3 Tahun kemudian dan sekarang Kefa sudah berumur 7 tahun.
Sekarang Kefa sedang berada di ruang latihan, ruang latihan dia berbeda dengan ruang latihan yang lain nya.
Ruang latihan Kefa merupakan ruang latihan yang khusus untuknya seorang.
Sekarang Kefa sedang melakukan latihan ilmu bela diri dari dunia modern.
Kefa sudah di jelaskan banyak hal oleh orang yang mengajarinya, orang yang mengajarinya merupakan orang yang sangat hebat.
Walaupun seperti itu Kefa merasa bahwa porsi latihan yang diberikan oleh gurunya sangatlah kurang.
Oleh karena itulah Kefa terkadang menambah sendiri porsi latihan fisiknya.
Orang yang mengajari Kefa bernama Hyuro, dia adalah seorang pria tua yang memiliki janggut kumis yang tebal berwarna putih dan memiliki rambut pendek berwarna putih.
Dia terlihat berumur sekitar 40 tahunan.
Dia adalah ahli seni bela diri dalam segala hal, dan Kefa juga mengetahui sisi gelap dari gurunya tersebut.
Gurunya tersebut merupakan seorang Assasin dari keluarga Deluxe.
Gurunya adalah orang yang sangat berbahaya jika di jadikan musuh, untungnya saja Hyuro merupakan bawahan setia dari Edwart dan juga Rina.
Hyuro juga merupakan guru yang sangat keras, dia tidak peduli siapa Kefa. Tapi walaupun seperti itu Hyuro sangat menyukai Kefa untuk beberapa alasan.
Hyuro juga sangat takjub dengan bakat yang di miliki Kefa, hanya dalam sehari saja Kefa bisa menguasai banyak hal.
Stamina dia juga sangat besar, dan dia benar-benar sangat menakjubkan.
Untuk anak umur 7 tahun dia benar-benar anak yang sangat jenius.
Hyuro memperkirakan di masa depan nanti Kefa akan menjadi pemimpin dunia, dengan bakatnya yang luar biasa dan tidak tertandingi.
Hyuro yang melihat Kefa berlatih membuat dia merinding, baginya ini adalah pertama kali ia melihat anak semengerikan Kefa.
Hyuro bahkan sempat menyangka bahwa Kefa sudah dewasa, Hyuro melupakan bahwa Kefa masih anak kecil yang berumur 7 tahun.
"Kefa kita akan lanjut ke ilmu bela diri selanjutnya yaitu Boxing, aku tidak perlu menjelaskan nya lagi kau pasti tau bukan?"
"Iya kakek aku tau begini bukan kuda-kuda nya kakek?" Tanya Kefa.
Kefa sering memanggil Hyuro dengan sebutan kakek, dan Hyuro tidak masalah dengan itu justru dia merasa senang.
Hyuro pun menganalisa semuanya, dia mengambil kesimpulan bahwa kuda-kuda Kefa sangat sempurna dan dia terlihat sangat mengerikan.
"Hhahahaha kakek tidak menyangka di masa tua kakek ini, kakek dapat melihat orang yang sangat berbakat seperti mu Kefa."
"Terima kasih atas pujian nya kakek."
"Aku tidak memujimu, aku mengatakan yang sebenarnya."
"Sekarang kita akan berlatih beberapa jam lagi setelah itu untuk latihan hari ini kita anggap selesai."
"Baik sensei." Ujar Kefa sambil menunduk hormat pada Hyuro.
Kefa berkata seperti itu karena Hyuro merupakan orang jepang, dan Hyuro biasanya lebih senang jika ia di panggil sensei.
Setelah latihan selesai, Kefa bernafas dengan lega, ia tidak menyangka latihan kali ini akan seberat itu.
Ya walaupun Kefa dapat melewatinya.
"Kakek."
"Ya Kefa? Apa aku kelelahan?"
"Tidak bukan itu kek, aku hanya ingin bertanya."
"Bertanya?" Hyuro yang kebingungan.
"Kakek jawab ini sejujurnya, jika di bandingkan dengan kakek apa ayahku lebih kuat?" Tanya Kefa.
"Hhahahahaa aku pikir kau mau bertanya apa hahahah, pertanyaan mu itu sangat aneh."
"Baiklah kakek akan menjawabnya, tentu saja ayahmu dan ibumu lebih kuat dari pada kakek, ketika kau sudah tumbuh Dewasa nanti kau akan mengerti."
"Untuk sekarang kau hanya perlu belajar banyak terlebih dahulu, dan tingkatkan pengalaman mu oke?"
"Baik kek"
"Bagus hahaha aku sangat menyukaimu, kau adalah anak yang cerdas." Hyuro yang tersenyum sambil mengelus kepala Kefa.
***
"Akhirnya semua sudah selesai, setelah beres semua tugas kemudian mandi rasanya sangat segar dan sangat nyaman, haah (Menghela nafas lega) hidup di sini memang sangat menyenangkan."
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Kefa.
"Kefa sayang apa kamu ada di dalam?" Tanya Rina.
Mendengar suara ibunya Kefa pun langsung membuka kan kamar pintunya.
Ibu nya pun memeluk Kefa.
"Haah ibu sangat merindukan mu sayang."
"Aku pun sama ibu hehehe."
"Oh iya kemana ayah, ibu?" Tanya Kefa karena tidak melihat ayahnya. Biasanya mereka berdua selalu bersama, karena mereka adalah pasangan yang sangat harmonis.
"Ayah mu sedang pergi menuju pertemuan keluarga besar di Jakarta."
"Ah begitu yah."
"Kenapa kau terlihat sedih, kamu merindukan ayahmu yah."
"Tidak."
"Jawabanmu seperti biasa sangat dingin sekali nak."
"Hehhe maafkan ku, iya aku merindukan ayah."
"Nah begitu dong baru kamu anak ibu."
"Iya iya iya, ibu kemari ada apa bu tumben sekali?"
"Ah iya ibu hampir lupa, ibu kemari ingin mengajak mu pergi ke pertemuan besar keluarga Deluxe, kamu mau tidak mau harus ikut, karena kamu adalah salah satu kandidat penerus keluarga ini."
"Ohhhh begitu yah bu jadi kita pergi ke tempat ayah?"
"Iya kamu benar sayang."
"Baiklah ayo kita pergi."
Rina pun menunjukan ekspresi terkejut "Ehhhhhhhhh..."
"Kenapa ibu?"
"Ti-tidak ibu hampir saja melupakan bahwa kamu anak spesial."
"Maksudnya?"
"Umm sudah tidak perlu di pikirkan ayo pergi."
"Baik bu."
Rina berpikiran bahwa mungkin anak nya akan menolak untuk ikut dalam pertemuan keluarga besar Deluxe, karena bagaimana pun anak-anak tidak menyukai hal tersebut.
Tapi Kefa tidak seperti itu, dia justru sebaliknya dia terlihat sangat senang, ketika Rina mengajak Kefa bertemu dengan keluarga besarnya.
Rina tidak mengerti dengan jalan pikiran Kefa.
Akhirnya mereka berdua pun pergi ke Jakarta, mereka akan pergi ke hotel yang paling mewah di Jakarta.
Itu semua karena pertemuan tersebut di adakan di hotel yang sangat mewah itu.
Rina di sini memberitahu kepada Kefa bahwa nanti disana di pertemuan itu, kemungkinan keluarga besar lain nya yang tinggal di Indonesia akan hadir di sana.
Pertemuan itu merupakan pertemuan yang sangat penting.
Dan Rina juga memberitahu kepada Kefa untuk berhati-hati dalam tindakan dan segala nya.
Karena di pertemuan ini juga Kefa bisa jadi dalam bahaya, dan ada kemungkinan besar Kefa akan terpojokkan oleh saudara nya ataupun orang lain disana.
Itu semua karena mereka iri kepada Kefa, Kefa selalu di puji-puji oleh kakek nenek nya yang merupakan pemimpin keluarga Deluxe sekarang.
Mereka sangat mencintai Kefa, bagi mereka Kefa adalah cucu terbaik, sedangkan yang lain nya mereka seperti biasa saja, namun mereka tetap mencintai cucu yang lain nya.
Namun tetap saja saudara Kefa yang lain nya, tetap iri padanya.
Rina sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada Kefa, masalahnya Kefa masihlah anak kecil baginya.
Jadi wajar saja jika Rina sangat khawatir pada anak semata wayang nya tersebut.
Namun Kefa di sini meyakinkan kepada Rina untuk tidak khawatir, Kefa dia pasti bisa melewati semuanya jadi Kefa berusaha untuk membuat ibunya sedikit lebih tenang.
Entah kenapa lagi dan lagi Rina selalu merasa bahwa anak nya tersebut mempunyai pikiran yang Dewasa.
Dia tidak terlihat seperti anak kecil, walaupun ada beberapa sifat Kefa yang terlihat seperti anak kecil, namun kebanyakan nya dia terlihat seperti orang Dewasa.
Hal ini membuat Rina berpikiran bahwa, mungkin saja anaknya tersebut karena sangat spesial, dia menjadi orang dewasa di umurnya yang terhitung masih kecil.
Rina terkadang memperdulikan hal itu, yang penting baginya Kefa tidak mempunyai masalah dia masih seperti anak pada umumnya, dan tidak ada yang aneh dari mental maupun kesehatan nya.
Kefa sekarang tertidur di pangkuan ibunya.
Rina mencium kening Kefa, Rina sangat menyanyangi anak nya tersebut, Kefa yang di cium oleh Rina terlihat sangat senang dan tersenyum sangat manis.
"Ketika Kefa tidur, dia benar-benar sangat manis, tampaknya anakku sekarang sedang mimpi indah." Gumam Rina.
Kefa pun akhirnya ia terbangun dari tidurnya, dia terdiam untuk beberapa saat, dia terlihat sangat lugu, dan Rina ingin tertawa karena melihat ekspresi anaknya dan rambut anakknya yang berantakan.
Rina pun sekarang menyisir rambut Kefa yang tadinya rapi kemudian berantakan dan sekarang menjadi rapi lagi.
"Sudah selesai, nah lihatlah di kaca bagaimana ibu hebat bukan."
"Iya ibu sangat hebat, aku jadi semakin tampan."
"Hhahaha kepercayaan dirimu itu sama seperti ayahmu."
"Ibu aku ingin bertanya pertemuan besar kali ini dalam rangka apa ibu?"
"Keberhasilan keluarga kita, dalam menyelesaikan perkara perusahaan besar di dunia, ini seperti pesta perayaan."
"Begitu yah bu, jadi ini cukup penting yah."
"Iya sayang."
"Baiklah mari kita lihat apa yang akan terjadi di pesta nanti, aku sangat tidak sabar." Kefa sambil tersenyum kejam, dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Win
Didalam pesta ada pita-pita
Musik yg ceria, juga derai tawa...
2022-10-16
1
inci saja
hehe
2022-09-06
0
art
Likeee
2022-09-05
1