Kini daddynya Katarina dan Katarina berada di dapur, Katarina duduk di kursi makan sambil melihat daddynya membuat makanan pesanan putri sulungnya. Katarina mendapatkan penglihatan dari pemilik tubuhnya bagaimana dulu mommy, daddy dan pemilik tubuhnya sangat bahagia dan saling sayang menyayangi. Daddynya sering membuatkan makanan enak buat istri dan anaknya hingga pemilik tubuh berumur dua belas tahun kejadian yang tidak pernah dibayangkan terjadi.
xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxx
" Masakan daddy enak." Puji Katarina umur dua belas tahun ketika mereka selesai makan dan berada di ruang keluarga bersama ke dua orang tuanya.
" Iya donk." Jawab daddynya sambil tersenyum.
" Kalah masakan mommy." Ucap Katarina menggoda mommynya.
" Gitu ya kalau pas giliran mommy yang masak bilangnya enakkan masakan mommy tapi pas giliran daddy yang masak lebih enak masakan daddy." Ucap mommynya dengan wajah di tekuk.
" Pfftttt.... Hahahaha..." Tawa daddynya dan Katarina serempak.
" Baiklah mulai hari ini mommy dan seterusnya tidak mau masak lagi." Ucap mommynya dengan wajah masih di tekuk.
Grep
" Mommy cantik jangan marah ya? Katarina kan hanya bercanda." Ucap Katarina sambil memeluk mommynya karena posisi Katarina duduk di tengah-tengah ke dua orang tuanya.
" Masakan mommy enak kok, daddy saja kalau makan selalu nambah." Ucap suaminya sambil mengacak rambut istrinya.
" Aish daddy rambut mommy berantakan tahu." Ucap istrinya sambil merapikan rambutnya.
" Senyum." Ucap suaminya.
Istrinya tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya dan suaminya ikut membalas senyuman manis istrinya.
" Oh ya daddy berangkat jam berapa?" Tanya istrinya.
" Satu jam lagi daddy berangkat." Ucap suaminya.
" Daddy jangan lupa oleh-oleh buat Katarina ya." Ucap Katarina.
" Ok." Jawab daddynya singkat.
Merekapun bercakap-cakap dan tidak terasa sudah hampir satu jam, saatnya daddynya Katarina bersiap untuk pergi ke luar kota tapi entah kenapa perasaannya tidak enak sama sekali.
" Mommy, kenapa perasaan daddy kenapa tidak enak ya?" Ucap daddynya.
" Mungkin itu hanya perasaan daddy." Ucap istrinya.
Istrinya sebenarnya juga merasakan perasaan tidak enak tapi berusaha untuk ditepisnya agar suaminya tidak memikirkan mereka berdua.
" Daddy boleh mommy minta satu hal?" Tanya istrinya.
" Apa mom?" Tanya suaminya.
" JIka suatu saat mommy tidak ada dan daddy ingin menikah lagi mommy mengijinkannya asalkan wanita itu mencintai dan menyayangi anak kita." Ucap istrinya.
" Kok mommy bicaranya begitu? daddy tidak suka." Ucap suaminya.
" Mommy, Katarina tidak mau ibu tiri." Ucap Katarina.
" Mati dan hidup seseorang semua sudah di atur sama Tuhan dan kita sebagai manusia tidak bisa menolaknya jika ajal menjemput kita." Ucap mommynya Katarina.
" Tapi Katarina ingin mommy dan daddy harus panjang umur dan melihat Katarina menikah agar Katarina bisa membahagiakan mommy dan daddy." Ucap Katarina dengan mata memerah ingin menangis.
" Iya... Iya... Daddy berangkat jam berapa?" Tanya mommynya berusaha mengalihkan pembicaraan.
' Mommy tidak tahu kenapa perasaan mommy tidak enak, mommy merasa akan pergi jauh meninggalkan kalian berdua. JIka itu terjadi mommy hanya bisa berharap kalian selalu bahagia.' Ucap mommynya Katarina dalam hati.
" Satu jam lagi mom." Jawab suaminya.
Istrinya hanya menganggukkan kepalanya mereka pun mengobrol bersama hingga tidak terasa sudah hampir satu jam. Suaminya mencium kening istrinya kemudian berlanjut mencium pipi putrinya setelah selesai suaminya pergi meninggalkan mansion menuju ke bandara bersama sopir pribadinya.
" Mommy." Panggil Katarina.
" Ya sayang." Jawab mommynya.
" Mommy, aku ingin tidur sama mommy." Ucap Katarina manja.
" Kok tumben ingin tidur sama mommy?" Tanya mommynya.
" Katarina ingin tidur di peluk mommy." Jawab Katarina.
" Baiklah, ayo kita ke kamar." ajak mommynya.
" Baik mom." Jawab Katarina.
Mommynya Katarina dan Katarina berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar orang tua Katarina. Katarina langsung berbaring di ranjang sedangkan mommynya masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka setelah selesai mommynya Katarina keluar dari kamar mandi dan melihat putrinya sedang menatapnya sambil tersenyum manis.
" Sebelum tidur...." Ucap mommynya menggantungkan kalimatnya.
" Gosok gigi, cuci muka dan berdoa setelah itu tidur." Ucap Katarina.
" PIntar, sekarang gosok gigi dan cuci muka." Ucap mommynya.
" Baik mom." Jawab Katarina patuh.
Katarina bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu kamar orang tuanya menuju ke kamarnya untuk menyikat gigi dan mencuci muka. Setelah selesai Katarina berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar orang tuanya.
Ceklek
Katarina membuka pintu kamar orang tuanya dan melihat mommynya sedang menatapnya sambil tersenyum manis, Katarina berjalan ke arah ranjang dan berbaring di samping mommynya. Katarina berdoa terlebih dahulu bersama mommynya kemudian mereka tidur sambil berpelukan. Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sudah tertidur dengan pulas begitu pula dengan para penghuni mansion kecuali beberapa bodyguard yang berjaga di mansion.
Namun ketenangan itu berubah pada jam 2 pagi suara teriakan kesakitan dan tembakan saling bersahutan membuat mommynya Katarina terpaksa membuka matanya. Mommynya Katarina mempertajam pendengarannya dan ternyata pendengarannya tidak salah membuat mommynya Katarina bangun dari ranjangnya kemudian membangunkan putrinya yang masih tertidur dengan lelap.
" Sayang bangun..." Panggil mommynya sambil menggoyang-goyangkan tubuh putrinya.
" Mommy ngantuk." Jawab Katarina yang enggan membuka matanya
" Katarina bangun!!" Bentak mommynya untuk pertama kalinya sambil menarik tangan putrinya.
Katarina yang pertama kalinya dibentak mommynya memaksakan membuka matanya dengan wajah sendu karena mommynya membentak dirinya.
" Mommy kenapa membentak ku?" Tanya Katarina dengan mata berkaca-kaca.
" Katarina apa kamu tidak dengar?" Tanya mommynya tanpa memperdulikan ucapan mommynya sambil membuka pintu lemari.
Katarina mempertajam pendengarannya dan dirinya sangat terkejut dan langsung bangun dari ranjang orang tuanya.
" Mommy apa yang harus kita lakukan?" Tanya Katarina.
" Sudah, kamu masuk ke dalam lemari." Perintah mommynya.
" Baik mom." Jawab Katarina patuh tanpa membantah sedikitpun.
" Ingat pesan mommy, apapun yang terjadi jangan bersuara sedikitpun." Ucap mommynya.
" Baik mom." Jawab Katarina dengan tubuh gemetaran.
Katarina masuk ke dalam lemari pakaian dan bersembunyi di antara pakaian mommynya yang lumayan banyak sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya kemudian mommynya langsung menutup pintu lemari tapi tidak rapat hanya menyisakan sedikit agar putrinya bisa bernafas. Mommynya langsung membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu namun baru dua langkah pintunya di dobrak paksa dari arah luar.
brak
Empat pria sangar dengan tato gambar naga di leher samping masuk ke dalam kamar orang tua Katarina sambil menatap tajam ke arah mommynya Katarina.
" Mana putrimu?" Tanya salah satu pria itu
" Putriku menginap di rumah neneknya." Ucap mommynya Katarina berbohong.
" Nyonya jangan coba - coba membohongi kami." Ucap salah satu pria itu.
" Terserah kalian, siapa yang menyuruh kalian? Aku akan membayar kalian 4 kali lipat." Ucap mommynya Katarina.
" Kami tidak tertarik dengan uangmu." Jawab pria itu.
" Apa mau kalian?" Tanya mommynya Katarina.
" Aku ingin kematian mu dan juga putrimu." Ucap pria itu sambil menodongkan pistolnya ke arah Katarina.
" Bos, sayang kalau wanita cantik ini jika langsung di tembak mati." Ucap salah satu anak buahnya.
" Benar bos, ijinkan kami bersenang - senang terlebih dahulu." Sambung temannya.
" Baiklah." Jawab bosnya singkat.
Ke tiga pria sangar itupun berjalan ke arah mommynya Katarina sedangkan mommynya Katarina menatap mereka dengan tatapan tajam tanpa kenal takut sedikitpun sedangkan bosnya hanya menatap ke tiga anak buahnya.
duag
" Akhhhh... Si*l." Ucap salah satu pria itu ketika benda pusaka nya di tendang dengan sekuat tenaga oleh mommynya Katarina.
bruk
Pria itupun langsung berlutut sambil memegangi benda pusaka nya membuat ke dua temannya menatap tajam ke arah mommynya Katarina.
" Kurang aj*r." Umpat temannya sambil berjalan ke arah mommynya Katarina.
duag
" Akhhhh... Si*l." Ucap salah satu pria itu ketika benda pusaka nya di tendang dengan sekuat tenaga oleh mommynya Katarina.
bruk
Mommy Katarina menendang benda pusaka milik salah satu pria itu membuat pria itu menjerit kesakitan dan jatuh berlutut. Kini tinggal satu lagi menatap tajam dengan aura membunuh karena ke dua temannya masing-masing memegangi benda pusaka nya.
Duag
grep
Duag
" Akhhhh... Si*l." Ucap salah satu pria itu.
Mommy Katarina ingin menendang pria itu seperti temannya sayangnya gerakkannya sudah terbaca, pria itu menahan salah satu kakinya tapi mommy Katarina tidak kehilangan akal. Mommynya Katarina melakukan gerakan salto dan menendang dengan menggunakan kaki satunya yang tidak di pegang ke arah wajah pria itu membuat pria itu melepaskan tangannya kemudian mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar akibat tendangan mommynya Katarina.
" Terlalu lama." Ucap bosnya sambil mengarahkan pistolnya ke arah mommynya Katarina.
dor
" Akhhh..." Teriak pria itu.
Mommynya Katarina menarik tangan pria itu dan menjadikan tubuh pria itu sebagai tamengnya membuat pria itu tertembak dan mengenai dadanya tembus ke jantungnya hingga ma*i seketika. Mommy Katarina menahan pria itu agar tidak terjatuh ke lantai untuk dijadikan tamengnya.
" Ternyata kamu bisa bela diri... Ck...Ck... Tidak aku sangka." Ucap pria itu yang di panggil bos oleh anak buahnya.
" Baru tahu." Ucap mommynya Katarina sambil tersenyum devil.
" Kalian berdua tembak wanita itu dari berbagai sisi." Perintah pria itu.
" Baik bos." Jawab ke duanya serempak sambil berdiri sambil menahan rasa sakit pada benda pusaka nya.
dor
dor
dor
Bruk
" Akhhhh...." Teriak mommy Katarina.
Salah satu dari ke tiga pria itu berhasil menembak bahu mommy Katarina membuat mommy Katarina terpaksa melepaskan pria yang dijadikan tamengnya dan jatuh ke lantai. Mommy Katarina memegangi bahunya yang tertembak dan berusaha untuk bertahan.
" Kamu harus ma*i karena telah membuat anak buahku ma*i." Ucap pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke kening mommynya Katarina.
dor
Bruk
" Akhhhh..." Teriak mommynya Katarina bersamaan tubuhnya ambruk dan menghembuskan nafas terakhirnya.
" Bos, aku masih dendam dengan wanita ini." Ucap anak buahnya yang masih kesal karena benda pusaka nya di tendang oleh mommynya Katarina.
" Lalu apa maumu?" Tanya bosnya.
" Aku ingin melakukannya." Ucap anak buahnya.
" Iya bos, aku juga ingin merasakannya walau sudah ma*i aku tidak perduli." Sambung temannya.
" Silahkan saja karena aku tidak perduli." Ucap bosnya sambil membalikkan badannya.
Ke dua pria itu melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun, ke dua pria bejat itu melakukan hubungan suami istri yang sudah menjadi jasad tapi mereka tidak perduli asalkan dendamnya terbalas di tambah teman mereka ma*i akibat ulah mommynya Katarina.
Semua yang mereka lakukan dapat di lihat jelas oleh Katarina dan Katarina hanya menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suaranya ketika melihat kematian mommynya dan perlakuan pelecehan membuat Katarina hanya bisa mengeluarkan air mata kesedihan.
Setelah ke dua pria bejat itu puas ke dua pria itupun memakai pakaiannya kembali dan pergi dari tempat tersebut, Katarina hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bersuara sedikitpun dirinya benar-benar terpukul melihat kejadian yang baru dilihatnya untuk pertama kalinya. Hingga dua jam kemudian ponsel milik mommynya berdering, awalnya Katarina diam saja hingga ponsel itupun ma*i namun kembali berdering membuat Katarina mendorong pintu lemari dan keluar dari lemari pakaian mommynya.
Katarina berjalan ke arah meja dan melihat daddynya menghubungi mommynya, Katarina mengambil ponsel tersebut dan menggeser tombolnya berwarna hijau dan menempelkan di telinganya.
" Hallo sa..." Ucapan daddynya terpotong oleh Katarina.
" Daddy... hikss... hiks... " Ucap Katarina sambil terisak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу᭄
... ha
2024-03-08
0
Eman Sulaeman
😭😭😭😭
2023-01-18
1
Shai'er
biadap 😠😠😠
2022-12-11
1