"Kau tidak pantas berada surga, kau akan aku kirim ke neraka!" Ujar Raja Liu dengan mendekatkan belatinya pada leher Xia yu.
"Hah, Neraka? Memangnya kau tahu apa itu neraka?" Tanya Xia yu dengan nada yang acuh tidak ada rasa takut di dalam ucapannya meskipun belati itu menempel tepat di lehernya.
'Kenapa wanita ini semakin berani saja?' Batin Raja Liu sedikit tercengang dengan keberanian Xia yu, tapi Raja liu enggan menampilkan wajah bingungnya. Dia masih bersikap dingin saja.
"Neraka adalah tempat yang pantas untuk wanita jahat seperti dirimu!" Ujar Raja Liu semakin menekankan belati di leher Xia yu sampai kulit leher Xia yu yang putih mengeluarkan sedikit darah.
"Heh, jahat?! Jahat seperti apa yang kau maksud? Jika memang aku jahat, lalu kau ini apa hah?!" Jawab Xia yu dengan nada yang mencemooh, dan dia juga tidak segan mendongakkan wajahnya hingga berhadapan langsung dengan wajah dari Raja Liu.
"Aku jahat hanya kepada wanita jahat sepertimu." Jawab Raja Liu tak menghiraukan darah yang keluar dari leher Xia yu.
"Memangnya kau pernah melihat aku membunuh dan menyakiti orang lain dengan matamu sendiri bukan dengan telingamu?" Tanya Xia yu yang memang Raja Liu tidak pernah melihatnya melukai orang lain bahkan Xia yu tidak pernah berbicara jika bukan saat meminta keadilan sewaktu di fitnah oleh pelayan suruhan Selir Yenny yang mengatakan kalau Xia wei telah menjebak Raja Liu agar bisa tidur dengannya.
"Aku hanya mendengar dan itu memang jelas kau mencoba menyakiti Lien Hua, karena kau cemburu dengannya aku belum bisa melupakan Lien Hua meskipun dia telah menikah dengan adikku!" Jawab Raja Liu mengingat kejadian Lien Hua saat terjatuh.
"Aku tanya apakah kau melihat aku menariknya? bahkan jika aku menariknya jarak diantara dia dan aku sangat jauh memangnya kedua tanganku bisa dilepas dan disambungkan agar panjang untuk menariknya dari atas tangga! Tidak kan'? Bahkan kau lihat aku hanya menunduk ketika berjalan menaiki tangga!" Jawab Xia yu menjelaskan kronologis kejadian si Alien.
"Bukalah matamu jangan hanya membuka telingamu saja, jangan sampai cinta membuatmu menjadi orang bodoh karena bisa diperdaya oleh rasa cinta!" Lanjut Xia yu sambil beranjak dari tempatnya, meninggalkan Raja Liu yang sedang menimang perkataan Xia yu. Dia mencoba mengingat kejadian itu.
Raja Liu ingat, memang dia memperhatikan Xia yu ketika berjalan menaiki tangga. Dalam ingatannya dia membawa Xia yu ke istana untuk penyambutan tamu yang datang ke kerajaan. Sedari memasuki gerbang istana, tatapan Raja Liu tidak lepas dari Xia wei. Dia terus memperhatikan sikap Xia wei yang selalu diam dan menunduk tidak berani melihat ke arah depan dengan tegas, bahkan dia hanya sesekali mengangkat wajahnya untuk melihat arah jalan yang akan dipijaknya. Dia tak menghiraukan orang yang berada di sekelilingnya. Jika di bayangkan oleh kita, dia seperti mayat hidup berjalan mengikuti arus yang membawanya kemana arus itu bergerak. Tidak ada kehidupan dalam mata Xia wei sampai kematiannya dia hanya mengingat ibundanya yang telah tiada karena diracuni oleh Selir Yenny.
Setelah Raja Liu berhasil mengingat kejadian saat itu. Dia berjalan kearah pintu dan keluar dari kamar Xia wei begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia terlihat murung dibandingkan dengan tadi ketika datang, wajahnya nampak suram layaknya kuburan yang mau menjemput mayat hidup. Sedangkan Xia yu yang melihat Raja Liu keluar begitu saja, menampilkan senyuman di bibirnya.
Dia berjalan ke arah meja rias yang baru saja di isi oleh alat kecantikan ala tradisional china yang dibawa Fang yin. Dia mengambil cermin, melihat luka di lehernya rasanya perih saat membersihkan lukanya dengan alkohol yang di ambil dari kotak kecil dan mengobatinya dengan salep yang juga di gunakan untuk luka di punggungnya. Sedangkan Fang yin yang melihat Raja Liu beserta para pengawal pergi dari halaman kediaman Xia wei bergegas masuk melihat keadaan nona nya.
"Nona, nona.. Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Fang yin khawatir.
"Tidak! Aku tidak apa-apa, tenanglah aku belum mati!" Jawab Xia yu mencoba menenangkan Fang yin yang sudah mengeluarkan air mata.
"Nona mengapa kau bilang tidak apa-apa sedangkan lehermu terluka! Hiks..." Ujar Fang yin tambah cemas sedih serta merasakan sakit dihatinya melihat perlakuan Raja Liu terhadap Nona nya yang sudah dia anggap sebagai adiknya.
'Aku akan melindungi nona dari mulai seakarang' Batin Fang yin.
"Terimakasih!" Ujar Xia yu yang melihat ke khawatiran dimata Fang yin." Fang yin aku lapar bisa kau buatkan berapa camilan.
"Nona, mau di buatkan camilan apa sekarang?" Tanya Fang yin antusias seperti tidak terjadi apa-apa setelah dia menghapus air matanya. Sedangkan Xia yu tersenyum melihat perubahan sikap Fang yin yang cepat berubah-ubah.
"Buatkan bunga osmantus saja." Jawab Xia yu.
Fang yin membuatkan makanan yang dimau oleh Xia yu, setelah selesai dia membawa makanan ke kamar Xia we,
Xia yu sangat menyukai kue bunga osmantus, dia teringat akan ibunya di dunia modern yang selalu memberinya bekal makanan manis terutama bunga osmantus.
****tbc**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 330 Episodes
Comments
Helen Nirawan
cerai ...aj,raja dodol sinting, makan tuh cewe piaraan lu ampe kenyang , isshh gk mutu
2024-11-30
0
Suszhy Matwear
raja begoo
sgitu cintanya sma mntannya hingga prmaisuriny dipukuli hngga matii...
2022-07-25
3
Dewi Ansyari
Hufff Raja Liu bodoh hanya omongan saja percaya sama cinta monyetnya kalo di sakiti🤦
2022-07-21
0