Rombongan Sekte Bintang Suci dan Sekte Ular Neraka merupakan yang paling pertama tiba di Sekte Pulau Awan.
Mereka diberikan 3 bangunan khusus, dimana Xiao Chang dan Tetua Yung Hai masing-masing mendapat satu bangunan sebagai kediaman, lengkap dengan pelayang yang bisa memenuhi segala macam kebutuhan mereka.
Sementara Xiang Yang dan Cai'er memilih untuk tinggal bersama di satu bangunan. Cai'er tidak ingin adanya pelayang di kediamannya, jadi mereka hanya tinggal berdua.
Pihak Sekte Pulau Awan memenuhi semua keinginan mereka, asalkan itu memungkinkan.
Setelah menerima kabar kedatangan rombongan dua sekte yang ditunggu-tunggu, Yun Nuwa langsung bergegas menuju kediaman yang disediakan untuk para tamu, berniat menemui Xiang Yang dan Cai'er.
Saat Yun Nuwa baru saja menginjakkan kaki di halaman depan kediaman, tiba-tiba saja sebuah jarum kecil melesat dengan kecepatan tinggi kearahnya.
Yun Nuwa dengan santai menangkap jarum itu menggunakan dua jari tangan kanannya.
"Tidak tanggung-tanggung, serangan tiba-tiba yang kau lancarkan sudah cukup untuk membunuh kultivator tingkat Nirwana tahap akhir, terlebih racun ganas pada jarum ini bahkan bisa melumpuhkan kultivator tingkat Mahayana tahap awal!" Yun Nuwa melihat kearah datangnya serangan dimana terlihat sebuah pohon disana.
Cai'er keluar dari balik pohon dengan senyum tanpa bersalah.
"Haha, kau tidak buruk, tapi masih jauh dari kata cukup!"
Ya, Cai'er lah yang baru saja menyerang Yun Nuwa. Bukan bertujuan untuk menyakiti wanita itu, namun untuk melihat seberapa jauh kemampuannya.
Sedikit banyak, Cai'er sudah mengetahui kalau Yun Nuwa sama sekali tidak sederhana. Namun tidak mungkin Cai'er mengakuinya secara langsung, karena dirinya sang Alfa.
"Seperti yang dikatakan Xiang Yang, kau adalah wanita yang lumayan ganas!" Yun Nuwa memasang senyum sederhana.
"Ho, lumayan ganas? Aku rasa kau terlalu meremehkan ku!"
"Bukankah kau juga demikian?"
Entah kenapa suasana panas mulai tercipta diantara mereka, bahkan aura mereka perlahan mulai keluar.
Padahal Yun Nuwa hanya ingin berkunjung dengan niat baik dan Cai'er hanya ingin menguji kemampuan Yun Nuwa.
Namun karena gengsi masing-masing, suasana jadi berada diluar kendali mereka.
Cai'er mengeluarkan aura panas dari Akar Spiritual Apinya, sedangkan Yun Nuwa mengeluarkan aura dingin ekstrim.
Dalam beberapa saat, lingkungan sekitar mereka mulai terpengaruh oleh aura yang mereka keluarkan.
"Hentikan itu! Jika kalian benar-benar bertarung, aku tidak yakin jika Pulau Awan ini tidak akan jatuh!"
Suara Xiang Yang tiba-tiba terdengar, mereka langsung menoleh kearahnya bersama dengan menghilangnya aura mereka berdua.
"Xiang Yang!" Yun Nuwa tersenyum manis lalu melompat ke pelukan Xiang Yang.
Cai'er sendiri tersenyum kecut, jujur dia merasa sedikit tidak nyaman jika Xiang Yang dipeluk oleh wanita lain.
Namun karena Yun Nuwa memang adalah calon Saudarinya, dia harus mulai membiasakan diri.
"Nuwa, dimana Ying'er?" tanya Xiang Yang.
"Ying'er berada di kediaman ku. Aku datang menemui kalian untuk mengenang kalian ke kediaman ku! Sekalian supaya kalian bisa bertemu dengan Ying'er!" Yun Nuwa melepaskan pelukannya.
"Apakah kau sudah mengatakannya pada Ying'er? Bagaimana keputusannya?"
Yun Nuwa hanya tersenyum, sama sekali tidak menjawab pertanyaan Xiang Yang.
Xiang Yang pun tidak memaksa, dia menoleh kearah Cai'er.
"Jadi Cai'er, apakah kau akan ikut pergi ke Kediaman Nuwa?"
Cai'er mengangguk "Diantara ketiga calon Saudari ku, hanya Yun Ying yang belum ku lihat, jadi tentu saja aku akan ikut!"
Sebelumnya di dimensi kecil, Cai'er sudah pernah melihat Han Shizu.
***
Mereka bertiga langsung pergi menuju kediaman Yun Nuwa.
Dalam perjalanan, Yun Nuwa mencoba mengakrabkan diri dengan Cai'er.
Ternyata Cai'er tidaklah sedingin yang dia pikirkan. Cai'er cukup ceria dan antusias jika membahas sesuatu yang bisa menarik perhatiannya.
Yun Nuwa membahas tentang bagaimana Xiang Yang di kehidupan sebelumnya, dan itu langsung membuat Cai'er tertarik.
Ya, hanya dalam beberapa menit saat masih dalam perjalanan, Yun Nuwa dan Cai'er sudah langsung akrab seperti orang yang sudah saling kenal sejak lama.
Xiang Yang juga merasa senang karena kedua wanitanya sudah akrab satu sama lain.
Setibanya di tujuan, Yun Nuwa langsung membawa mereka menemui Yun Ying, dimana gadis itu sekarang berada di gazebo di tengah taman.
Sebelumnya Yun Nuwa memang menyuruh Yun Ying menunggu disana setelah mendengar kabar kedatangan Xiang Yang.
Mereka bertiga mendarat tidak jauh dari gazebo.
"Ying'er!"
Mendengar suara panggilan yang cukup akrab, Yun Ying langsung menoleh ke sumber suara, melihat Xiang Yang, Yun Nuwa dan Cai'er.
Namun tatapannya terpaku pada Xiang Yang yang tersenyum sederhana.
"Lama tidak bertemu!" ucap Xiang Yang.
"Xiang.. Yang." Yun Ying sama sekali tidak tau harus mengatakan apa.
Yun Ying hanya duduk di tempatnya, tubuhnya terasa kaku, bahkan sampai mereka bertiga sudah duduk di gazebo.
"Ying'er, biar ku perkenalkan, istri ku, Medusa."
"S-salam kenal, aku Yun Ying!" Yun Ying merasa sangat canggung.
"Ying'er, sekarang kau bisa mengatakan keputusan mu!" ucap Yun Nuwa.
Yun Ying masih diam menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah, masih berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.
"Xiang Yang.. aku mau.. menjadi istri mu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Alan Bumi
mengundang kalian
2023-04-10
2
Alan Bumi
pelayan
2023-04-10
0
Alehandro 099
xnnxjd
2022-10-14
0