Bab. 5. Mala Petaka

Namaku adalah Alfred H, usia 29 tahun. Memiliki postur tubuh atletis, wajahku blasteran dari dua negara yaitu Indonesia dan Korea. Jabatan asisten pribadi di perusahaan HUGO GROUP yang terkenal. Maksud kedatanganku ke Italia karena mewakili perusahaan tempatku bekerja menghadiri pelelangan yang setiap tahun diadakan di negara itu.

Sepulang dari acara aku langsung kembali ke hotel. Dari kejauhan aku melihat sesosok wanita yang tidak asing di mataku. Aku perlahan semakin mendekat, untungnya wanita itu tidak menyadari kehadiranku karena sepertinya sedang sibuk menerima telepon.

Wanita itu berdiri tepat di samping kamar yang aku pesan.

Deg

Mataku membulat setelah melihat wajah wanita itu. Merasa belum puas aku meraih ponsel dan segera mengotak-atik. Apa yang aku cari akhirnya ketemu. Sorot mataku bergantian menatap wanita itu dan layar ponselku. Sekali lagi membuatku terperanjat kaget. Ya aku yakin tidak salah orang.

Setelah wanita itu mengakhiri obrolannya dengan segera aku mencegat tangannya sebelum wanita itu masuk. Aku langsung menyeret dengan kuat dan melemparkan dia ke dalam kamarku. Tentu saja wanita itu terperanjat kaget. Ya wanita itu pasti tidak mengenal diriku, itulah yang aku tau.

Darahku mendidih ketika melihat wajah lugunya itu. Rahangku mengeras dengan menggertakan gigi ketika wanita itu mengatakan aku salah orang.

Tanganku terulur mencengkram wajah lugunya itu. Wanita itu berusaha melepaskan cengkramanku dan memohon. Tidak sampai disitu aku kembali mencekik lehernya sehingga membuatnya menjerit kesakitan, tentu saja membuatnya sulit untuk bernafas. Tidak lama kembali aku dorong tubuh kecilnya itu sehingga terlempar di kasur.

Wanita itu meringis tetapi itu kebahagiaan buatku. Perlahan wanita itu beranjak, lalu menuju pintu bermaksud ingin pergi. Enak saja, itu tidak akan aku biarkan sebelum dendam ini terbayarkan.

"Satu langkah lagi maka kau akan kubunuh!" Ujarku dengan nada mengancam.

Wanita itu terdiam, dan tak lama ia membalikan badan dengan tatapan marah.

"Maksud anda apa? aku tidak paham, sudah aku bilang anda salah orang, anda sa...." aku langsung memotong ucapannya.

Mendengar omongannya aku berjalan mendekatinya. Wanita itu mundur sampai tubuhnya ke dinding dan aku segera mengunci tubuhnya dengan tatapan membunuh. Ya aku muak melihat wajah lugunya itu.

Wanita itu berusaha mendorong tubuhku sembari memukulnya, tetapi sedikitpun itu tidak menyakitiku.

Satu tamparan melayang begitu saja di wajah cantiknya, ya aku akui wanita itu memang cantik. Wanita itu meringis kesakitan, bagaimana tidak tamparanku begitu keras sehingga mengakibatkan ujung bibirnya mengeluarkan darah. Sedikitpun aku tidak merasa iba. Tangisannya kebahagiaan bagiku. Aku merasa menang.

Aku meraih tas selempang miliknya karena aku ingin tau identitas wanita sia*an itu. Melihat identitasnya tentu saja aku kaget luar biasa, tetapi semua itu aku sembunyikan keterkejutanku. Siapa sih yang tidak mengenali keluarga Januar, orang terkaya nomor 1 di Indonesia dalam berbagai bidang.

°°°°°°

"Kau tau siapa aku?" bentak Alfred kepadaku dengan tatapan membunuhnya.

Aku hanya bisa menggelengkan kepala berkali-kali. Alfred tersenyum smirk, lalu membalikan tubuh atletisnya membelakangiku.

"Kau harus membalas perbuatanmu 2 tahun yang lalu. Orang-orang yang berarti dalam hidupku, kau renggut. Aku akan menikahimu untuk membalaskan dendam ini,"

Deg

Mataku membulat dengan tubuh membeku mendengar ucapan Alfred. Apa tadi dia bilang akan menikahiku? apakah aku hanya salah mendengar? itulah yang terbesit dalam benakku.

Alfred membalikan tubuh menghadap kepadaku, dengan refleks aku langsung mendudukkan kepala.

"Apa kau dengar? hah?" suara bariton itu membuat tubuhku semakin bergidik. Bahkan Alfred menyadari kedua kakiku bergetar. "Isabella Januar apa kau dengar?" teriak Alfred kembali dengan menyebutkan namaku.

Aku memberanikan mendongak wajahku ke atas menatap Alfred dengan wajah takut.

Aku menggeleng memberitahu jika aku tidak menerima tawarannya.

"Mau tidak mau kau harus menyetujuinya. Atau kau ingin kedua orang tuamu mengetahui keburukanmu. Atau kau ingin memilih Tuan Filio dan Nyonya Asilla Januar serangan jantung? baiklah jika itu pilihanmu," ancam Alfred kepadaku.

Aku membulatkan mata dengan menggelengkan kepala sembari menangis. Pilihan Alfred tentu saja sangat berat. Jika menyangkut kedua orang tuaku tentu saja aku tidak akan kuat, itulah kelemahanku. Seakan Alfred tau titik kelemahanku.

"Tolong katakan apa salahku? bahkan aku tidak paham dengan yang anda katakan," aku memberanikan diri karena aku cukup penasaran apa kesalahanku sehingga memperlakukan diriku seperti binatan*.

"Bernat!"

Alfred menatap wajahku tanpa berkedip setelah menyebutkan nama yang sangat asing bagiku.

"Kau akan menyangkal dan mengatakan tidak mengenal dirinya?"

Prok prok

"Sungguh akting kau sangat luar biasa," Alfred tidak ingin memberi waktu untuk aku bicara.

Drett

Ponselku yang masih berada di lantai bergetar dan itu adalah panggilan videocall dari Papa. Aku menelan ludah tidak berani meraih ponsel itu.

Alfred tersenyum penuh makna. Tiba-tiba sapu tangan warna putih mendarat mengenai wajahku. Entah apa maksudnya memberikan aku sapu tangan.

"Bersihkan lukamu," ujar Alfred sehingga membuatku mengangkat wajah tetapi tidak berani menatap mata tajam elang itu. Aku terdiam tanpa ingin meraih ponsel itu.

Drett

Ponselku kembali bergetar.

Alfred melangkah mendekatiku lalu meraih sapu tangan yang ia lemparkan tadi. Diluar dugaan Alfred membersihkan noda darah di ujung bibirku sampai bersih. Aku menelan ludah dengan jantung berdebar tak karuan antara takut dan entah apa itu.

"Angkat telepon itu dan beritahu mereka atas tawaranku tadi, jika kau tidak setuju maka tunggu kabar gembira dari seberang sana," ancam Alfred sehingga membuatku tersadar.

Aku menggelengkan kepala tidak ingin hal itu terjadi.

"Cepat," teriaknya sembari melemparkan sapu tangan itu kembali.

Dengan tangan bergetar aku meraih ponsel yang tergeletak di lantai. Sesaat aku merapikan penampilanku yang sungguh menyedihkan, aku tau bagaimana kondisi pipi sebelah kiriku. Rasa nyeri masih sangat aku rasakan akibat tamparan keras itu, begitu juga dengan leherku. Pasti bekas cekikan masih membekas di sana. Bagaimana mungkin aku melakukan videocall dengan kedua orang tuaku.

Aku menelan ludah dan tanpa sengaja menatap Alfred, sorot mata elangnya mengartikan untuk aku melakukan sesuai keinginannya.

Aku merapikan rambut panjangku yang memang terurai menutupi leherku sampai tak terlihat. Lalu aku menyangka tangan sebelah kiri menutupi pipi yang kena tamparan. Alfred memperhatikan kegiatanku dengan wajah penuh arti, tetapi aku tau dia mengejekku.

Sebelum menggeser simbol hijau aku menghela nafas panjang.

["Sayang kenapa lama sekali mengangkatnya?" suara Mama yang pertama.]

["Maaf Ma ini baru bangun tidur," kataku dengan ekspresi baru bangun tidur.]

["Oh begitu, maafnya sayang Mama sama Papa jadi menganggu waktu tidurmu. Kami hanya ingin tau keadaanmu saja karena Mama merasakan seperti ada sesuatu yang terjadi," tebak Mama.]

["Iya Ma, Mama benar aku dalam masalah besar," tentu saja aku hanya berani bergumam dalam hati.]

["Tidak ada yang harus dikhawatirkan Mama, aku baik-baik saja," jawabku dengan tersenyum.]

Hmm

Deheman Alfred membuat bibirku terkatup, tidak mampu melanjutkan.

["Sayang itu deheman siapa?" tanya Papa dengan wajah penasaran, bahkan wajahnya berubah.]

Aku menelan ludah dan berusaha menjawab. Tatapan tajam mengancam Alfred membuat wajahku puas, semoga saja Papa sama Mama tidak menyadarinya.

"Sayang air panasnya sudah siap," suara lembut Alfred membuatku terperanjat kaget.

"Abel jawab itu siapa? kenapa ada laki-laki masuk kedalam kamarmu?" tanya Papa dengan tegas bahkan suaranya meninggi. Dari layar ponsel aku dapat melihat kemarahan di wajah Papa.

Aku menelan ludah.

["Pa, Ma jangan salah paham dulu. Akan aku jelaskan," ucapku dengan bibir bergetar.]

["Kamu dengan siapa di sana sayang? jangan membuat masalah. Kamu berduaan dengan laki-laki didalam kamar? Abel sejak kapan kamu melakukan itu? apa selama ini begitu sifatmu? dan baru sekarang tertangkap? jadi ini alasanmu ke Italia? hiks hiks....."]

Pertanyaan bertubi dilemparkan Mama kepadaku, bahkan diiringi tangisan kekecewaan. Aku meringis mendengar dan melihat kesedihan Mama.

["Katakan siapa pria itu? Abel jangan bikin keluarga besar kita malu," timpal Papa dengan amarah.]

["Papa, Mama tenang. Aku tidak melakukan apapun seperti yang Papa, Mama pikirkan," aku berusaha bersikap tenang seperti tidak ada yang terjadi. Aku dapat melihat Mama mengatur nafasnya sembari mengelus dada.]

Aku tersenyum manis.

["Surprise....." teriakku dengan wajah bahagia, sehingga Papa sama Mama membeku tanpa berkedip melihatku dilayar ponsel. Begitu juga dengan Alfred, aku dapat melihatnya kaget dengan mata menyipit. "Papa, Mama apa kalian ingin berkenalan dengan kekasihku?" ucapku dengan raut wajah tanpa mencurigai.]

Papa sama Mama tentu saja tak percaya dengan yang aku katakan. Karena mereka tau jika aku tidak memiliki kekasih selama ini tetapi tiba-tiba aku mengatakan memiliki kekasih.

["Surprise Pa, Ma. Jadi kalian jangan banyak bertanya lagi, intinya aku memiliki kekasih."

Aku menatap Alfred yang masih berdiri di posisinya. Akun tersenyum manis menatapnya.

["Sayang Papa sama Mama ingin berkenalan, ayo sapa calon mertuamu," ucapku menunjuk Alfred. Alfred mengernyitkan dahi, mungkin ia tidak menyangka dengan sandiwaraku ini.]

Tidak ingin membuang kesempatan Alfred mengikuti sandiwara ini, bukankah dari awal keinginannya begitu dan sekarang semua keinginannya terkabulkan.

"Maafkan aku Pa, Ma," batinku menangis membiarkan kedua orang tuaku berbicara panjang lebar dengan Alfred. Aku tidak menyangka Alfred sangat menguasai aktingnya. Sungguh sikap kejamnya berubah jadi manis, jika begini aku pun meleleh tetapi itu hanya sekedar akting. Aku kembali kepada realita sesungguhnya.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit dan komennya agar author semangat🙏

Terpopuler

Comments

Haqi gaming

Haqi gaming

aq kok gk dong

2023-05-16

0

Amelia Lia

Amelia Lia

apa yg bermasalah tu hrsny kakak isabella yyyy 🤔🤔

2022-08-04

0

Hana Restia Ningsih

Hana Restia Ningsih

ini apa masalahnya to Abel dgn alfred

2022-04-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Pernikahan
2 Bab. 2. Isabella
3 Bab. 3. Ke Italia
4 Bab. 4. Awal Pertemuan
5 Bab. 5. Mala Petaka
6 Bab. 6. Awal Penderitaan
7 Bab. 7. VISUAL
8 Bab. 8. Keterlaluan
9 Bab. 9. Ingin Kerja
10 Bab. 10. RS HUGO
11 Bab. 11. Memalukan
12 Bab. 12. Satu Atap Dengan Maduku
13 Bab. 13. HRD Adalah Suamiku
14 Bab. 14. Dia
15 Bab. 15. Titik
16 Bab. 16. Alfred Murka
17 Bab. 17. Ponsel Pembawa Masalah
18 Bab. 18. Kedatangan Opa sama Oma
19 Bab. 19. Panas Dingin
20 Bab. 20. Kiss
21 Bab. 21. Sakit Tertahan
22 Bab. 22. Hati Selembut Kapas
23 Bab. 23. Terima Kasih
24 Bab. 24. Terjebak
25 Bab. 25. Terbawa Perasaan
26 Bab. 26. Alfred Panik
27 Bab. 27. Tas
28 Bab. 28. Leon
29 Bab. 29. Mendapatkan Bukti
30 Bab. 30. Jatuh Cinta
31 Bab. 31. Juara 1
32 Bab. 32. Siapa Dia Sebenarnya?
33 Bab. 33. Paham
34 Bab. 34. Itu Bukan Aku
35 Bab. 35. Janda Muda
36 Bab. 36. Menghindar
37 Bab. 37. Calon Menantu Idaman
38 Bab. 38. Demi Papa Mama
39 Bab. 39. Masa Lalu 2,5 Tahun
40 Bab. 40. Masa Lalu 2,5 Tahun
41 Bab. 41. Dia Wanita Itu
42 Bab. 42. Singa Ngamuk
43 Bab. 43. Terjadi Begitu Saja
44 Bab. 44. 3 Kabar Mengejutkan
45 Bab. 45. Ngidam
46 Bab. 46. Bayi Kembar
47 Bab. 47. Memilih Diam
48 Bab. 48. Menyerah
49 Bab. 49. Tiga Nyawa Terancam
50 Bab. 50. Bukan Update (Curhat)
51 Bab. 51. Bagai Pinang Dibelah Dua
52 Bab. 52. Keajaiban
53 Bab. 53. Ini Lebih Baik
54 Bab. 54. Pilihan Ada Padanya
55 Bab. 55. Menghilangnya Gabriella
56 Bab. 56. Menelan Pil Pahit
57 Bab. 57. Sebentar Saja
58 Bab. 58. Biar Waktu Yang Menjawab
59 Bab. 59. Merindu
60 Bab. 60. Berkunjung
61 Bab. 61. Aku Akan Kembali
62 Bab. 62. Bertindak
63 Bab. 63. Seperti Mimpi
64 Bab. 64. Barang Bukti Hilang
65 Bab. 65. Mengambil Alih Sementara
66 Bab. 66. Mencurigakan
67 Bab. 67. Bertemu Daddy
68 Bab. 68. Jujur
69 Bab. 69. Terpukau
70 Bab. 70. Kekacauan Di Rumah Sakit Cabang
71 Bab. 71. Mimpi Indah
72 Bab. 72. Pergi Sayang
73 Bab. 73. Al.....Awas
74 Bab. 74. Aku Mencintaimu
75 Bab. 75. Berterus Terang
76 Bab. 76. Istriku Cemburu
77 Bab. 77. Drama Si Kembar
78 Bab. 78. Mezvm
79 Bab. 79. Alfred Pasang Badan
80 Bab. 80. Pesta Perdana
81 Bab. 81. Honeymoon Ke 7 Negara Park 1
82 Bab. 82. Honeymoon Ke 7 Negara Park 2
83 Bab. 83. Di Kacangi
84 Bab. 84. 2 Pria 1 Tujuan
85 Bab. 85. Palang Merah
86 Bab. 86. Wanita Tak Sempurna
87 Bab. 87. Tante Meysi Bertindak
88 Bab. 88. Frans Vs Andre
89 Bab. 89. Bukan Update
90 Bab. 90. Ulang Tahun Si Kembar
91 Bab. 91. Di Jodohkan
92 Bab. 92. Pertemuan Tak Sengaja
93 Bab. 93. Kecewa
94 Bab. 94. Perasaan Aneh
95 Bab. 95. Kedai Kopi
96 Bab. 96. Ada Apa Denganmu
97 Bab. 97. Belum Berjuang Sudah Menyerah
98 Bab. 98. Ikuti Kata Hatimu
99 Bab. 99. Keberanian Andre
100 Bab. 100. Nikahi Aku
101 Bab. 101. Patah Hati Berimbas Dosa
102 Bab. 102. Minggu Depan Kita Menikah
103 Bab. 103. Minta Restu
104 Bab. 104. Salah Paham
105 Bab. 105. Ke Butik
106 Bab. 106. Gaun Pernikahan
107 Bab. 107. Surprise
108 Bab. 108. Dia Kekasihku
109 Bab. 109. Interogasi Moses
110 Bab. 110. Keluarga Besar Januar
111 Bab. 111. Pernikahan
112 Bab. 112. Honeymoon
113 Bab. 113. Salah Paham Di MP
114 Bab. 114. Siapa Dia?
115 Bab. 115. Mantan, Pelakor, Cemburu!
116 Bab.116. Gembok Cinta
117 Bab. 117. Sudah Mencintai
118 Bab. 118. M Pertama
119 Bab. 119. Membuka Segel Roti Empuk
120 Bab. 120. Pasangan Mesum
121 Bab. 121. Ngeprank Pasangan Masing-Masing
122 Bab. 122. Perpisahan
123 Bab. 123. Keluarga Bahagia
124 Bab. 124. Keluarga Bahagia
125 Bab. 125. PENGUMUMAN
126 Episode: 126~MDS2
127 Episode: 127~MDS2
128 Episode: 128~MDS2
129 Episode: 129~VISUAL MDS2
130 Episode: 130~MDS2
131 Episode: 131~MDS2
132 Episode: 132~MDS2
133 Episode: 133~MDS2
134 Episode: 134~MDS2
135 Episode: 135~MDS2
136 Episode: 136~ MDS2
137 Episode: 137~MDS2
138 Episode: 138~MDS2
139 Episode: 139~MDS2
140 Episode: 140~MDS2
141 Episode: 141~MDS2
142 Episode: 142~MDS2
143 Episode: 143~MDS2
144 Episode: 144~MDS2
145 Episode: 145~MDS2 Bukan Update
146 Episode: 146~MDS2
147 Episode: 147~MDS2
148 Episode: 148~MDS2
149 Episode: 149~MDS2
150 Episode: 150~MDS2
151 Episode: 151~MDS2
152 Episode: 152~MDS2
153 Episode: 153~MDS2
154 Episode: 154~MDS2
155 Episode: 155~MDS2
156 Episode: 156~MDS2
157 Episode: 157~MDS2
158 Episode: 158~MDS2
159 Episode: 159~MDS2
160 Episode: 160~MDS2
161 Episode: 161~MDS2
162 Episode: 162~MDS2
163 Episode: 163~MDS2
164 Episode: 164~MDS2
165 Episode: 165~MDS2
166 Episode: 166~MDS2
167 Episode: 167~MDS2
168 Episode: 168~MDS2
169 Episode: 169~MDS2
170 Episode: 170~MDS2
171 Episode: 171~MDS2
172 Episode: 172~MDS2
173 Episode: 173~MDS2
174 Episode: 174~MDS2
175 Episode: 175~MDS2
176 Episode: 176~MDS2
177 Episode: 177~MDS2
178 Episode:178~MDS3
179 Episode: 179~MDS2
180 Episode: 180~MDS2
181 Episode: 181~MDS2
182 Episode: 182~MDS2
183 Episode: 183~MDS2
184 Episode: 184~MDS2
185 Episode: 185~MDS2
186 Episode: 186~MDS2
187 Episode: 187~MDS2
188 Episode: 188~MDS2
189 Episode: 189~MDS2
190 Episode: 190~MDS2
191 Episode: 191~MDS2
192 Episode: 192~MDS2
193 Episode: 193~MDS2
194 Episode: 194~MDS2
195 Episode: 195~MDS2
196 PENGUMUMAN
197 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Bab. 1. Pernikahan
2
Bab. 2. Isabella
3
Bab. 3. Ke Italia
4
Bab. 4. Awal Pertemuan
5
Bab. 5. Mala Petaka
6
Bab. 6. Awal Penderitaan
7
Bab. 7. VISUAL
8
Bab. 8. Keterlaluan
9
Bab. 9. Ingin Kerja
10
Bab. 10. RS HUGO
11
Bab. 11. Memalukan
12
Bab. 12. Satu Atap Dengan Maduku
13
Bab. 13. HRD Adalah Suamiku
14
Bab. 14. Dia
15
Bab. 15. Titik
16
Bab. 16. Alfred Murka
17
Bab. 17. Ponsel Pembawa Masalah
18
Bab. 18. Kedatangan Opa sama Oma
19
Bab. 19. Panas Dingin
20
Bab. 20. Kiss
21
Bab. 21. Sakit Tertahan
22
Bab. 22. Hati Selembut Kapas
23
Bab. 23. Terima Kasih
24
Bab. 24. Terjebak
25
Bab. 25. Terbawa Perasaan
26
Bab. 26. Alfred Panik
27
Bab. 27. Tas
28
Bab. 28. Leon
29
Bab. 29. Mendapatkan Bukti
30
Bab. 30. Jatuh Cinta
31
Bab. 31. Juara 1
32
Bab. 32. Siapa Dia Sebenarnya?
33
Bab. 33. Paham
34
Bab. 34. Itu Bukan Aku
35
Bab. 35. Janda Muda
36
Bab. 36. Menghindar
37
Bab. 37. Calon Menantu Idaman
38
Bab. 38. Demi Papa Mama
39
Bab. 39. Masa Lalu 2,5 Tahun
40
Bab. 40. Masa Lalu 2,5 Tahun
41
Bab. 41. Dia Wanita Itu
42
Bab. 42. Singa Ngamuk
43
Bab. 43. Terjadi Begitu Saja
44
Bab. 44. 3 Kabar Mengejutkan
45
Bab. 45. Ngidam
46
Bab. 46. Bayi Kembar
47
Bab. 47. Memilih Diam
48
Bab. 48. Menyerah
49
Bab. 49. Tiga Nyawa Terancam
50
Bab. 50. Bukan Update (Curhat)
51
Bab. 51. Bagai Pinang Dibelah Dua
52
Bab. 52. Keajaiban
53
Bab. 53. Ini Lebih Baik
54
Bab. 54. Pilihan Ada Padanya
55
Bab. 55. Menghilangnya Gabriella
56
Bab. 56. Menelan Pil Pahit
57
Bab. 57. Sebentar Saja
58
Bab. 58. Biar Waktu Yang Menjawab
59
Bab. 59. Merindu
60
Bab. 60. Berkunjung
61
Bab. 61. Aku Akan Kembali
62
Bab. 62. Bertindak
63
Bab. 63. Seperti Mimpi
64
Bab. 64. Barang Bukti Hilang
65
Bab. 65. Mengambil Alih Sementara
66
Bab. 66. Mencurigakan
67
Bab. 67. Bertemu Daddy
68
Bab. 68. Jujur
69
Bab. 69. Terpukau
70
Bab. 70. Kekacauan Di Rumah Sakit Cabang
71
Bab. 71. Mimpi Indah
72
Bab. 72. Pergi Sayang
73
Bab. 73. Al.....Awas
74
Bab. 74. Aku Mencintaimu
75
Bab. 75. Berterus Terang
76
Bab. 76. Istriku Cemburu
77
Bab. 77. Drama Si Kembar
78
Bab. 78. Mezvm
79
Bab. 79. Alfred Pasang Badan
80
Bab. 80. Pesta Perdana
81
Bab. 81. Honeymoon Ke 7 Negara Park 1
82
Bab. 82. Honeymoon Ke 7 Negara Park 2
83
Bab. 83. Di Kacangi
84
Bab. 84. 2 Pria 1 Tujuan
85
Bab. 85. Palang Merah
86
Bab. 86. Wanita Tak Sempurna
87
Bab. 87. Tante Meysi Bertindak
88
Bab. 88. Frans Vs Andre
89
Bab. 89. Bukan Update
90
Bab. 90. Ulang Tahun Si Kembar
91
Bab. 91. Di Jodohkan
92
Bab. 92. Pertemuan Tak Sengaja
93
Bab. 93. Kecewa
94
Bab. 94. Perasaan Aneh
95
Bab. 95. Kedai Kopi
96
Bab. 96. Ada Apa Denganmu
97
Bab. 97. Belum Berjuang Sudah Menyerah
98
Bab. 98. Ikuti Kata Hatimu
99
Bab. 99. Keberanian Andre
100
Bab. 100. Nikahi Aku
101
Bab. 101. Patah Hati Berimbas Dosa
102
Bab. 102. Minggu Depan Kita Menikah
103
Bab. 103. Minta Restu
104
Bab. 104. Salah Paham
105
Bab. 105. Ke Butik
106
Bab. 106. Gaun Pernikahan
107
Bab. 107. Surprise
108
Bab. 108. Dia Kekasihku
109
Bab. 109. Interogasi Moses
110
Bab. 110. Keluarga Besar Januar
111
Bab. 111. Pernikahan
112
Bab. 112. Honeymoon
113
Bab. 113. Salah Paham Di MP
114
Bab. 114. Siapa Dia?
115
Bab. 115. Mantan, Pelakor, Cemburu!
116
Bab.116. Gembok Cinta
117
Bab. 117. Sudah Mencintai
118
Bab. 118. M Pertama
119
Bab. 119. Membuka Segel Roti Empuk
120
Bab. 120. Pasangan Mesum
121
Bab. 121. Ngeprank Pasangan Masing-Masing
122
Bab. 122. Perpisahan
123
Bab. 123. Keluarga Bahagia
124
Bab. 124. Keluarga Bahagia
125
Bab. 125. PENGUMUMAN
126
Episode: 126~MDS2
127
Episode: 127~MDS2
128
Episode: 128~MDS2
129
Episode: 129~VISUAL MDS2
130
Episode: 130~MDS2
131
Episode: 131~MDS2
132
Episode: 132~MDS2
133
Episode: 133~MDS2
134
Episode: 134~MDS2
135
Episode: 135~MDS2
136
Episode: 136~ MDS2
137
Episode: 137~MDS2
138
Episode: 138~MDS2
139
Episode: 139~MDS2
140
Episode: 140~MDS2
141
Episode: 141~MDS2
142
Episode: 142~MDS2
143
Episode: 143~MDS2
144
Episode: 144~MDS2
145
Episode: 145~MDS2 Bukan Update
146
Episode: 146~MDS2
147
Episode: 147~MDS2
148
Episode: 148~MDS2
149
Episode: 149~MDS2
150
Episode: 150~MDS2
151
Episode: 151~MDS2
152
Episode: 152~MDS2
153
Episode: 153~MDS2
154
Episode: 154~MDS2
155
Episode: 155~MDS2
156
Episode: 156~MDS2
157
Episode: 157~MDS2
158
Episode: 158~MDS2
159
Episode: 159~MDS2
160
Episode: 160~MDS2
161
Episode: 161~MDS2
162
Episode: 162~MDS2
163
Episode: 163~MDS2
164
Episode: 164~MDS2
165
Episode: 165~MDS2
166
Episode: 166~MDS2
167
Episode: 167~MDS2
168
Episode: 168~MDS2
169
Episode: 169~MDS2
170
Episode: 170~MDS2
171
Episode: 171~MDS2
172
Episode: 172~MDS2
173
Episode: 173~MDS2
174
Episode: 174~MDS2
175
Episode: 175~MDS2
176
Episode: 176~MDS2
177
Episode: 177~MDS2
178
Episode:178~MDS3
179
Episode: 179~MDS2
180
Episode: 180~MDS2
181
Episode: 181~MDS2
182
Episode: 182~MDS2
183
Episode: 183~MDS2
184
Episode: 184~MDS2
185
Episode: 185~MDS2
186
Episode: 186~MDS2
187
Episode: 187~MDS2
188
Episode: 188~MDS2
189
Episode: 189~MDS2
190
Episode: 190~MDS2
191
Episode: 191~MDS2
192
Episode: 192~MDS2
193
Episode: 193~MDS2
194
Episode: 194~MDS2
195
Episode: 195~MDS2
196
PENGUMUMAN
197
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!