Defa pun di sini melakukan pukulan beruntun, tendangan yang sangat kuat, kepada Kefa, Defa sudah melalukan puluhan kali.
Namun Kefa terlihat baik-baik saja dan tidak terluka atau pun termundur kebelakang, ataupun bergerak sedikit dari tempat nya.
Padahal Defa sudah mengeluarkan kekuatan 100 persen nya, tapi tetap saja dia tidak bisa melukai bocah berumur 13 tahun.
Justru Defa sekarang merasakan kesakitan pada lengan dan kakinya, karena memukul Kefa, dia benar-benar merasa seperti sedang memukul tembok besi yang sangat kuat dan sangat tebal.
Kefa pun tersenyum "Sekarang giliran ku bukan, bersiaplah."
Kefa pun langsung maju kedepan dan melakukan pukulan beruntun, Kefa menggunakan tehnik boxing.
Defa pun bertahan sambil menghindari serangan Kefa, dia terus mundur kebelakang, Defa seperti ketakutan dan dia benar-benar sangat menghindari serangan Kefa.
Sekali saja Defa terkena serangan Defa, maka dia akan terluka parah.
Lengan Defa masih terasa sakit karena serangan Kefa. Defa merasa bahwa serangan Kefa seperti iblis yang tidak tau mundur.
Kefa terus menyerang tanpa kelelahan, Defa sama sekali tidak menemukan celah untuk menghajar Kefa, Defa terus di paksa mundur kebelakang.
Sampai-sampai mereka hampir keluar dari gang sempit itu, ke tempat yang cukup ramai.
"APA ORANG INI BENAR-BENAR GILA? APA ORANG INI ROBOT KENAPA DIA TIDAK KELELAHAN DAN TERUS MEMUKUL DENGAN SANGAT CEPAT DAN BERTENAGA." Defa yang terlihat sangat syok.
Defa yang lengah sedikit karena mulai kelelahan, dia pun hampir terpukul wajahnya oleh tangan kanan Kefa, tapi tiba-tiba saja Kefa menghentikan pukulan nya, di depan mata Defa, Defa pun bisa merasakan angin segar dari pukulan Kefa.
Pukulan Kefa yang terakhir itu sangatlah keras dan sangatlah kuat, jika ia terkena serangan itu, sudah di pastikan Defa akan langsung pingsan.
Serangan Kefa yang terkahir bukan serangan biasa, serangan itu sangat cepat dan sangat kuat, bahkan sampai tidak bisa di lihat oleh mata.
Kefa pun tersenyum kepada Defa, yang sedang tercengang dan menelan ludah sendiri.
"Apa kau menyerah?" Tanya Kefa pada Defa.
"Aku menyerah." Defa yang langsung terduduk lemas, dia terlihat kelelahan.
Dia bukan kelelahan karena fisik, tapi dia kelelahan pada mentalnya, dia terlalu terkejut dengan kekuatan Kefa yang masih berumur 13 tahun.
Defa pun menghela nafas lelah, dan kini ia mengetahui alasan keras kenapa gurunya dan orang kuat lain nya melarang dia untuk melawan tuan muda Kefa.
Tapi dia heran kenapa monster seperti Kefa masuk ke sekolah, padahal dia sangat cocok untuk menjadi Mafia, sangat cocok untuk bekerja bersama dengan ayah ibunya.
"Jadi apa kau ingin memberitahuku tugas mu apa?"
"Ya karena aku kalah aku akan memberitahu mu, sebelumnya maafkan aku bos Edwart, bos Rini, ini semua karena ketidakbecusan ku."
"Kau seperti ingin mati saja, padahal kau hanya membongkar rahasia yang tidak terlalu besar."
"Tetap saja tuan muda kesalahan, adalah kesalahan, tidak peduli kecil atau besar."
"Iya aku tau itu tapi kau terlihat seperti sangat menyesal dan terlihat seperti ingin mati saja."
"Mau bagaimana lagi tuan, aku telah gagal dalam menjalankan misi."
"Memangnya misi mu apa?"
"Menjaga tuan muda."
"Oh pantas saja kalau begitu kau pantas mati."
"Kau benar tuan muda aku memang pantas untuk mati, aku telah melawan tuan muda, aku telah melakukan tindakan kasar pada tuan muda, itu semua karena egoku yang terlalu tinggi, padahal misi ku sebenarnya adalah menjaga tuan muda."
"Di tambah aku juga telah membocorkan misiku pada tuan muda, bisa di bilang aku adalah orang gagal."
"Hey hey hey sudah sudah kau tidak perlu berlebihan seperti itu, aku hanya bercanda tidak perlu seserius itu." Kefa sambil menepuk dahinya.
"Tapi misiku telah gagal."
"Misimu belum gagal, kau hanya melakukan sedikit kesalahan saja, sudah tidak perlu di pikirkan."
"Jawab saja pertanyaan ku, apa kau bertugas hanya menjaga ku?"
"Iya."
"Apa kau tidak memberikan laporan bagaimana aku di sekolah?"
"Tidak tuan muda, perintah itu belum di berikan, aku hanya di tugaskan untuk menjaga mu saja."
"Bagus kalau begitu, jika ayah dan ibuku memberikan perintah untuk melapor bagaimana aku di sekolah, kau harus memberitahu ku terlebih dahulu."
"Dan dengan begitu aku bisa menganggap bahwa kejadian hari ini, tidak pernah terjadi, dan kita akan menjadi teman biasa, kau cukup berpura-pura tidak ketahuan saja, bagaimana? Tawaran menarik bukan."
"Dengan begini kau tetap bisa menjalankan misimu dengan baik." Ujar Kefa sambil mengulurkan tangan nya. Defa pun tersenyum dan menggenggam tangan Kefa.
"Baiklah aku setuju, tuan Hyuro, guru Kemal, dan yang lain nya berkata, bahwa aku harus menghormati anda tuan muda, dan saya harus mengikuti semua perintah, dari tuan muda."
"Begitukah jadi mereka telah memberitahu semuanya yah hahahaha."
"Tidak tuan, mereka tidak memberitahu semuanya, hanya sebagian saja."
"Begitu yah baguslah kalau begitu, ayo kita kembali, kau tau bukan tugasmu, kita akan menjadi teman, bukan tuan dan bawahan, ini semua agar orang tuaku tidak mencurigai kita."
"Ya tuan muda sesuai perintah mu."
"Baiklah satu masalah lagi telah selesai, tapi aku harus tetap siaga, aku rasa ayah dan ibuku mungkin menyimpan orang lain lagi di sekolahku." Batin Kefa.
***
Kefa pun akhirnya kembali ke rumah berjalan kaki, dan sekarang dia berada di depan gerbang yang sangat besar.
Ketika Kefa datang gerbang tersebut langsung terbuka lebar.
Dan para penjaga di sana berbaris rapih menyambut kedatangan Kefa.
"SELAMAT PULANG TUAN!!!"
"Ya terima kasih untuk kalian semua."
Kefa pun melewati mereka dan masuk kerumah.
"Aku pulang."
Dan secara mengejutkan ayah ibunya berada di depan pintu menyambut kepulangan Kefa.
Seperti biasa Rina langsung memeluk anaknya tersebut, sedangkan Edwart tersenyum melihat mereka berdua.
"Selamat pulang sayang."
"Ibu lepaskan aku ibu, ibu aku baru pulang dan keringatku cukup banyak."
"Itu tidak masalah, lagi pula kamu sangat harum, anak ibu selain tampan, sangat wangi juga yah, bahkan keringatnya saja wangi."
"Ibu apa ibu memiliki fetish keringat."
"Mana ada."
"Makanya lepaskan terlebih dahulu pelukan ibu, aku ingin mengganti baju mandi dan lain-lainnya."
"Tunggu sebentar ibu masih ingin memeluk Kefa, ibu merindukan mu."
"Ah yah baiklah." Kefa dengan muka datarnya.
Edwart hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka berdua yang jarang akur, namun mereka berdua terlihat saling sayang satu sama lain.
"Kefa setelah mandi ganti baju, kita makan bersama di luar bagaimana?"
"Tentu saja boleh ayah."
"Baguslah kalau begitu, ayah juga ingin mengobrol beberapa hal dengan mu di luar."
"Iya ayah, aku pergi mandi ganti baju dan bersiap-siap terlebih dahulu."
"Iya tapi jika kau lelah, kau dapat beristirahat sebentar sayang, jangan terlalu mendengarkan ayah mu."
"Iya baik bu!!" Kefa yang sudah jauh.
"Hhahaha aku sangat penasaran dengan cerita dia di sekolah untuk pertama kalinya."
"Iya aku pun sama sayang."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Taufik Hidayat
bukan ''SELAMAT PULANG'' oi tapi ''SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN'' itu enak dibacanya
2023-03-16
1
Win
Hari pertama sekolah diisi dg perkelahian Pak!
2022-10-17
0
art
🆗
2022-09-06
0