Tuan Albert berjalan mendekati istrinya kemudian membantunya agar berdiri dengan tegak sambil menatap putrinya dengan tajam.
" Hiks... Hiks... Hiks... daddy sudah tahukan kalau putri kita tidak pernah bisa berubah, mommy selalu berusaha menjadi mommy yang baik tapi putri kita tidak pernah menganggap ku sebagai mommynya." Ucap istrinya sambil memeluk suaminya sambil terisak.
" Bisa kamu jelaskan kenapa kamu menampar mommy mu?" Tanya tuan Albert.
" Hiks... Hiks... daddy, aku terpaksa menampar mommy karena mengatakan hiks... hiks... mommy ku yang sudah tenang di sana..." Ucap Katarina menggantungkan kalimatnya sambil terisak.
" Mengatakan apa?" Tanya tuan Albert sambil menahan amarahnya dan mendorong istrinya karena tuan Albert masih mencintai istrinya walau sudah meninggal.
" Mommy ku hikss... hiks... dikatakan wanita murahan sama sepertiku wanita murahan... Apakah aku tidak boleh menam..." Ucapan Katarina menggantungkan kalimatnya sambil terisak.
plak Plak
" Jangan sekali - kali kamu menghina almarhum istriku, walau sudah meninggal sekalipun aku tidak akan pernah terima jika kamu atau siapapun menghina almarhum istriku." Ucap tuan Albert kemudian menampar istriku.
" Sepertinya hukuman cambuk kurang, baiklah aku akan menambah hukuman mu." Ucap tuan Albert sambil menatap tajam.
" Pelayan!!" Teriak tuan Albert.
" Ya tuan." Jawab kepala pelayan.
" Berikan hukuman cambuk untuk wanita itu sebanyak tiga puluh kali dan jangan panggilkan dokter biar dia merenungkan kesalahannya." Ucap tuan Albert.
" Suamiku, putri kita berbohong aku mana berani mengatakan itu." Ucap istrinya ketika tangannya di tarik oleh kepala pelayan.
" Mulai sekarang dan seterusnya aku lebih percaya dengan putriku dari pada kamu." ucap tuan Albert.
" Kenapa?" Tanya istrinya sambil berusaha memberontak.
" Karena dari pertama aku menampar dan menghukum dirimu hingga sekarang membuat mata hatiku terbuka dan satu lagi segala fasilitas milikmu akan aku sita termasuk anak kandung mu." Ucap tuan Albert dengan nada dingin.
" Sayang, aku mohon jangan lakukan itu padaku." Mohon istrinya.
" Bawa dia keluar dan berikan dia hukuman!!" Perintah tuan Albert
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan sambil menarik istri tuannya.
grep
" Daddy... hiks... hiks... aku ingin ke kuburan mommy." Ucap Katarina sambil terisak dan memeluk tuan Albert.
" Kamu kangen ya sama mommy." Ucap tuan Albert yang selalu merindukan istrinya sambil membalas pelukan putrinya.
" Iya dad, kita pergi yuk dad." Ajak Katarina sambil melepaskan pelukannya.
" Ayo sayang kita pergi." Ucap tuan Albert yang juga melepaskan pelukannya.
Walau dirinya sudah menikah lagi tapi semua perasaan cinta pada istri pertamanya tidak akan pernah hilang dan tidak akan digantikan oleh siapapun. Merekapun berjalan ke arah pintu utama sambil saling menggenggam tangan putrinya, tuan Albert berjanji dalam hati mulai sekarang dan seterusnya lebih percaya dengan perkataan putrinya.
Tidak lagi dengan apa yang dilihatnya seperti dulu yang selalu percaya dengan segala ucapan kesedihan dari istri dan anak tirinya tentang sifat Katarina.
Dua belas menit kemudian mereka sudah sampai di kuburan mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki gerbang kuburan khusus keluarga sedangkan di gerbang kuburan sebelah khusus penghuni mansion yang sudah meninggal.
Mereka duduk sambil memandangi nisan di mana mommynya Katarina meningal, Katarina langsung mengeluarkan air matanya mungkin pemilik tubuhnya merasa sangat kehilangan mommynya yang meninggal secara tragis.
" Hiks... Hiks... Mommy maafkan Katarina yang sudah lama tidak menengok mommy. Katarina masih ingat dengan tato pria itu mom dan Katarina berjanji untuk mencari orang yang telah menembak mommy dan melakukan tindakan pelece*an seksual ketika mommy meninggal." Ucap Katarina sambil terisak.
" Sayang, apa yang kamu katakan? Jadi kamu melihat apa yang terjadi ketika mommy di tembak dan di perko*a? ketika mommy meninggal" Tanya tuan Albert sambil menahan amarahnya.
" Iya dad, Katarina melihat semuanya." Ucap Katarina.
" Ceritakan apa yang terjadi saat itu." Pinta tuan Albert sambil menahan amarahnya.
" Waktu itu aku tidur di kamar mommy dan daddy, ketika aku tidur mommy membangunkan aku dan aku mendengar ada suara tembakan dan mommy memintaku untuk masuk ke dalam lemari. Mommy mengatakan apapun yang terjadi aku jangan mengeluarkan suara sedikitpun hingga pintu kamar mommy dan daddy di dobrak paksa. Aku melihat ada empat pria sangar dengan tato bergambar naga di leher samping. Mommy melawan mereka karena ke tiga pria ingin melakukan perbuatan tindak asusila hingga akhirnya satu orang mati di tembak oleh mereka karena mommy menjadi tubuh pria itu sebagai tamengnya. " Ucap Katarina dengan air mata tidak berhenti keluar.
Grep
" Lalu apa selanjutnya yang terjadi?" Tanya tuan Albert sambil memeluk Katarina dari arah samping untuk mengurangi rasa sesak dihatinya dan Katarina pun membalas pelukan tuan Albert untuk mengurangi rasa sesaknya.
" Mereka sangat kesal dan menembak mommy serempak hingga akhirnya mommy meninggal setelah itu ke dua pria itu melakukan..." Ucap Katarina menggantungkan kalimatnya.
" Setelah itu apa yang terjadi?" Tanya tuan Albert yang sudah tahu cerita selanjutnya.
" Setelah selesai mereka pergi dari kamar mommy dan daddy kemudian tidak berapa lama ponsel milik mommy berdering karena aku masih sangat shock tidak berani keluar dari lemari hingga deringan ponsel itu berhenti namun berdering kembali. Aku memberanikan diri keluar dari lemari dan mengangkat telepon yang ternyata daddy setelah itu aku tidak sadarkan diri." Ucap Katarina mengakhiri ceritanya.
" Daddy akan menyewa seseorang untuk mencari siapa pria bertato bergambar naga di leher samping." Ucap tuan Albert sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Katarina.
" Oh ya daddy, aku baru ingat ketika kejadian tersebut mereka di suruh seseorang untuk membunuh mommy dan aku." Ucap Katarina.
" Apa???" Teriak tuan Albert dengan nada terkejut.
" Iya dad, waktu itu mommy menanyakan siapa yang menyuruhnya dan akan membayarnya empat kali lipat tapi mereka tidak mau." Ucap Katarina
" Selama ini daddy tidak mempunyai musuh." Ucap tuan Albert sambil berfikir.
" Kita pulang yuk dad, hari semakin panas, Katarina lapar." Ucap Katarina.
" Ok." Jawab tuan Albert singkat sambil berdiri dan diikuti oleh Katarina.
" Oh ya daddy bolehkah aku minta sesuatu?" Tanya Katarina
" Minta apa sayang?" Tanya tuan Albert sambil berjalan berdampingan dengan Katarina.
" Daddy kenapa sih memanggilku dengan sebutan sayang? Akukan sudah besar nanti di kira orang aku pacaran sama om - om lagi." Protes Katarina.
" Bagi daddy kamu putri kecil daddy, maafkan daddy yang dulu sering menghukum mu." Ucap tuan Albert merasa sangat bersalah sambil menekan remote mobil.
" Lupakan masa lalu dad, sekarang kita masa depan dan mencari pembunuh mommy karena Katarina sangat dendam dengan orang itu." Ucap Katarina sambil membuka pintu mobil dan duduk di kursi samping pengemudi.
" Biarkan daddy yang membalas dendam mommy mu, kamu belajar yang benar agar bisa menggantikan pekerjaan daddy menjadi seorang CEO." Ucap tuan Albert sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
" Baik dad." Jawab Katarina.
' Maaf dad, aku akan membalas perbuatan mereka yang telah membunuh mommy pemilik tubuh ini.' Ucap Katarina dalam hati
" Oh ya apa yang ingin kamu minta?" Tanya tuan Albert.
" Aku ingin minta uang dad untuk membeli pakaian baru sepertinya pakaian yang aku kenakan seperti pakaian emak - emak." Ucap Katarina.
" Sebentar ( sambil mengambil dompetnya dan membukanya kemudian mengambil satu kartu kredit tanpa batas ) pakailah kartu ini, apapun yang kamu suka beli semuanya daddy tidak akan marah." Ucap tuan Albert sambil memberikan kartu kredit ke Katarina.
" Terima kasih dad." Jawab Katarina sambil menerima kartu kredit tersebut sambil tersenyum bahagia.
" Maafkan daddy yang dulu tidak memperdulikan mu karena pekerjaan daddy yang sangat sibuk karena itulah daddy percaya dengan ucapan ibu tiri mu dan sering menghukum mu." Ucap tuan Albert.
" Sstt... Sudah dad lupakan masa lalu." Ucap Katarina yang tidak tega dengan tuan Albert yang merasa sangat bersalah.
Tuan Albert hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengemudi mobil menuju ke arah mansion yang tidak begitu jauh dari area pekuburan milik keluarganya. Dua belas menit kemudian mereka sudah sampai di mansion dan masuk ke dalam kamar masing - masing untuk membersihkan diri karena habis dari kuburan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Khoerun Nisa
kau sibuk ingin membalskn dendam tubuh kehidupan sekrng lantas gmn dgn dendam mu yg lalu..
2025-01-13
0
💖my heart
Baru x ini suami masih cinta sama istri yg sdh meninggal biasanya....prikitiyuuuu☺️☺️☺️, lanjut thorrr 👍👍
2023-10-29
3
Shai'er
👍👍👍👍👍👍👍
2022-12-11
0