Setelah selesai berbicara Katarina keluar dari kamarnya dan berjalan dengan santai menuruni anak tangga menuju ke arah pintu utama.
" Selamat pagi nona." Jawab Rey sambil menundukkan kepalanya tanda hormat kemudian membuka pintu utama.
" Pagi paman Rey." Jawab Katarina sambil berjalan menuju keluar pintu utama dengan diikuti oleh Rey.
" Silahkan masuk nona." Ucap Rey sambil membuka pintu mobil belakang pengemudi.
" Terima kasih paman." Jawab Katarina sambil masuk ke dalam mobil.
Setelah Katarina masuk ke dalam mobil Rey menutup pintu mobil kemudian memutari mobilnya lalu membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi. Rey mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah kampus Katarina. Dua puluh lima menit kemudian Rey memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Rey keluar dari mobil dan membuka pintu mobil belakang pengemudi agar Katarina keluar.
" Terima kasih paman, nanti aku hubungi paman jika aku sudah selesai kuliah." Ucap Katarina.
" Maaf nona, kata tuan saya di suruh menunggu." Ucap Rey.
" Tapi kemungkinan aku lama paman." Ucap Katarina.
" Tidak apa - apa, paman akan menunggu." Ucap Rey
" Baiklah kalau begitu." Jawab Katarina pasrah.
Katarina berjalan dengan santai sedangkan Rey hanya menatap Katarina hingga dirinya melihat sekumpulan mahasiswi menghadang Katarina yang sudah menjauh membuat Rey berjalan ke arah Katarina. Katarina hanya menatap malas ke arah mereka sambil tetap berjalan hingga langkahnya terhenti karena mereka menghadang langkah Katarina.
" Aku ingin jalan, minggir." Ucap Katarina.
" Hei gendut." Ledek teman-temannya serempak tanpa memperdulikan ucapan Katarina.
Katarina yang malas berdebat berjalan sambil ke dua tangannya direntangkan ke samping kanan dan kiri seperti pesawat kemudian berjalan dengan langkah cepat ke arah depan di mana para mahasiswi menghadang langkahnya.
bruk bruk bruk
Ke tiga mahasiswi langsung jatuh secara serempak karena tidak kuat menahan tubuh gendut Katarina yang sangat gendut seperti truk tronton membuat mahasiswi meringis menahan sakit ketika bokong ke tiga gadis itu terasa sakit sedangkan Rey yang sedang berjalan ke arah Katarina langsung menghentikan langkahnya sambil menahan tawa.
" Yang lainnya mau seperti teman kalian?" Tanya Katarina sambil membalikkan badannya dan merentangkan kembali ke dua tangannya.
" Tidak." Jawab mereka serempak sambil membantu ke lima temannya yang sedang duduk di lantai.
" Baiklah." Jawab Katarina dengan singkat sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kelasnya.
Katarina masuk ke dalam ruangan kelas dan berjalan ke arah kursi dan mata elangnya melihat salah seorang mahasiswa dengan sengaja merentangkan kakinya agar Katarina terjatuh tapi Katarina pura - pura tidak melihatnya hingga Katarina dengan sengaja menginjak kaki mahasiswa tersebut.
" Akhhhh.... Sakit...!!!" Teriak mahasiswa sambil menarik kakinya tapi tidak bisa karena Katarina sengaja menginjaknya.
" Ups.. maaf tidak liat." Ucap Katarina dengan wajah polos sambil menarik kakinya.
" Matamu buta ya?" Bentak mahasiswa sambil mengusap kakinya ya
" Aku kan sudah minta maaf dan sudah bilang tidak melihatnya, lagian juga kalau kakinya tidak mau di injak jangan diarahkan ke samping." Ucap Katarina dengan nada santai tanpa memperdulikan bentak kan mahasiswa tersebut.
" Kamu." Ucap mahasiswa sambil berdiri dan jari telunjuknya di arahkan ke wajah Katarina.
" Minggir aku mau duduk." Ucap Katarina.
Bruk
" Akhhhh... Si*l." Umpat mahasiswa tersebut sambil mengelus bokongnya.
Katarina yang lagi malas berdebat langsung mendorong tubuh mahasiswa tersebut hingga terjatuh dan bokongnya langsung mencium lantai membuat mahasiswa tersebut berteriak kesakitan.
" Dasar gendut!!!" Maki mahasiswa tersebut
Katarina tidak perduli dengan makian mahasiswa tersebut karena yang terpenting dirinya sudah membalas beberapa orang yang dulu sering membully pemilik tubuhnya. Dua orang mahasiswa menolong mahasiswa tersebut untuk berdiri sedangkan Katarina berjalan dengan santai menuju kursi dan duduk sesuai dengan keinginan pemilik tubuhnya.
Semua mahasiswa menatap tajam ke arah Katarina termasuk mahasiswa yang kakinya tadi di injak dan di dorong tubuhnya membuat mahasiswa tersebut dendam terhadap Katarina. Tidak berapa lama dosen datang dan duduk di kursi sambil memandangi satu persatu para mahasiswa dan mahasiswi.
" Hari ini bapak memberikan mata kuliah selama dua puluh menit setelah itu bapak akan mengadakan soal ujian jika jawabannya benar maka nilai kalian akan bertambah." Ucap dosen pengajar.
" Gendut, kamu kan tidak bisa menangkap pelajaran lebih baik keluar saja tidak usah mengikuti mata kuliah." Ucap salah satu mahasiswa yang tadi kakinya di injak dan tubuhnya di dorong.
" Benar kata Ronaldo lebih baik keluar sana." Ucap temannya.
" Pergi sana." Ucap mereka serempak.
" Katarina benar kata teman - temanmu lebih baik kamu keluar saja dari pada kamu di kelas nanti pingsan karena tidak bisa menjawab soal - soal yang bapak berikan yang ada nanti bapak akan kena marah sama orang tuamu." Ucap dosen pengajar.
" Aku tidak mau pak." Ucap Katarina dengan tegas.
" Baiklah jika itu mau mu." Ucap dosen pengajar sambil tersenyum devil.
" Pak lebih baik dia keluar saja." Ucap Ronaldo yang masih dendam.
" Benar pak, lebih baik si gendut di suruh keluar saja." Ucap teman-temannya serempak.
" Katarina, kamu dengarkan kata - kata teman - temanmu." Ucap dosen pengajar yang juga menyimpan dendam terhadap Katarina karena kebodohan Katarina dirinya sempat di maki oleh ayah kandung Katarina dengan alasan nilai - nilai Katarina rata - rata kebanyakan nilai 5.
" Bagaimana kalau kalau kita bertaruh?" Tanya Katarina
" Bertaruh apa?" Tanya mereka serempak termasuk dosen pengajar.
" JIka nilai ku bagus maka kalian semua termasuk bapak mengelilingi lapangan sebanyak tiga puluh putaran." Ucap Katarina
" Ok, tapi jika nilai mu jelek maka kamu mengelilingi lapangan sebanyak lima puluh putaran." Ucap dosen pengajar.
" Kenapa aku lebih banyak?" Protes Katarina
" Karena kamu sudah berani mengajak taruhan terlebih mengajak dosen untuk taruhan." Ucap dosen pengajar.
" Baiklah." Jawab Katarina pasrah.
" Oke, saksinya kalian semua ya." Ucap dosen pengajar.
" Baik pak." Jawab mereka serempak.
Dosen tersebut mulai mengajar mata kuliah hai ini sedangkan semua mahasiswa dan mahasiswi termasuk Katarina dengan serius mendengar dosen itu mengajar hingga tidak terasa sudah dua puluh lima menit pelajaran sudah selesai.
" Pelajaran sudah selesai dan kini bapak akan membagi - bagikan soal ulangan." Ucap dosen pengajar.
Dosen pengajar mengambil soal ulangan yang di simpan di dalam tasnya kemudian membagi - bagikannya hanya saja dosen pengajar dengan sengaja memberikan soal ulangan terakhir ke Katarina.
" Bapak akan menunggu di depanmu karena bapak tidak mau kamu curang." Ucap dosen pengajar.
" Baik pak." Jawab Katarina dengan santai.
Katarina mulai mengajarkan soal - soal yang diberikan oleh dosen pengajar hingga sepuluh menit kemudian Katarina sudah selesai mengerjakan tugasnya.
" Maaf pak sudah selesai." Ucap Katarina sambil menyerahkan soal sekaligus jawabannya ke dosen.
" Bapak akan periksa sekarang." Ucap dosen pengajar sambil tersenyum devil.
" Paling jawabannya salah semua." Celetuk Ronaldo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Alya Yuni
Dosen ko bodoh bngat dosen macam ap kau jngn jngn dosen byarn
2023-02-16
2
Amalia Khaer
lahhh Dosen kok tpi omongannya kyak gitu? Dosen abal2 nih psti
2023-02-14
2
ARA
Ada dosen kayak gini?? Mo bikin almamater ya kena black List apa😠
2023-02-09
1