(Di Tempat Mayat Raja Iblis Pedang)
Kurasa aku sudah berhasil menguasai pedang iblis Gram. Kekuatan Gram memang tidak di ragukan tapi kurasa aku cocok dengan senjata ini.
"Tolong letakan pedang itu Tuan Loid" perintah Helena
Para ksatria mengelilingi ku seperti ingin menyerang.
"Eh kenapa? Aku tidak apa kok"
"Bukan itu masalahnya, mungkin karena itu saya berpikir Anda bukanlah manusia. Makhluk yang dapat memegang benda itu hanyalah iblis, bahkan iblis pun memiliki beberapa syarat untuk menggunakannya"
"Jadi intinya kau ingin mengatakan aku adalah iblis?"
"Tentu saja!, kalian semua berhati-hatilah. Tangkap dia dan seret dia ke istana" Jendral Ksatria itu seperti biasa selalu terburu buru
Aku meletakan kembali pedang itu,
"Lihat, tidak ada apa apa kan. Selain itu biar aku jelaskan, karena aku tidak memiliki mana aku jadi bisa memegang nya"
"Hal itu mungkin bisa benar tapi tetap saja bagaimana dengan kutukan pedang itu? Seharusnya anda kesakitan dan mati sekarang"
"Berhentilah membuat lelucon mengerikan seperti itu" ujarku
Aku masih tidak ingin memberitahu tentang kemampuan teknik roh. Jika tidak mereka mungkin akan lebih mengawasi ku, akan lebih baik jika aku memutar otak lebih banyak lagi.
"Ah itu karena keberuntungan ku, selain itu aku adalah pendekar pedang tahu. Jadi kemungkinan kutukan itu tidak berpengaruh"
Entah apakah mereka akan percaya atau tidak tapi lebih baik aku melarikan diri segera.
"Kami tidak akan percaya begitu saja" ujar Chris
"Tuan Loid bisakah anda ikut kami ke ibukota untuk membicarakan hal ini?"
Benar saja aku tidak bisa lepas dengan mudah. Sebenarnya aku ingin bekerja sama dengan para pahlawan tapi Raja Iblis telah aku kalahkan jadi tugas selesai.
"Maaf kalau itu aku tidak bisa melakukannya" ujarku menolak
"Apa kau tahu kalau mengatakan hal itu sama dengan menentang kerajaan?"
Kami sudah tidak sepaham, jadi lebih baik aku menghindari masalah.
"Yah jika itu aku tidak tahu, aku hanya ingin hidup tenang saja. Jika kalian menganggu....akan kubunuh kalian!" ancamku
Helena sebagai pahlawan mulai melihatku berbahaya. Tapi aku ingin mengetahui bagaimana kekuatan pahlawan itu, ku ingin mencoba menghadapinya.
"Tuan Loid anda akan kami tahan, mohon ikut kami dengan damai jika tidak saya akan melakukannya dengan paksa"
"Kau tahu sebenarnya aku bukanlah seorang pahlawan atau orang baik. Aku hanya ingin kehidupan yang tenang sekarang"
"Kalau begitu tidak ada pilihan, aku akan memaksamu"
Helena pun mengeluarkan pedang dari sarung, sebuah pedang legenda untuk menghadapi Raja Iblis. Pedang Fire's senjata dari dewa api untuk pahlawan yang di pilihnya.
"Pahlawan, ah tidak, Putri jika anda terluka atau mungkin mati berarti bukan salahku"
"Kalian semua menjauhlah, baiklah aku akan mulai Tuan Loid" ujar Helena kepada prajurit dan warga disana
"Loid!, panggil saja aku Loid, Helena"
"Baiklah Loid, ayo kita bertarung"
Keheningan terasa sebentar, aku tahu aura yang ia keluarkan sangat kuat dan panas. Aku sendiri pun mengetahui sejak awal dia adalah orang serius.
"Wahai api yang membara, bakarlah lawanku, terbakar lah Flame Fire!"
Dengan Gram, aku menghadapi Helena. Serangan api itu ku tangkis dengan Gram.
"Wah sepertinya pedang ini cukup hebat"
"Hyaaaaa" Helena menyerang untuk beradu pedang
"Ting...Ting...Ting...Sing..." suara dentingan pedang beradu
Helena sendiri serius dengan pertarungan ini, saat aku mengambil jarak ia melemparkan sihir.
"Flame Fire!"
Waktu untuk menangkis tak sempat, kuhindari saja sihir itu. Walau semua hal terjadi, kekuatan nya jauh berbeda dengan Gara. Jika ia bertarung dengan Gara mungkin ia akan seimbang.
"Apakah hanya segini saja kemampuan pahlawan?! Benar benar lemah!"
Mendengar kataku itu wajah Helena berubah menyeramkan. Benar, ia memang serius sejak awal tapi ia tak memiliki niat membunuh.
"Tunjukan semua kekuatan mu"
"Sihir api kurunglah lawanku untuk dihanguskan, penjara api! Wahai api yang membara bakarlah musuhku dengan kekuatanmu....Fire Shoot!"
Ia membuat dinding api untuk mengurung dan menyerangku di dalamnya. Rencana yang cukup bagus, tapi jika melawan Gara itu tidak akan berhasil. Sihir tak berpegaruh padanya karena Ability Strength, kecuali sihir api tingkat tinggi.
Lalu gaya berpedang miliknya sangat mudah di tebak. Menggunakan ranting kayu di bumbuhi energi terkutuk saja aku bisa mengalahkannya.
"Teknik Roh, Ruang dimensi"
Sihir api milik Helena yang menyerang Loid melebihi sihir api yang di tembakkan oleh Iblis penyihir, Luva.
Namun semua itu sia sia jika tidak mengenai target, sebelum serangan itu mendekat Loid berpindah ke ruang dimensi dengan teknik roh.
Ruang dimensi sendiri adalah ruang penyimpanan di dimensi kosong atau sebuah tempat yang di ciptakan melalui distorsi ruang membuat penghubung satu tempat ke tempat lain.
Bagi Loid itu hanyalah trik biasa, namun bagi Helena kejutan itu membuat semangat nya menurun. Ia tahu jika Loid adalah orang yang mengalahkan Raja Iblis, maka kekuatan jauh lebih kuat darinya.
"Tadi itu serangan yang cukup mengesankan"
"Sekarang aku yakin kalau kau adalah orang yang mengalahkan Gara. Tapi bagaimana kau menghindari serangan itu?"
"Itu rahasiaku, tidak akan kuberi tahu. Apakah giliranmu sudah selesai, kalau begitu ganti peran. Teknik Roh, teknik pemanggilan, Harimau Putih, Tora"
Aku memanggil Tora meski seharusnya aku memanggil Garuda tapi aku rasa lebih baik menyimpan beberapa kartu dari lawan.
Selain Tora aku mengambil Nunchaku dari ruang dimensi. Saat ini aku hanya harus mencari kesempatan untuk kabur tapi sebelum itu aku akan mengalahkan Helena agar ia tahu perbedaan kekuatan.
"Giliranku, Tora!" Tora maju menyerang Helena
Helena sendiri terkejut ketika aku memanggil seekor harimau. Walau begitu aku tahu ia sedikit takut, akan aku gunakan sedikit waktu itu untuk menyerang dan kabur.
"Wahai api yang membara, bakarlah semuanya tanpa henti, Blind Fire"
Sebuah mantra sihir baru membuat aku terkejut, ia masih menyimpan sihir lain rupanya. Blind Fire adalah tembakan sihir api secara beruntun, Helena sendiri mampu menembakan 7 kali.
"Senjata Terkutuk, Nunchaku! Watta, hora...hora...haaaa" aku menangkis semua api itu
Seharusnya Helena sudah tahu perbedaan kemampuan, namun ia kembali menembakan sihir Blind Fire bahkan sampai 10 kali.
"Ah sialan. Tora!"
Helena yang fokus menyerang tak melihat Tora berada di belakangnya. Dengan cepat Tora menindih Helena sehingga menghentikan sihir.
"Huuu selesai sudah, bagaimana putri? Selanjutnya apakah aku harus memerintahkan temanku itu untuk menelan kepalamu?"
"Benar-benar lucu, tapi ini belum berakhir. Jubah Api Phoenix!"
Sebuah baju api terpakai di tubuh Helena, membuat kekuatannya meningkat bahkan Tora terhempas dan terbakar olehnya.
"Oh yang benar saja, berapa banyak lagi sihir yang kau punya?"
"Ada apa, mulai takut sekarang?. Dengan jubah ini meningkatkan kekuatan milikku menjadi 10 kali lipat. Ini merupakan benda pusaka milik kerjaan Re-El"
Kali ini akan menjadi lebih sulit, lebih baik aku tidak membuang banyak energi kutukan dan waktu. Aku harus menghemat semua energi kutukan untuk kedepannya.
"Sebenarnya aku ingin membawamu hidup- hidup tapi sepertinya mati pun tak masalah"
"Itu akan menjadi masalah untukku, nah majulah!"
Helena terbang ke arahku dengan kecepatan penuh, bahkan tanah dan tanaman yang ia lalui menjadi kering. Jika aku terkena sedikit saja daging ku akan terpanggang.
"Haaaah, rasakan ini"
Kami berdua kembali beradu pedang, sangat sulit bagiku untuk menjaga jarak. Panas dari jubah itu terasa sekali saat mendekat. Apakah aku harus menggunakan itu.
"Panas bukan, maka akan aku tingkat kan lagi"
Jarak beberapa meter saja sudah terasa, jika ia mendekat dan berhasil menyerang akan selesai sudah.
"Kurasa harus aku lakukan, hufft" aku menyelimuti tubuh dengan energi kutukan positif
Energi kutukan ini dapat membuat aku terlindungi dari panas Helena. Namun aku akan berpura pura masih terasa akan panas.
"Sekarang matilah, Sword Fire!"
"Gram! Teknik pedang, Aliran!"
Teknik pedang ku berhasil membuat Sword Fire lepas dari tangan Helena. Ia sendiri berpikir dengan panas yang dimiliki dari jubah itu membuat aku menjaga jarak.
"Selesai sudah" aku mendekat dan memukul perut Helena
Beberapa kali aku menyerangnya dengan energi kutukan sampai jubah Api itu menghilang.
"Bisa kusimpulkan jubah itu berasal dari pusaka kerajaan tapi di aktifkan dengan sihirmu. Namun kelemahan dari jubah itu kau tidak bisa menggunakannya ketika kau tidak dapat berkonsentrasi. Apakah jubah itu juga mampu menyembuhkan luka? Tapi seranganku adalah mengincar titik vital bukan sembarang serang"
Aku menjelaskan semua sihirnya, namun ia hanya tertunduk ke tanah. Saat aku merasa ia ingin menyerah sebuah tekanan terasa di atasku.
Sebuah sihir telah aktif, itu adalah serangan yang mampu mengalahkan Iblis penyihir Luva. Tapi apa maksudnya, jika melepaskan serangan itu maka ia akan terkena dampaknya.
"Walaupun aku harus mengorbankan nyawa, akan aku kalahkan kau! Loid!"
"Dasar bodoh, apa yang kau lakukan!"
"Wahai api dari neraka yang membara, pinjami aku kekuatan mu, terbakar lah, Dragon Fire!!!"
Aku mendekati Helena sebelum serangan itu jatuh mengenai kami. Dengan cepat aku membawa Helena ke dimensi ruang untuk berlindung.
"Duarrrr!!!!" Ledakan besar terjadi karena sihir Helena
Ksatria sihir dan warga desa pun harus berlindung dari dampaknya. Benar-benar sebuah kekuatan yang luar biasa, bahkan bekas sihirnya hampir menyerupai hantaman meteor kecil ke bumi.
***
(Ruang Dimensi)
Kupeluk ia agar tidak terlepas, di ruang dimensi hanya nama saja, namun ruang dimensi milikku seperti ruangan senjata dengan semua berwarna putih.
Helena sendiri hanya diam sampai ia sadar,
"Ka...kau...apa yang kau lakukan?"
"Yah hanya berlindung dari seranganmu, tapi kau ini benar-benar bodoh ya. Padahal aku hanya ingin bermain sedikit, lain kali jangan menggunakan sihir itu lagi padaku" aku memegang kepala Helena dan menasehatinya
"Ti... tidak mungkin, aku akan mengalahkan mu tahu. Kali ini aku mungkin kalah tapi lain kali aku akan menang"
"Kuharap begitu"
"Jadi dimana ini?"
"Ini adalah teknikku, dimensi ruang, tempat aku meletakan senjataku. Tapi ya ini juga bisa dimasuki olehku"
"Ini seperti tas penyimpanan ruang, sebuah item langka dari kerajaan Victim. Begitu ya, jadi ini caramu menghindari serangan pertama tadi. Kurasa kau bukan hanya kuat tapi juga cerdas"
"Terima kasih atas pujian nya"
"Jadi aku ingin bertanya sekali lagi dengan serius. Siapa kau ini?"
"Aku Loid, seorang pengembara yang mencari tempat damai untuk tinggal. Yang juga seorang pendekar pedang dan roh. Aku bukanlah seorang pahlawan tapi juga bukan seorang penjahat, aku hanya ingin menjadi orang biasa. Apakah itu menjawab pertanyaan mu?"
Helena hanya tertawa kecil, tapi aku bisa tahu jika ia sudah mempercayaiku.
"Baiklah ayo kita kembali, tapi sebelum itu aku akan langsung pergi. Jadi bisakah kau membantuku berpura-pura?"
Jika di lihat dari dekat ia sangat cantik apalagi setelah melepas helm pelindung. Terlihat seperti wanita kaya di kehidupanku sebelumnya.
"Tentu saja, lagipula aku sudah kalah darimu"
***
Beberapa menit setelah ledakan kami kembali ke dimensi dunia. Aku sendiri langsung pergi tanpa pamit dengan warga desa menaiki Tora.
Helena sendiri berpura-pura telah mengalahkan ku dan membiarkan aku pergi. Untuk masalah Raja Iblis Pedang, pahlawan pedang api Helena menjadi orang yang berhasil mengalahkannya bersama seorang pengembara.
Helena menerima penghargaan dari kerajaan dan berita tentang kemenangan kerajaan Re-El terhadap Raja Iblis tersebar cepat seperti angin ke berbagai penjuru dunia.
Harapan tumbuh dengan kabar baik ini membuat pahlawan dari kerajaan lain termotivasi.
Bagi dunia itu adalah berita yang membanggakan, namun mereka tidak tahu yang mengalahkan Gara adalah Loid. Ini akan berdampak pada masa depan pahlawan.
Namun bagi Loid semua hal tidak penting baginya karena ia merasa sudah berhasil melakukan tugas dewi sampai ia tidak tahu bahwa Raja Iblis di Oxland bukan cuma satu.
BAGIAN 1 RAJA IBLIS PEDANG GARA.....SELESAI
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments