Kelompok Naga Hitam merupakan kelompok misterius paling berbahaya di Benua Chenwu.
Markas besar Kelompok Naga Hitam sebenarnya tidak berada di Benua Chenwu, melainkan sebuah pulau di timur benua yang berjarak tidak terlalu jauh.
Pulau itu bernama Pulau Gunung Berapi, cukup luas untuk menjadi markas Kelompok Naga Hitam.
Seperti namanya, di Pulau Gunung Berapi hampir semua gunung disana merupakan gunung berapi aktif yang bisa meledakkan lava panas kapan saja.
Hampir setiap minggunya pasti akan terjadi beberapa kali gempa di pulau tersebut karena aktivasi gunung berapi disana.
Markas Kelompok Naga Hitam dibangun didalam sebuah gunung yang sudah tidak aktif lagi.
Jika dilihat dari luar, gunung itu terlihat seperti gunung biasa, tidak ada bedanya sama sekali. Namun pada sudut tertentu kaki gunung, terdapat sebuah goa yang merupakan pintu gerbang Kelompok Naga Hitam.
Jika sudah memasuki goa itu maka akan terlihat kemegahan markas Kelompok Naga Hitam yang tidak kalah dari sekte-sekte raksasa Benua Chenwu.
Saat ini di Aula Utama Kelompok Naga Hitam, Xiang Zu duduk di kursi kebesaran Pemimpin dengan Long Xiao yang duduk di pangkuannya dengan manja.
Tidak hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu, namun semua Komandan Naga Hitam sudah duduk di kursi masing-masing dengan wakil mereka yang berdiri di samping kanan.
Ada beberapa kursi yang kosong, itu merupakan kursi milik Shang Chi dan Bian Chun.
Dua Komandan Naga Hitam itu telah mati saat pertarungan di Sekte Bumi Chenwu.
Ini merupakan kerugian besar untuk Kelompok Naga Hitam, karena tidak hanya dua Komandan mereka yang mati, namun juga dua wakil serta para anggota yang menjadi penyusup di Sekte Bumi Chenwu.
Hanya para Komandan dan Wakil Komandan saja yang tidak senang dengan kematian 4 anggota tingkat Mahayana mereka, sedangkan Long Xiao sendiri terlihat sangat santai, bahkan sekarang wanita itu sedang bermesraan dengan Xiang Zu.
"Pemimpin, dengan kematian Shang Chi dan Bian Chun, aku rasa kita harus menunda rencana untuk menggempur semua sekte-sekte besar!" ucap salah satu Komandan bernama Zhang Zuan.
"Oh, memangnya kenapa kita harus menunda? Apakah kalian semua juga berpikir seperti itu?" Long Xiao bertanya tanpa menoleh kearah para bawahannya.
Para Komandan pun mengatakan pendapat mereka masing-masing. Kebanyakan mereka memiliki pendapat sama dengan Zhang Zuan, tapi ada juga yang berpendapat bersebrangan.
"Kita tidak perlu menunda rencana hanya karena kematian 4 semut tidak berguna." Long Xiao menoleh menatap para Komandannya satu persatu "Kalian sudah menjalankan tugas dengan baik, berhasil memperlemah beberapa sekte besar, ini sudah lebih dari cukup! Dan juga..."
Long Xiao menoleh kearah salah satu Komandannya bernama Zhun Zan "Zhun Zan, aku sudah memberi mu misi untuk mendapatkan benda itu dari Sekte Permata Bintang, apa kau sudah mendapatkannya?"
"Aku sudah mendapatkannya Pemimpin!" Zhun Zan melambaikan tangan, mengeluarkan sebuah batu semi transparan berukuran jempol kaki orang dewasa.
Batu itu mengeluarkan aura misterius yang sama sekali tidak diketahui oleh para Komandan.
"Kerja bagus Zhun Zan!" Long Xiao tersenyum lebar "Berikan batu itu pada ku!"
Menggunakan energi Qi, Zhun Zan membuat batu itu melayang hingga dapat diraih oleh Long Xiao.
"Baiklah, rapat kali ini kita akhiri disini, ada suatu hal yang harus ku lakukan! Kalian bisa keluar sekarang!" ucap Long Xiao.
Para Komandan dan Wakil Komandan berdiri lalu memberikan salam hormat, kemudian keluar dari ruang Aula Utama.
Kini di dalam ruangan itu hanya ada Long Xiao dan Xiang Zu.
Long Xiao mengelus dada bidang dan wajah datar Xiang Zu.
"Xiang Zu ku, bawa aku ke ruangan itu!" Long Xiao berkata dengan suara menggoda.
"Baik Xiao'er." Xiang Zu pun mengangkat Long Xiao dengan kedua tangannya, menggendongnya ala tuan putri menuju ruangan yang dimaksud Long Xiao.
Dalam perjalanan, Long Xiao bergelanyut, meniup telinga Xiang Zu, menjilat lehernya hingga sesekali menggigit pelan.
"Xiao'er, jika kau terus meneruskannya, mungkin aku tidak akan bisa menahannya lagi!" Xiang Zu berkata dengan suara datar.
Long Xiao sendiri tidak mempedulikan perkataan Xiang Zu dan malah semakin mengganas.
Hingga akhirnya mereka tiba di dalam ruangan yang dimaksud Long Xiao, barulah Xiang Zu menurunkan wanita itu.
Ruangan itu kosong, sama sekali tidak ada apa-apa disana, namun di tengah-tengah ruangan itu terdapat retakan dimensi yang sangat kecil, tidak bisa dilihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.
Long Xiao berjalan mendekati lorong dimensi, lalu menempelkan telapak tangan kanannya.
"Long Zhun!"
Di seberang retakan dimensi, tepatnya di dunia yang berbeda.
Long Zhun yang mendengar panggilan Long Xiao, segera bergegas menuju retakan dimensi yang berada di ruangan khusus lalu menempelkan telapak tangannya.
"Hamba Yang Mulia." jawab Long Zhun.
"Siapkan semua pasukan yang sudah kau kumpulkan di dunia itu, aku akan mulai membuka retakan dimensi ini.
Long Zhun menyeringai lebar mendengar perkataan Long Xiao.
"Siap Yang Mulia, kalau begitu saya akan segera mengumpulkan semua pasukan!" Long Zhun pun segera menjalankan perintah Long Xiao.
Pasukan yang dikumpulkan Long Xiao berjumlah ratusan ribu kultivator, mulai dari tingkat Gold Core sampai tingkat Nirwana.
Dengan jumlah sebanyak itu, membutuhkan waktu beberapa jam hingga semua pasukan berhasil di kumpulkan.
"Yang Mulia, saya sudah mengumpulkan semua pasukan!"
"Bagus, sebaiknya kau menjauh dari retakan dimensi itu atau kau mungkin akan tersedot kedalam ruang hampa!"
Mendengar itu, Long Zhun pun menjauhi retakan dimensi.
Long Xiao mengeluarkan batu yang sebelumnya didapatkan dari Zhun Zan.
Itu merupakan sebuah benda langka di Benua Chenwu, Batu Pemahaman Hukum Ruang.
Long Xiao menggenggam Batu Pemahaman itu hingga hancur. Seketika aliran energi misterius menyelimuti tangan kanannya.
Long Xiao berencana menggunakan energi hukum ruang yang berada pada Batu Pemahaman untuk secara paksa memperbesar retakan dimensi, hingga Long Zhun dan semua pasukannya dapat memasuki dunia ini.
Bisa saja Long Xiao menggunakan Batu Pemahaman itu untuk memahami Hukum Ruang, namun itu akan membutuhkan waktu lama.
Hukum Ruang bukanlah sesuatu yang bisa dipahami hanya dalam waktu singkat, bahkan untuk para jenius sekalipun, akan membutuhkan belasan tahun untuk memahami Hukum Ruang.
Sedangkan Long Xiao menyadari dirinya tidak memiliki bakat dalam Hukum Ruang. Jadi cara satu-satunya yang bisa dia gunakan adalah dengan menggunakan energi Hukum Ruang pada Batu Pemahaman.
Long Xiao mulai membuka retakan dimensi dengan tangan kanannya yang diselimuti energi Hukum Ruang.
Secara perlahan retakan dimensi mulai membesar hingga sebesar telapak tangan. Long Xiao terus membuka paksa retakan dimensi hingga akhirnya, retakan dimensi sudah setinggi 5 meter dengan lebar 4 meter.
Itu merupakan batas energi Hukum Ruang yang Long Xiao miliki untuk memperbesar retakan dimensi.
Namun dengan hanya retakan dimensi itu, sudah cukup untuk membawa semua pasukan Long Zhun ke dunianya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Alehandro 099
fghcfh
2022-10-14
2
Dyneys
nyimakssss
2022-08-09
1
Dyneys
lanjuuuuttt
2022-08-09
0