Katarina berjalan mengikuti kata hatinya hingga dirinya berhenti di sebuah rumah yang sangat megah tepatnya di sebut mansion. Katarina yang awalnya berjalan biasa saja kini berubah berjalan terseok - seok dan berdiri di depan pagar yang menjulang tinggi.
" Sore nona." Sapa salah satu bodyguard dengan ramah sambil membuka pintu gerbang.
" Selamat sore paman." Jawab Katarina dengan nada ikut ramah dan masuk ke dalam gerbang.
" Nona kenapa?" Tanya bodyguard itu sambil membantu memapah ke arah pintu utama.
Bodyguard itu terkejut melihat tubuh, wajah dan kaki Katarina terluka membuat bodyguard tersebut tidak tega dan membantunya untuk berjalan.
" Waktu di jalan aku di keroyok oleh orang tidak di kenal paman." Jawab Katarina berbohong.
" Siapa yang melakukannya nona, biar saya yang akan menghukumnya." Ucap bodyguard tersebut.
" Aku tidak kenal, siapa pelakunya." Jawab Katarina berbohong lagi.
' Pelakunya adalah ibu tiri ku dan adik tiri ku, apakah paman berani menghukumnya?' Tanya Katarina dalam hati
Walau tubuh bodyguard tersebut terbilang tinggi dan besar dengan otot yang kuat tapi karena Katarina sangat gemuk membuat bodyguard itu keberatan menahan beban Katarina hingga wajahnya mengalir keringat. Bodyguard itu masih dengan setia menahan tubuh Katarina menuju ke arah pintu utama sedangkan para bodyguard lainnya tidak memperdulikannya.
Ceklek
Bodyguard tersebut membuka pintu utama dan mereka berjalan dengan perlahan hingga mereka sudah sampai di ruang keluarga. Ibu tiri dan adik tirinya sangat terkejut karena Katarina masih hidup sedangkan Katarina pura-pura tidak tahu.
" Silahkan kamu keluar, biarkan Katarina jalan sendiri." Perintah ibu tirinya Katarina.
" Tapi nyonya..." Ucapan bodyguard tersebut terpotong oleh ibu tirinya.
" Pergi!! Apa kamu ingin di pecat hah!!!" Bentak ibu tirinya.
" Tidak apa - apa paman, paman kembali saja ke tempat tugas paman." Ucap Katarina dengan nada lembut.
" Baik nona, permisi nyonya besar dan nona muda." Ucap bodyguard tersebut dengan nada pasrah karena dirinya sungguh tidak tega melihat nona mudanya di siksa oleh ibu tirinya yang sangat jahat di tambah lagi dengan putrinya.
Bodyguard itupun pergi meninggalkan mereka dan kembali ke tempatnya dia bertugas sedangkan Katarina bersiap berjalan ke arah anak tangga namun baru saja melangkahkan kakinya dirinya di panggil oleh ibu tirinya.
" Dari mana kamu?" Tanya ibu tirinya pura-pura tidak tahu.
" Bukankah bibi yang menyuruh orang untuk menindas ku hingga aku terluka seperti ini?" Tanya Katarina sambil membalikkan badannya.
" Dasar anak kurang ajar, beraninya menuduhku." Ucap ibu tirinya sambil mengangkat tangannya bersiap menampar Katarina.
plak
" Akhhhh... Teriak adik tirinya.
Katarina yang melihat ibu tirinya hendak menamparnya langsung menarik tangan adik tirinya dan menjadikan tubuh adik tirinya sebagai tamengnya membuat adik tirinya yang di tampar oleh ibu kandungnya.
" Mommy sakit." Ucap adik tirinya sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
" Maafkan mommy sayang, mommy tidak sengaja tadi mommy ingin menampar si gendut tapi si gendut itu dengan cepat." Ucap ibu kandungnya.
" Gendut lepaskan tangan kotormu!!" Teriak adik tirinya sambil menahan rasa sakit karena tangannya masih di pegang oleh Katarina.
bruk
" Akhhhh... Teriak adik tirinya kembali ketika tubuhnya menabrak ibu kandungnya akibat di dorong oleh Katarina.
bruk
bruk
" Akhhhh... Teriak ibu tiri dan adik tiri nya kembali.
Katarina dengan sengaja mendorong adik tirinya hingga terjatuh dan mengenai tubuh ibu tirinya kemudian Katarina pura-pura terpeleset dan menimpa tubuh adik tirinya. Awalnya ibu tirinya bisa menahan beban tubuh putrinya namun ketika harus di tambah menahan berat tubuh Katarina, ibu tirinya tidak kuat hingga tubuhnya ambruk dan di timpa oleh putri kandungnya bersamaan jatuhnya Katarina hingga posisi adik tirinya berada di tengah - tengah mereka membuat ibu dan anak berteriak kesakitan.
" Gendut berdiri, berat!!! Teriak ibu dan anak serempak.
" Ada apa ini?" Tanya seorang pria paruh baya tiba-tiba datang.
Katarina memandang pria paruh baya itu kemudian di dalam ingatan pemilik tubuh kalau pria paruh baya itu adalah ayah kandungnya yang terkenal dengan sifat arogant dan suka menghukum siapapun yang bersalah tanpa melihat kejadian awal atau dalam arti tidak pernah menyelidiki terlebih dahulu siapa yang bersalah.
" Daddy.... Hiks... Hiks... mommy dan adik tersayang ku terpeleset dan ingin menolong mereka tapi hiks.... hiks... Mommy dan adik tersayang ku malah menarik ku dan memakiku." Ucap Katarina sambil terisak dan bangun dari tubuh adik tirinya.
Katarina berjalan ke arah daddynya dan memeluknya sambil mengeluarkan air mata buayanya sedangkan adik tirinya setelah Katarina bangun dari tubuhnya adiknya perlahan bangun dengan tubuh yang sangat sakit karena tertimpa badan Katarina seberat sembilan puluh sembilan kilo. Adik tirinya berjalan ke arah ayahnya dengan diikuti oleh ibunya yang juga menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.
" Ceritakan yang lebih detail daddy tidak mengerti." Ucap daddynya.
" Seharian Katarina membersihkan mansion ini dan ketika mommy dan adik tercinta meminta dibuatkan juice jambu aku bilang kalau badanku sangat lelah tapi mommy dan adik tercinta malah memukulku seperti ini." Ucap Katarina sambil mengeluarkan air mata buayanya.
Daddynya menatap dari atas dan memang benar pakaian Katarina sangat lusuh dan kotor dan wajah serta kakinya terlihat bekas pukulan dan terlihat lebam membuat daddynya menahan amarahnya namun ketika istri dan putrinya nomer dua ingin protes tangannya langsung di angkat ke atas tanda untuk diam.
" Lanjutkan." Perintah daddynya.
" Setelah puas memukulku mommy dan adik tercintaku tanpa sengaja terpeleset dan aku di minta untuk menolong mereka tapi hiks.... hiks... Mommy dan adik tersayang ku malah menarik ku dan memakiku." Ucap Katarina sambil terisak kembali.
" Daddy, si gendut berbohong, justru si gendut yang sengaja mendorongku hingga mengenai mommy dan ..... " Ucapan adik tirinya terhenti ketika sebuah tangan melayang ke arah pipinya dengan keras hingga wajahnya berpaling ke arah samping.
" Valen!!!!" Bentak daddynya.
Plak
Ayahnya yang selama ini tidak pernah menamparnya dan membentaknya kecuali Katarina kini untuk pertama dirinya di tampar dan di bentak hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.
" Hiks... Hiks.... Daddy, kenapa menamparku?" Tanya Valen sambil terisak.
" Kesalahan pertama Katarina adalah kakakmu dan mulai sekarang dan seterusnya panggil kakak jangan si gendut lagi, ke dua Katarina bukan pelayan jadi sekali lagi daddy melihat kalian memperlakukan seperti tadi maka daddy akan menghukum kalian dan yang terakhir jika daddy melihat kalian memperlakukan Katarina seperti memukul maka daddy tidak segan-segan mencambuk kalian berdua." Ucap daddynya dengan nada tegas.
" Sayang, kamu mandilah biar segar nanti mommymu akan membawakan makanan untukmu." Ucap daddynya dengan nada lembut berbeda tadi bicara dengan istri dan putri ke duanya.
" Baik dad." Jawab Katarina.
Katarina berjalan dengan tertatih-tatih seakan kakinya terluka sambil menyentuh tangannya yang seakan - akan sakit karena di pukul oleh ibu tiri dan adik tirinya. Hal itu membuat daddynya merasa bersalah dengan putrinya yang sering di hukum karena percaya dengan ucapan istrinya.
" Sayang, kenapa anak tidak berguna itu hah!!! Bentak istrinya yang masih tidak terima.
Plak
" Apakah kamu tidak ingat apa perkataanku barusan hah!!! Bentak suaminya sambil menampar istrinya untuk pertama kalinya kemudian pergi meninggalkan ruangan keluarga.
" Mommy, sakit." Rengek Valen
" Ssttt.. sudah lebih baik kita ke kamarmu saja." Ucap mommynya.
" Baik mom." Jawab Valen.
Mommynya membantu Valen ke arah kamarnya dengan jalan perlahan karena tubuhnya masih terasa sakit sekali setelah sampai di depan pintu mereka masuk ke dalam dan menutupnya dengan rapat. Mommynya membaringkan tubuh putrinya ke ranjang dengan perlahan kemudian duduk di sampingnya.
" Mommy, kenapa si gendut pintar berbohong seperti kita?" Tanya Valen masih bingung.
" Mommy tidak tahu dan yang mommy bingung kan selama ini daddy selalu mempercayai kita tapi sekarang daddy mempercayai si gendut itu." Ucap mommynya.
" Oh ya mommy, aku ada ide." Ucap Valen.
" Ide apa?" Tanya mommynya penasaran.
" Nanti kan mommy antar makanan buat si gendut.... " Ucapan Valen langsung di potong oleh mommynya.
" Mommy tidak sudi kalau harus membawakan ke kamarnya." Ucap mommynya dengan nada kesal.
" Mommy dengarkan aku dulu, sebelum mommy memberikan makanan buat si gendut mommy berikan obat pencahar terlebih dahulu jadi ketika si gendut selesai makan maka.. " Ucap Valen menggantungkan kalimatnya.
" Si gendut akan bolak balik ke kamar mandi Hahahaha.." Ucap ibu tirinya sambil tertawa jahat.
" Hahahaha..." Tawa jahat Valen.
" Baik mommy akan masak buat si gendut itu biar daddy mu tidak marah sama mommy, mommy masih kesal baru kali ini daddy memukul mommy gara-gara belain si gendut itu." Ucap mommynya menahan amarahnya.
" Benar mom, aku juga masih kesal sama si gendut gara-gara gendut aku dua kali di tampar sama mommy dan daddy di tambak truk tronton menimpa badanku." Ucap Valen dengan nada kesal.
" Maaf sayang, mommy sebenarnya mau menampar si gendut itu tapi mommy tidak mengira kalau si gendut itu menarik tanganmu jadinya mommy menamparmu." Ucap mommynya merasa bersalah.
" Sudahlah mom, sekarang mommy masakin buat si gendut itu biar tahu rasa." Ucap Valen.
" Ok." Jawab mommynya singkat.
Mommynya membalikkan badan dan berjalan keluar kamar putrinya menuju ke arah dapur untuk menjalankan rencana jahatnya. Di tempat yang sama Katarina kini sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai sambil bercermin memperhatikan lekuk tubuhnya.
" Astoge, ini badan kenapa bengkak semua? Lengan dan kaki kayak kayak kaki gajah, badanku juga mirip badan gajah malah lebih gendut dari pada gajah. Aduh ini juga muka kenapa seperti muka badak? kasar dan tidak pernah terawat belum lagi jerawatnya aduh mengerikan sekali." Ucap Katarina sambil memutar-mutar tubuhnya.
Katarina tiba-tiba mendapatkan penglihatan kalau dulu pemilik tubuhnya sering di bully oleh teman - temannya membuat Katarina berjanji untuk berusaha merubah penampilannya agar pemilik tubuh tidak di bully lagi.
" Badan Katarina penuh luka dan lebam aku harus mencari obat agar tidak infeksi." Ucap Katarina sambil mencari kotak obat.
Setelah menemukan kotak obat Katarina mulai mengobati dirinya setelah lima menit kemudian Katarina sudah selesai dan menyimpan kembali kotak obatnya.
ceklek
Katarina memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat ibu tirinya membawa nampan yang berisi makanan dan minuman membuat Katarina menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya ingin diet agar badannya tidak bengkak seperti gajah.
" Katarina sayang, ini mommy masak kesukaanmu." Ucap ibu tirinya dengan nada lembut.
Katarina melirik sekilas ke arah ibu tirinya yang berbicara manis membuat dirinya curiga kemudian menatap ke arah pintu dan melihat daddynya sedang bersembunyi di balik pintu membuat Katarina terpaksa berpura-pura tersenyum manis.
' Si*l aku ingin diet gagal deh, kalau aku tidak makan pasti daddy akan marah padaku dan membenciku karena wanita rubah ini sangat licik dan pintar membalikan kata-kata.' Ucap Katarina dalam hati
" Terima kasih mommy cantik." Ucap Katarina sambil tersenyum manis walau dalam hatinya ingin muntah mengatakan hal itu.
" Sama-sama sayang." Jawab mommynya sambil menatap tajam dan memutar bola matanya dengan malas karena posisinya membelakangi suaminya.
Katarina hanya bisa tersenyum manis karena segala sikapnya dapat di lihat oleh daddynya. Katarina mengambil piring yang sudah berisi lauk pauk namun ketika sendok sudah hampir mau masuk ke dalam mulutnya Katarina mencium sesuatu kalau makanan yang akan dimakannya tidak beres membuat Katarina meletakkan kembali sendok nya ke piring.
" Kenapa tidak di makan sayang?" Tanya ibu tirinya sambil menatap tajam ke arah Katarina.
" Mommy, kenapa nasinya bau?" Tanya Katarina dengan wajah sendu.
" Apa bau??? Tidak mungkin mommy memberikan nasi yang baru di masak." Ucap ibu tirinya dengan nada tegas.
" Kalau mommy tidak percaya makan saja." Ucap Katarina dengan wajah sendu dan tidak berapa lama keluar air mata buayanya.
" Ada apa ini?" Tanya daddynya sambil masuk ke dalam dan menatap ke arah mereka berdua.
" Daddy, masakan buatan mommy bau hiks... hiks..." Ucap Katarina sambil meletakkan makanannya di atas meja dekat ranjang lalu berdiri dan berjalan ke arah daddynya kemudian memeluknya.
" Mommy!! Apa tamparan tadi masih kurang?" Bentak suaminya sambil membalas pelukan putrinya.
" Daddy masakan mommy tidak bau, Katarina berbohong." Ucap mommynya sambil menatap tajam ke arah Katarina.
" Kalau Katarina berbohong coba mommy makan " Ucap Katarina.
glek
Ibu tirinya menelan saliva nya dengan kasar dan wajahnya mulai memucat hal itu dapat terlihat jelas oleh suaminya.
" Makan." Perintah suaminya.
" Tapi dad.." Ucapan istrinya terpotong oleh suaminya.
" Berarti benar kata Katarina kalau makanan yang kamu berikan bau, sepertinya hukuman tadi kurang. Baik daddy akan ganti hukuman cambuk." Ucap suaminya sambil menatap tajam ke arah istrinya.
Istrinya yang merasa ketakutan karena akan di hukum cambuk terpaksa memakan makanan itu hingga habis tak bersisa kemudian meminumnya hingga air di dalam gelas habis.
" Lihat bukan kalau makanannya tidak bau." Ucap mommynya.
" Maaf mommy, Daddy mungkin penciuman ku bermasalah." Ucap Katarina sambil melepaskan pelukannya dan menatap daddynya dengan tatapan sendu.
" Sudah tidak apa-apa sayang, sekarang daddy yang akan masakin buatmu." Ucap daddynya.
" Terima kasih daddy." Ucap Katarina sambil tersenyum bahagia.
" Sama-sama sayang, ayo ikut daddy ke dapur." Jawab daddynya.
" Baik dad." Jawab Katarina sambil menggenggam tangan daddynya.
" Tunggu, kenapa daddy tidak menghukum Katarina?" Tanya istrinya.
" Kenapa di hukum?" Tanya suaminya.
" Karena Katarina berbohong kalau masakan mommy bau." Ucap istrinya sambil menahan perutnya yang terasa mulai mulas.
" Maafkan Katarina mommy, mungkin efek dari mommy dan adik kesayanganku sering memukulku jadi Indra penciuman ku mulai rusak." Ucap Katarina sambil mengeluarkan air mata buayanya.
" Mommy, ingat jika besok kamu sakiti Katarina maka daddy tidak segan-segan menghukum mommy." Ucap suaminya.
" Baik dad." Ucap istrinya pasrah.
Karena tidak tahan istrinya berlari keluar dari kamarnya menuju ke arah kamarnya sedangkan Katarina yang melihatnya hanya bisa menahan senyum.
" Mommy mu kenapa?" Tanya daddynya dengan nada bingung.
" Tidak tahu dad." Jawab Katarina dengan nada polos.
' Ini baru permulaan besok aku akan memberikan pelajaran lagi buat kalian berdua ibu tiri ku dan adik tiriku.' Ucap Katarina dalam hati.
" Daddy malam ini aku ingin makan salad sayur saja dad." Ucap Katarina.
" Baik, daddy akan buatkan." Ucap daddynya.
Mereka berdua keluar dari kamar Katarina sedangkan ibu tirinya sejak tadi bolak balik ke kamar mandi sambil marah-marah.
" Si*lan aku ingin memberi pelajaran tapi malah aku yang mendapatkan pelajaran. Aku tidak berani melawannya karena ada suamiku jadi aku harus mencari cara untuk menyingkirkan Katarina hari ini rencana putriku gagal tapi besok harus berhasil." Ucap ibu tirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Nur Ain
dapat habuan hahaha
2024-05-15
0
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу᭄
...
2024-02-28
0
Land19
haha senjata makan tuan
2023-12-09
0