" Mommy akan meracuni daddy agar daddy secepatnya meninggal." Ucap Bela sambil tersenyum menyeringai.
" Ide bagus mom, daddy juga sudah tidak sayang lagi dengan kita jadi lebih baik di racun saja." Jawab Valen yang juga sangat membenci tuan Albert ayah tirinya.
" Kapan rencananya mom?" Tanya Valen tidak sabar.
" Nanti kalau luka mommy sembuh mommy akan pergi ke tempat langganan mommy." Ucap Bela.
" Langganan mommy?" Tanya ulang Valen.
" Iya langganan mommy, dulu mommy memberikan racun pada daddy sebanyak dua kali." Ucap Bela.
" Memberikan racun, kenapa mom?" Tanya Valen dengan nada terkejut.
" Mommy sengaja memberikan itu agar daddy membenci anak wanita murahan itu karena itulah sifat daddy tidak stabil kadang baik dan terkadang marah tanpa sebab." Ucap Bela.
" Tapi kenapa dari kemarin sikapnya berubah?" Tanya Valen.
" Kemungkinan racun itu sudah hilang jadi harus diberikan lagi agar membenci anak wanita murahan." Ucap Bela.
" Orang itu hebat sekali mom bisa membuat racun." Ucap Valen.
" Memang sangat hebat, mommy juga akan minta obat agar luka di punggung mommy tidak membekas." Ucap Bela.
" Kalau begitu lebih baik memberikan racun membenci anak wanita murahan itu mom dari pada membuat daddy meninggal." Usul Valen.
" Tidak, mommy ingin daddy meninggal dan mommy bisa menguasai semua harta milik daddy lalu mommy akan mengusir anak wanita murahan itu." Ucap Bela.
" Ide bagus mom, aku akan mendukung semua ide mommy karena aku bisa setiap hari belanja sepuas hati." Ucap Valen.
" Bukannya selama ini kamu selalu belanja sepuas hati?" Tanya Bela.
" Iya mom tapi kan sekarang semua kartuku di blokir." Ucap Valen.
" Di blokir? Tahu dari mana kalau kartunya di blokir?" Tanya Bela.
" Tadi aku pesan obat penghilang nyeri dan juga obat untuk luka mommy tapi kartunya terblokir tidak bisa di pakai." Ucap Valen.
" Apa??? Coba pakai kartu milik mommy yang ada di meja." Ucap Bela dengan nada kuatir kalau kartunya juga di blokir sama seperti putri kandungnya.
" Baik mom." Jawab Valen sambil mengambil dompet milik Bela yang diletakkan di atas meja.
Valen membuka dompetnya dan melihat ada enam kartu kredit dan empat kartu debit kemudian mengambil ponselnya yang diletakkan di samping ranjang mommynya dan mulai membuka aplikasi untuk memesan obat untuk dirinya dan juga mommy nya setelah selesai Valen mengambil salah satu kartu kredit milik mommynya dan mengetik nomer kartu kredit tapi gagal. Valen mencoba kartu kredit lainnya tapi tetap sama hingga ke enam kartu kreditnya tidak bisa juga kemudian berlanjut ke kartu debut dan lagi - lagi gagal kembali hingga ke 4 kartu debit semuanya gagal.
" Tidak bisa mom." Jawab Valen dengan nada frustrasi.
" Si*l, dasar pria tua bangka." Umpat Bela.
" Lalu apa yang kita lakukan mom? Bagaimana kita membayar untuk membeli racun?" Tanya Valen sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Mommy punya simpanan perhiasan, mommy akan menjualnya untuk membeli racun." Jawab Bela.
" Ide bagus mom, semoga mommy lekas sembuh dan bisa membeli racun itu agar pria itu ma*i mengenaskan." Ucap Valen sambil menahan amarahnya.
" Mommy tidak sabar menghancurkan mereka berdua terlebih pria bangka itu ingin secepatnya pria bangka itu ma*i dengan cara yang tidak pernah dibayangkan dan juga anak wanita murahan itu." Ucap Bela yang juga sangat membenci tuan Albert dan Katarina.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apakah niat jahatnya berhasil? Lalu bagaimana dengan Katarina apakah usaha untuk membuat dirinya langsing dan seksi serta membuat obat penawar racun berhasil? Tunggu di bab selanjutnya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Adi Nugroho
kadang ririn kadang bella🤦
2024-09-03
0
Duloh Duloh
tambah seru aja nih
2024-04-04
2
Ernadina 86
Bella🤔 bukannya Ririn y namanya
2023-02-26
1