu dan memutuskan untuk masuk. Saat masuk suasana di dalam tampak dingin di dalam kobaran api.
Semua mata iblis melihat salah satu pimpinan nya mati oleh manusia. Sebuah hal mustahil setelah bertahun-tahun lama.
"Apa yang terjadi?!"
Gin dan Gon mengambil jarak dari Loid, sementara Loid mengambil Pedang Gram dari ruang dimensi.
"Kalian semua cepat pergi dari sini, aku akan mengurus sisanya. Dengar, jangan kembali dan terus lari!"
Rosa dan lainnya kembali sadar mendengar Loid, tapi tak ada jalan keluar bagi mereka.
"Tuan Loid kami akan bertarung sampai akhir!"
"Cih, jangan sampai mati!"
Loid mengambil senjata dari ruang dimensi untuk Rosa dan lainnya. Senjata Terkutuk berharga di pinjamkan pada orang asing, entah berguna atau tidak.
"Bawa keluar Raja Iblis kalian, aku tidak punya waktu. Aku masih harus menghantar mereka ke ibukota"
"Siapa sebenarnya kau ini? Apa?! Tunggu...itu"
Pedang Gram cepat disadari oleh para iblis,
"Ada apa ini?! Apakah kalian masih belum membunuh penyusup itu?"
Satu lagi iblis keluar, ia melihat iblis yang aku bunuh dengan tatapan marah.
"Apa kau yang melakukan nya bocah?!"
"Jika aku menjawab iya, kenapa? Dan siapa kau?"
"Berani nya kau membunuh anak buah ku, kau akan merasakan akibat melawan Raja Iblis Victor"
Beruntung, iblis itu adalah target. Aku tidak memiliki banyak waktu, jika tidak cepat Rosa dan yang lain akan mati. Kami kalah jumlah sejak awal, aku hanya ingin membunuh Raja Iblis lalu lari tanpa menghadapi pasukannya.
"Pertama, ayo kita lihat bagaimana kekuatan Raja Iblis ini"
"Jadi kau ya, kalau begitu kita mulai saja"
Aku langsung menyerang dari depan menggunakan Gram dan Centipede.
"Bodoh" bisik Victor
Seketika muncul uap panas dari tubuhnya membuat aku terhempas. Beruntung aku bisa mengendalikan diri dan tidak terjatuh.
"Wahai api yang membara, bakarlah musuhku menjadi debu. Blind Flame Shoot"
Sihir dari Victor berbeda dengan Gara atau penyihir lain. Tingkat Spesial, itulah sihir Victor.
Aku menangkis semua serangan sihir api itu, namun masih terasa panas. Jika salah sedikit saja aku bisa mati, tapi sebelum nya aku sudah berlatih di gua penghakiman.
"Dia bisa menangkis sihir dengan senjata saja?" Gin terkejut
Agar tidak tersudut aku kembali maju menyerang sambil menangkis semua sihir Flame Shoot. Karena serangan beruntun dari Victor membuat aku terbiasa,
"Hahhhh!!!"
"Boleh juga kau manusia tapi jangan senang dulu"
"Krak" kaki ku tiba-tiba terjebak di dalam batu
"Perangkap batu"
Gerakan ku terhenti dan terjatuh,
"Tuan Loid" teriak Risa
"Jangan khawatir" Centipede langsung berjalan cepat ke kaki dan menghancurkan batu
Nyawa berhasil selamat kali ini, namun tidak tahu untuk selanjutnya. Padahal dia masih belum mengeluarkan semua kekuatan nya.
"Menggunakan trik kotor seperti itu, benar-benar tidak aku sangka" ujarku
"Lalu kenapa manusia, kau bahkan tidak bisa menyentuhku"
"Kita lihat saja, Teknik Roh, Tora!, Garuda! Lebih baik kau mulai serius sekarang" aku memasang kuda-kuda
...***...
Pasukan Ksatria Kerajaan Victim hampir sampai ke benteng Raja Iblis. Beberapa jam lagi sebelum siang selesai, mereka bisa beristirahat di desa atau kota terdekat.
"Pahlawan!"
Helena dan Vina berada di tenda yang sama terkejut dengan kedatangan seorang prajurit.
"Ada apa?, Kenapa kau tergesa-gesa?"
"Di Utara, tepat di benteng Raja Iblis terlihat asap besar keluar dari sana"
"Apa?!"
Kedua pahlawan itu keluar untuk melihat, benar saja dari jarak ratusan kilo meter asap karena sihir Rosa dan Risa terlihat.
"Segera siapkan pasukan, kita akan segera kesana"
"Baik Pahlawan"
"Apa yang sebenarnya terjadi, Hel?"
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya sesuatu hal buruk"
...***...
"Brak...krak...dar...dor....dar..." suara hancur dari berbagai benda
Pertarungan antara Loid dan Raja Iblis Victor telah berlangsung beberapa menit. Iblis di dalam benteng tahu bahwa pertarungan itu sangat luar biasa.
Raja Iblis tuan mereka melawan manusia yang hampir sebanding dengan nya.
"Dasar manusia rendahan, jangan hanya lari!" teriak Victor
Aku terbang menggunakan Garuda, meski tidak bisa terlalu tinggi dan jauh. Ini membuat keuntungan untuk menghindari serangan sihir.
"Sihir adalah serangan jarak jauh, saat ini aku tidak memiliki teknik jarak jauh. Jadi kesempatan ku hanya ada sekali dalam serangan jarak dekat"
"Garuda!" aku memerintahkan Garuda untuk mendekat
Aku mengeluarkan Nunchaku dari ruang dimensi, dan melepas Centipede.
"Sihir angin, Wind Blade!"
Api berganti menjadi angin, sayatan dari serangan Victor sangat terasa bagi Garuda. Di udara gelombang kejut dari sihir nya membuat keseimbangan goyah.
Kekuatanku sudah terkumpul 100% tapi tidak dengan energi kutukan ku. Jika di bandingkan hanya baru terisi 50% energi kutukan di dalam tubuh.
Saat menggunakan teknik energi kutukan akan terkuras sesuai pemakaian. Jika energi itu habis maka pemakai nya mati. Aku bisa menyimpan sebagian energi kutukan sebagai cadangan, dan teknik itu kusebut "Kontrak".
"Kontrak" adalah cadangan energi yang aku sisakan setiap hari dari energi kutukan. Bisa di bilang, aku mengumpulkan energi ke baterai dan akan menggunakan nya jika energi utama habis.
Walau disebut cadangan tapi aku memiliki energi kutukan melimpah sejak kecil dan wadah dari baterai ku sama seperti energinya. "Tak Terbatas" bahkan setelah aku setiap hari mengisi nya.
"Gama!" sebuah Shikigami berbentuk katak
Ku panggil 7 gama sebesar tas punggung untuk melindungi tubuh, kemampuan Gama seperti Centipede dalam pertahanan. Gama hanya berfokus pada bertahan dan tak bisa menyerang kecuali lidahnya.
Dengan tubuh gama yang besar dan lembut, serangan yang kena tidak akan sampai ke tubuh dan tidak akan sakit jika terjatuh.
"Maju Garuda!"
Aku melompat dan menyerang Victor dari atas, baginya celah ku sangat terbuka.
"Kali ini akan aku akhiri, Bomb Fire!" sihir ledakan yang sangat besar mengarah pada Loid
Aku menghindari nya sebelum ia menembak, dengan lidah Gama aku berayun dari tembok ke tembok lain.
"Duaarrr!!!" ledakan besar di atas awan
"Wesssss!!!" dampak serangan itu membuat semua udara di dalam benteng menjadi panas
"Beruntung aku tidak terkena serangan itu"
"Kesempatan!" aku mendekat dan melancarkan serangan
"Hah, serangannya tidak akan bisa menjangkau ku" pikir Victor
Loid mengeluarkan Nunchaku dari mulut Gama, yang mana ia menyembunyikan sejak awal.
"Apa?! Mustahil!"
"Yu-un!" serangan Nunchaku yang di isi dengan energi kutukan
"Duak" serangan Loid mengenai sisi kanan Victor, kuat membuat ia sampai terpental
"Akhhhhh" darah keluar dari mulut
"Masih belum! Wata...hora...hora..hora" serangan beruntun menggunakan Nunchaku membuat Victor kewalahan
"Akan aku gunakan sihir pelindung api tingkat tinggi, protect fire"
"Kali ini kau....Ap..."
"Chessss" uap panas itu membakar kulit gama
Gama melindungi Loid dan membuatnya lembab, panas dari sihir Victor tidak terasa jika bertahan beberapa detik.
"Haaaaah" serangan terakhir membuat ia terpental dan tertindih dinding runtuh
"Tuan Victor!" teriak Gin
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments