(Luar Hutan Suci Elf)
Pelatihan ku selesai dengan cepat karena pergerakan tak terduga dari Raja Iblis Victor.
Persiapan untuk melanjutkan perjalanan selesai dan aku bergegas menuju Kerajaan Victim, tanpa pesta perpisahan atau acara meriah untuk kepergian.
Malam kemarin aku hanya mendengar informasi dari Lista agar bisa membuat rencana.
Raja Iblis Victor merupakan raja iblis yang mempunyai sihir kuat dan besar. Banyak para petualang kehilangan nyawa setelah bertemu, jika dibandingkan dengan para petinggi kerajaan sihir. Kelima penyihir agung tidak bisa melawan Raja Iblis Victor.
Meski begitu masalah utama nya adalah serbuan monster ke kerajaan Victim. Tujuanku hanya menghentikan nya, lalu untuk Victor adalah urusan pahlawan.
Aku yang tanpa sihir tidak akan bisa menghadapi Raja Sihir. Teknik roh milikku bahkan belum sempurna seperti kehidupan sebelumnya.
Yah kalau begitu aku akan mencoba untuk menggunakan itu...benar, teknik terkuat.
"Kalau begitu ayo berangkat"
***
(Kerajaan Victim)
Helena datang dari Kerajaan Re-El, menerima undangan dari Raja Victim. Saat di tengah jalan menuju ruangan Raja, pertemuan kedua pahlawan tak terelakan.
"Luar biasa, aku akhirnya bertemu dengan Putri Helena!" ujar Vina sang Pahlawan Angin sambil memeluk Helena
"Tu...tunggu Vina, jangan memelukku begitu"
"Heii Helena, kita sudah lama tidak bertemu kan jadi tidak apa"
Para prajurit istana diam melihat kelakuan kedua pahlawan. Helena berusaha melepaskan diri dari pelukan Vina.
"Vina kita akan terlambat jika begini"
"Tidak apa kok, ayahanda tidak akan marah jika kita terlambat sedikit"
"Bukan begitu, sekarang kita adalah pahlawan bukan anak kecil lagi"
Berbeda dengan 7 tahun lalu, pertemuan pertama mereka karena urusan politik kerajaan. Namun mereka harus bertemu kembali sebagai pahlawan dari kedua kerajaan.
"Tapi Helena, bagaimana bisa kau mengalahkan Raja Iblis Pedang yang kuat itu?"
"Itu...aku akan menjelaskan nya nanti"
Rahasia yang masih tertutupi oleh Helena mengenai Loid diceritakan pada Vina setelah pertemuan dengan Raja. Itu akan menjadi pertemuan oleh takdir pada mereka bertiga.
***
"Yang Mulia saya Pahlawan Pedang Api dari kerajaan Re-El menghadap" hormat Helena
"Terima kasih karena telah datang kemari Pahlawan Api, seperti yang diberitakan anda telah berhasil mengalahkan Raja Iblis Gara maka kami kerajaan Victim meminta bantuan kekuatan untuk menghadapi Raja Iblis Victor"
"Baik yang mulia, saya sendiri tidak keberatan untuk membantu. Namun bisakah kita membuat rencana matang terlebih dahulu"
"Dibandingkan dengan Raja Iblis Gara, Raja Iblis Victor lebih kuat karena memiliki sihir tak tertandingi"
"Anda benar, lalu kami akan membuat persiapan selama satu Minggu dalam utama mengambil alih benteng iblis di perbatasan"
Pertemuan itu berakhir dengan kerja sama antara kerajaan Victim dan Re-El untuk mengambil alih benteng Raja Iblis Victor. Namun tanpa mereka ketahui Victor telah membuat langkah awal dengan menggunakan amukan monster.
"Apaaaa?!!! Jadi yang mengalahkan Raja Iblis itu bukan kamu?" teriak Vina
"Jangan keras-keras Vina! Tapi itu benar, aku datang setelah Raja Iblis di kalahkan. Orang itu sangat kuat tapi juga berbahaya, beruntung dia sangat baik ingin membantu"
"Membantu?"
"Ya, dia bilang dia ingin membantu para pahlawan mengalahkan Raja Iblis. Karena dia adalah seorang pengembara"
"Mungkin dia akan datang kemari cepat atau lambat, atau mungkin dia sudah berada disini. Jadi, siapa namanya?"
"Loid, Tuan Loid"
Helena menceritakan semua kebenaran dari pertarungan melawan Raja Iblis. Pahlawan yang sebenarnya tidak bisa menggunakan sihir dan menggunakan teknik aneh.
Mereka pun berpikir, orang tanpa sihir membantu mereka melawan Raja Iblis dengan sihir terkuat. Vina pun merasa tidak sabar ingin segera bertemu.
***
"Hoeekk"
Aku merasa tidak enak badan setelah naik kapal. Untuk ke benua Victim aku harus menyeberang lautan, beruntung setelah mendapat uang dari desa Elf aku bisa naik kapal untuk pergi.
"Tapi tidak aku sangka bisa mabuk laut"
"Ayo...ayo, beli.... silakan!"
Sesampai di pelabuhan aku melihat sebuah pasar yang ramai. Hidup penuh dengan lautan manusia, meski ini di pinggir laut.
Aku berjalan sampai ke tengah kota, uang sisa masih sangat banyak. Tetua Elf memberikan aku 3 koin emas dan 2 koin perak. Di dunia ini perhitungan nya sangat sulit untukku, 1 koin emas berarti 25 koin perak atau 50 koin perunggu.
"Untuk ongkos kapal 2 koin perak, sisa 3 koin emas. Lebih baik aku berhemat dan segera mencari uang"
Sebelum itu aku harus menghentikan serbuan monster. Cukup menghancurkan kristal pengendali nya dan selesai, beruntung Lista adalah penjaga bumi.
"Baiklah ayo cari makan dan tempat untuk tidur, besok baru mulai bekerja"
Di persimpangan lorong gelap aku melihat seseorang berteriak kencang,
"Hei cepat dasar budak!"
Aku melihat kurungan besar berisi makhluk hidup disana, setelah kulihat ternyata beberapa elf dan manusia di jadikan budak.
Perlakuan kejam bagi makhluk hidup membuat aku muak, rasa lapar dan emosi bercampur membuat energi kutukan ku menjerit.
"Aku sudah berjanji pada Lista dan Penduduk Elf sih, tapi ini akan menyenangkan" bisikku
(Tempat Jual Budak)
"Bagaimana?, apakah semua sudah siap?!"
"Sudah bos, Anda tenang saja"
"T..tolong lepaskan kami!"
"Diam, atau kau mau aku jadikan santapan monster hah?! Dasar elf rendahan"
"Bos bisakah aku yang mendiamkannya" ujar anak buah dengan tatapan mesum pada elf itu
"Ti...tidak! Jangan!"
"Kakak aku takut"
"Jangan khawatir Rosa, aku ada disini"
Kedua elf itu tampak ketakutan melihat wajah para penjahat itu. Bahkan budak lain menjauh dari pinggir kurungan ke tengah-tengah nya
"Berhenti bermain-main bodoh, mereka akan digunakan untuk tempat pelacuran dan perbudakan. Jika sedikit saja ada yang aneh bos besar akan marah"
"B...baik bos"
5 orang penjaga dan 1 orang pemilik, pantas untuk dibunuh. Ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kekuatan ku yang sekarang.
"Teknik Roh, Tora! Teknik Roh, Centipede! Koyak mereka semua!"
Dari luar aku memanggil Tora dan Centipede ke dalam rumah budak itu. Kemunculan mereka membuat ketakutan dari mereka semua.
"Roarghh" Auman Tora
"Apa? Kenapa ada harimau disini?!"
"Bos!"
"Apa yang kalian tunggu, bunuh monster itu"
Saat mereka merapalkan sihir kesempatan menyerang pun terbuka. Karena rasa lapar ku mungkin Tora dan Centipede juga merasakan nya, beberapa menit mereka semua menjadi mangsa.
"A...apa ini, ada yang masuk ke celana ku" Centipede masuk dan melubangi tubuh salah satu penjahat
Centipede adalah salah satu shikigami yang aku miliki, ia sangat lincah dan kuat, serangannya bukan memberikan demage dari luar melainkan dari dalam.
Ia akan memasuki tubuh makhluk hidup dan memakan organ dalamnya. Bahkan dalam pertarungan ia menjadi pertahanan terbaik karena bagian luar tubuhnya yang sangat keras.
Dengan perintah ku ia dapat berpindah ke berbagai tempat di tubuhku untuk melindungi. Saat serangan datang ia akan menahannya dengan kulit keras, namun akan berbeda jika serangan lawan sangat kuat.
"Akhhh!" jeritan dari salah satu penjahat
Centipede keluar dari dalam perutnya, darah bercucuran dimana-mana. Sementara Tora sudah membunuh 3 orang, sampai akhirnya mereka semua di mangsa oleh shikigami.
"T...tolongg!!!!"
"Apa-apaan ini?! Tidak!!!!"
Jeritan terdengar bukan dari para penjahat tapi dari budak di dalam kurungan. Aku hanya menargetkan musuh bukan mereka, setelah semua selesai aku masuk lewat pintu depan.
"Hanya seperti ini saja kekuatan mereka? Mengecewakan"
Pandangan ku beralih pada budak, aku melepaskan kunci menggunakan Centipede. Ia pun memakan besi keras itu, rantai pun lepas dan kurungan terbuka.
"Baiklah, kalian sudah bebas"
Sorot mata berlinang dari mereka semua.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments