Sinar matahari telah menyinari kediaman permaisuri yang tak dianggap, ke dua orang yang berada di dalam kamar itu telah bangun dan memulai rutinitas mereka. Xia yu telah memutuskan untuk memulai kehidupannya di zaman yang kental dengan peperangan ini dia bertekad akan menaklukan zaman ini dengan kejeniusannya dan kemampuannya.
Xia yu adalah seorang atlit beladiri di zaman modern, dia juga masuk kemiliteran pada usia yang sangat muda dan mendapatkan predikat dewi penakluk berbagai jenis senjata dari pedang, panah, tombak, doble stik bahkan tembakan selaras panjang dan pendek iya taklukan. Xia yu tak pernah menggunakan keahlian beladiri nya dihadapan banyak orang, dia akan menggunakannya jika berada dalam keadaan sulit dan mendesak yang mengharuskannya mengunakan kemampuan beladiri. Dia juga seorang gadis yang memiliki jiwa kemanusiaan dan keadilan bagi orang-orang yang sedang mendapatkan kemalangan dan penganiayaan.
Xia yu juga pernah mendapatkan tawaran dari FBI karena IQ nya yang tinggi, data kepintaran yang sesungguhnya sebenarnya disembunyikan oleh badan intelejen. orang tua Xia yu takut jika anaknya akan mendapatkan masalah jika kejeniusannya sampai diketahui oleh orang-orang yang ingin memanfaatkannya.
Xia yu dan fang yin memiliki rencana untuk merapikan kediaman mereka hari ini. Bagaimanapun Xia yu akan tinggal ditempat ini untuk beberapa saat sebelum dia mendapatkan kemampuan lebih dan juga keuangan yang stabil untuk keluar dari lingkungan yang tidak baik itu. Dia telah menggambar satu design halaman dan dapur agar memudahkan mereka bagian mana dulu yang akan mereka rapikan.
Fang yin kembali terkejut dengan kelakuan Xia yu, dia merasakan banyak perubahan dari nona nya itu. Pembawaannya sekarang lebih dewasa dan lebih bebas dalam mengekspresikan perasaannya.
Mereka berdua mulai merapikan dapur terlebih dulu karena dapur adalah tempat yang harus bersih menurut Xia yu. Sarang laba-laba yang pertama mereka singkirkan kemudian mencuci tembok yang sudah menghitam karena ulah asap dari tungku. seharian mereka sibuk dengan membersihkan dapur,
Dapur yang asalnya sangat kotor dan tidak layak kini bersih perabotan tersusun rapih di atas meja bambu, bahan makanan yang di kirim oleh pelayan si raja liu juga sudah mereka rapikan di tempat yang seharusnya. Di lihatnya bahan-bahan itu hanya sayuran dan beras, tidak ada tambahan bumbu yang seharusnya tersedia untuk membuat makanan. Minyak tidak ada, bawang-bawang dan teman-temannya pun tidak ada.
"Bagaimana bisa aku makan-makanan rebus terus menerus seperti ini?" Xia yu menggerutu kesal. "Fang yin kenapa tidak ada minyak dan bumbu dapur lainnya?" tanya Xia yu heran.
"Minyak? Bumbu dapur apa itu nona?" Jawab Fang yin mengulang kata yang asing didengar olehnya.
Xia yu sedikit terkejut. "Kau tidak tahu apa itu minyak dan bumbu dapur?" Tanya kembali Xia yu.
"Iya, saya baru saja mendengarnya dari anda Nona." Jawab Fang yin sambil memilih sayuran yang akan dimasak.
"Minyak itu untuk menggoreng, memasak dan bumbu itu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit lengkuas dan masih banyak." Jelas Xia yu.
"Oh, kalau bumbu seperti itu ada tapi digunakan untuk obat bukan memasak kalau untuk minyak saya tidak tahu nona." Jawab fang yin mengerti apa yang dimaksud oleh Xia yu.
"Memang benar bumbu itu bisa dijadikan obat tapi, apa bener kalian tidak mengunakannya untuk memasak?" Tanya Xia yu dengan terheran-heran.
"Benar Nona, tapi sebenarnya saya tidak tahu apakah di istana para koki menggunakan bumbu yang di sebut nona di pakai masak atau tidak." Jawab Fang yin, dia juga sedikit bingung. Pengetahuan tentang budaya di istana tidak terlalu banyak. Dia masih kecil dan belum berwawasan luas, sebenarnya tugas nya juga dulu hanya menemani Xia wei dan menyiapkan semua kebutuhan untuk Xia wei, tanpa ikut campur dalam hal yang bukan tugasnya.
'Aku terlahir di zaman apa sebenarnya? Kenapa minyak saja tidak ada? Seharusnya di era kerajaan bukannya sudah ada minyak ya? Bagaimana mereka memasak atau menggoreng makanan kalau tidak ada minyak?' Kebingungan memenuhi isi kepala Xia yu. Saat sedang fokus dengan pikirannya tiba-tiba dia mendapat sebuah ide untuk dirinya. 'Kalau tidak ada minyak, bukankah aku bisa membuatnya?'
Pikirannya yang spontan itu mencerna dan membayangkan jika ide yang didapat bisa menghasilkan pundi-pundi untuk dirinya bukan. Xia yu pun tersenyum cerah secerah matahari pagi itu.
"Fang yin, karena kita tidak memiliki minyak bukankah sebaiknya kita membuatnya saja?" Tanya Xia yu kepada Fang yin dengan ekspresi wajah yang terlihat senang.
"Membuatnya?" Sontak saja Fang yin menghentikan aktivitasnya setelah mendengan ide Xia yu.
"Ya.." Xia yu membenarkan.
"Memangnya Nona bisa membuatnya?" Tanya Fang yin meragukan keahlian Xia yu.
"Tentu saja bisa, kalau aku tidak bisa membuatnya untuk apa aku menyarankan ide itu Fang yin? Bahan untuk membuat minyak itu sangat sederhana, kita hanya membutuhkan sebuah kelapa tua. Yang ribetnya sih praktiknya saja yang memakan banyak waktu dan kesabaran." Jelas Xia yu, dia yakin bisa melakukannya.
"Buah kelapa tua? Memangnya buah keras dan tidak terpakai itu bisa menghasil minyak?" Tanya Fang yin masih tidak memahami apa yang dijelaskan oleh Xia yu.
"Bisa, aku yakin bisa membuatnya dan aku akan menjualnya ke pasar untuk mendapatkan uang." Jawab Xia yu dengan tekad kuat dan senyum sumringah. Dia membayangkan akan mendapatkan banyak uang kelak nanti. "Baiklah, yang pertama kita harus mencari buah kelapa tua Fang yin. Dimana aku bisa mendapatkan buah itu?"
Fang yin semakin bingung, kosa kata yang diucapkan oleh Xia yu tidak dapat dimengerti olehnya. Dia menatap Xia yu penuh kebingungan.
"Kenapa kau malah terlihat bingung seperti itu Fang yin?"
"Maaf, Nona saya tidak mengerti uang yang anda maksud. Dan bagaimana sebuah kelapa bisa menghasilkan uang?" Akhirnya Fang yin bertanya.
"Kamu ini bodoh atau lugu sih. Masa uang saja kamu tidak tahu? Uang itu sejenis barang untuk melakukan transaksi dalam membeli barang atau menjual barang Fang yin." Jelas Xia yu.
"Oh saya mengerti sekarang, mungkin uang yang anda maksud itu adalah Koin ya." Jawab Fang yin setelah dia mengerti apa yang Xia yu ucapkan. Pada zaman itu transaksi yang dilakukan disana menggunakan koin perak atau emas. Dan juga kepingan tael yang berbentuk perahu, nominal disana di hitung dengan besar dan kecilnya ukuran.
"Ya itu maksudku, kita bisa mendapatkan koin atau sejenisnya dari hasil menjual minyak. Namun tugas utama kita sebelum membuat minyak adalah buah kelapa. Apa kau tahu dimana kita bisa mendapatkan buah itu?"
"Saya tahu dimana kita bisa mendapakan kelapa Nona." Jawab Fang yin ikut antusias setelah mendengarkan penjelasan dari Xia yu. "Tapi kita harus memiliki koin untuk membelinya Nona."
****tbc**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 330 Episodes
Comments
Mutia
koreksi + baca ulang thor
Ari => dari
2023-02-03
0
🌹♈ 레니`𝒮 sierra`𝒮 >~<🐋🌹
debest
2022-06-23
0
Christy Oeki
sejahtera semua
2022-06-13
0