" Nona, di sini banyak bermacam - macam jenis olah raga." Ucap Rey
Katarina melihat sekeliling ruangan olah raga milik tuan Albert sangat lengkap segala macam alat olah raga komplit hingga dirinya melihat anggar membuat Katarina berjalan dan mengambil pedang membuat tuan Albert dan Rey terkejut.
" Nona ingin bermain anggar?" Tanya Rey
" Iya paman, aku ingin bermain anggar." Ucap Katarina sambil mengayunkan pedang ke arah lain.
" Baiklah tapi nona pakai pakaian khusus dulu." Ucap Rey
Katarina melihat pakaian khusus untuk olah raga hanya menggelengkan kepalanya pasalnya badan Katarina masih gendut dan pakaiannya tidak akan mungkin muat.
" Aku pakai ini saja paman, pakaiannya terlalu kecil." Ucap Katarina tersenyum malu.
" Pffftttt...." Tawa tuan Albert dan Rey
" Jangan meledek deh, ayo paman kita berlatih." Ajak Katarina dengan wajah di tekuk.
" Ok... Ok..." Jawab Rey sambil menahan tawa.
Rey memakai pakaian khusus kemudian mengambil pedangnya awalnya Rey tidak begitu serius karena mengira Katarina tidak bisa hanya bermain secara asal namun ternyata perkiraannya salah. Walau berbadan gendut Katarina sangat lincah dan hanya membutuhkan lima menit Rey kalah membuat tuan Albert dan Rey membulatkan matanya karena Katarina ternyata hebat bermain anggar.
Prok Prok Prok
Tuan Albert bertepuk tangan dan tersenyum bahagia karena ternyata putrinya mempunyai bakat tersembunyi membuat dirinya dan Rey penasaran dengan Katarina.
" Daddy baru tahu kalau kamu ternyata bisa bermain dengan anggar, belajar darimana?' Tanya tuan Albert penasaran.
"Nona belajar dari mana?" Tanya Rey yang juga ikut penasaran.
deg
deg
Jantung Katarina berdetak kencang dirinya tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya hingga dirinya melihat ada televisi membuat Katarina langsung ada ide.
" Aku belajar dengan melihat televisi." Ucap Katarina sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Sekarang aku ingin belajar memanah." Ucap Katarina mengalihkan pembicaraan agar tidak banyak di tanya sambil berjalan ke arah tempat panah.
" Baik nona, saya akan ajarkan." Ucap Rey
" Baik." Jawab Katarina singkat.
' ****Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku sangat ahli memanah dan tidak perlu diajari.' Ucap Katarina dalam hati****.
Rey berdiri di belakang Katarina dan mengajarkan cara memanah sedangkan Katarina hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti padahal dirinya sudah tahu hingga Rey melepaskan tangannya yang memegang busur panah. Katarina melihat titik lingkaran dan dengan sengaja berlama - lama agar tidak di curigai oleh tuan Albert dan Rey.
Shutttt
Katarina melepaskan anak panahnya dan tepat mengenai di tengah tengah lingkaran membuat tuan Albert dan Rey bertepuk tangan, mereka berdua kagum dan sekaligus sangat terkejut karena Katarina bisa melakukannya seperti orang profesional.
" Nona sangat hebat, apakah nona juga menonton televisi?" Tanya Rey.
" Kan tadi paman habis ngajarin Katarina makanya Katarina bisa." Ucap Katarina berbohong.
" Sekarang aku ingin menggunakan alat itu" Ucap Katarina mengalihkan pembicaraan agar tidak banyak di tanya sambil berjalan ke arah tempat alat olah raga yang tidak diketahui apa namanya.
" Baik nona, ini namanya treadmill saya akan ajarkan." Ucap Rey.
" Baik." Jawab Katarina singkat.
Rey naik ke atas treadmill kemudian mengajarkan Katarina menekan tombol dan alat itupun memutar membuat Rey berjalan dengan santai karena di atur dengan pelan.
" Terlalu pelan paman, bisa di percepat?" Tanya Katarina.
" Bisa." Jawab Rey singkat dan padat.
Rey menekan tombol membuat alat itu berjalan dengan cepat dan Rey pun berlari mengikuti alat itu setelah dua menit Rey menekan tombol dan otomatis tombol itupun berhenti.
" Ayo nona silahkan naik." Ucap Rey sambil turun dari treadmill.
Katarina naik ke atas treadmill dan menekan tombol pelan untuk beradaptasi setelah satu menit Katarina meningkatkan kecepatan membuat Katarina mempercepat langkahnya hingga keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Ririn ibu tirinya Katarina dan Valen adik tirinya Katarina berada di kamar Valen.
" Mommy, sepertinya daddy semakin membenci kita dan lebih percaya dengan wanita murahan itu dari pada kita." Ucap Valen sambil menahan amarahnya.
" Iya benar, kita harus merubah rencana karena jika kita mengikuti seperti dulu memfitnah Katarina maka sia - sia saja." Ucap Ririn.
" Lalu apa rencana mommy?" Tanya Valen
" Mommy sudah mendapatkan rencana bagus." Jawab Ririn sambil tersenyum devil
" Apa rencana mommy?" Tanya Valen penasaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
gak kapokjuga wanita ular dan anak iblis ini . kalau dipatahkan bagian anggota tubuh apakah bisa bikin mereka kapok?
2022-12-20
5
epifania rendo
dasar sampah
2022-11-05
0
Fira Dwiyono
td diawal mak tirinya ririn
knapa dsn jd bela yak😁😁
2022-11-02
1