(Di dalam Hutan Suci)
Satu hari berlalu setelah pertarungan melawan Pahlawan Helena. Loid sendiri tidak tahu kemana ia pergi, namun untuk memenuhi keinginan ia masuk lebih ke dalam hutan untuk tinggal
Namun ia tidak tahu bahwa hutan itu bukanlah hal baik untuk manusia memasuki nya.
"Hah...aku haus tapi beruntung saja aku masih ada sisa makanan"
Sebuah pohon besar terlihat jelas di depan Loid, berharap disana ada tempat berteduh dan buah-buahan untuk dimakan.
"Kesana saja"
Sesampai dekat dengan pohon raksasa itu ia merasakan hal aneh. Sebuah dua pohon seperti gerbang masuk terlihat bercahaya.
Tapi ia tidak ingin membuang waktu, Loid melangkah maju ke depan masuk melewati gerbang itu.
Betapa terkejutnya ia pemandangan di depan berubah menjadi indah. Meski hutan sebelumnya juga indah tapi terdiri dari banyak pepohonan.
"Waahhh indah sekali"
"Berhenti!" suara yang mengejutkan Loid
Loid sendiri hanya diam membatu, tentu karena ia tahu lawan yang di hadapinya cukup hebat.
"Aku tidak bisa merasakan kehadirannya, padahal aku menyebarkan beberapa energi kutukan" batinku
"Kau, aku merasakan aura jahat darimu! Berbalik" perintah nya
Ketika berbalik betapa terkejutnya melihat makhluk terkenal dengan sebutan Elf. Telinga yang panjang dan runcing dengan senjata khas busur.
"Ehh maaf tapi aku tidak berniat jahat, aku hanya ingin mencari makanan" ujarku
"Mustahil!, Lebih baik kau ikut kami menemui tetua!"
"Ba...baiklah"
"Cepat maju ke depan!"
Tujuanku adalah melarikan diri dari kejaran ksatria tapi sekarang di tangkap oleh bangsa Elf.
***
(Alam Dewa)
"Ternyata dia benar benar bisa merubah takdir ya, Azazel"
"Benar Dewi, saya sendiri tidak menyangka dia bisa mengalahkan Raja Iblis Gara begitu mudah. Bahkan saat di hari pertama ia di pindahkan"
"Aku rasa dia benar-benar monster, Loid. Penyihir Roh tingkat satu, murid dari The Six Eyes. Bagaimana ini akan berakhir?"
"Tapi dewi Gaia, apakah anda tidak memberi tahu Tuan Loid jika masalah di Oxland begitu parah?"
Dewi Gaia sedikit merasa bersalah akan hal itu, sebab karena ketidaktahuan Loid masalah Raja Iblis tidak akan pernah selesai.
"Aku rasa dia akan segera mengetahuinya. Bahwa di Oxland, bukan hanya ada satu Raja Iblis tapi terdapat 5 Raja Iblis dan di antaranya bahkan dewa sekalipun sulit mengatasinya"
"Baik Dewi"
"Hei Dewi Gaia, apa kau sudah melakukan perintah dari Zeus?"
Seseorang datang dari depan pintu alam Dewa Gaia. Ia menggambarkan sosok tegas dan kuat, memiliki tatapan tajam dan membara. Dewa api, Hermes
"Tentu Hermes aku sudah mengirimkan pahlawan kita selanjutnya"
***
(Hutan Elf)
Semua elf berkumpul di tengah hutan, sementara aku masih dalam keadaan terikat seperti tawanan/penjahat. Padahal aku tidak sengaja masuk ke dalam hutan untuk menghindari kejaran ksatria.
Elf kebanyakan wanita tapi elf laki-laki sangat kuat menurutku. Bahkan kehadiran mereka sangat tipis membuat sulit ditemukan dalam pertempuran.
"Tetua....saya menangkap penyusup di depan pintu hutan. Saya rasa dia adalah penjahat yang berusaha menculik anak-anak"
"Benarkah?"
Seketika suasana menjadi ramai dan tatapan mata tajam menusuk ke padaku.
"Dia penjahat, benar....manusia adalah penjahat"
Entah kenapa aku mengerti ucapan dari percakapan mereka. Untuk meluruskan dan menjelaskan kesalahpahaman aku pun angkat bicara.
"Tunggu, saya bukanlah penjahat. Saya hanya pengembara tersesat di hutan ini" kataku
Namun anehnya mereka semua terdiam saat aku bicara, sesuatu seperti rasa kaget dan bingung mengganti rasa benci.
"Kau...kau bisa mengerti dan bicara bahasa elf?"
"Eh...iya aku bisa"
Benar, aku juga merasa aneh ketika mengerti ucapan para elf. Padahal bahasa mereka berbeda dengan manusia. Aku pun tahu jika itu adalah berkah dari Dewi Gaia jika aku bisa mengerti semua bahasa di dunia ini.
"Apakah kau adalah penyihir kerajaan, atau pahlawan? Orang yang dapat mengerti bahasa elf sangatlah jarang karena itu bahasa kuno. Berbeda dengan elf migrasi yang pindah ke tempat manusia, mereka bisa mengerti bahasa manusia dengan cepat karena bahasa manusia merupakan bahasa umum" ujar tetua elf itu
"Aku juga tidak mengerti tapi sepertinya aku memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa kalian. Jadi izin kan aku menjelaskan semuanya terlebih dahulu"
"Ti....tidak, kau mungkin bisa menggunakan bahasa kami untuk menipu. Tapi kami tidak akan tertipu oleh perkataan mu" ujar elf yang menangkap ku
Elf itu sangat waspada pada Loid, namun ia sendiri tahu bahwa ia adalah petarung terkuat disini.
"Aku tidak ingin menipu siapapun, aku sendiri tidak sengaja masuk ke dalam hutan ini"
"Itu mustahil...tidak mungkin" sekali lagi para elf berbisik keras menimbulkan pertanyaan bagiku
"Ada apa?"
"Mungkin kau masih belum tahu tapi hutan ini adalah hutan suci, hanya orang berhati bersih dan mulia saja yang di perbolehkan masuk. Dan kau bilang tidak sengaja masuk itu sesuatu hal aneh, Dewi Bumi tidak akan salah memilih orang untuk masuk"
"Dewi Bumi? Ohhh begitukah?"
"Benar sekali..." suara lembut terdengar di telinga ku
Para elf pun terkejut dengan kedatangan, jika ia menampakkan diri sebuah pertanda akan muncul. Seorang yang di hormati di hutan ini, penjaga dan penguasa hutan suci.
"I....itu, Ratu Drayd....Yang Mulia Lista"
Semua elf tunduk bahkan tetuanya, aku pun ikut menundukkan kepala untuk menghormati nya.
Sosok perempuan cantik dengan rambut panjang, tubuhnya seperti menempel pada tumbuhan sekitar. Wujudnya pun membuat hatiku tenang dan percaya dia adalah seseorang yang luar biasa.
"Wahai tuan manusia maafkan atas kelancanganku. Tapi bisakah aku mengetahui namamu" ujar Lista
"Oh tidak apa, aku Loid. Lalu siapa anda?"
"Aku Lista, Dewi penjaga hutan suci senang bertemu dengan Anda Tuan Loid"
Aku terkejut ketika ia mengatakan seorang Dewi. Apakah ia sama seperti Dewi Gaia dan Azazel, namun kekuatan bukan di pertempuran melainkan pada kebaikan.
"Ratu Lista apakah anda mengenal manusia ini?"
"Tidak, tapi aku merasa ia tidak berbahaya dan aku merasakan aura aneh dari dirinya"
"Benar Ratu Drayd, dia memiliki aura jahat seperti iblis...."
"Namun dia juga memiliki aura seperti kalian, berkah dewa bukan, Tuan Loid? Aku tidak tahu siapa anda tapi hutan suci tidak akan membiarkan orang jahat masuk itulah aturan yang di buat oleh Dewi Bumi, Dewi Gaia"
Lista mencoba membantu dalam masalah ini, jika aku berbohong mungkin akan semakin rumit. Selain itu jika ia adalah Dewi maka tidak apa memberitahunya.
"Dewi Gaia? Apakah anda mengenal nya Ratu Lista?"
Lista dan para elf kembali terkejut dengan ucapan yang ku lontarkan. Aku sendiri masih melihat ketenangan dari Lista untuk merobek pertahananku.
"Tentu saja, ia adalah Dewi yang kami sembah. Lalu aku adalah salah satu utusan dari Dewi Gaia untuk menjaga hutan ini"
"Bagitu rupanya, jadi kau salah satu penerima berkah dari Dewi Gaia untuk menjaga hutan ini. Apakah kau sering bertemu dengannya, Ratu Lista?"
"Bertemu dengan Dewi Gaia, itu...aku tidak pernah bertemu dengan sang Dewi. Selain itu aku tercipta dari kekuatan langsung miliknya. Tuan Loid anda bertanya seperti itu, apakah anda pernah bertemu dengan Dewi Gaia?"
"Yah belum lama ini aku bertemu dengannya"
Lagi dan lagi, Lista dan Para Elf terkejut dengan ucapanku. Sekarang sudah tidak bisa aku sembunyikan, sebuah kejujuran untuk mendapat kepercayaan.
"Kau berbohong....beraninya kau berbohong. Tidak mungkin manusia seperti mu bertemu dengan seorang Dewi" ujar pemimpin pasukan elf bernama Gadrar itu
Pernyataan Gadrar ditimpa kembali oleh elf lain membuat kegaduhan besar.
"Apakah anda seorang pahlawan tuan Loid?" tanya tetua elf
"Bukan, aku bukanlah seorang pahlawan tapi aku mendapat permintaan dari Dewi Gaia untuk membantu pahlawan. Dan tugas itu sudah aku selesaikan, jadi aku berencana untuk hidup damai"
Ucapanku tidak akan dipercaya dengan mudah, maka jalan satu satunya adalah melawan mereka.
Jika aku tidak punya pilihan nyawa adalah utama, meski aku merasa tidak enak dengan Dewi Gaia.
"Kau masih ingin berbohong manusia, setiap manusia sama untuk menyelamatkan diri ia akan berbohong dan menjual diri mereka"
"Benar!...bahkan anak anak kami di jadikan budak"
"Budak" mendengar kata barusan aku sekarang mengerti kenapa mereka membenci manusia.
"Tuan Loid saya merasa jika anda tidak lah berbohong, namun untuk membuktikannya apakah saya boleh melakukan sesuatu?" tanya Lista
"Tentu saja, aku tidak keberatan. Tapi apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku akan melihat semua kehidupan melalui jiwamu, jika kau benar-benar jujur maka aku akan melepaskanmu tapi jika tidak kau akan dihukum"
Lista mendekatkan wajahnya padaku dan menempelkan dahinya. Aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi seketika cahaya silau keluar ketika kami bersentuhan.
Sihir....itulah yang Lista gunakan, sihir yang mampu melihat kehidupan seseorang melalui jiwa mereka.
Pengguna dapat mengetahui semua hal dari awal dan akan di perlihatkan kepada orang-orang melalui gelembung gelembung udara.
Sihir Lista adalah berkah dari Dewi Gaia, yaitu sihir Pengakuan Jiwa. Dengan itu mereka bisa mengetahui apakah Loid berbohong atau tidak.
Tapi mereka tidak tahu satu hal, bahwa sihir Pengakuan Jiwa melihat segala kehidupan yang terkena dari awal ia di lahirkan.
Namun Loid adalah manusia yang sudah mati, dan ketika sihir itu mencapai jiwa Loid ia tidak akan bisa mengetahuinya.
"Singggg!!!, Ahhh" Lista sedikit terkejut dengan sihirnya yang gagal
Bukan gagal namun ia tidak bisa, Lista sendiri tahu alasan itu terjadi. Tidak bagi para Elf, mereka hanya melihat beberapa bagian dari ingatan Loid setelah ia dibangkitkan di dunia ini.
"A...anda, sebenarnya siapa anda? Tidak ada kehidupan awal, apakah anda menggunakan sihir atau skill?" tanya Lista
"Tidak"
"Anda bahkan tidak memiliki mana dan tidak bisa menggunakan sihir. Dan...anda...." tetua elf sangat kaget
"Anda mengalahkan Raja Iblis Pedang, Gara?!" ujar Gadrar
"Yang lebih penting anda, sebenarnya anda sudah mati bukan dan anda di hidupkan kembali. Jika begitu adalah penjelasan masuk akal"
Pernyataan tepat dari Lista membuat aku harus menjelaskan semua.
"Ya semua yang kalian katakan benar, kalau begitu akan aku katakan sekali lagi pada kalian. Aku adalah Loid, seorang pengembara yang dikirim oleh oleh Dewi Gaia!"
Ketika aku mengatakan hal itu dengan tegas, Lista dan para elf bersujud padaku. Aku sendiri kaget melihat mereka melakukan itu.
"Tuan Loid maafkan atas perlakukan kami, sebagai penjaga hutan ini dan yang bertanggung jawab saya meminta maaf pada utusan Dewi" kata Lista dengan nada takut
"Kami meminta maaf pada utusan Dewi!" semua elf berteriak
"Tu...tunggu kalian semua, tidak perlu sampai seperti ini. Cepat bangun atau aku akan malu"
"Baik!"
"Tuan Loid maafkan atas kekasaran saya, saya tidak tahu jika anda adalah utusan dewi. Selain itu anda adalah orang yang mengalahkan Raja Iblis" sikap Gadrar mulai berubah padaku
"Tidak apa apa aku baik baik saja, jadi kalian berdirilah. Aku tidak tahan jika diperlakukan seperti itu"
Pandangan mereka berubah, mereka telah percaya ceritaku. Maka aku bisa bernafas lega, aku akan aman dan langsung pergi dari hutan ini.
"Tuan Loid bagaimana anda bertemu dengan Dewi Gaia dan bagaimana penampilan nya, apakah ia juga sangat kuat atau tidak, tapi ia adalah Dewi pasti ia sangat kuat?" tanya Lista
"Ahahaha, baiklah, baiklah aku akan menceritakan itu. Sebelum itu aku bisa melepas borgol kayu ini kan?"
Mereka baru ingat jika belum membuka kunci borgol. Rasa tidak enak dan takut menghantui Lista dan para elf.
"Baguslah jika kalian sudah percaya, aku tidak marah atau benci. Kalian hanya menjalankan tugas saja, dan sepertinya kalian semua sangat kuat"
"Terima kasih Tuan Loid"
"Sebagai tanda permintaan maaf kami akan menjamu Tuan Loid untuk makan malam disini"
Kebetulan sekali aku sudah lapar, dari kemarin hanya terlibat masalah dan hanya memakan buah saja.
"Baiklah akan aku terima"
BERSAMBUNG....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments