(DESA TIA, MALAM HARI)
"Duarrr" ledakan besar dimana mana
Kilatan cahaya semakin banyak menghiasi malam, Loid melawan Gara sudah mencapai puncak. Semakin lama tempo cepat bahkan membuat kerusakan di desa Tia.
Gara unggul dalam hal kekuatan namun kenyataan dalam pertarungan itu Loid mampu menandingi. Meski Loid harus bersusah payah lompat kesana kemari untuk menghindari serangan keras Gara.
"Ada apa ini kenapa seranganku tidak ada yang kena?" ujar Gara
Sementara serangan Loid sedikit demi sedikit mengores Gara sampai serangan terakhir ia melukai tubuh nya cukup dalam.
"Siapa kau sebenarnya bocah? Kenapa kau seperti sudah biasa melawan musuh kuat?"
"Entahlah, mungkin karena....kau terlalu lemah untukku"
Emosi meluap dari Gara mendengar kata terakhir Loid. Tak ingin membuang waktu ia segera melancarkan serangan pamungkasnya.
"Cukup kali ini akan ku akhiri bocah! Wahai pedang kegelapan potonglah lawanku berkeping keping, Four Sword Attack"
serangan pamungkas Raja Iblis Pedang
Dalam beberapa detik pikiran Loid meningkat, setelah ia melihat serangan cepat itu mustahil menghindar.
"Ga...gawat, tidak bisa kuhindari" batin Loid
"Rarrggghh" Tora segera berlari menyelamatkan Loid dengan mengigit pakaiannya membawa ia menjauh
"Apa?!" teriak Gara terkejut dengan kedatangan Tora
"Dasar kucing hutan, berani nya kau!"
"Huuu, beruntung saja ada kau Tora. Terima kasih ya" Loid kembali berdiri
Tempat ia berdiri sekarang dilihat oleh warga desa yang bersembunyi. Mereka melihat Loid dengan tatapan harapan dan ketakutan.
"Kalian semua tidak apa kan?"
"Tu...tuan sendiri? Anda melawan Raja Iblis kan?" tanya istri kepala desa
"Yah begitulah. Tapi serangan terakhir tadi benar benar berbahaya, aku tidak menyangka di masih memiliki kartu AS" aku berbicara sendiri
"Tapi itu adalah hal yang luar biasa, tidak ada yang bisa menghadapi Raja Iblis selain pahlawan"
"Benarkah? Kalau begitu pasti sulit, tapi tenang saja aku sudah menemukan cara untuk mengalahkan nya" ujarku menenangkan warga desa
"Benarkah tuan, kalau begitu bolehkah aku meminta bantuanmu"
"Akan aku usahakan tergantung permintaan mu, tapi hal ini harus mempunyai imbalannya"
"Tentu saja Tuan, kalau begitu bisa kah anda mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan sandera anak-anak"
Tanpa aku tahu pasukan Raja Iblis bergerak lebih licik dari dugaan. Selain itu aku seperti bertarung sendirian, tentu hal itu sangat menyulitkan.
Aku hanya beruntung Gara meminta tidak ada yang menganggu pertarungan kami berdua. Tapi karena ikut campur Tora kurasa aku sudah tidak bisa mengandalkan aturan lagi.
"Baiklah akan aku lakukan, tapi bisakah kalian membantuku"
Warga desa yang bersembunyi itu bingung, aku sendiri menjelaskan rencana ku pada mereka.
***
"Tuan pahlawan!, sudah di konfirmasi jika di dalam desa terdapat keberadaan Raja Iblis Pedang"
"Apa?! Raja Iblis Pedang? Gawat tapi aku masih belum cukup untuk mengalahkan nya. Tidak kusangka ia bergerak sendiri, jika begini kita akan mati"
Pedang di tangannya terlihat gemetar setelah mendengar kata Raja Iblis. Pahlawan yang seharusnya menghadapi musuh ketakutan untuk bertarung.
"Levelku masih di bawah Raja Iblis, tapi tidak bisa kubiarkan warga desa menjadi korban lebih banyak lagi. Semuanya buatkan aku jalan untuk masuk ke dalam desa"
"Baik!"
Pertempuran sengit antara 50 pasukan iblis dan 50 ksatria kerajaan di pimpin pahlawan berusaha menerobos.
"Wahai api yang membara pinjami aku kekuatan mu untuk membakar habis musuhku, Dragon Fire!"
"Duaarrrr" ledakan besar menghancurkan sebagian hutan
Ledakan itu terdengar sampai telinga Loid dan Raja Iblis. Loid mengira itu adalah ulah dari Pasukan Raja Iblis membuat ia harus bergegas. Sementara Gara menerima laporan jika pasukan pahlawan sedang menuju ke arahnya.
"Kirimkan semua pasukan untuk membunuh pahlawan. Setelah aku selesai dengan bocah itu selanjutnya adalah pahlawan" perintah Gara kepada iblis penyihir di pasukan nya
Dengan cepat pasukan itu bergerak menghadang pasukan pahlawan untuk memasuki desa. Membuat pahlawan berhadapan dengan Raja Iblis akan menjadi kesempatan besar untuk membunuh harapan manusia.
"Baiklah, kalian sudah pahamkan"
"I..iya, tapi...kami semua tidak bisa bertarung, kami takut tuan. Kami hanya orang desa biasa"
"Begitu ya, jika begitu kalian lebih memilih mati tanpa perlawanan dari pada mati dengan perlawanan"
Warga desa terdiam mendengar ucapan Loid,
"Akan aku katakan, aku sendiri adalah gelandangan jalanan. Tapi karena aku berusaha aku berhasil menjadi kuat. Aku melawan semua musuhku hingga mati dengan rasa takut, sampai aku menjadi seperti ini"
Mental orang-orang menjadi naik, sebuah keputusasaan telah hilang dari hati. Membuat mereka ingin bertarung hingga mati, bersama seorang pahlawan aneh.
"Kami akan mengikuti anda tuan!"
Loid melihat kembali wajah mereka dan tersenyum,
"Ya begitulah seharusnya wajah kalian, takutlah!.... beranilah untuk mati....bertarung lah sampai titik darah kalian habis"
Wajah takut bercampur tegang terlihat jelas, bagi Loid nyawa orang lain tidaklah penting. Bagi seorang penyihir roh, mengalahkan musuh adalah hal utama tidak peduli berapa banyak orang yang harus di korbankan.
Karena jika ia mati dan roh itu masih hidup maka korban yang ada akan semakin banyak. Benar...ia lupa dengan jati dirinya dahulu. Bertarung sebagai seorang penyihir roh....adalah sebuah kebebasan.
"Ayo kita mulai!" tegas Loid
***
"Arggghhhh!!! Bocaaahhh dimana kau?! Dasar tikus dan kucing kecil, akan aku potong tubuh kalian menjadi dua" teriakan Gara menggelegar sampai ujung hutan Elf
Loid pun kembali menampakan diri dari balik pohon. Sebelumnya ia memutar untuk mengelabuhi Gara,
"Aku disini, dasar kau ini berisik sekali"
"Kupikir kau lari ketakutan bocah, meski pun begitu kau akan tetap ku kejar sampai ke ujung dunia"
"Tak perlu berlebihan, kali ini kami akan mulai serius. Kalau begitu ayo kita mulai!" Loid menaikan kuda kuda bersiap menyerang
"Matilah kau bocah" saat Gara bersiap menggunakan Ability Strength warga desa menembakinya dengan sihir api
"Wahai api, bakarlah musuhku dengan kekuatanmu, Fire Ball"
"Fire Ball, Fire Ball"
"Water Shoot"
Serangan sihir dari warga desa mengenai Gara namun dampak serangannya tidak ada. Tentu itu hanyalah umpan untuk memancing perhatian. Di awal pertarungan karena kekuatan Tora, Gara sangat berhati-hati dengan gerakannya maka sulit untuk membuat celah.
"Tapi kali ini..." Loid dengan cepat maju menerjang Gara
"Dasar sampah-sampah sialan, sihir kalian tidak berpengaruh sedikit pun padaku. Haaaa rasakan ini....Flame Shoot"
"Tidak akan aku biarkan!, Teknik Pedang...." Loid berusaha mengeluarkan tekniknya
"Dasar bocah sialan, tidak akan aku biarkan" Gara sendiri mengayunkan kedua pedang ke arah Loid namun sedikit meleset karena sihir warga desa berakhir terlalu cepat
Kesempatan terlihat dari warga desa, Loid tidak menyia-nyiakan waktu. Ia memijak salah satu tangan Gara dan melompat ke arah wajahnya. Dari ruang dimensi ia mengeluarkan Pisau Roh dan melemparkannya ke mata kanan Gara.
"Arrrrgggghhhh" jeritan kesakitan dari Gara kembali menggema
"Masih belummm" Loid kembali menghunus pedang dan menyerang mata lain Gara
"Akkhhgggrrrr, sialan kalian manusia... berani-beraninya...kalian membuat aku marah"
"Suara apa itu?" tanya Helena, Pahlawan Pedang Api
"Tu...tuan Gara!" iblis penyihir itu mulai takut dengan keadaan tuannya
Kedua mata Gara terluka tidak dapat melihat, kelemahan telah di buat oleh Loid.
"Akan aku balas kalian cecunguk rendahan. Heall! Gara berusaha menyembuhkan kedua matanya dengan sihir penyembuhan
Loid yang tidak tahu merasa aneh dengan sihir itu dan menunggu apakah itu sihir serangan lain.
"Tu...tuan, dia akan menggunakan sihir penyembuhan" teriak seorang wanita dari kejauhan
Aku tentu terkejut karena ternyata ia juga bisa melakukan sihir penyembuhan. Kesempatan yang di dapatkan akan hilang jika ia kembali pulih.
"Apa?! Tora!" Loid segera berlari di dampingi Tora
"Tidak akan biarkan kau kembali melihat"
"Masih saja menganggu bocah, Four Sword Attack!"
Sekali lagi Gara menggunakan jurus pamungkas nya, serangan cepat dari 3 pedang. Penglihatan nya masih belum pulih membuat ia menyerang dengan membabi buta.
Loid sendiri masih belum bisa menghindari serangan cepat itu, dengan cepat Tora kembali menyelamatkan Loid dengan mendorong nya.
Serangan itu mengenai Tora hingga membuat ia terpotong kecil-kecil. Loid sendiri tahu jika ia tidak mempunyai waktu untuk berdiam diri, Tora masih bisa di panggil jika jiwanya masih ada. Tapi kesempatan tidak akan datang dua kali untuk pertarungan ini.
"Teknik pedang....Aliran!" Loid memotong kaki kanan Gara yang besar itu dengan teknik pedang miliknya
"Ahhhh, rasakan ini" Gara tahu jika Loid berada di belakangnya melepaskan serangan
"Masih belum!, Teknik pedang....potongan! Loid menghindari serangan Gara dan memotong tangannya
Teknik pedang aliran yang dapat mengubah arah serangan dan teknik potongan untuk memotong semua benda bahkan yang tebal dan keras sekalipun.
"Sekarang matilah!" teriak Loid
"Flame Shoot"
Sebuah serangan tiba-tiba dari atas langit membuat Loid terkejut. Berutung ia masih dapat menghindar, saat ia sadar salah satu anak buah Raja Iblis berada di atasnya.
"Dasar kalian manusia keparat, beraninya membuat tuan ku seperti ini" ia berusaha mendarat di dekat tubuh Raja Iblis
"Gawat jika dia menghalangi mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi" ucapku
"Akan aku hancurkan kalian semua...Wahai badai api..."
Belum selesai iblis itu merapal mantra sebuah serangan mengenai dirinya. Aku melihat seseorang dan ternyata kepala desa dan sisa kstaria desa.
"Tuan biar kami yang urus iblis itu, tolong kalahkan Raja Iblis"
Bahkan sebelum kepala desa itu memberitahu tubuhku sudah bergerak menyerang. Tidak akan aku biarkan kesempatan ini hilang.
"Dasar penganggu, rasakan ini!" serangan sihir lemah mengarah padaku
Aku menangkis sihir dengan Zen, dari kejauhan seorang wanita yang kuselamatkan di hutan memberikan aku sihir perlindungan.
"Sihir angin, barrier"
"Haaaaaa!!!!" aku maju dengan menghunuskan pedang dengan tujuan memenggal kepala raja iblis
"Majulah!!!" teriak warga desa
"Tidak akan aku biarkan bocah!!!" teriak Gara menggerakan kedua sisa tangannya
"Teknik pedang...aliran dan potongan!"
Menghindar sekaligus menyerang dilakukan, dan hasilnya mengejutkan. Loid berhasil memenggal kepala Raja Iblis Pedang, Gara.
Setelah serangan itu keseimbangan Loid goyah dan terjatuh cukup jauh.
"Wwaaaa, aduh" Loid terjatuh ke tanah
"Yeahhh berhasill!!! Kita menang!!!" teriak semua orang
"Horeee" sorak dan tangis warga desa
"Ki...kita selamat"
"Ayah, ibu, maafkan aku"
"Lisa kau baik-baik saja?" tanya kepala desa kepada istrinya
"Iya aku baik-baik saja. Kita juga sudah menang... sayang aku...aku takut sekali"
"Tenanglah semua sudah berakhir"
Kesenangan dari kekalahan Raja Iblis membuat manusia lupa diri. Namun mereka tidak memperhatikan masih tersisa satu musuh kuat, yang merupakan jenderal pasukan raja iblis. Iblis penyihir, Luva.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
HaruHina
mantap, dari awal gak terduga
2022-11-12
0