Kelima orang yang xia yu beli dari lelaki berkumis itu kini berada di dekat kereta, mereka di persilahkan masuk oleh fang yin namun mereka menolak karena takut akan tuan muda yang telah membeli mereka. tidak berapa lama xia yu kembali dengan dua orang pelayan dibelakangnya yang membawa banyak barang, xia yu melambaikan tangannya pada fang yin dan fang yin menyadari kalau nonanya memanggil dia langsung bergegas menghampiri xia yu.
"nona...?" ujar fang yin bingung melihat banyak sekali barang yang di bawa pelayan itu
"antarkan mereka ke kereta aku mau mampir ke toko obat terlebih dulu." titah xia yu singkat dan meninggalkan fang yin bersama ke dua pelayan tadi. fang yin pun menuruti titah dari xia yu dan kembali ke kereta menunggu xia yu kembali.
sedangkan xia yu berjalan ke arah toko obat yang berada di pasar. toko itu lumayan besar untuk toko obat dan dia berjalan masuk melewati pintu yang terbuka lebar. xia yu pun menemui pelayan disana dia membeli beberapa tanaman obat dan juga, xia yu membayar tanaman obat yang dibelinya dengan 2 koin emas.
xia yu kembali ke kereta kelima bersaudara itu menunduk hormat kecuali fang yin. xia yu mendekati gadis yang berwajah pucat itu dan menyuruhnya untuk duduk didalam sedangkan keempat orang dan fang yin berada di luar. setelah xia yu masuk kedalam kereta xia yu menyuruh fang yin untuk segera menjalankan kereta kembali ke kediaman xia wei.
tidak berapa lama kereta xia yu telah tiba di pintu belakang kediaman xia wei. xia yu di persilahkan turun oleh fang yin, xia yu berjalan masuk ke kediamannya dia juga menyuruh fang yin mempersilahkan kelima bersaudara dan membawa semua barang yang di belinya. mereka mengangguk tanda mengiyakan perintah dari tuan barunya, mereka mengikuti fang yin dari belakang sampai tiba di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas. kelima bersaudara itu di persilahkan beristirahat oleh fang yin.
"nona barang ini di taruh dimana?" tanya pemuda yang sedang membawa gembolan kain
"Ahh,.. iya aku lupa memberitahu..! gembolan itu berisi pakaian untuk kalian pemberian dari tuan.!" jawab fang yin yang sempat lupa dengan barang yang di beli nonanya. saat pemuda dan ke empat saudara itu mendengar ucapan fang yin mereka sedikit kaget dengan yang di apa yang di dengarnya.
"te..terimakasih nona .." ujar pemuda tergagap mengutarakan rasa terimakasihnya
"terimakasih nona " ujar ke empat saudara pemuda itu.
"jangan berterimakasih padaku, aku tidak berbuat apa-apa pada kalian..! berterimakasih lah pada tuan nanti pagi, sekarang kalian istirahat lah kalian pasti kelelahan, pemandian untuk kalian berada di sebelah sana.." ujar fang yin tak mau menerima ucapan terimakasih dari kelima saudara itu, fang yin merasa tidak enak karena bukan dia yang telah menolong mereka dari kelima saudara itu. fang yin menunjukan pemandian untuk di gunakan kelima bersaudara.
setelah itu fang yin keluar dari ruangan pelayan dia kembali ke kamar xia wei. dia melihat xia xia yu telah tidur dengan lelapnya. fang yin pun bergegas membersihkan diri dan tidur di atas selimut tebal yang di gelarnya di atas samak jerami *(kaya samak buat mayat)
pajar di subuh hari telah membangunkan xia yu, seperti biasa dia memulai rutinitas hariannya setelah selesai dia membangunkan fang yin agar membantunya membuat sarapan. fang yin pun bangun dia masih terlihat mengantuk karena belum terbiaa bangundi subuh hari, tapi apa mau dibuat dia adalah pelayan dan juga teman nonanya fang yin bertekad bahwa dia harus bangun lebih pagi dari pada nonanya.
xia yu dan fang yin berjalan kearah dapur disana sudah tersedia bahan-bahan masakan pemberian tuan han. xia yu mulai mengajarkan fang yin cara membuat roti hubus, sebenarnya xia yu ingin makan roti tawarl tapi karena tidak ada tungku untuk membakarnya jadi dia membuat roti hubus saja karena pembuatan dan pemanggangannya yang simpel dan tak memakan waktu.
xia yu juga mengajarkan fang yin cara meracik bumbu dan membumbui masakan agar enak dan lezat padahal kalau masakan ini di zamannya hanya masakan sederhana. xia yu membuat banyak makanan persi banyak karena sekarang dia juga harus memberi makan kelima saudara itu.
semua makanan telah terhidang di atas piring tanah liat beralaskan daun pisang, makanan sederhana ini terlihat sangat lezat bagi fang yin. xia yu juga menyuruh fang yin untuk membangunkan kelima saudara itu, dan fang yin pun menuruti titah xia yu. tidak butuh waktu lama kelima saudara itu telah beada di hadapan xia yu yang sedang fokus membaca (xia yu selalu bosan jika di suruh menunggu jadi dia lebih memilih membaca untuk menghilangkan rasa jenuh jika sedang menunggu)
kelima saudara itu melihat seorang gadis sedang duduk di depan meja yang terhidang banyak makanan, gadis itu memakai pakaian putih dan cadar yang senada diwajahnya mata hijau sendu yang mereka lihat di pasar ternyata milik gadis yang sedang berada di hadapan mereka, gadis itu sedang fokus membaca sebuah buku di tangannya. terlihat sangat elegan. 'kecantikan di balik cadar' batin pemuda yang lebih dewasa.
"nona... mereka telah tiba" ujar fang yin yang menyadarkan xia yu yang sedang fokus. xia yu melihat kelima saudara itu dia memasukan buku itu ke lengan bajunya seperti biasa.
"Hm.. duduklah..ayo makan" ujar xia yu yang memang sudah sangat lapar
"tidak nona saya tidak pantas duduk bersama anda." ujar pemuda yang lebih dewasa. dia duduk dengan kedua kaki yang di lipat dan di duduki olehnya dan tingkahnay di ikuti oleh ke empat saudaranya.
"kalian duduk disini atau aku tidak makan" ancam xia yu dengan acuh. pemuda tadi bingung mendengar jawaban xia yu jika dia mengancam seharusnya mereka yang tidak akan makan tapi kenapa xia yu yang tidak makan. mereka pun saling menyenggol memikirkan jawaban apa yang harus mereka jawab.
"bangkitlah dan duduk bersamanya nona tidak suka di bantah.!" ujar fang yin yang melihat mereka berlima kebingungan
mereka berlima pun bangkit dan duduk dengan enggan bersama penolongnya takut mereka membuat kesalahan saat duduk bersama xia yu. mereka melihat hidangan di atas meja yang terlihat sanagt mengugah selera sampai mereka menelan salivanya.
""makanlah aku sangat kelaparan..! jangan sampai aku melihat mulut kalian tidak penuh dengan makanan, kalalu tidak aku akan mengembalikan kalian pada lelaki berkumis ulat bulu itu lagi" ujar xia yu dengan ancaman yang sama seperti pada fang yin. fang yin hanya tersenyum saat mendengar anacaman itu.
kelima bersaudara awalnya ragu tapi karena ancaman xia yu pemuda itu memberanikan diri, dia mengambil satu roti dan membelahnya menjadi lima dan memberikan kepada saudaranya. xia yu melihat tingkah pemuda itu pun sedikit geram.
"aku memasak semua ini bukan untuk diriku saja kenapa kau membagi satu roti untuk kalian makan. apa aku terlihat pelit..?" ujar xia yu menatap tajam pada pemuda itu
"maaf nona bukan maksud say...." ucapan pemuda itu terpotong oleh xia yu
"kalau bukan itu maksudmu lalu kenapa kau membelah roti itu menjadi lima dan memberikannya pada sudaramu. apa kau pikir dengan secuil makanan itu perut saudarimu akan kenyang terutama saudari kalian yang sakit apa dia akan sembuh dengan satu suapan saja. kalau kau pikir seperti itu bisa menghidupi kalian sialahkan keluar aku tidak mau hidup bersama orang yang memiliki ego tinggi dan menyusahkan saudarinya sendiri." jelas xia yu memotong ucapan pemuda itu kemudian meninggalkan mereka.
"jika kalian pikir nona akan memperlakukan kalian seperti pria berkumis itu, kalian salah..! jika nona seperti itu kalian tidak akan berada disini dan juga nona tidak memaksa jika kalian tidak ingin tinggal di sisni kalian boleh pergi. tapi aku ingatkan mencari orang baik itu tidak sebanding dengan mencari musuh" ujar fang yin menasehati kelima saudara terutama pemuda dewasa itu.
****tbc**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 330 Episodes
Comments
aramaraniz
itu pokok pisang belum botak kah😅
2023-04-22
0
Mu_kwai_fa
membaca ulang cerita... sambil menunggu kelanjutann cerita ..
2022-06-16
0
Christy Oeki
sabar selalu
2022-06-13
0