(Hutan Elf, Perbatasan Desa Tia)
Aku Loid seorang manusia yang mati di kehidupan sebelumnya sekarang berenkarnasi di dunia lain.
Saat ini tugasku adalah membantu para pahlawan untuk mengalahkan Raja Iblis.
"Tapi...aku benar-benar tidak berubah sama sekali" aku melihat bayanganku di air sungai
Tubuhku cukup kuat, dengan tinggi 161 cm wajah putih, dan rambut hitam pendek. Selain itu aku sudah mencoba berpikir dan akhirnya aku mendapat kesimpulan.
"Aku akan hidup damai saja disini dan jika sudah mendapat kabar jika pahlawan sudah bersiap melawan Raja Iblis aku akan baru membantu"
Aku berjalan ke Selatan selama setengah hari dari saat pertama kesadaran ku kembali. Hari pun mulai senja dan aku belum menemukan suatu tempat.
"Arrghhh....tolong" teriak seseorang
Suara teriakan keras di dalam hutan, dan jika benar itu adalah suara manusia. Akhirnya aku berhasil menemukan petunjuk.
Aku pun berlari dan melihat keadaan disana, betapa terkejutnya aku saat ini. Dua perempuan duduk di tanah ketakutan di hadapan dua monster besar seperti goblin.
Bentuk mereka berbeda dengan roh, entah kenapa aku tidak takut melihat mereka. Langsung saja aku keluar dan berusaha menghentikan moster itu.
"Teknik roh, Harimau Putih!" aku memanggil makhluk panggilan
"Serang mereka Tora!" tegasku
Disaat Tora mengulur waktu aku berusaha menyelamatkan kedua wanita itu. Tak tergesa-gesa aku pun melihat pertarungan Tora, namun aku terkejut semua sudah berakhir dengan kemenangan Tora.
"Apakah monster-monster itu sangat lemah?"
Aku mengembalikan Tora dan mulai mengintrogasi kedua wanita itu.
"Jadi kalian ini kenapa bisa ada disini?" tanyaku
Kedua wanita itu saling bertatapan satu sama lain membuat aku sadar apakah mereka mengerti kata kataku.
"Se...sebenarnya...hiks...hiks" belum selesai bicara ia menangis kencang
"Tuan terima kasih banyak karena sudah menolong kami, saat ini kami sedang kabur dari serangan monster di desa kami"
"Desa?"
"Iya Tuan, saat kami ingin kembali ke desa ternyata kami di cegah oleh kedua ogre itu"
"Ogre? Bukan goblin? Ternyata aku salah" batinku
"Dimana desa kalian berada?"
"Desa Tia, berada di Selatan perbatasan hutan ini. Saya rasa saat ini desa sedang diserang oleh monster lain"
Aku tidak ingin melibatkan diri dengan masalah yang membawakan nyawa. Tapi jika aku bisa mendapatkan informasi dan tempat tinggal kurasa bukan hal buruk.
"Lebih baik kita kesana sekarang" kataku
Akhirnya kami bertiga memutuskan untuk kembali ke desa, walau aku tahu kedua wanita ini takut.
...***...
(Desa Tia)
Beberapa menit setelah suara gemuruh, para monster memasuki desa. Orang-orang yang melihat mereka ketakutan, karena yang mereka lihat bukan monster biasa melainkan iblis.
"Gawat kita akan mati"
"Kalian semua jangan takut, sebentar lagi pahlawan datang kemari" ucap seorang warga desa
Kata kata itu membuat warga desa memiliki sedikit harapan untuk hidup. Saat ini mereka harus mengulur waktu hingga pahlawan tiba.
"Para petualang dan orang yang cukup kuat di desa, kita harus mengulur waktu untuk yang lain dan kedatangan pahlawan" tegas kepala desa
"Yaaaaa" teriak dari puluhan petarung di desa itu
"Baammmmm" pagar kayu pembatas di hancurkan oleh ratusan iblis
Melihat keadaan itu harapan yang di dapat tadi sirna seketika melihat pasukan iblis membawa senjata. Ketakutan tentu dirasakan namun untuk mempertahankan nyawa pun harus menjadi taruhan.
"Datanglah api membara, Fire Ball!!!"
***
50 orang yang berada di sana tersisa 20 orang bahkan belum sampai 10 menit. Sisa pasukan itu mundur menyelamatkan diri, begitu juga warga desa.
Pasukan pahlawan pedang api masih dalam perjalanan ke desa. Sudah tidak ada harapan lagi, desa itu akan rata dengan tanah besok pagi.
"Ibuuu" seorang anak berpelukan dengan sang ibu
"Api neraka yang membara, bakarlah semua orang yang menentang, Flame Shoot!!!" sihir dari penyihir iblis menghancurkan desa dalam sekali serang
Warga desa pun terhenti gerakannya karena sihir itu membuat mereka gemetaran tidak bisa bergerak.
"Hahahaha, tunduklah kalian para manusia rendahan kepada Raja Iblis Pedang"
Sosok iblis besar dengan empat tangan muncul dari tengah pasukan. Aura berbeda dari iblis lainnya, membuat orang yang melihatnya tidak dapat bergerak.
Dengan satu pedang di setiap tangan membuat ia mudah di kenali sebagai Raja Iblis Pedang, Gara.
Raja Iblis di kerajaan Re-El yang membunuh banyak pasukan ksatria dengan pedang iblis Gram.
"Malam ini serangan Raja Iblis Gara di mulai dari desa kecil ini. Lalu akan aku hancurkan kerajaan Re-El besok" tegas Raja Iblis
"Ra...raja iblis?"
Warga desa tak dapat berbuat apa-apa, bahkan sisa pasukan penyerang hanya bisa diam.
"Siapa pun yang berisik dan menentang ku akan langsung aku bunuh, kalian mengerti itu manusia sampah" ancam Raja Iblis Gara
"Hiks...hiks..." suara tangisan anak kecil yang ketakutan membuat ketertarikan dari mata Gara
"Bukankah sudah kubilang, siapa pun yang bicara akan aku bunuh" salah satu tangan kanan Gara bersiap untuk menebas anak dan ibu itu
"Fire Ball" sebuah tembakan sihir mengarah ke Gara membuat ia marah
Serangan itu tidak lain berasal dari kepala desa yang tidak bisa melihat warganya terbunuh lagi.
"Dasar manusia rendahan, pasukanku bunuh mereka semua dan hancurkan tempat ini"
"Whoooaaaa" pasukan Raja Iblis pun bergerak menghancurkan dan berusaha mengincar setiap manusia di dekatnya
Jumlah pasukan itu terdiri dari 100 iblis dengan senjata, dan satu iblis penyihir.
"Sraattt" seorang warga terbunuh
Dalam waktu beberapa menit, 10 orang terbunuh dan desa terbakar oleh lautan api.
"Sekarang giliran kalian untuk mati!" Raja Iblis kembali menghunuskan pedang ke arah anak dan ibu
"Teknik pedang, Scratch!!!" aku memotong tangan Raja iblis yang berusaha mengayunkan pedang
Aku beruntung muncul tepat waktu, keadaannya benar-benar sangat mengerikan. Korban sudah banyak berjatuhan, mental melawan pun sudah sulit di sembukan.
Meski begitu kulihat masih ada beberapa orang yang bertarung. Walau harus mengorbankan nyawa aku harus menghentikan para monster.
"Larilah!" teriakku kepada ibu dan anak
"Arrghhhhhh!!!" jeritan dari Raja Iblis Gara membuat pasukan yang di pimpin nya terdiam sejenak melihat ada apa
"Rajaku..." penyihir iblis dari kejauhan melihat seorang remaja muncul dengan hanya pedang karat di tangan
"Kurang ajar kau bocah, berani-beraninya kau memotong tangan ku"
"Ya ampun ternyata kau bisa bicara, kupikir monster tidak dapat bicara" kataku
"Sialan kau, akan aku hancurkan sampai berkeping-keping" Gara mengganti pedang di tangan kanan satunya dengan tangan yang terpotong
"Pedang Iblis Gram! Kuperintahkan kau untuk mengamuk!" mantra dari Gara kepada Pedang Iblis Gram
Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh monster itu, bahkan informasi yang kudapat masih sangat sedikit.
Jika aku benar dia adalah pemimpin musuh, kalau aku mengalahkannya mungkin monster lain akan berhenti.
"Kau akan membayarnya nak, karena kau sudah menentang Raja Iblis Pedang Gara!"
"Hahhhh? Raja Iblis" tanpa sadar aku berteriak karena kaget
Tidak kusangka pertemuan pertamaku adalah harus melawan Raja Iblis. Misi terakhir harus dihadapi di awal.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments