Kefa di umur yang ke 13 tahun dia sudah memiliki tubuh yang bagus, dia terlihat sispek namun tidak terlalu sispek.
Dia memiliki jenis otot, otot padat Kefa memilih otot itu, karena di antara otot yang lain otot yang padatlah yang terbagus dan otot tersebut tidak akan menjadi sangat besar, hanya berukuran sedang saja.
Walaupun seperti itu kekuatan otot padat sangatlah kuat melibihi otot yang lain nya, tubuh Kefa sendiri hampir semuanya di modifikasi olehnya, lewat latihan dan asupan makanan.
Kefa adalah orang yang sangat cerdas karena ia memiliki banyak pengalaman tentang masalah itu.
Metode untuk mendapatkan otot padat sangatlah sulit, tapi karena Kefa tau caranya, jadi bagi dia untuk membuat otot padat pada tubuhnya sangatlah mudah.
Saat ini Kefa ingin bertemu dengan ayah dan ibunya yang sedang bekerja di perusahaan milik mereka sendiri, perusahaan tersebut bisa di bilang perusahaan yang sangat besar dan menakjubkan.
Perusahaan yang di miliki oleh ayah dan ibunya Kefa, adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.
Mereka tiba-tiba saja memanggil Kefa untuk pergi ke kantor mereka. Tujuan dari ayah dan ibunya masih belum di ketahui.
Kefa pun sekarang sedang mengaca, dia ingin melihat dirinya yang sekarang, Kefa baru memakai celana panjang saja belum memakai baju, dia ingin melihat ototnya sendiri.
Kefa cukup takjub dengan pencapaian nya di umur 13 tahun sekarang.
Dia merasa dirinya sudah cukup kuat untuk melawan siapapun, Kefa terlihat sangat tampan, dia memiliki rambut berwarna hitam yang cukup panjang.
Mata yang berwarna biru sebiru langit, dan tentu dia memiliki postur tubuh yang bagus.
Untuk sekarang Kefa ia memiliki tinggi 175 cm.
Kefa selama 13 tahun ini, dia jarang keluar rumah, dia hanya berfokusan terus pada latihan nya yang intens.
Dan sekarang dia sudah mengurangi latihan nya tersebut, karena dia sudah mencapai di batasnya.
Setiap tubuh memiliki batas itu sendiri sesuai dengan umur, dan di umur yang sekarang Kefa hanya bisa sekuat itu saja.
Walaupun seperti itu Kefa sangat senang karena dirinya sudah sangat kuat, bahkan ia merasa bahwa Hyuro akan kalah jika melawan dirinya.
Setelah umur Kefa bertambah lagi, maka Kefa bisa menambah kekuatan nya tersebut.
Dan untuk sekarang Kefa mungkin hanya akan istirahat. Karena jika ia terus memaksakan, maka dirinya akan dalam bahaya.
Tubuhnya tidak akan kuat, walaupun tubuh Kefa sangatlah kuat.
Setelah bersiap-siap Kefa pun sekarang ingin berangkat menuju kantor ayah dan ibunya di temani oleh gurunya yaitu Hyuro.
Sekarang Kefa berada di depan rumah, dan seluruh bawahan di sana milik Edwart dan Rina. Mereka berjajar di samping dan membungkuk hormat pada Kefa.
"MEMBERI SALAM HORMAT KEPADA TUAN KEFA." Ucap mereka semua.
Semua orang yang ada di rumah kediaman Kefa, mereka semua mengetahui seberapa kuat Kefa.
Bisa di bilang kekuatan Kefa hampir sama dengan Hyuro, dan mereka semua sangat menghormati Kefa.
Mereka semua takut kepada Kefa, dan mereka semua tidak pernah memandang sebelah mata Kefa.
Bagi mereka Kefa adalah pemimpin selanjutnya, jika sewaktu-waktu Edwart dan Rina pensiun dari pekerjaan mereka, mereka semua berharap tinggi kepada Kefa.
Sebelum Kefa menjadi pemimpin mereka, mereka semua telah menganggap Kefa sebagai pemimpin mereka.
Kebijakan Kefa kepemimpinan Kefa sangatlah menakjubkan dia memang bocah ajaib.
Hyuro dan Kefa pun berjalan dan melewati mereka dan kemudian memasuki mobil yang sudah disediakan, mobil tersebut merupakan mobil yang sangat mewah.
"Kefa kau tumbuh dengan cepat yah, padahal kemarin kau masih seorang bocah, dan sekarang kau sudah terlihat cukup dewasa,"
"Tapi kek jangan lupakan aku masih berumur 13 tahun, aku belum dewasa sama sekali."
"Hhahaah iya kau benar, kau masih bocah hahaha."
"Ya begitulah."
"Ngomong-ngomong kakek apa kita bisa mengulang pertarungan waktu itu, pertarungan 3 tahun yang lalu."
"Aku tak habis pikir kenapa aku kalah yah melawan kakek."
"Seharusnya akulah yang berkata seperti itu, kenapa aku hampir kalah melawan bocah berumur 10 tahun." Batin Hyuro sambil menatap Kefa.
"Itu semua karena waktu itu kau masih kecil, dan kau di rugikan dalam banyak hal, jika sekarang aku percaya bahwa kau bisa mengalahkan ku."
"Dan karena reputasi ku sangatlah bagus, aku tidak ingin melawanmu, karena jika aku kalah oleh mu apa kata dunia nanti tentang diriku, seorang Hyuro kalah dengan bocah berumur 13 tahun, aku tak bisa membayangkan nya sama sekali."
"Jadi kakek menolaknya yah."
"Iya sudah jelas, kalau kau sudah dewasa datanglah kepadaku lagi, dan kita akan melakukan sparing lagi." Ujar Hyuro.
"Baiklah jika itu keinginan kakek."
Mereka pun mengobrol beberapa hal lagi.
Hingga mereka tiba di sebuah gedung yang terlihat sangat bagus dan terlihat sangat mewah.
"Apa ini tempat ayah dan ibu selalu bekerja?" Tanya Hyuro.
"Iya menakjubkan bukan?"
"Iya kek, ayah dan ibu ku memang menakjubkan."
"Hhahaha kau benar, ayo kita masuk ke dalam, kita tidak perlu tanda pengenal atau apapun, hampir semua orang yang bekerja di gedung ini, mengetahui kakek."
"Kemungkinan mereka juga tau dirimu Kefa."
"Ya mungkin saja."
"Kenapa kau pesimis seperti itu."
"Seharusnya kakek tau sendiri bukan alasan nya."
"Hhhahaha iya kau kan tidak memiliki kehidupan hahaha jadi mana mungkin mereka tau pada mu hahaha."
Mereka berdua pun masuk ke gedung tersebut, mereka berdua di sambut hangat oleh orang yang berada di gedung.
Setiap orang yang bertemu dengan mereka berdua, pasti mereka menunduk hormat.
Mereka sekarang sedang menaiki lift yang sangat mewah, untuk bertemu dengan Edwart dan Rina yang berada di lantai paling atas.
"Apa ayah dan ibuku tidak phobia pada ketinggian."
"Tentu saja tidak, jika mereka phobia mereka tidak akan membuat kantor mereka berada di paling atas."
"Iya kakek benar juga."
"Hhahaha ternyata kau juga bisa bodoh yah,"
"Tentu saja aku adalah anak kecil biasa."
"Entah kenapa aku tidak ingin menyetujui perkataan mu itu Kefa, ngomong-ngomong apa kau takut pada ketinggian?"
"Aku rasa tidak entahlah aku juga tidak tau."
"Yah kakek rasa percuma bertanya padamu."
"Sebentar lagi kita akan sampai."
Singkatnya mereka pun sampai di kantor Edwart dan Rina.
"Selamat datang sayang." Ujar Rina kepada Kefa sambil memeluknya.
"Ibu aku baru saja datang."
Rina justru memeluk Kefa dengan sangat erat "Aku rasa ibu tidak mendengarkan ku."
"Selamat datang Kefa, dan Hyuro apa yang kau lakukan disini?"
"Ohh aku hanya mengantar anak mu kemari, aku takut dia melakukan hal aneh, soalnya dia adalah anak yang tidak memiliki kehidupan dan tidak tau dunia luar"
"Aku setuju dengan mu, terima kasih karena sudah mengantar anakku."
"Sama-sama tuan Edwart."
"Tolong berhenti memanggil ku seperti itu."
"Hhaha iya iya."
"Uhmm ayah ibu jadi kalian berdua memanggil ku ada apa?" Tanya Kefa.
"Ohh ayah dan ibu memanggil mu kesini hanya ingin berbincang masalah sekolah mu sebenarnya kami bisa memabahas ini di rumah, tapi ayah pikir-pikir sesekali kamu harus keluar rumah dan melihat dunia yang sangat luas ini."
"Kefa kau sudah melewati masa TK, dan SD, dan untuk SMP ayah dan ibu sudah berpikir panjang, dan sudah memutuskan."
"Kau tidak boleh melewatkan masa SMP mulai besok kau harus pergi ke sekolah." Ujar Edwart dengan tegas.
"Jika itu keinginan ayah dan ibu aku tidak masalah."
"Bagus kau memang anakku." Ujar Edwart yang terlihat bangga.
"Kan aku sudah bilang Kefa pasti menuruti perkataan kita, karena Kefa adalah anak kesayangan ku."
"Ibu aku mohon hentikan pelukan mu ini, apa ibu tidak malu di lihat banyak orang."
"Tidak mau ibu masih mau memelukmu, tidak ada yang perlu di malukan, karena disini hanya ada ayah mu Hyuro dan kita, apa kamu tidak tau seberapa rindunya ibumu padamu"
"Apa kau yakin Edwart?" Tanya Hyuro yang tampaknya terkejut karena mendengar bahwa Kefa akan bersekolah.
"Kenapa kau terlihat sangat terkejut Hyuro?" Tanya Edwart.
Kefa pun menatap Hyuro seolah-olah ia berkata kepada Hyuro untuk tetap diam.
"Tidak! tidak apa-apa aku hanya ingin bertanya saja."
"Ah begitu yah."
"Iya heheheh." Hyuro sambil menggaruk rambut belakang nya.
"Aku menyuruh Kefa sekolah agar dia mengetahui dunia luar saja, pentingnya sekolah adala itu mengenalkan dunia luar."
"Dan sisanya sekolah hanyalah sebuah formalitas dan tidak terlalu penting."
"Jadi begitu yah alasan nya, cukup masuk akal, aku rasa aku juga setuju akan hal itu."
"Yah sebenarnya aku tidak setuju jika monster masuk ke sekolah apa yang akan terjadi nantinya, aku takut orang yang membuli dia akan di hajar habis-habisan."
"Sebaiknya nanti aku akan memberikan pengarahan kepada Kefa, bahwa kekuatan dia terlalu kuat dan usahakan untuk tidak memakai kekuatan nya 100 persen, untuk memukul seseorang, karena bisa jadi bahaya jika dia menggunakan kekuatan 100 persen nya, bisa-bisa orang tersebut terkapar mati di tempat."
"Aku juga tidak bisa memberitahu lagi, kepada Edwart dan Rina, bahwa anak mereka sebenarnya sangat mengerikan, lebih dari yang mereka bayangan kan." Batin Hyuro.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
ARYSTA
wah sama tapi aku di umur 14 tahun baru pas di 176
2023-04-27
2
art
👍 👍
2022-09-05
0
penghancur mk mk
165 cm 17 tahun ingin menangis 😭
2022-07-01
1