Setelah berolah raga selama hampir satu jam Katarina istirahat sebentar setelah selesai Katarina berjalan ke arah kamar mandi karena tubuh dan wajahnya penuh dengan keringat membuat pakaiannya basah kuyup. Katarina membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Katarina membuka kran shower kemudian mandi hingga lima belas menit kemudian Katarina sudah selesai mandi dan memakai pakaian tidur.
" Ahhhh... segarnya." Ucap Katarina sambil berbaring di ranjang.
Tidak membutuhkan waktu lama Katarina tertidur dengan pulas hingga menjelang pagi Katarina baru membuka matanya dengan perlahan. Katarina menggeliatkan tubuhnya kemudian turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan dilanjutkan dengan menyikat giginya. Setelah selesai Katarina keluar dari kamar mandi menuju ke pintu kamarnya.
Ceklek
Katarina membuka pintu kamarnya kemudian berjalan keluar menuruni anak tangga tanpa memperdulikan adik tirinya yang menatapnya penuh kebencian. Katarina berjalan dengan santai hingga ke lantai dasar menuju ke pintu utama, Katarina membalas sapaan para pelayan sambil tersenyum manis hingga kepala pelayan membuka pintu utama.
" Terima kasih paman." Jawab Katarina sambil tersenyum ramah.
" Sama - sama nona." Jawab kepala pelayan.
Katarina berjalan keluar pintu utama menuju ke arah gerbang dan hanya satu orang yang mau membuka pintu gerbangnya karena hanya satu bodyguard yang masih menghormati Katarina sedangkan sebagian masih menghormatinya tapi takut di pecat dan sisanya orang - orang suruhan ibu tirinya membuat Katarina menahan amarahnya dan ingin membalas perbuatan ibu tirinya.
" Terima kasih paman." Ucap Katarina dengan nada sopan.
" Sama - sama nona." Jawab bodyguard tersebut yang telah membantu memapah tubuh Katarina kemarin sore.
" Siap - siap saja kamu di pecat sama nyonya besar karena sudah dua kali membantu nona Katarina." Ucap bodyguard lainnya ketika Katarina berjalan meninggalkan pintu gerbang.
" Aku tidak perduli jika aku di pecat." Ucap bodyguard tersebut.
" Terserah kamulah yang penting aku sebagai temanmu sudah memberitahukan dirimu." Ucap temannya.
" Benar kata Anto, kamu tidak ingat dengan Paijo dia di pecat gara - gara selalu membantu nona Katarina." Ucap temannya.
" Aku ingat dan aku tidak perduli." Ucap bodyguard tersebut bersikeras.
Ke dua temannya langsung terdiam karena dirinya tahu sifat keras kepala temannya dan tanpa sepengetahuan mereka kalau salah satu temannya berkhianat sedangkan Katarina berjalan menuju ke sebuah hutan yang tidak jauh dari mansion nya. Katarina berlari selama sepuluh menit kemudian melatih tubuhnya yang gendut agar bisa lincah jika ada orang yang ingin berbuat jahat pada pemilik tubuhnya hingga setengah jam kemudian Katarina berhenti karena nafasnya tersengal-sengal.
" Hah... Hah... Hah... Tubuh gendut ini membuatku lekas cape, aku rasa olah raga cukup dulu karena aku seperti orang kehabisan nafas." Ucap Katarina sambil mengatur nafasnya yang memburu karena habis berolah raga.
Setelah nafasnya sudah mulai teratur Katarina berlari kecil menuju ke mansion setelah lima belas menit Katarina berjalan dengan perlahan agar tidak ada yang mencurigai dirinya hingga Katarina sampai di depan gerbang tapi tidak ada yang membuka pintu gerbangnya membuat Katarina melihat sekelilingnya dan bodyguard yang setia tidak ada di tempat itu.
" Paman, tolong buka gerbangnya." Pinta Katarina.
" Maaf nona, saya tidak berani." Jawab salah satu bodyguard.
" Apakah kalian semua di larang oleh wanita ular itu?" Tanya Katarina.
" Wanita ular?" Tanya bodyguard mengulangi perkataan Katarina.
" Ibu tiri ku." Ucap Katarina.
" Benar nona." Jawab bodyguard tersebut.
Katarina menghembuskan nafasnya dengan perlahan dengan perlahan untuk mengurangi emosinya setelah mulai berkurang Katarina mempunyai ide
" Daddy!!!!.... Daddy!!.... Daddy!!!" Teriak Katarina.
Tuan Albert yang sedang berjalan ke arah pintu utama mendengar teriakan Katarina membuat tuan Albert melangkahkan kakinya dengan cepat diikuti oleh istri dan anak tirinya dari arah belakang.
Kepala pelayan yang melihat majikannya sedang berjalan ke arah pintu utama dengan langkah cepat membuka pintu utama. Tuan Albert berjalan hingga mendekati pintu gerbang dan matanya langsung membulat sempurna melihat putrinya berada di luar gerbang tanpa ada yang membukakan pintu membuatnya menatap tajam ke arah para bodyguardnya.
" Kenapa gerbangnya tidak di buka hah!!"" Bentak tuan Albert sambil melanjutkan langkahnya mendekati pintu gerbang.
" Mommy yang menyuruhnya karena Katarina pagi - pagi menemui kekasihnya. Mommy sudah sering menasehatinya untuk tidak berpacaran dengan pria pengangguran dan tidak jelas asal usulnya tapi Katarina susah dibilangin malah mommy sering di maki." Ucap ibu tirinya dengan wajah pura - pura sedih.
" Benar begitu Katarina?" Tanya tuan Albert sambil matanya menatap tajam ke arah putrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
oncom
best pak bodyguard
2024-05-18
0
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу᭄
...
2024-04-23
0
Land19
Hem... pengen rasanya tuh mulut aku sumpal pake kain lap
2023-12-09
2