Kefa sekarang sedang tertidur di kamarnya yang mewah, dan dia terlihat sangat nyaman dia menghela nafas lega.
"Aku tidak menyangka aku mendapatkan kehidupan kedua yang sangat beruntung, ini terlalu beruntung bagi ku yang sudah memiliki banyak kesalahan."
"Entah apa yang di inginkan Dewa padaku, tapi aku berterima kasih padanya, karena mempunyai kesempatan kedua untuk hidup, dan kehidupan kedua benar-benar seperti di surga."
"Hidup di dunia modern benar-benar sangat enak, banyak yang aku nikmati disini."
"Walaupun ada beberapa hal yang tidak aku sukai di sini seperti para saudaraku, yang kelihatan nya mereka ingin melenyapkan ku, aku memiliki segudang pengalaman dalam hal ini, jadi aku bisa tau hati mereka yang sesungguhnya."
"Walaupun seperti itu kebanyakan aku menyukai dunia ini seperti orang tua ku, dan keluargaku yang sangat memperhatikan ku, selama 4 tahun ini aku belajar yang namanya cinta dan kasih sayang, dan rasanya benar-benar sama sekali tidak aku bayangkan, rasanya sangat menyenangkan."
"Aku masih tidak menyangka aku bisa seberuntung ini, selain itu juga aku menyukai yang lain nya dari mulai makanan tehnologi dan masih banyak lagi."
"Sekarang aku sedang merencanakan sesuatu, aku harus melatih tubuh ini, dan bagaimana pun juga aku harus berlatih ilmu bersenjata modern, seperti pistol dan yang lain nya."
"Tapi karena umurku belum cukup, dan aku yakin orang tua ku yang sangat overprotektif itu pasti tidak mengizinkan ku, jadi mungkin untuk awal-awal aku hanya akan meminta izin mereka, agar aku bisa berlatih ilmu bela diri, dan aku bisa melatih tubuh ini dengan baik."
"Bagaimana pun juga di dunia yang di sebut sebagai dunia gelap, dunia para Mafia ilmu bela diri sangatlah penting dan aku yakin, orang tua ku pasti mengizinkan ku."
"Aku juga sudah menyiapkan beberapa rencana agar aku di izinkan berlatih ilmu bela diri."
Kefa pun menganggukan kepalanya, dan dia akan memulai rencana nya.
Kefa sebenarnya sudah melatih tubuhnya dari sejak umur 2 tahun, dan tubuh dia sekarang sebenarnya sudah cukup kuat, untuk orang yang seumuran dengan dia.
Bahkan ada kemungkinan Kefa bisa mengalahkan orang yang lebih dewasa darinya.
Kefa dia berlatih pada tubuhnya tiap malam hari, dia berlatih di dalam kamar, kamar dia ketika malam sangatlah gelap, hal itu sengaja Kefa lakukan agar orang tuanya tidak tau bahwa Kefa sedang latihan fisik.
Kefa berlatih fisik secara sembunyi-sembunyi, dan sekarang dia ingin melakukan nya secara terang-terangan.
Di kehidupan Kefa kali ini, dia tidak ingin lengah, dia ingin menjaga segala yang ia punya.
Kefa alias Norman di masa lalu, sekarang mengerti semua perkataan Raja nya waktu itu, Kefa sekarang mengerti yang namanya cinta.
Selama 4 tahun ini Kefa belajar arti sebuah cinta dari orang tua dan keluarganya.
Dan itu benar-benar sangat berharga bagi Kefa, oleh karena itulah Kefa tidak ingin menjadi seperti Raja nya di masa lalu, yang kehilangan keluarga nya.
Kefa tidak ingin hal itu terjadi. Kefa yang dulu sangat dingin perlahan berubah menjadi sedikit hangat, namun tetap saja Kefa memiliki perasaan yang sangat dingin.
Dia tidak akan pernah segan untuk membunuh seseorang, yang menurutnya dia sangat mengancam bagi keluarga nya.
***
Kefa ia sekarang tengah berkaca di rumahnya.
"Penampilan ku sangat berubah." Kefa sambil menyentuh kaca tersebut.
"Sekarang aku terlihat lebih tampan dengan rambut berwarna hitam dan mata yang berwarna biru, aku sempat terpukau dengan wajah ku yang sekarang, dan anggota tubuh ku yang lain nya."
"Dulu aku memiliki luka goresan yang sangat dalam, tapi sekarang aku terlihat sangat bersih."
Kefa di sini sedang menunggu ayah, ibunya pulang dari pekerjaan nya.
Ayah dan ibunya Kefa, ketika pulang dari pekerajaan mereka selalu ke kamar Kefa dan memeluk Kefa untuk melepas rindu mereka.
Awalnya Kefa sama sekali tidak senang dengan hal itu, karena baginya yang merupakan seorang Raja terhebat di perlakukan seperti anak-anak.
Namun lama kelamaan hal seperti ini jadi terbiasa.
Selama 4 tahun Kefa sudah beradaptasi perlahan dia mulai berubah sedikit demi sedikit.
Singkatnya Edwart dan Rina pun sampai di rumah, mereka sekarang sedang berpelukan dengan Kefa.
Kefa yang biasanya cukup dingin untuk menyambut mereka, kali ini ekspresi yang di tunjukkan oleh nya sangat berbeda, membuat Edwar dan Rina keanehan akan hal itu.
"Kefa sayang ada apa dengan mu?" Tanya Rina.
"Tidak ada ibu memang nya kenapa ibu?" Kefa yang tersenyum manis pada Rina, membuat Rina dan Edwart senang dan luluh.
"Tidak sayang ibu hanya bertanya saja, hari ini rasanya ayah merasa aneh sikap mu sangat berbeda."
"Ah benarkah itu ayah, aku rasa biasanya sikap ku seperti ini." Kefa yang tersenyum manis.
Edwart dan Rina pun tertawa karena melihat tingkah laku putranya tersebut.
"Kamu ini seperti ibu mu saja, bersikap berbeda jika ada mau nya hahahaha, cepat katakan pada ayahmu ini apa yang kamu inginkan, ayah pasti akan memenuhinya."
"Benarkah ayah?" Tanya Kefa yang terlihat sangat senang.
"Benar sayang, jika ayahmu tidak bisa memenuhinya tenang masih ada ibumu yang hebat ini. Lagi pula ini adalah pertama kalinya kamu meminta sesuatu kan." Ujar Rina.
"Iya bu hehehe mmmmm sebenarnya permintaan Kefa sangat sederhana bu, ayah."
"Iya sayang apa sebutkan saja." Ujar Edwart.
"Aku ingin berlatih ilmu bela diri ayah, ibu. Aku ingin berlatih semua ilmu bela diri, ini adalah keinginanku!!!!!!" Kefa dengan wajah yang tegas dan penuh dengan semangat.
Edwart dan Rina pun terlihat terkejut akan permintaan anaknya tersebut.
Mereka berdua tidak menyangka permintaan Kefa sangatlah sederhana bagi mereka.
"Hhahahahahhahaha." Rina dan Edwart yang kembali tertawa yang membuat Kefa kebingungan.
"Apa aku mengatakan hal yang salah ayah ibu?"
"Tidak sayang tidak sama sekali hahaha ibu, dan ayah tertawa hanya karena permintaan mu yang sederhana itu hahaha, ibu pikir kamu ingin meminta apa, ternyata itu saja."
"Hhahaha iya aku jadi teringat peribaha buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, kau sama seperti ayah dan ibu di masa lalu hahaha." Edwart yang terlihat senang.
"Jadi bagaimana ayah ibu?" Kefa yang masih kebingungan.
"Tentu saja kami mengizinkan nya sayang, lagi pula itu adalah pilihan mu, kami tidak akan bisa melarang nya benarkan ayah."
"Iya ibu mu benar nak."
"Jadi aku boleh belajar ilmu bela diri?" Tanya Kefa yang terlihat sangat senang.
"Iya sayang." Ujar Rina sambil mengelus kepala Kefa dengan lembut.
Kefa pun terlihat kegirangan.
Setelah mengobrol Rina dan Edwart pun kembali bekerja.
"Aku sama sekali tidak menyangka aku bisa melakukan hal yang memalukan seperti tadi,"
"Tapi tidak apa ini adalah hal yang wajar, aku sekarang hanya lah seorang anak kecil, bukan lagi seorang Raja." Batin Kefa yang kelelahan.
Akibat dia berakting berpura-pura menjadi anak-anak, rasanya hal seperti itu tidak cocok untuk nya.
"Tapi yah hal itu tidak penting, yang penting aku di izinkan untuk belajar ilmu bela diri, baiklah ini adalah perkembangan yang sangat baik."
"Berarti mulai hari ini, aku tidak usah bersembunyi lagi." Kefa yang merasa senang.
Kefa yang merasa senang dia pun melakukan latihan fisik kembali.
Dia melatih fisiknya seperti di masa lalunya ketika ia kecil dan bergabung ke sebuah organisasi.
Bedanya Kefa berlatih sesuai kemampuan dan porsi, dan jika dulu di organisasi, dia berlatih seperti orang gila, tidak ada istirahat dan terus di paksa untuk berlatih sampai dirinya pingsan.
Pengalaman itu masih teringat jelas di kepala Kefa, dan bagi Kefa sendiri hal itu sangatlah mengerikan, jika bisa dia ingin melupakan kehidupan di masa lalunya, ketika ia kecil.
Tapi sayangnya ia tidak bisa melakukan itu, tapi hal itu tidak jadi masalah, karena ada untungnya juga dia mengingat masa lalu.
Singkatnya Kefa pun sudah menyelesaikan latihan fisik versinya sendiri.
Sekarang dia sangat berkeringat dan ingin mandi.
"Baiklah untuk besok aku ingin mencoba ilmu bela diri pencak silat terlebih dahulu, entah kenapa aku merasa tertarik, setelah itu boxing, muay thai, karate, kung fu."
"Aku sudah mendapatkan basic-basicnya dan aku juga sudah mengetahui beberapa gerakan dari masing-masing ilmu bela diri tersebut, ilmu bela diri di dunia ini, hampir mirip dengan dunia lama ku hanya berbeda sedikit saja."
"Oleh karena itulah aku bisa mudah mempelajari ilmu bela diri dari dunia ini, dan ini sangat menyenangkan mengingatkan ku pada masa kejayaan ku." Kefa yang tersenyum senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
anhar005
perubahan gini yg dibenci pemabaca🤣 rata rata orang yg udh selalu baca novel pasti jadi anti MC naif sukanya MC dingin, cool, badas, dan lain lain
2023-10-07
2
@Lala
saudara dari bibi dan paman nya kali
2023-07-22
0
N4M3
lah kok udah pua sodara aja perasaan ank pertama deh ni MC?
2023-06-08
0