" Mommy cepatlah sembuh agar secepatnya rencana ini dijalankan aku tidak sabar menunggu kematian daddy dan mengusir anak perempuan murahan itu." Ucap Valen
" Mommy juga ingin tapi badan mommy sakit semua bekas cambukan." Ucap Ririn yang berbaring di ranjang.
" Aku heran mom, kenapa dulu Katarina bisa kuat ya?" Tanya Valen.
" Kuat apa?" Tanya Ririn.
" Kuat menahan cambukan tanpa memanggil dokter." Ucap Valen.
" Mommy tidak tahu, lebih baik kamu turun ke bawah dan ambil makanan, mommy lapar." Ucap Ririn.
" Kenapa tidak panggil pelayan ke sini saja mom?" Tanya Valen.
" Iya... Ya kenapa mommy lupa." Ucap Ririn.
Valen hanya tersenyum kemudian menghubungi bagian dapur lewat telepon yang diletakkan di atas meja dekat ranjang.
" Hallo nyonya." Panggil kepala pelayan.
" Saya nona Valen, ambilkan makanan untukku dan mommyku." Ucap Valen dengan nada angkuh.
" Maaf nona, mulai sekarang kalau nyonya dan nona mau makan silahkan ambil sendiri." Jawab kepala pelayan.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh kepala pelayan.
" Si*l....... Si*l." Umpat Valen
" Ada apa?" Tanya Ririn penasaran.
" Kepala pelayan mengatakan mulai sekarang kalau mommy dan aku mau makan silahkan ambil sendiri." Ucap Valen mengulangi perkataan kepala pelayan.
" Apa??? Ini pasti ulah anak wanita murahan itu, kalau daddy sudah meninggal mommy punya rencana tidak akan mengusirnya tapi akan menyiksanya sekaligus menjadikan sebagai pelayan." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.
" Benar mom, kalau dibebaskan keenakan anak wanita murahan itu." Ucap Valen.
Krucuk Krucuk Krucuk
Krucuk Krucuk Krucuk
Perut Ririn dan Valen berbunyi nyaring membuat Valen dengan enggan turun dari ranjang Ririn dan berjalan ke arah pintu kamar Ririn.
" Mau kemana?" Tanya Ririn
" Mau makan, lapar." Ucap Valen.
" Mommy ambilkan juga." Ucap Ririn.
" Baik mom." Jawab Valen sambil membuka pintu kamar Ririn.
Valen berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan karena tubuhnya masih sakit waktu Katarina menendang tubuhnya di tambah perutnya juga lapar sampai di lantai satu Valen berjalan ke arah ruang makan tapi matanya membulat sempurna karena tidak ada satupun makanannya.
" Pelayan!!!!" Teriak Valen
" Ada apa nona?" Tanya kepala pelayan dengan wajah sinis.
Sebenarnya penghuni mansion sangat membenci Ririn dan Valen tapi karena mereka takut di pecat membuat mereka tidak berani melawan tapi semenjak tuan Albert mengumumkan apapun yang di minta Katarina harus dituruti dan Katarina yang mendengar itu meminta semua penghuni mansion untuk tidak mematuhi Ririn dan Valen.
" Ada apa?.... Ada apa? Apa matamu buta hah!!! makanan tidak ada satupun di atas meja!!!" Bentak Valen.
" Aku yang menyuruhnya untuk tidak menyiapkan makanan, jadi kalau makan silahkan masak sendiri kalau tidak mau beli saja di luar." Ucap Katarina tiba - tiba datang bersama tuan Albert sedangkan Rey kembali ke kamarnya sedangkan kepala pelayan langsung menunduk hormat dan meninggalkan tempat tersebut.
" Daddy." panggil Valen dengan wajah sendu.
' Sial aku ngga bisa melawannya karena jika aku melawannya yang ada aku akan terkena hukuman." Ucap Valen dalam hati.
" Lakukan apa yang dikatakan oleh putriku." Ucap Tuan Albert dengan wajah datarnya.
" Kamu dengarkan apa kata daddy, jadi mulai sekarang dan seteerusnya masak sendiri kalau tidak mau beli di luar atau pergi dari mansion ini." Ucap Katarina sambil tesenyum manis.
" Daddy, kak Katarina ingin mengusir mommy dan aku." Adu Valen sambil menampilkan wajah sendu dan mengeluarkan air mata buayanya.
" Daddy, akukan tidak mengusir kan kasihan tiga pilihan mau pilih yang mana." Ucap Katarina manja.
" Daddy tahu, sudahlah jangan diurusi lebih baik kamu mandi biar segar dan daddy juga mau mandi." Ucap tuan Albert sambil menarik tangan Katarina dan merekapun berjalan menaiki anak tangga tanpa memperdulikan Valen.
" Hiks... Hiks... Kenapa daddy tidak sayang pada mommy dan aku?" Tanya Valen sambil terisak.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Kafiedya Yusuf
Ririn / bela ???
2023-02-22
0
ARA
Anak sampe lo... Dah diangkat jadi anak malah jahatin anak kandung yang punya rumah😣😛😛😛
2023-02-09
0
Eman Sulaeman
jadi penasaran
2023-01-18
0