(Tenda Pengungsian, Pagi hari)
Pembicaraan kami lanjutkan di dalam tenda, bagiku itu bukanlah pembicaraan melainkan interogasi.
"Jadi saya akan bertanya dengan tuan? Siapa Anda dan darimana asal anda?"
"Di tempat ku orang yang bertanya terlebih dahulu mengenalkan diri sebelum orang lain menjawab"
"Ah maafkan aku tuan, aku adalah Helena Re-El putri kedua dari kerajaan Re-El sekaligus mengemban tugas sebagai Pahlawan oleh dewa. Lalu..."
"Hah, aku adalah James jenderal pasukan ksatria kerajaan Re-El. Kastaku hampir sama dengan bangsawan kelas satu di kerajaan jadi lebih baik jaga sikapmu"
"Aku tidak peduli, aku adalah Loid, aku berasal dari desa negeri yang jauh. Aku adalah pengembara"
"Begitu ya, Loid. Kalau begitu aku akan langsung ke intinya. Apakah kau yang mengalahkan Raja Iblis Pedang?"
"Jika aku menjawab iya atau tidak kenapa?"
"Hal itu akan membuat dirimu sulit"
Aku tahu jika hal ini akan berpengaruh pada diriku di masa depan. Tapi aku tidak bisa mengikuti alur mereka, jika tidak masalah akan terus berdatangan nanti.
"Akan aku jawab dengan jujur, yang mengalahkan Raja Iblis itu memang benar aku tapi saat itu aku di bantu oleh warga desa" jelasku
"Mu... mustahil. Itu pasti bohong! Pasti bukan kau tapi orang lain kan" jenderal itu sepertinya tidak percaya
"Yah sebenarnya aku ingin mengatakan jika bukan aku yang mengalahkannya tapi bukti sudah jelas. Kenapa?"
"Tidak mungkin orang tanpa mana sepertimu mengalahkan Raja Iblis!"
"James tolong tenanglah" pinta Pahlawan
"Ta...tapi pahlawan"
Seseorang datang masuk, ia adalah kepala desa. Aku merasa ia akan membantu menjelaskan kejadian malam tadi.
"Oh kepala desa ada apa?"
"Saya hanya ingin menegaskan jika orang yang mengalahkan Raja Iblis Pedang adalah tuan Loid. Meski ia di bantu warga namun dampaknya tidak terlalu besar, tapi tuan Loid tetap melawan" jelas kepala desa
"Tapi tidak mungkin orang tanpa mana sihir ini melakukan nya bukan?"
Dari awal aku tidak mengerti tentang mana dan sihir, seharusnya aku minta Dewi Gaia untuk memberikan pengetahuan tentang sihir dunia ini.
"Ngomong-ngomong soal mana dan sihir bisa kalian jelas kan itu? Aku masih tidak tahu tentang itu"
Perkataan ku barusan membuat diam mereka bertiga, tapi aku harus tahu tentang dunia lebih banyak lagi.
"Tuan Loid, tolong pegang ini sebentar dan masukan mana anda ke dalamnya" minta Helena
Ia mengeluarkan kristal bulat berwarna putih dan menyuruhku meletakan tangan ke atasnya.
"Baiklah"
Ketika tangan ku menyentuh kristal itu cahaya putih keluar dan menyilaukan mata. Kurasa itu adalah reaksi dari kristal bernama "mana kristal " untuk mengukur besar sihir seseorang.
Anehnya, kristal itu masih berwarna putih. Aku berpikir kekuatanku meningkat karena menerima tugas dari Dewi.
"Jumlah mana nol, sihir nol. Anda benar benar tidak bisa menggunakan sihir?"
"Yah begitulah"
Aku teringat pertemuan dengan Dewi, jika aku masih bisa menggunakan kekuatan pengendali roh tapi aku tidak bisa menggunakan sihir.
"Begitu rupanya. Benar jika aku tidak bisa menggunakan sihir tapi aku masih bisa menggunakan pedang" aku berusaha untuk menutupi semua hal berkaitan dengan Dewi
"Meski begitu mustahil anda mengalahnya dengan pedang saja. Karena Gara sendiri adalah Raja Pedang terkuat di dunia, itulah alasan kenapa ia menjadi Raja Iblis" jelas Pahlawan
"Maka dari itu aku mendapat bantuan dari warga desa. Selain itu apa itu mana dan sihir masih belum kalian jelas kan"
Helena dan Kepala desa berganti menjelaskan tentang sihir dunia ini. Mana adalah energi dari dalam tubuh yang dapat di konversi menjadi sihir. Sedangkan sihir adalah manifestasi dari kumpulan mana yang memadat dan membentuk di dalam distorsi alam.
Jika aku simpulkan dengan kemampuan pengendali roh, mana adalah energi terkutuk sedangkan sihir adalah teknik roh.
Di saat pertemuan itu berlangsung, seorang ksatria datang tergesa gesa. Memberikan kabar tentang kabar buruk,
"Lapor, terdapat masalah pada mayat Raja Iblis!"
Kami sangat terkejut dengan laporan itu, jika ia bangkit kembali akan menyebabkan banyak masalah.
"Ada apa?"
"Terdapat senjata milik Raja Iblis, itu adalah pedang Iblis Gram. Kutukannya menyerap kekuatan kami"
"Gawat kita lupa tentang pedang kutukan itu"
Kami pun melihat keadaan disana, orang-orang disana menjauh dari pedang itu. Pedang apa sebenarnya itu?
Tekanan besar terasa untukku, bahkan aku tahu jika pedang itu memiliki kekuatan luar biasa.
"Hei manusia" sesuatu terdengar dari arah pedang
"Siapa?"
"Kurasa kau adalah orang yang tepat untuk menggunakanku selanjutnya"
"Ohhh kau cukup berani juga ya, kalau begitu akan aku lakukan"
"Hei aku boleh mengambil pedang itu kan?"
"Tu...tunggu tuan Loid, itu pedang itu sangat berbahaya. Kau akan terkena kutukan jika menyentuhnya"
"Terkena kutukan, kedengarannya bagus" aku langsung saja mendekat
Bagi mereka yang terkena atau mendekati pedang itu sihir mereka akan terhisap. Namun bagiku terasa seperti makanan, benar....kutukan....energi besar yang di pancarkan oleh pedang itu membuat aku lapar.
"Aku tidak apa-apa kok" kupegang dan kuangkat pedang itu
Saat itu semua orang terlihat lemas, tapi aku tidak merasakan apapun. Pedang itu kembali berbicara di kepalaku.
"Ohhh akan aku lihat seberapa banyak kekuatan yang kau punya untuk kumakan" kata Pedang itu
"Maaf saja tapi aku merasa aneh, jadi akan ku buktikan dengan sesuatu yang lain"
"Dasar manusia rendahan, akan kuserap semua kekuatan mu....eh...tunggu...apa ini....kenapa kau tidak memiliki mana sama sekali"
"Yah begitulah tapi aku tidak terlalu mengerti, tapi...."
Seketika Pedang Kutukan Iblis Legendaris, Gram. Sebuah pedang yang pemiliknya tidak sembarangan, hanya iblis kelas atas yang bisa menggunakannya.
Pedang yang memiliki pemikiran nya sendiri, ia telah melalui banyak peperangan melawan manusia. Sudah jutaan darah korban terasa di ujung pedangnya.
Namun saat ini ketika ia berusaha menyerap kekuatan Loid, Gram pergi jauh ke dalam diri Loid. Disana ia merasa jurang yang harus di serap sangatlah dalam dan gelap, bahkan ia tidak bisa menyerap sedikit pun kekuatan Loid.
"Hemm, sekarang aku ingin mencoba sesuatu"
Loid menyerap semua kutukan dari Pedang Gram, sebuah kutukan yang di dapat dari membunuh banyak manusia. Dendam dan amarah dari korban itu masih menempel di Gram menjadi sebuah kutukan.
"Ternyata kau telah membunuh banyak orang ya, tapi aku berterima kasih untuk itu"
Loid memasuki kesadaran Gram, disana ia melihat jutaan mayat. Tapi ia tidak peduli dengan orang yang sudah mati, ia hanya menyerap semua kutukan dari Gram.
Gram sendiri selama ratusan tahun baru merasa kali ini ia bertemu orang yang menyerap kekuatan nya. Bahkan Raja Iblis sekalipun harus memberikan banyak mana padaku dan masih sulit untuk menggunakannya.
"Siapa kau sebenarnya?"
"Loid, pemilik barumu"
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments