"Nona, Nona?" Fang yin memanggil tuannya, namun masih tidak mendapat jawaban. Dia pun mendekati selimut yang mengerucut di atas ranjang. Fang yin memberanikan diri untuk membuka sedikit selimut bagian arah kepala ranjang. Terlihatlah surai hitam legam yang panjang sedikit menutupi wajah xia yu.
"Nona..Nona, bangunlah" Fang yin kembali mencoba membangunkan kembali Xia yu setelah dia yakin orang yang berada di bawah selimut itu adalah tuannya. Dia juga mengulurkan tangannya menggoyangkan tubuh Xia yu agar dia kelak terbangun dari tidur nya.
"Nghh!!" Lenguhan pelan terdengar dari mulut Xia yu, namun matanya masih saja terpejam.
"Nona, bangunlah hari sudah siang. Lihatlah siapa yang berada di depanmu ini?" Fang yin tidak berputus asa untuk membangunkan tuannya. Dia ingin memberi kejutan pada majikan sekaligus panutannya.
"Hoammm!" Akhirnya Xia yu terbangun juga dari tidur panjangnya. Bahkan dia menguap, membuka lebar mulutnya serta melakukan sedikit peregangan badan seperti biasa di saat dia terbangun dari tidurnya.
"AAAHHHH!!"
Secara tiba-tiba Fang yin berteriak dan terjatuh di atas lantai. Dia terkejut ketika melihat dengan jelas keadaan Xia yu. Dia yang mencoba mengejutkan Tuannya akan kedatangannya, namun malah dirinya yang dikejutkan oleh Xia yu. Bagaimana tidak terkejut, jika yang dia lihat bukan wajah Nona nya yang cantik. Melainkan wajah seorang gadis yang di penuhi luka, belum lagi rambutnya yang acak-acakan seperti Jombie. "Hiii!!"
"Heyy,, Berhentilah berteriak aku bukan hantu!" Ujar Xia yu yang mengetahui kalau gadis di hadapannya itu pasti terkejut saat melihat wajahnya.
Seketika Fang yin membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Dari bawah sana dia meneliti Xia yu, suara yang selama ini dia rindukan juga terdengar olehnya. Setelah menguasai keterkejutannya, Fang yin memberanikan diri untuk bertanya.
"Non.. Eng, Permaisuri apakah itu anda?" Tanya Fang yin ragu.
"Ya, aku Permaisuri! Permaisuri yang menyedihkan, HAHAHA!" Jawab Xia yu dengan tawa yang miris di akhir jawabannya.
Setelah mendengar jawaban itu, seketika Fang yin bangkit dari tempatnya. Dia mendekati Xia yu dan bertanya dengan raut wajah sedih, bahkan kedua matanya telah berkaca-kaca.
"Nona, apa yang terjadi pada anda? Kenapa keadaanmu seperti ini?" Tanya Fang yin belum terbiasa memanggil Xia yu dengan sebutan Permaisuri.
Alih-alih menjawab Xia yu malah balik bertanya. Dia mengerutkan alisnya karena tidak mengenali gadis di hadapannya. "Siapa kau? Kenapa kau ada di kamarku? "
"Huwaa... Nona kenapa anda tidak mengenali hamba? Hamba adalah Fang yin, pelayanmu! Yang sedari kecil hidup bersama anda dan bekerja pada anda." Jawab Fang yin dengan tangis yang sudah tak bisa di tahan lagi.
"Fang yin?" Xia yu mengulang nama gadis dihadapannya dengan raut wajah bingung.
"Iya, Nona. Hamba Fang yin pelayan anda!" Jawab Fang yin, kembali meyakinkan Xia yu bahwa dirinya adalah pelayannya.
"Sebentar!" Ujar Xia yu kepada gadis itu. Dia memejamkan matanya, mencoba mengingat siapa Fang yin bagi Xia wei.
Dalam pikirannya terlintas beberapa penggalan ingatan antara Xia wei dan Fang yin. Setelah yakin gadis di depannya ini benar pelayan Xia wei, dia pun membuka matanya. Dan ketika melihat Fang yin masih menangis, otak nakal Xia yu beraksi. Dia tersenyum mendapat sebuah ide untuk mengerjai gadis itu.
"Mm, maaf aku tidak ingat! Kapan aku memiliki pelayan cengeng seperti mu?" Ucap Xia yu dengan raut wajah tak percaya yang dia tujukan untuk Fang yin.
"Huwaa.. Nona kenapa anda melupakan hamba? Huaaa.." Lirih Fang yin menangis semakin kencang. Karena tak tega Xia yu pun menyudahi mengerjainya.
"Sudah, sudah.. Aku ingat siapa dirimu, maaf aku hanya mengerjai mu saja! Hahaha.." Ujar Xia yu sambil menepuk bahu Fang yin guna menenangkannya. Seketika tangis Fang yin mereda.
"Apakah benar Nona sudah mengingatku?" Tanya Fang yin dengan wajah polosnya.
"Ya, aku mengingatmu Fang yin..!" Jawab Xia yu meyakinkan Fang yin.
"Syukurlah! Aku kira Nona sudah tak mengenalku lagi, ternyata Nona hanya mengerjai ku saja! Aku senang bisa mendengar nona bicara lagi." Ujar Fang yin senang mendengar Nona nya yang sudah lama tak bicara kini bicara kembali.
"Mm, bagaimana kau bisa ada disini? Bukankah kau di larang untuk datang kesini oleh Si Liu Liu!" Tanya Xia yu mengalihkan topik. Dia juga bingung kenapa Fang yin bisa berada di kamarnya. Seingatnya dulu setelah menikah Xia wei tidak di perkenankan membawa satu pelayan pun oleh suaminya.
"Si Liu Liu? Siapa itu Nona?" Tanya Fang yin tidak mengenal siapa yang di maksud Xia yu.
"Orang yang menikahi ku." Jawab Xia yu acuh. Dia memilih merapihkan rambutnya yang sedikit kusut karena posisi tidurnya.
"Maksud anda Raja Liu?" Tanya Fang yin meyakinkan orang yang di maksud oleh Xia yu.
"Ya, siapa lagi memangnya yang menikahi ku selain laki-laki itu." Jawab Xia yu malas membahas pria itu.
"Kenapa anda memanggilnya Liu Liu Nona? Itu tidak baik! Jika sampai Raja Liu mendengar, beliau akan murka!" Jelas Fang yin yang tahu tabiat Raja Liu.
"Huh.. Untuk apa sopan pada orang yang keji seperti dia! cih.." Ujar Xia yu di akhiri dengan mendecih seakan jika menghormati Raja Liu itu perbuatan yang menjijikan.
"Shuut.. Nona, pelan kan suara anda. Jika penjaga di luar mendengar, mereka akan melaporkan perkataan Nona pada Raja Liu." Fang yin segera mengingat kan Xia yu.
"Ya, baiklah.. Sekarang jawab aku bagaimana kau bisa berada disini?" Tanya Xia yu kembali ke topik pembahasan awal.
"Nenek anda yang memohon pada Raja Liu agar hamba kembali melayani Nona!" Jawab Fang yin membuat Xia yu ingat akan nenek dari pemilik tubuhnya yang menyayangi dan memercayai Xia wei.
****tbc**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 330 Episodes
Comments
Mutia
koreksi + baca ulang thor
jombie => zombie
2023-02-02
2
berputar alur ceritanya
2022-11-06
0
Suszhy Matwear
agk bngung jgaa
npa sih msih d pnggil xia yu kan wjahnya xia wen
2022-07-25
0