"Apakah Tuan tidak salah? Anda ingin menghadapi Raja Iblis?"
"Tentu, sejak awal itu tujuanku datang kemari. Tapi karena kedatangan kalian aku jadi terlibat masalah. Karena itu aku akan menyerahkan kalian ke Gereja"
"Tidak!"
"Ha?"
"Walau Gereja, mungkin orang-orang di dalam nya terdapat sifat yang sama. Kami mungkin akan terbuang lagi, jadi... kami mohon Tuan"
"Tidak bisa, aku tidak ingin kalian mati"
"Jika itu yang terjadi maka saya tidak masalah" tegas Ilma
"Saya juga Tuan"
Di ikuti oleh yang lain tekad mereka telah bulat, bahkan kematian pun tidak menakuti mereka.
"Yang akan kalian lawan adalah Raja Iblis"
"K...kami tahu tuan, tapi jika harus mati karena melindungi Tuan. Kami siap!"
Ahhh, benar-benar sebuah tekad yang kuat, tapi asal kalian tahu saja. Aku bukan orang baik, di kehidupan dahulu aku sering membiarkan temanku mati terbunuh oleh kutukan.
Lalu kalian yang bahkan tak memiliki kekuatan ingin melawan musuh kuat. Mati...sudah pasti kalian mati.
"Hahahaha, baiklah kalian boleh ikut. Tapi resiko nya tanggung sendiri, walau harus mati"
Semua nya menelan ludah dan kata, setelah itu kami memutuskan beristirahat. Entah percakapan kami terdengar oleh orang lain atau tidak, tapi besok akan menjadi hari penentuan bagi mereka.
***
(Gerbang Istana Victim)
Sepuluh ribu pasukan Ksatria yang terdiri dari berbagai pasukan, bersiap untuk berangkat menuju Benteng Raja Iblis Victor. Tidak seperti janji yang diberikan pada pahlawan Api, kerajaan Victim ingin segera menempati Benteng.
Kabar datang dari mata-mata bahwa Raja Iblis dan Para Jenderal nya tidak berada di benteng besok karena panggilan ke Istana Raja Iblis. Benteng akan kosong selama beberapa hari tanpa Jenderal Raja Iblis.
"Helena, maaf kan keputusan ayahku"
"Tidak masalah, jika memang kabar itu benar ini akan menjadi kesempatan kita untuk mengambil alih benteng itu"
"Apakah semua sudah siap?" tegas Pemimpin Pasukan Ksatria bernama Chris
"Yaaa" teriak sepuluh ribu pasukan
Gerbang Istana terbuka dan pasukan berjalan menuju Benteng Raja Iblis Victor, perjalanan dengan tujuan langkah awal umat manusia melawan klan iblis.
***
(Keesokan harinya)
"Ngihhhk" suara kuda dari kereta kuda yang aku beli
"Hoaammm" aku menguap terlalu besar
"Tuan Loid apakah tidur tidak nyenyak semalam?" tanya Ilma
"Tidak, aku hanya bangun lebih awal saja. Jadi kurang tidur, ngomong-ngomong apa kau tidak masalah Rita yang mengendalikan kudanya?"
"Saya tidak apa-apa tuan Loid, saya dulu adalah peternak jadi hal biasa"
"Baiklah, jika kau ingin gantian bilang saja"
Kereta kuda ini aku beli tadi pagi di peternak kuda seharga satu koin emas. Aku butuh kendaraan untuk berpergian jadi kuputusakan membeli nya.
"Selain itu membawa 5 orang wanita akan menarik perhatian banyak orang"
Siang pun tiba, sudah 2 setengah jam kami melakukan perjalanan menuju Benteng Raja Iblis.
"Tuan Loid kita sudah, itu Benteng Raja Iblis"
Kami semua keluar dan melihat betapa besar dan seram Benteng. Awan sebelumnya berwarna putih dan bercahaya namun di tengah benteng itu cuaca nya seperti malam berselimut gelap.
"Aneh, apakah itu pelindung?" pikirku
Kami menyembunyikan kereta dan memperjelas kembali rencana.
"Kalian semua sudah siap bukan, kita tidak bisa kembali"
"Baik tuan"
Dua penyihir tingkat menengah dan tiga penyihir tingkat bawah. Rosa memiliki sihir api dan bertugas menyerang bersama ku, Risa memiliki sihir angin bertugas melindungi sisi kanan dan kiri, Lala memiliki sihir tanah dan menjadi garis belakang, Ilma memiliki sihir api dan berada di belakang, lalu Ana bertugas sebagai healer dengan sihir airnya.
Mungkin cukup, namun rencana itu hanya untuk membuat agar aku bisa melawan Raja Iblis satu lawan satu
"Kalian siap bukan, ayo kita mulai!"
Sebelum kemari kami mendengar bahwa benteng sedang kosong. Raja Iblis dan Jenderal nya pergi ke kembali Kastil.
Tak apa jika Raja Iblis tidak ada, hal itu akan menambah kesempatan untuk menaklukkan benteng. Setelah menaklukkan nya aman sangat mudah untuk memancing Raja Iblis.
Kami semua berpencar kecuali Ilma, masuk ke dalam Benteng melalui lubang yang di buat oleh Lala.
"Wahai api yang membara, bakarlah semua musuhku. Fire Shoot!" Ilma menembakan api dari luar benteng
Tentu saja serangan itu tidak fatal dan segera di temukan oleh Pasukan Iblis. Ilma pun segera bersembunyi sesuai rencana, dan akan dilanjutkan oleh kami.
"Itu tandanya!"
"Wahai api yang membara, bakarlah semua musuhku. Super Flame!"
"Wahai angin, sejuk kan semua yang ada di sekitar mu, Pusaran Angin!"
Kedua elf aku perintah kan agar membuat kekacauan di dalam benteng. Membakar nya adalah cara efektif, dengan gabungan api dan angin akan cepat membesar.
Seketika Api menjalar ke semua tempat, benteng itu menjadi lautan api. Para iblis disana pun segera keluar dan berusaha memadamkan api.
(Di dalam Benteng)
"Tuanku, Benteng kita telah diserang"
"Hooh, tidak kusangka. Apakah itu pasukan kerajaan?"
"Bukan Tuanku, sepertinya mereka hanya beberapa orang saja"
"Petualang? Tidak kusangka setelah sekian lama masih ada orang bodoh yang menyerang Benteng. Temukan dan bunuh mereka"
"Baik Tuanku"
Ketiga Jendral Raja Iblis Victor, Gob, Gin, dan Gon. Mereka bertiga memiliki kekuatan sihir yang kuat, bahkan jika mereka melawan Raja Iblis Victor bersama dapat sebanding.
Perintah membunuh penyusup kecil merupakan kehormatan bagi mereka. Namun mereka tidak tahu bahwa salah satu lawan nya adalah orang tak terduga.
(Di luar Ruangan Raja Iblis)
"Siapa yang berani menyerang Benteng Raja Iblis?" tanya Gon
Kedatangan jendral raja iblis membuat pasukannya diam menunggu perintah. Sementara selain Ferdi semua merasakan tekanan sihir yang dipancarkan oleh ketiganya.
"T...tuan Loid, itu..."
"Apakah salah satu dari mereka adalah Raja Iblis?"
Ketiga Jendral itu mendekat pada Ferdi dan rekannya. Lala membuat tembok penghambat agar pasukan iblis lain tidak mendekat.
Rosa dan Risa pun mengubah tujuan dari bertahan ke menyerang. Situasi sulit kini di hadapi oleh Ferdi dan party nya.
"Aku kira apa ternyata hanya sekumpulan semut kecil" ujar Gin
"Hei apakah kalian adalah raja iblis Victor?" tanyaku
"Hahaha, berani sekali kau manusia. Sayang sekali tapi kami bukan Raja Iblis, kami hanya Jenderal yang melayani beliau"
"Hahh, ternyata bukan"
"T..tuan Loid ini sangat berbahaya, saya merasakan sihir yang sangat kuat. Lebih baik kita lari" saran Rosa ketakutan
Aku bisa melihat kaki dan tangan mereka gemetar. Yah, walau aku tidak bisa merasakan sihir tapi aku tahu mereka bertiga cukup kuat.
Informasi mengenai ketidak hadiran Raja Iblis di benteng ternyata hanya tipuan.
"Tapi...."
Teknik Roh, Shikigami, Centipede, tanpa ketahuan aku mengaktifkan teknik kutukan. Aku memerintahkan Centipede masuk ke dalam tubuh salah satu dan merobeknya dari dalam.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, aku hanya ingin bertemu dengan Raja Iblis"
"Dasar manusia rendahan, katakan sekali lagi jika berani?!"
Gon mengangkat kedua tangan bersiap mengaktifkan sihir. Namun ia telah aku tandai dengan Centipede, dengan cepat Centipede mengoyak organ dalam Jenderal Raja Iblis, Gon.
"Akkhhhh, apa ini, Akhhhh!!!!" tubuh Gon terkoyak dan Centipede keluar dari perut
Darah tumpah ke berbagai arah, namun mata kedua iblis lain hanya melihat bagaimana rekan mereka mati terkoyak.
Perutnya hancur dan keluar darah dari mulut dan perut. Serangan yang tidak diketahui siapapun membuat kejutan dan psikologis lawan berubah.
"Aku bilang bawa keluar Raja Iblis" kataku dengan senyum dingin dan menjulurkan tangan saat Centipede kembali
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments