Hari telah larut waktu untuk kami beristirahat, sesuai ketentuan awal. Aku tidur bersama budak elf sementara sisanya pindah ke kamar lain.
Aku tidak menyangka saat makan malam tadi begitu mengharukan. Dunia ini bahkan lebih buruk dari duniaku sebelumnya, bahkan menjual dan memperbudak makhluk hidup.
Walau di kehidupan sebelumnya ada kasus yang sama, di dunia ini perbudakan seperti hal wajar.
"Tuan Loid apakah anda tidak tidur?" tanya Risa
Aku berada di beranda kamar sambil membaca buku, sejak awal aku masih harus mencari tahu berbagai informasi untuk besok.
"Kalian tidurlah di atas, aku akan tidur di kursi"
Kedua saudara itu terlihat terkejut ketika aku akan tidur di kursi sementara mereka tidur di atas kasur.
"T..tidak boleh tuan Loid, kami yang akan tidur dilantai dan Tuan silakan tidur diatas"
Benar saja sama seperti makan malam, mereka masih menganggap aku sebagai pemilik.
"Dengar, aku hanya kebetulan menyelamatkan kalian. Besok kalian akan ku antar ke gereja, jadi kalian bisa tenang. Maka agar tubuh kalian baik, kalian harus banyak tidur"
"Tapi..."
"Tak masalah, kalian tidak perlu sungkan. Aku juga tidak akan mengambil keuntungan macam-macam pada kalian"
Kedua saudara kembar saling menghadap kepala, setelah mendengar Loid berkata seakan menganggap mereka bukan budak tetapi makhluk hidup.
"T...tuan Loid, saya punya permintaan"
"Apa itu? Jika terlalu sulit aku tidak bisa, lalu jika uang aku sedang kesulitan juga"
"B..bukan seperti itu tuan, setelah melihat sifat tuan kami berdua jadi yakin..."
"Yakin?"
"Iya tuan! Izinkan kami menjadi budak anda"
Aku hanya menampakan wajah dingin pada mereka. Sejak awal aku tidak ingin membawa seorang teman dalam perjalanan ini, mereka hanya akan menjadi halangan dan beban bagiku.
"Tidak, aku tidak bisa melakukan itu. Bukankah kalian sendiri sudah bebas, lalu kenapa malah menjadi budak lagi?"
"Saya tahu tuan, tapi setelah lama hidup saya baru menemukan orang seperti Tuan Loid. Menolong tanpa pamrih dan baik hati"
"Selain itu kami mencium bau elf dan ibu bumi yang sangat kuat pada tuan Loid"
"Bau elf? Ibu bumi? Ah maksud kalian Lista? Beberapa hari lalu aku dari hutan suci di kerajaan Re-El"
"Ha?! Benarkah tuan?"
"A...anda sendiri melihat wujud Penjaga Bumi, Lista?"
"Tentu saja, bahkan elf lain juga begitu. Kenapa?"
"Tuan Loid, banyak legenda yang mengatakan jika hutan suci elf adalah tempat yang sulit untuk dimasuki atau ditemukan, hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk. Dan untuk penjaga bumi, bahkan para elf belum pernah melihat beliau selama ratusan tahun lamanya"
"Woahh, benarkah? Jadi si Lista itu keluar hanya untuk menemui ku? Kenapa dia tidak sering keluar saja"
"Jika anda bisa masuk ke hutan dan bertemu dengan Penjaga Bumi, apakah anda adalah pahlawan?"
"Bukan, aku hanya seorang pengembara dari negeri yang jauh. Lalu aku juga masuk ke sana tidak sengaja karena berusaha menghindari kejaran kstaria kerajaan Re-El"
"Ksatria kerajaan Re-El? Kenapa anda di kejar oleh mereka?"
"Kurasa kalian sudah bertanya terlalu banyak" tegas ku membuat keduanya menundukkan kepala
"M..maaf tuan, kami terlalu lancang"
Melihat mereka aku merasa kasihan dan teringat janji dengan bangsa Elf.
"Meski begitu aku memiliki janji pada suku elf dan Lista untuk menolong para elf jika kesulitan. Salah satunya jika mereka dijadikan sebagai budak"
"A...anda berjanji seperti itu?"
"Tentu, karena itu alasan aku menyelamatkan kalian, jadi jangan sungkan. Sekarang tidurlah, aku besok sibuk dan butuh istirahat"
"T... tuan Loid bolehkah saya bertanya satu hal lagi?"
"Ha? Apa lagi?"
"Anda tidak memiliki sihir kan tuan Loid?"
"Oh ternyata kau sadar, benar aku tidak memiliki sihir. Dan kau pasti ingin tahu bagaimana cara aku membunuh para penjahat tadi bukan?"
"T...tidak tuan, bukan itu tapi meski tuan tidak memiliki sihir. Tekanan mana jahat dari tuan begitu kuat, jika bagi penyihir tingkat 2 ke atas pasti akan terasa"
"Tekanan jahat?"
Mungkin itu adalah Pedang Gram, meski telah ku hisap energi kutukannya. Tekanannya masih terasa, bahkan benda itu ku masukan ke dalam ruang dimensi.
"Tapi mereka bisa merasakannya?"
"K..kalau begitu mohon maaf tuan jika saya bertanya hal-hal aneh"
"Tidak" aku mengeluarkan Pedang Gram dari ruang dimensi
Begitu mereka melihat Pedang Iblis Gram, keduanya terlihat pucat dan tak lama terduduk di lantai. Mata mereka ketakutan dan nafas mereka terengah-engah.
"Hei Gram turunkan tekanan mu, jika tidak kau akan aku hancurkan"
Tekanan pun berkurang dan mereka berdua menjauh dariku.
"I...tu, pedang apa itu tuan Loid? Dia menyerap mana dan...dan aura jahat nya begitu kuat"
"Apakah tekanannya masih terasa?"
"Se..sedikit"
"Hei Gram! Apa kau sengaja meningkatkan tekanan mu hah? Kurangi selalu atau ku hancurkan kau"
Bagi Gram ia hanya tidak bisa menahan jika ia yang terlihat di bawah. Sejak dulu tidak ada yang bisa memegangnya terlalu lama selain dari klan iblis.
Manusia biasa yang bahkan lebih kuat dari raja iblis, dia ingin mengerjainya sedikit tapi tanpa sadar dia takut dengan manusia itu.
"Hem, seperti aku harus menyerap lebih banyak energi kutukan dari mu Gram!"
"Apa?! Tidak!" teriak Gram jika ia bisa berbicara
Apakah tekanan Gram sudah lepas sejak lama dan orang lain tahu. Jika begitu akan berbahaya, Gram adalah pedang iblis jadi aku akan dicurigai.
"G..Gram?! Apakah itu pedang kutukan dari Raja Iblis Pedang Gara?"
"Seperti nya kalian tahu banyak walau sebagai budak ya. Benar, ini adalah Pedang Gram milik Raja Iblis Gara. Aku membunuh nya dan mengambil pedang ini"
"M...mustahil, jadi orang yang mengalahkan Raja Iblis Pedang adalah Tuan Loid? Tapi...kabar mengatakan Pahlawan Api yang mengalahkan nya"
"Oh Helena, dia cuma aku minta tolong agar dia yang dibuat mengalahkan Raja Iblis. Aku tidak ingin repot dengan masalah"
"K...kalau begitu Anda adalah Pahlawan, Tuan Loid"
"Bukankah sudah aku bilang, aku bukan pahlawan. Aku hanya pengembara saja, selain itu kalian sudah tahu tentang Gram. Sihir kalian, ada di tingkat berapa?"
"S..saya berada di tingkat menengah tuan"
"Saya juga tuan sama seperti Risa"
Di kerajaan ini, sihir di bagi menjadi berbagai tingkat, Bawah, Menengah, dan Tinggi. Atau bisa di bilang tingkatannya dari 1-3, namun ada beberapa penyihir tingkat Spesial. Kekuatan mereka sangat besar dan keberadaan mereka sangat sedikit.
"Hebat juga kalian, kalau begitu tipe elemen apa yang kalian bisa?"
"Sihir yang bisa saya gunakan adalah api tuan" ujar Rosa
"Saya angin"
"Api dan angin, perpaduan yang cocok. Baiklah, kalian bilang ingin menjadi budak ku bukan?"
"Te..tentu tuan, jika anda tidak keberatan"
"Yah tapi sebenarnya bukan budak yang aku inginkan, tapi hanya bantuan sementara"
"T...tidak masalah Tuan, jika itu dapat membantu Tuan"
"Brakk!!!" suara pintu terbuka
Ketiga budak lain terjatuh ke lantai, mereka menguping pembicaraan kami sejak tadi. Aku yang berpikir mereka adalah mata-mata tak bisa mengelak jadi.
"Kenapa kalian disini?" tanyaku
"M...maaf tuan, tapi...boleh jika kami juga menjadi salah satu budak tuan!" tegas Ilma
"Setelah melihat Tuan tadi saya yakin Tuan adalah orang baik, jadi saya akan menyerahkan sisa hidup saya pada tuan"
"Kami mohon terima kami"
"Tidak!" tolakku dengan tegas
"Kenapa tuan?"
"Bukan kah aku sudah sering bilang, aku tidak ingin budak. Selain itu aku hanya meminta bantuan saja pada mereka karena tingkat sihir mereka tinggi"
"T..tapi kami juga akan berusaha untuk menjadi berguna"
"Dengar kalian, besok aku akan ke benteng Raja Iblis di perbatasan. Aku...ingin menghadapi Raja Iblis"
"R...Raja Iblis?!" teriak mereka
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments