Kini Katarina sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai sambil bercermin melihat lemak tubuhnya yang mulai berkurang karena sering berolahraga hanya saja wajahnya masih kusam.
" Besok pulang kuliah, aku mau membeli beberapa steel pakaian, tas, sepatu dan juga ke salon agar wajahku tidak kusam lagi seperti ini." Ucap Katarina.
" Katarina cantik dan seksi adalah targetku agar pemilik tubuh ini tidak di bully lagi." Ucap Katarina.
" Oh ya, aku kan sangat pintar meracik obat lebih baik aku buat obat pelangsing, obat penghilang racun, obat penghilang lebam, obat bekas luka dan obat - obat yang biasa digunakan pada umumnya misalnya demam, pusing dan lain sebagainya. Berarti seharian aku belanja banyak tapi jika aku pergi ngajak paman Rey pasti tahu apa yang aku lakukan dan paman Rey akan curiga kalau aku tiba - tiba berubah." Ucap Katarina sambil berfikir.
" Oh ya, aku bilang saja punya teman yang bisa membuat obat tapi terbentur biaya jadi aku menanam saham dan keuntungannya bagi dua." Sambung Katarina sambil berfikir kembali alasan yang lain agar tidak dicurigai.
" Akhhhhh.... Pusing... Nanti saja mikirnya lebih baik aku turun untuk makan siang sama daddy." Ucap Katarina.
Katarina keluar dari kamarnya namun baru saja beberapa langkah dirinya mendengar ibu tirinya berteriak kesakitan di kamarnya membuat Katarina kepo dan mendorong perlahan pintu kamar ibunya sambil tersenyum bahagia karena adik tirinya sedang mengobati ibunya yang sedang terluka parah akibat luka cambukan.
" Sakit ya?" Ledek Katarina sambil tersenyum menyeringai.
" Pergilah, sebelum kami menghukum mu." Usir adik tirinya.
" Valen, jangan banyak bicara!!!" Perintah ibunya.
" Memang kenapa mom?" Tanya Valen.
" Dia wanita ular jadi jangan mencari masalah jika tidak ingin kamu mendapatkan hukuman dari daddy." Ucap ibu tirinya
" Tapi mom...." Ucapan Valen terpotong oleh ibunya.
" Sudah jangan banyak bicara lebih baik kamu obati mommy." Perintah mommynya.
" Semoga lukanya bertambah banyak, daaaaa...." Ucap Katarina sambil melambaikan tangannya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamarnya.
" Tersenyumlah terus suatu saat senyuman kebahagian mu akan berubah menjadi senyuman kesedihan." Ucap ibu tirinya sambil menahan amarahnya.
" KIta lihat apakah senyuman kesedihan itu milikmu atau milikku karena Katarina yang dulu sudah mati dan kini aku hidup kembali untuk membalaskan dendam ke kalian. Ririn kesedihan yang aku rasakan selama ini akibat ulah mu dan Valen akan aku balas semuanya dengan sangat menyakitkan dan tak akan pernah kalian bayangkan." Ucap Katarina sambil melanjutkan langkahnya keluar dari kamar ibu tirinya dan menutup pintu,
Katarina menuruni anak tangga menuju ruang makan dan melihat tuan Albert sedang menatapnya sambil tersenyum.
" Maaf dad, Katarina lama." Ucap Katarina sambil tersenyum.
" Tidak apa - apa sayang, kebetulan daddy juga sudah selesai masak spesial kesukaanmu." Ucap tuan Albert.
grep
" Terima kasih daddy." Jawab Katarina sambil memeluk tuan Albert dari arah belakang.
" Sama - sama sayang, ayo makan." Ajak tuan Albert sambil menepuk tangan putrinya.
" Baik dad." Jawab Katarina sambil melepaskan pelukannya kemudian duduk di samping tuan Albert.
Mereka makan dalam diam dan tidak ada satupun bicara hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan duduk di ruang keluarga.
" Daddy tidak berangkat kerja lagi?" Tanya Katarina
" Hari ini daddy kerja setengah hari saja." Ucap tuan Albert.
" Memangnya kenapa dad?" Tanya Katarina
" Daddy ingin menebus kesalahan daddy dengan memberikan waktu untuk bersamamu." Ucap tuan Albert.
" Daddy, Katarina kan sudah bilang lupakan masa lalu jadi tidak perlu di ingat." Ucap Katarina yang tidak tega melihat tuan Albert merasa bersalah karena dulu sering menghukum Katarina.
" Oh ya daddy, bagaimana kalau kita ke mall?" Ajak Katarina mengalihkan pembicaraan agar daddynya tidak bersedih lagi.
" Baik, ayo kita berangkat sekarang." Ajak tuan Albert.
" Baik dad." Jawab Katarina.
Mereka pun langsung berangkat ke mall dan membeli beberapa steel pakaian untuk kuliah, pakaian tidur dan pakaian santai karena pakaian milik Katarina sudah sangat lama dan usang.
Katarina langsung mengganti pakaiannya di butik langganan almarhum mommy pemilik tubuhnya kemudian berlanjut ke salon agar wajah Katarina tidak kusam.
Hampir satu jam lebih tuan Albert menunggu putrinya di salon dan akhirnya selesai karena lapar dan haus mereka pergi ke restoran sambil berbincang - bincang.
" Putriku sekarang menjadi cantik." Puji tuan Albert.
" Akh ... daddy meledek Katarina." Ucap Katarina.
" Siapa yang meledek? Daddy bicara jujur kok. maafkan daddy karena tidak pernah memperdulikan mu dan mulai sekarang apapun yang kamu minta daddy akan memberikan semuanya." Ucap tuan Albert.
" Benar daddy?" Tanya Katarina sambil tersenyum bahagia.
" Benar, apa lagi yang kamu minta?" Tanya tuan Albert
" Ini dad, teman Katarina ingin usaha obat - obatan tapi terbentur biaya bisakah daddy meminjamkan uang untukku?" Tanya Katarina.
" Pffftttt..." tuan Albert terkekeh - kekeh mendengar ucapan Katarina.
" Kok daddy menertawakan Katarina." tanya Katarina dengan wajah cemberut.
" Iya... Iya maaf, habis kamu lucu." Ucap tuan Albert sambil menahan tawa.
" Memang Katarina badut." Ucap Katarina.
ctak
" Aduh daddy, kenapa keningku di sentil." Protes Katarina sambil mengelus keningnya.
" Katarina, uang daddy adalah uang milikmu jadi tidak perlu meminjam ke daddy." Ucap tuan Albert.
" Terima kasih dad." Jawab Katarina.
" Nomer rekeningnya berapa nanti daddy transfer?" Tanya tuan Albert.
" Dia tidak punya rekening dad." Ucap Katarina berbohong.
" Lalu bagaimana cara membeli obat - obatan?" Tanya tuan Albert
" Daddy, punya kenalan yang menjual obat - obatan dari Chinese?" Tanya Katarina tanpa menjawab pertanyaan daddynya.
" Punya, kenapa?" Tanya tuan Albert
" Kalau begitu kirimkan semua obat - obatan kemana ya dad?" Tanya Katarina sambil berfikir.
" Apakah temanmu juga tidak ada tempat untuk penampungan obat?" Tanya tuan Albert.
" Maaf dad, tidak ada." Jawab Katarina sambil menundukkan wajahnya dengan wajah sedih.
Katarina merasa sangat bersalah karena berbohong dengan tuan Albert tapi dirinya tidak ingin rahasianya terbongkar walau itu tuan Albert sekalipun.
" Sstttt... Sudah... Sudah jangan bersedih kebetulan daddy punya mansion yang bisa digunakan sebagai tempat obat - obatan." Ucap tuan Albert
" Terima kasih dad." Jawab Katarina.
" Sama - sama, kapan kamu dan temanmu mau mulai?" Tanya tuan Albert
" Besok dad, pulang kuliah Katarina langsung ke sana bersama temanku." Ucap Katarina.
" Ok. Jawab tuan Albert
Katarina hanya tersenyum kemudian mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
" Ada yang dibeli lagi?" Tanya tuan Albert
" Tas, sepatu dan kosmetik." Ucap Katarina.
" Ok." Jawab tuan Albert singkat.
Merekapun keluar dari restoran dan berjalan ke arah toko untuk membeli sepatu, tas dan kosmetik setelah selesai mereka pulang ke mansion, dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion. Tuan Albert dan Katarina berjalan ke arah kamarnya masing - masing. Baru saja sampai di atas tangga Katarina melihat Valen menatap mereka dengan wajah sendu membuat tuan Albert dan Katarina memutar bolanya dengan malas.
" Ada apa?"Tanya tuan Albert dengan nada dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
HoiLim Yee Lee
nice 😊😊
2022-05-17
6
Maisyaroh
ehm ehm roman2nya ada yng lg jelousy nih haha..,
2022-04-22
6