Untuk Sekte Permata Bintang yang ditangani oleh Ketua Jian Feng dan Xiao Chang saat ini semuanya masih berjalan sesuai rencana, begitu juga dengan Sekte Puncak Nan Yin yang ditangani oleh Wu Zhang.
Sementara untuk Sekte Naga Halilintar, Xiang Yang dan Cai'er saat ini sedang menjalankan rencana untuk menangkap siapa saja pengkhianat diantara para Tetua yang mengaku mendukung Guan Fang.
Rencana ini sangat sederhana karena hanya memerlukan Hu Jintao sebagai pusat utama rencana.
Hu Jintao mengetahui kalau sekarang Guan Xing pasti sedang berlatih di halaman belakang kediamannya.
Memang dia agak bodoh tapi sangat rajin berlatih untuk mencapai puncak seperti yang selalu dikatakan oleh Bao Chao.
Karena sekarang Bao Chao sedang bermeditasi, jadi mudah saja Hu Jintao untuk menemui Guan Xing.
Setibanya di halaman belakang, Hu Jintao melihat Guan Xing sedang berlatih bermain pedang dengan sangat lihai dan cepat.
Tubuhnya yang penuh keringat dengan nafas yang sudah mulai tidak beraturan, tidak menghentikannya untuk terus melanjutkan latihannya.
*Plok! Plok! Plok!
Hu Jintao bertepuk tangan dengan senyum lebar, ekspresinya seakan mengagumi Guan Xing.
"Hahaha, Junior Guan Xing begitu berbakat, kau adalah naga diantara para jenius muda, bahkan jenius tertinggi di Sekte Bumi Chenwu sekalipun tidak bisa dibandingkan dengan Junior Guan Xing. Kau memang pantas memimpin Sekte Naga Halilintar ini!"
Guan Xing pun menghentikan latihannya, mengatur nafas sejenak lalu dadanya membusung namun tidak berlebihan, begitu juga dengan dagunya yang terangkat.
Meskipun hatinya sekarang dipenuhi dengan kebanggaan setelah mendapatkan pujian dari Hu Jintao, namun ekspresinya tetap stay cool.
Guan Xing menyarungkan pedangnya lalu berjalan menghampiri Hu Jintao.
"Hahaha, Tetua Hu Jintao terlalu berlebihan, aku yakin masih banyak yang berada diatas ku dalam segi bakat!"
"Kau terlalu merendah Junior Guan Xing!"
"Tetua Hu Jintao, anda bisa duduk dulu, tidak nyaman rasanya kita ngobrol sambil berdiri!"
Guan Xing mengajak Hu Jintao duduk di sebuah kursi di bawah pohon rindang di tepi halaman.
Setelah mereka berdua duduk, Hu Jintao mengeluarkan sebuah guci arak.
"Aku datang kemari sebenarnya karena ingin mengajak Junior Guan Xing menemani ku minum! Apakah Junior Guan Xing bersedia?"
"Oh tentu saja, aku adalah penikmat arak sejati!" Guan Xing memang suka minum arak dan bahkan bersenang-senang dengan para wanita penghibur.
Hu Jintao tersenyum ramah lalu menuangkan secangkir arak untuk Guan Xing.
"Silahkan diminum dulu Junior Guan Xing! Ini adalah arak terbaik di Sekte Bumi Chenwu, kau pasti menyukainya!"
"Haha, kalau begitu aku tidak akan sungkan!" Guan Xing jadi antusias.
Mencium aroma arak itu saja sudah membuatnya merasa tidak sabar untuk segera meminumnya.
Tanpa menaruh kecurigaan, Guan Xing pun meminum secangkir arak dalam sekali tegukan.
"Aaahhhh! Luar biasa, ini benar-benar enak!" Guan Xing menjilat bibirnya.
Ini pertama kalinya dia merasakan arak yang begitu nikmat.
Namun sesaat kemudian, pandangan Guan Xing menjadi kabur, dunia terasa berputar tidak karuan.
Sampai beberapa detik kemudian, pandangan Guan Xing menjadi gelap seutuhnya, dia telah kehilangan kesadarannya.
Meskipun begitu, Guan Xing terlihat masih duduk dengan normal, matanya masih setengah terbuka, seolah dia sedang di hipnotis.
Arak yang dibawa Guan Xing memang merupakan arak terbaik di Sekte Bumi Chenwu, hanya saja arak itu sudah diberikan racun oleh Cai'er hingga memiliki efek seperti ini.
Sekarang Hu Jintao bisa dengan mudah mengambil informasi apa saja dari Guan Xing.
Setelah mengambil semua informasi yang dibutuhkan, Guan Xing langsung tertidur pulas dan Hu Jintao pergi secara diam-diam menuju kediaman Guan Fang untuk melaporkan informasi yang dia dapatkan.
***
Guan Fang saat ini berada di sebuah ruangan khusus, duduk di sofa empuk dengan Xiang Yang dan Cai'er yang juga duduk di depannya. Terlihat sebuah meja pendek sebagai pembatas antara tempat duduk mereka.
Mereka bertiga sedang melakukan sedikit diskusi.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan diketuk dari luar.
"Masuk!"
Cai'er lah yang mengatakan itu.
"Bukankah aku tuan rumah disini? Dasar wanita tidak tau malu!" tentu saja Guan Fang mengatakan itu dalam hatinya.
Dia memahami tempramen Cai'er yang pastinya akan meledak jika langsung mengatakan itu. Dia tidak ingin masalah sepele menjadi besar.
Pintu ruangan di buka, memperlihatkan Hu Jintao yang langsung masuk lalu menangkupkan tangannya.
"Bagaimana Hu Jintao?" tanya Xiang Yang.
"Semuanya berjalan tanpa hambatan, saya mendapatkan informasinya!"
"Bagus! Kalau begitu cepat katakan siapa saja musuh dalam selimut?!" Guan Fang sudah tidak sabar ingin memecahkan kepala mereka semua yang berkhianat.
Hu Jintao pun menyebutkan 7 nama, dimana dua diantaranya adalah Tetua Utama dan sisanya adalah Tetua Dalam dan Tetua Luar.
"Jadi mereka berdua juga telah berkhianat! Sangat bagus! Lihatlah bagaimana aku akan menghancurkan kepala mereka!" Guan Fang mencengkeram cangkir di tangannya hingga hancur.
Guan Fang tidak menyangka ternyata masih ada dua Tetua Utama yang berkhianat darinya.
"Tolong tenanglah Ketua Guan Fang, kau memiliki kesempatan untuk menghancurkan kepala mereka nanti!"
***
Tetua ke-lima dan Tetua ke-tujuh di panggil oleh Ketua Sekte, begitu juga dengan 5 Tetua yang menjadi musuh dalam selimut.
Mereka tidak mengetahui kenapa mereka di panggil secara tiba-tiba. Meskipun menaruh curiga jika mereka telah ketahuan, namun mereka menyingkirkan pikiran itu karena mereka yakin jika identitas mereka sebagai musuh dalam selimut masih terjaga.
Tetua ke-lima adalah yang paling awal datang ke sebuah ruangan khusus dimana Guan Fang menyuruhnya untuk datang.
Disana sudah ada Guan Fang yang memberikan senyum ramah seperti biasanya. Meskipun dia tersenyum, namun hatinya sekarang sudah tidak sabar menghantam kepala Tetua ke-lima.
Guan Fang pun mengajak Tetua ke-lima membahas mengenai konflik internal yang saat ini terjadi.
Tidak berselang lama, seorang Tetua Dalam tiba dan ikut nimbrung kedalam pembicaraan.
Satu demi satu Tetua yang di undang Guan Fang pun tiba, membuat para Tetua itu menaruh curiga semakin besar.
Namun setelah mereka bertujuh tiba, Guan Fang masih terlihat biasa saja dan melanjutkan pembahasan.
Hingga 1 jam pun berlalu.
"Baiklah! Susah cukup pembahasan kali ini!" ekspresi Guan Fang tiba-tiba berubah datar.
Bersamaan dengan pintu ruangan tiba-tiba terbuka, memperlihatkan seorang pemuda tampan dan wanita cantik.
Xiang Yang dan Cai'er.
7 Tetua tiba-tiba berdiri karena bisa merasakan aura kedua orang itu berada ditingkat Mahayana.
Keringat mulai membasahi kening mereka, berpikir jika kekhawatiran mereka ternyata benar.
"Para Tetua, kenapa tiba-tiba berdiri? Tenang saja, mereka adalah tamu yang aku undang sendiri, sama sekali bukan musuh!" Guan Fang berdiri dengan ekspresi yang semakin dingin.
\=\=\=\=
**Author kurang fokus, kemarin bilang kultivasi Xiang Yang berada ditingkat Nirwana tahap akhir, tapi sekarang udah Author perbaiki**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Akhmad Baihaki
ok thor
2023-04-12
2
Amaury
lanjuttt...
2023-02-18
0
Alehandro 099
bdbdjdj
2022-10-14
0