" Ada apa sayang?" Tanya daddynya.
" Daddy, mommy..." Ucapan Katarina terpotong karena dirinya tidak sadarkan diri karena tidak kuat melihat apa yang baru saja di lihatnya.
" Hallo... Hallo... Katarina sayang... Apa yang terjadi dengan mommy dan kamu sayang?' Tanya daddynya dengan nada panik.
Hening
Hening
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh daddynya Katarina kemudian menghubungi asistennya untuk memesan tiket. Enam jam kemudian daddynya Katarina sudah sampai di mansion miliknya bersama asisten setianya dan juga enam bodyguardnya. Mata mereka membulat sempurna semua penghuni mansion meninggal tidak ada satunya yang hidup membuat jantung daddynya Katarina berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan takut terjadi dengan istri dan anaknya.
" Alex, kamu hubungi anak buah kita lainnya untuk datang ke sini dan kuburkan mereka semua secara layak setelah itu ikuti aku naik ke atas." Perintah daddynya Katarina sambil berjalan menuju ke arah anak tangga.
" Baik tuan." Jawab Alex.
Daddynya Katarina berjalan menaiki anak tangga dengan perasaan tidak menentu dan berharap istri dan anaknya selamat.
brak
Daddynya Katarina membuka paksa pintu kamarnya dan matanya membulat sempurna melihat istrinya tertembak dan seorang pria mati di samping istrinya. Daddynya Katarina menahan amarahnya melihat istrinya tanpa sehelai benangpun dan dirinya mengerti kalau istrinya diperko*a oleh penjahat. Daddy Katarina mengecek nadi tangan istrinya kemudian ke hidungnya.
" Tidakkkkkkkkk!!!!!!!" Teriak daddynya Katarina dengan nada frustrasi sambil memeluk istrinya yang sudah tidak bernyawa.
Suara teriakan daddynya Katarina membuat Alex dan ke enam bodyguardnya langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar tuan besarnya. Mata mereka membulat sempurna dan langsung membalikkan badannya karena mereka tidak berani menatap tubuh polos nyonya besarnya.
Mereka semua menahan amarahnya melihat majikan nyonya besar mereka dilecehkan oleh para penjahat karena nyonya besar mereka terkenal dengan sikap baik hati, tidak sombong dan suka membantu semua penghuni mansion termasuk asisten suaminya dan para bodyguard suaminya tanpa membeda-bedakan membuat mereka, tanpa sadar mereka meneteskan air mata.
Daddynya Katarina menarik selimut yang berada di ranjang kemudian menutupi tubuh polos istrinya kemudian menatap ke asisten dengan air mata yang tidak berhenti keluar dirinya tidak perduli dikatakan cengeng oleh anak buahnya.
" Alex, tolong cek kondisi putriku Katarina." Pinta daddynya Katarina sambil menggendong istrinya dan berjalan ke arah ranjangnya kemudian membaringkan jasad istrinya dengan perlahan seakan - akan istrinya masih hidup.
" Baik tuan besar." Jawab Alex patuh sambil membalikkan badannya.
Alex berjalan ke arah Katarina yang tidak sadarkan diri kemudian mengecek nadinya, Alex menghembuskan nafasnya dengan perlahan hatinya lega karena Katarina masih hidup.
" Nona Katarina masih hidup tuan." Ucap Alex
" Baringkan putriku di samping istriku dan panggilkan dokter keluarga setelah itu kalian semua urus jasad mereka dan kuburkan mereka dengan layak dan berikan uang duka cita pada keluarganya masing - masing satu keluarga mendapatkan satu milyar." Ucap daddynya Katarina.
" Baik tuan besar." Jawab Alex patuh sambil mengangkat tubuh Katarina dan dibaringkan di ranjang sebelah jasad ibunya.
Setelah selesai mereka keluar dari kamar tersebut menuju ke arah anak tangga, sambil menuruni anak tangga Alex menghubungi dokter keluarga untuk datang ke mansion setelah selesai Alex menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
" Kalian urus jasad teman - teman kalian dan juga para pelayan serta tukang kebun, aku akan mengecek cctv." Perintah Alex.
" Baik tuan." Jawab ke enam bodyguardnya serempak.
Alex berjalan ke arah ruangan cctv sambil berjalan melewati jasad para penghuni mansion sambil menahan amarahnya.
" Aku tidak akan pernah memaafkan kalian!!! Aku akan membu**h kalian semuanya yang sudah berani mengusik keluarga tuan besar Albertus Jerico Suryanto." Ucap Alex sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
Ceklek
Alex membuka pintu ruangan cctv sambil menahan amarahnya kembali karena dua orang bodyguard yang bertugas menjaga cctv juga ikut menjadi korban keganasan para penjahat. Alex perlahan memindahkan ke dua jasad itu ke lantai secara bergantian kemudian duduk di kursi sambil mengutak atik laptop yang berada di ruangan tersebut.
" Si*l semuanya rusak." Umpat Alex setelah hampir setengah jam dirinya mengotak atik laptopnya.
Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju ke arah anak tangga untuk menemui para bodyguard bersamaan kedatangan para anak buah tuan Albertus atau nama panggilan tuan Albert ayah kandung Katarina.
" Kalian cek satu persatu setiap sudut ruangan dan juga semua kamar jika ada yang masih hidup bawa ke rumah sakit tapi jika hanya ditemukan jasad kumpulkan semuanya di ruang keluarga." Perintah Alex dengan nada tegas.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak
Semua anak buah tuan Albert langsung berjalan dan mengecek setiap sudut ruangan dan juga kamar dan mereka masing - masing membawa jasad yang sudah dingin dan kaku ke ruang keluarga sesuai perintah Alex. Semua anak buah tuan Albert menahan amarah dan kesedihan yang teramat dalam dalam waktu bersamaan karena melihat teman - temannya semuanya meninggal. Mereka semua sudah menganggap saudara karena itulah mereka sangat kehilangan dan berharap para musuhnya tertangkap.
Setelah hampir dua jam akhirnya semua jasad sudah terkumpul dan Alex mendata satu persatu untuk memberikan sumbangan duka cita untuk keluarga yang ditinggalkannya kemudian menguburkan mereka secara layak di tempat pemakaman milik opanya Albert.
Tidak berapa lama dokter datang dan mengecek kondisi Katarina setelah beberapa saat Katarina tersadar dari pingsannya.
" Aku di mana?" Tanya Katarina sambil memandangi sekeliling kamarnya hingga matanya menatap ke arah daddynya.
" Daddy hiks... hiks... hiks..." Ucap Katarina sambil terisak dengan tubuh gemetar.
grep
" Ssstt sudah jangan menangis kamu aman sama daddy." Ucap tuan Albert sambil memeluk putri tunggalnya.
" Daddy hiks... hiks... mommy.." Ucap Katarina sambil masih terisak dan membalas pelukan daddynya.
" Ssttt... sudah jangan nangis lagi." Ucap tuan Albert.
Setelah agak tenang mereka melepaskan pelukannya kemudian Katarina menatap ke arah samping mommynya dan langsung menjerit histeris.
" Mommy!!!" Teriak Katarina sambil memeluk jasad mommynya yang sudah dingin.
Karena tidak kuat Katarina kembali pingsan membuat dokter kembali memeriksa Katarina.
Tiga Belas Hari Kemudian.
Katarina yang ceria tidak pernah tersenyum kembali hingga tiga belas hari kemudian sekretaris tuan Albert datang untuk minta tanda tangan karena bosnya tidak datang ke kantor disebabkan menemani Katarina yang sedang sakit.
" Maaf tuan, sudah mengganggu." Ucap sekretaris itu dengan nada sopan.
" Tidak apa-apa, mana yang perlu di tanda tangani?" Tanya tuan Albert.
" Ini tuan." Jawab sekretaris tersebut sambil menyerahkan dokumen tersebut.
Tuan Albert menerima dokumen tersebut namun baru saja menandatangani dokumen terdengar suara teriakan Katarina membuat tuan Albert meletakkan dokumen tersebut ke meja kemudian berlari ke arah anak tangga menuju ke kamar putrinya dengan diikuti oleh sekretarisnya.
brak
" Katarina sayang ada apa?" Tanya tuan Albert sambil membuka pintu kamar putrinya dengan kasar kemudian masuk ke dalam kamar putrinya dan duduk di samping ranjang.
grep
" Daddy hiks... hiks..." Tangis Katarina sambil memeluk daddynya.
" Sssttt sudah jangan menangis lagi." Ucap tuan Albert sambil membalas pelukan putrinya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian Katarina menatap seorang wanita cantik yang sedang menatapnya dengan senyuman.
Entah dorongan darimana sekretaris tersebut memeluk Katarina dan Katarina membalas pelukannya kemudian menangis kembali. Sekretaris tersebut menepuk perlahan punggung Katarina dan tidak berapa lama Katarina tertidur.
" Maaf tuan, bisa minta tolong bantu aku." Pinta sekretarisnya dengan nada pelan karena merasakan tubuh Katarina berat karena tubuh Katarina lumayan gendut.
" Minta tolong apa?" Tanya tuan Albert
" Nona, sudah tidur." Ucap sekretaris tersebut.
" Oh maaf ngerepotin." Ucap tuan Albert sambil membantu sekretarisnya untuk membaringkan Katarina.
Setelah selesai mereka keluar dari kamar Katarina menuju ke ruang kerja tuan Albert.
" Aku lihat Katarina akrab denganmu, bagaimana kalau kamu sering ke sini mungkin dengan kedatangan mu putriku tidak sedih karena kehilangan ibunya." Ucap tuan Albert.
" Baik tuan." Jawab sekretaris tersebut sambil tersenyum bahagia.
Sejak saat itu sekretaris tersebut sering datang dan Katarina tidak sering menangis lagi membuat tuan Albert bahagia. Seringnya bertemu akhirnya mereka menikah dan ternyata sekretaris tersebut seorang janda beranak satu tapi tuan Albert tidak memperdulikan nya. Ke duanya di sayang tanpa membeda-bedakan.
Awalnya sekretaris tersebut baik dengan Katarina tapi setelah seminggu dia menunjukkan taringnya. Mereka berdua menindas Katarina dan menjelekan Katarina ke tuan Albert.
Tuan Albert yang percaya dengan omongan mereka membuat tuan Albert sering menghukum Katarina.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Taraaa.. Sudah selesai masakan daddy." Ucap tuan Albert sambil meletakkan mangkok yang berisi salad sayur.
Katarina yang sedang melamun memikirkan kilas balik pemilik tubuh membuatnya terkejut tapi hanya sebentar.
" Terima kasih daddy." Jawab Katarina.
" Sama-sama sayang." Jawab daddynya.
Katarina hanya tersenyum kemudian mulai memakannya dengan lahap membuat tuan Albert tersenyum bahagia selesai makan mereka kembali ke kamar masing-masing.
Tuan Albert berjalan ke arah kamarnya dan membuka pintunya, tuan Albert melihat istrinya sedang menatapnya dengan tatapan sendu.
" Ada apa?" Tanya tuan Albert dengan nada dingin.
" Kenapa suamiku membela Katarina? Biasanya suamiku selalu percaya dengan apa yang aku katakan." Ucap istrinya.
" Aku percaya dengan apa yang aku lihat." Ucap tuan Albert dengan nada masih dingin.
" Selama bertahun-tahun kita menikah kenapa kita tidak di kamar utama?" Tanya istrinya penuh harap.
" Bukankah sudah aku bilang kamar utama adalah kamar khusus kami dan tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali aku dan putriku Katarina." Ucap tuan Albert.
" Aku tahu, tapikan kamar itu sangat luas." Ucap istrinya.
" Aku bilang tidak ya tidak, sudah aku mau tidur dan jangan bahas itu lagi." Ucap tuan Albert sambil berbaring di ranjang dan tidur membelakangi istrinya.
' *Walau kita sudah lama menikah tapi aku tidak bisa mencintaimu karena aku sangat mencintai istriku karena itulah aku tidak mau kenangan istriku dimasuki oleh wanita lain walau kamu sudah menjadi istriku. Aku menikah denganmu karena aku melihat kamu sangat baik dengan putriku Katarina.' Ucap tuan Albert dalam hati.
' Si*l padahal kami sudah lama menikah tapi aku tidak diijinkan masuk ke kamar mereka, kamu itu sudah ma*i tapi bikin aku kesel.' Ucap istrinya dalam hati*.
Merekapun tidak lama tertidur dengan pulas sedangkan Katarina selesai makan masuk ke dalam kamar dan langsung berolahraga.
" Tubuhku sangat gendut membuatku harus setiap hari berolah raga dengan cara berlari, berenang dan melatih bela diri secara diam - diam tanpa sepengetahuan ibu tiri dan adik tiri ku. Besok aku akan melakukan berenang dan melatih bela diriku karena tubuhku terasa berat jika bergerak sedikit saja belum lagi nafasku ngos-ngosan jika bergerak." Ucap Katarina dengan wajah penuh keringat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sintia Dewi
katanya nikah demi anaknya, lah anaknya difitnah2 terus km malah hukum dia demi istri yg tdk km cintai...harunya ya selidiki dulu bener gk anakmu abcd jangan ujuk2 percaya istrimu itu. nah sekrng entah dimna arwah anakmu yg sekrang km lihat ya hanya tubuh tp bukan dgn arwahnya/Sweat/
2024-10-07
2
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу᭄
huuu
2024-03-08
0
Land19
Like it.
2023-12-09
1