Bruk
" Daddy, aku mohon sama daddy." Mohon Valen sambil berlutut di depan tuan Albert.
" Katakanlah." Ucap tuan Albert dengan nada dingin.
" Mommy kesakitan karena tubuhnya di cambuk, Valen mohon panggilkan dokter." Mohon Valen sambil mengeluarkan air matanya.
" Daddy tidak akan ijinkan memanggil dokter." Ucap tuan Albert dengan nada masih dingin.
" Memang kenapa dad?" Tanya Valen
Mommymu sudah daddy beri kesempatan tapi masih saja menyakiti putriku jadi terimalah hukumannya." Ucap tuan Albert sambil menarik tangan Katarina
" Kamu istirahatlah nanti sore kita jalan - jalan lagi." Ucap tuan Albert sambil tersenyum ke Katarina.
Tuan Albert yang awalnya wajahnya datar dan dingin langsung berubah membuat Valen menggenggam tangannya dengan erat.
" Oh jadi daddy habis pergi belanja dengan wanita murahan ini sambil menghasut daddy agar membenci mommyku." Ucap Valen dengan nada kesal sambil berdiri, Valen tidak menyadari kalau perkataannya merupakan bumerang buat dirinya.
Plak
Plak
Tuan Albert melepaskan tangannya kemudian membalikkan badannya dan mengarahkan tangannya ke atas membuat Valen memejamkan matanya hingga terdengar suara tamparan di ke dua pipinya. Terlihat jelas jiplakan tangan besar dari tuan tuan Albert hingga ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Mulai sekarang dan seterusnya segala fasilitas yang kamu miliki akan daddy cabut semua." Ucap tuan Albert sambil menatap tajam ke arah Valen.
Bruk
" Ampun dad jangan lakukan itu." Mohon Valen sambil berlutut kembali.
" Selama ini apapun yang kamu dan ibumu minta selalu daddy berikan tapi apa balasannya? Kalian berdua berkerja sama untuk menyakiti putriku dan membuat daddy percaya dengan kalian hingga mata hati daddy tertutup dengan menghukum putri kesayanganku. Kini apa yang kalian tanam itu yang kalian tuai sekarang." Ucap tuan Albert
" Daddy, kata mommy sekarang daddy tidak tidur satu kamar lagi. Apakah karena gara - gara kak Katarina maka daddy pindah kamar?" Tanya Valen sambil berdiri dan menatap tuan Albert dengan tatapan sendu
Plak
Duag
" Akhhhhhhhh." Teriak Valen
Bruk
Tuan Albert menampar kembali pipi Valen hingga bibirnya pecah kemudian tanpa punya perasaan tuan Albert menendang tubuh Valen membuat Valen berteriak kesakitan hingga Valen terjatuh ke lantai.
" Jika sekali lagi kamu atau ibumu mencoba mempengaruhiku untuk membenci Katarina maka kamu akan aku usir bersama ibumu dari mansion ini." Ucap tuan Albert sambil berjalan ke arah kamarnya tempat kamar dengan istri pertamanya sedangkan kamar istri ke duanya berada di sebelahnya itu juga karena permintaan istrinya.
Katarina hanya tersenyum menyeringai melihat penderitaan Valen yang menahan rasa sakit dan amarah dalam waktu bersamaan. Dirinya merasa puas dengan penderitaan R ibu tiri dan Valen adik tirinya karena mereka sering menyiksa pemilik tubuhnya.
" Ini belum seberapa apa yang telah kalian lakukan padaku waktu dulu, terima lah hari - hari penderitaan mu dan juga penderitaan ibumu yang tidak punya rasa malu." Ucap Katarina sambil tersenyum devil.
" Dasar wanita murahan sama seperti ibumu." Ucap Valen dengan nada lirih karena bibirnya terasa perih akibat tamparan tuan Albert di tambah tubuhnya yang sakit akibat tendangan tuan Albert tapi masih terdengar jelas Katarina membuat dirinya sangat marah.
duag
duag
" Akhhhhhh... " Teriak Valen ketika tubuhnya di tendang sebanyak dua kali oleh Katarina
" Sepertinya hukuman yang daddy berikan masih kurang." Ucap Katarina kemudian berlutut dan tangannya mencengkram rahang Valen dengan erat.
" Dengar ya, yang pantas di sebut wanita murahan dan tidak tahu malu itu adalah kalian berdua karena kalian berdua numpang di rumah orang tuaku. JIka sekali lagi aku dengar kamu atau ibumu menghina mommyku atau aku maka bersiap - siap saja karena setelah itu kalian tidak akan bisa mengeluarkan suara sedikitpun." Ancam Katarina kemudian melepaskan tangan yang mencengkram rahang Valen kemudian mendorongnya hingga tidur terlentang di lantai.
Katarina langsung berdiri kemudian berjalan ke arah kamarnya dan melihat semua barang - barang yang tadi dibelinya bersama tuan Albert tergeletak di kursi sofa. Katarina membuka isi paper bag kemudian menyusun semua barang - barangnya kecuali pakaiannya. Katarina menghubungi kepala pelayan untuk mencuci semua pakaiannya setelah selesai Katarina mengeluarkan semua pakaian usang nya dan dimasukkan ke dalam paper bag,
" Pakaian ini akan aku berikan ke orang yang membutuhkan sekalian aku akan memberikan uang." Ucap Katarina.
Setelah selesai Katarina masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka setelah selesai Katarina keluar dari kamar mandi bertepatan dengan suara ketukan pintu.
" Masuk." Jawab Katarina.
Ceklek
Kepala pelayan membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Katarina tapi sebelumnya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
" Ada yang bisa saya bantu?" Tanya kepala pelayan dengan nada sopan.
" Tolong pakaian yang baru di beli di cuci dan besok pagi bisa aku gunakan." Pinta Katarina dengan nada lembut dan mengucapkan kata tolong.
" Baik nona, apa ada yang lainnya?" Tanya kepala pelayan.
" Hmmm, paman Rey ada di mana?" Tanya Katarina yang teringat akan janji mau olah raga.
" Ada di ruang olah raga bersama tuan besar Albert." Jawab kepala pelayan.
" Bersama daddy?" Tanya ulang Katarina.
" Iya nona." Jawab kepala pelayan.
" Baiklah, aku akan ke ruang olah raga." Ucap Katarina.
" Baik nona." Jawab kepala pelayan sambil mengambil pakaian baru milik Katarina.
Mereka berdua keluar dari kamar Katarina kemudian menuruni anak tangga hingga ke lantai dasar mereka berpisah dengan tujuan berbeda. Katarina berjalan ke ruang olahraga kemudian masuk ke dalam dan melihat tuan Albert dan Rey sedang berolah raga angkat besi.
" Sore nona." Sapa Rey sambil meletakkan barbel pada tempatnya sedangkan tuan Albert masih berolah raga angkat besi,
" Sore paman, kita mulai dari mana dulu paman?" Tanya Katarina.
" Kamu benaran mau berolah raga?" Tanya tuan Albert sambil meletakkan barbel pada tempatnya.
" Iya dad, biar tubuh Katarina langsing." Ucap Katarina.
" Daddy senang mendengarnya, berolah raga lah dengan paman Rey." Ucap tuan Albert.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Olah raga apa yang akan digunakan Katarina? Di tunggu bab selanjutnya
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Alya Yuni
Biar di siska dulu
2023-02-17
2
Eman Sulaeman
pisual nya dong autho
2023-01-18
0
well , dia meminta hukuman yang lebih banyak . dengan senang hati Pak Albert memberikan hukuman itu
2022-12-20
0