" Kamu dan ibumu harusnya berfikir kenapa sikap daddy berubah." Ucap tuan Albert sambil berjalan tanpa membalikkan badannya.
Valen hanya memandang tuan Albert dan Katarina yang sedang menaiki anak tangga tanpa memperdulikan keberadaan dirinya membuat Valen semakin membenci dan dendam terhadap mereka berdua. Valen akhirnya berjalan ke arah kulkas untuk mencari apa yang bisa di makan hingga dirinya melihat bermacam buah - buahan karena lapar Valen memakan buah - buahan untuk mengganjal perutnya untuk sementara setelah selesai Valen mencari mie instan.
" Akhirnya ketemu." Ucap Valen
Valen menyalakan kompor gas kemudian meletakkan panci dan di isi air hampir penuh selanjutnya membuka bungkusan mie instan dan memasukkannya ke dalam panci sebanyak dua bungkus. Lima belas menit kemudian Valen mematikan kompor kemudian memindahkannya ke dalam mangkok anti panas, Valen berjalan dengan hati - hati menaiki anak tangga menuju ke kamar Ririn. Valen meletakkan mangkok di lantai kemudian membuka pintu dengan lebar setelah selesai Valen mengambil mangkok tersebut dan membawanya ke dalam kamar.
" Kok lama banget sih." Ucap Ririn dengan nada kesal.
" Aku masak sendiri makanya lama." Ucap Valen dengan nada ketus sambil meletakkan mangkok di atas meja dekat ranjang.
" Kenapa kamu yang masak? Apakah anak murahan itu bikin masalah lagi?" Tanya Ririn
" Iya mom katanya mulai sekarang dan seterusnya masak sendiri kalau ngga mau silahkan beli atau keluar dari mansion." Ucap Valen mengulangi perkataan Katarina.
" Kamu tidak bilang sama daddy?" Tanya Ririn sambil menahan amarahnya.
" Sudah tapi daddy membela anak wanita murahan itu." Ucap Valen.
" Sudahlah mommy lapar ngga bisa buat mikir, suapi mommy." perintah Ririn karena perutnya terasa perih
" Baik mom." Jawab Valen sambil mengambil mangkok yang berisi mie instan.
" Kamu ngga salah bikin?" Tanya Ririn yang melihat mie instan buatan Valen.
" Memang kenapa mom?" Tanya Valen
" Airnya kenapa tidak ada? Terus kenapa mienya bengkak mirip anak wanita murahan itu?" Tanya Ririn dengan nada satu oktaf.
" Kalau mommy ngga mau makan ya sudah aku makan sendiri." Ucap Valen sambil memegang garpu yang sudah ada mie instannya.
" Iya... Iya... Cepat suapi mommy." Perintah Ririn yang enggan berdebat dengan putri kandungnya.
Tanpa banyak bicara Valen menyuapi Ririn kemudian dirinya secara bergantian hingga tidak terasa mangkok yang berisi mie instan habis tanpa sisa.
" Mienya asin kalau mommy tidak lapar banget mommy tidak mau makan mie instan buatanmu." Ucap Ririn sambil meminum dua gelas air mineral.
" Kalau begitu mommy saja yang masak." Ucap Valen dengan nada kesal.
" Sudahlah, kamu pesan makan buat malam saja." Perintah Ririn yang lagi-lagi enggan berdebat.
" Duitnya?" Tanya Valen.
" Mommy masih memegang uang simpanan." Ucap Ririn.
" Baik mom." Jawab Valen sambil memesan makanan malam dengan menggunakan ponsel milik Ririn.
" Besok jual perhiasan milik mommy uangnya bisa digunakan untuk kita makan sama biaya orang itu." Ucap Ririn.
" Biaya untuk apa mom?" Tanya Valen sambil meletakkan ponsel milik mommynya ke atas meja dekat ranjang.
" Biaya untuk membuatkan racun, Apakah kamu sudah lupa?" Tanya Ririn yang kadang suka kesal dengan ke lemotan putri semata wayangnya
" Hehehe... Kenapa aku lupa ya." Ucap Valen
" Besok mommy ingatkan lagi untuk menjual perhiasan mommy dan berikan uang itu pada langganan mommy." Ucap Ririn.
" Baik mom." Jawab Valen
" Mommy mau tidur kamu tunggu di ruang keluarga kalau pesanan sudah datang langsung bawa ke sini." Ucap Ririn sambil memejamkan matanya.
" Baik mom." Jawab Valen sambil keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah anak tangga.
" Tunggu saja pembalasanku, tertawa lah sekarang sepuas hati kalian karena setelah itu tawa itu akan hilang." Ucap Ririn dengan gigi gemeletuk menahan amarahnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Akankah usahanya meracuni tuan Albert berhasil? Tunggu di episode selanjutnya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
ARA
Jangan sampai berhasil atuh.. Klo pun kena, Karina dah bikin obat penawarnya😊
2023-02-09
3
ARA
Mak loe & loe tuh yang murahan Valen😣emosi dah 😮
2023-02-09
0
VERALI
Jangan sampe brhasil y thorr
2022-11-28
0