" Daddy hiks... hiks... mommy bohong dad... Katarina setiap pagi hari di suruh mommy untuk berlari mengelilingi hutan dengan alasan agar Katarina langsing dan seksi." Ucap Katarina sambil menangis terisak.
" Daddy bisa melihat pakaianku basah terkena keringat begitu juga wajahku kalau aku memang pacaran aku tidak mungkin berkeringat seperti ini." Sambung Katarina sambil mengeluarkan air mata buayanya.
Plak
Tuan Albert menatap dari atas hingga ke bawah dan benar apa yang dikatakan Katarina membuat tuan Albert marah dan tanpa menjawab ucapan Katarina, tuan Albert langsung membalikkan badannya kemudian menampar pipi kanan istrinya dengan kencang hingga terlihat jelas telapak tangan tuan Albert membuat istrinya memegangi pipi kanannya yang terasa perih dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Buka pintu gerbangnya CEPAT!!!" Bentak tuan Albert dengan menekan kata cepat.
" Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil melangkahkan kakinya dengan cepat kemudian membuka pintu gerbangnya.
" Apakah hukuman semalam masih kurang hah!!!" Bentak tuan Albert
" Sayang, Katarina berbohong kenapa sayang tidak percaya padaku?"" Tanya istrinya sambil ikut mengeluarkan air mata buayanya.
" Daddy hiks... hiks... Setiap hari mommy selalu menghukum ku dengan berlari tanpa memberikan aku makanan dan kadang memberikan makanan bekas mommy dan adik tersayang ku." Adu Katarina sambil terisak sebelum tuan Albert bertanya padanya.
Plak
Plak
Tuan Albert langsung menampar kembali pipi istrinya tapi kini di sebelah kirinya membuat istrinya kembali memegangi pipinya yang terasa sangat perih hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Setelah menampar istrinya tuan Albert menampar putri tirinya dengan kencang membuat putrinya memegangi pipinya yang terasa sangat perih hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Hiks... Hiks... Hiks... Kenapa daddy memukulku?" Tanya anak tirinya sambil terisak dan masih memegangi pipinya yang terasa sakit karena baru kali ini dirinya di tampar oleh tuan Albert begitu pula dengan ibu kandungnya sekaligus istrinya tuan Albert.
" Selain itu dad, mommy juga menghukumku dengan menyuruh para bodyguard daddy untuk tidak membuka pintu gerbang sampai - sampai aku pingsan setelah tersadar aku sudah diletakkan di gudang yang kotor." Ucap Katarina sebelum tuan Albert menjawab ucapan adik tirinya.
" INGAT MULAI SEKARANG DAN SETERUSNYA JIKA SAMPAI TIDAK ADA YANG MEMBUKAKAN PINTU UNTUK PUTRIKU MAKA AKU AKAN PECAT DAN TIDAK AKAN DI TERIMA DI MANAPUN KALIAN BERKERJA!!!" Teriak tuan Albert.
" Baik tuan." Jawab mereka dengan patuh.
" Anto." Panggil tuan Albert
" Ya tuan." Jawab Anto
" Cambuk sebanyak dua puluh lima kali untuk istri dan putri tiri ku!!" Perintah tuan Albert dengan nada dingin dan tegas.
" Baik tuan." Jawab Anto sambil menahan senyum kebahagiaan karena ke dua wanita ular itu akhirnya terkena hukuman.
" Daddy, maafkan kami." Mohon istrinya ketika tangannya di tarik sambil mengeluarkan air mata buayanya
" Daddy, kenapa menyebutku putri tiri? Bukankah daddy sudah menganggap ku sebagai putri kandungmu?" Tanya anak tirinya sambil ikut mengeluarkan air mata buayanya.
" Semalam daddy menampar kalian berdua tapi kalian masih saja tidak berubah jadi terimalah hukuman kalian." Ucap tuan Albert dengan nada tegas.
" Untuk kamu dulu iya, daddy sudah menganggap dirimu sebagai putri kandungku tapi sekarang mata daddy terbuka kalau kalian berdua sangat jahat dengan putri kandungku." Ucap tuan Albert sambil menatap tajam ke arah anak tirinya tanpa memperdulikan air matanya.
" Maafkan kami dad, kami berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi." Mohon anak tirinya ketika tangannya di tarik oleh bodyguard.
" Semalam daddy sudah memperingati kalian berdua tapi sekarang kalian mengulanginya kembali jadi tidak ada kesempatan ke dua buat kalian." Ucap tuan Albert yang tetap tidak merubah keputusannya.
" Bawa mereka berdua dan berikan hukuman cambuk!!!" Perintah tuan Albert kembali.
" Baik tuan." Jawab ke dua bodyguard sambil menarik tangan ibu tiri dan anak tiri tersebut ke arah gudang.
Gudang tersebut adalah tempat khusus hukuman cambuk yang sering dialami oleh Katarina sebelum Katarina meninggal ulah akibat kebohongan ibu tiri dan adik tirinya. Tuan Albert tidak perduli dengan teriakan mereka berdua malah mendekati putrinya.
" Maafkan daddy, karena selama ini daddy selalu percaya dengan mereka." Ucap daddynya sambil menggenggam ke dua tangan Katarina.
" Tidak apa-apa dad yang penting daddy sudah tahu kalau mereka sering berpura-pura baik dan sayang dengan Katarina." Jawab Katarina sambil membalas genggaman tangan tuan Albert.
" Oh ya daddy, bodyguard yang bernama Rey kemana?" Tanya Katarina.
" Memang kenap sayang?" Tanya tuan Albert dengan nada bingung.
" Hanya paman Rey yang selalu membuka pintu gerbang dan sering membantu Katarina ketika mommy menghukum Katarina, apa mungkin ada yang melaporkan ke mommy makanya paman Rey di pecat?" Tebak Katarina.
" Bejo, kemana Rey?" Tanya tuan Albert.
" Maaf tuan baru saja di pecat sama nyonya besar." Jawab Bejo.
" Kamu panggil Rey kemari untuk kembali berkerja lagi dan menjadi bodyguard sekaligus sopir untuk putriku Katarina." Perintah tuan Albert.
" Baik tuan." Jawab Bejo patuh.
" Sayang, daddy berangkat kerja dulu." Pamit tuan Albert.
" Baik daddy, hati - hati di jalan." Jawab Katarina sambil mengulurkan tangannya ke arah tuan Albert kemudian mengecup punggung tangan tuan Albert.
Tubuh tuan Albert membeku karena Katarina melakukan hal tersebut ketika Katarina berumur dua belas tahun sebelum istrinya meninggal dunia. Setelah kematian istrinya Katarina selalu menangis dan bersedih hati hingga dirinya menikah lagi.
Walau Katarina sedikit terhibur dengan kehadiran ibu tirinya tapi belum sepenuhnya seperti dulu yang selalu ceria hingga tiba-tiba Katarina menjadi anak pembangkang suka melawan orang tuanya hingga akhirnya tuan Albert sering menghukum Katarina.
" Kamu mandilah badanmu bau asem." Goda daddynya.
" Hehehehe." Tawa Katarina sambil terkekeh geli.
" Nanti kamu berangkat kuliah di antar sama paman Rey, sebentar lagi paman Rey datang." Ucap tuan Albert sambil tersenyum bahagia karena melihat putrinya seperti dulu.
" Ok dad, hati - hati di jalan." Ucap Katarina.
" Ok." Jawab tuan Albert singkat sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.
Bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, setelah mobilnya tidak terlihat Katarina berjalan ke arah pintu utama. Katarina berjalan dengan santai menuju ke arah anak tangga dengan melangkahkan kakinya dengan cepat agar mengurangi berat tubuhnya.
" Hah... Hah ... Hah... Cape banget." Ucap Katarina sambil membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan rapat.
" Aish... Gara - gara wanita ular itu aku jadi sering berbohong." Ucap Katarina sambil melepaskan satu persatu pakaiannya yang sudah basah terkena keringatnya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian Katarina sudah selesai mandi dan memakai pakaian kampus sambil sekali-kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Pakaiannya sangat kuno, nanti aku minta uang daddy untuk membeli pakaian apalagi pakaian ini sudah sedikit longgar mungkin efek olah raga ku." Ucap Katarina.
Katarina tiba - tiba mendapatkan pengelihatan di mana kampusnya Katarina sering di bully membuatnya berjanji untuk merubahnya.
" Aku Katarina tidak seperti yang dulu selalu diam ketika kalian menindas dan selalu merendahkan diriku karena Katarina sekarang adalah Katarina yang sangat pintar dalam pelajaran." Ucap Katarina sambil menatap ke arah cermin.
Pembalasan Katarina di kampus membuat dirinya bersemangat untuk berangkat ke kampus untuk membalas semua orang yang telah menyakiti pemilik tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
oncom
mamtudepus mampus
2024-05-18
2
Duloh Duloh
makin seru deh
2024-04-04
1
Land19
yoyoyoy... permainan akan segera di mulai
2023-12-09
1