Hari ini adalah dimana Kefa pergi ke sekolah, Kefa di suruh oleh orang tuanya untuk menyamar menjadi orang biasa di sekolah.
Ia tidak boleh menggunakan nama keluarga Deluxe, dan bagi Kefa hal itu tidak jadi masalah. Kefa juga tidak boleh di antar pakai mobil, Kefa di suruh untuk mandiri.
Dia di berikan sepeda biasa oleh Edwart dan Rina, untuk pergi ke sekolah, sekolah yang akan di tinggali Kefa merupakan sekolah elit.
Kefa setuju dengan semua perkataan dan permintaan Edwart dan Rina.
Edwart dan Rina sangat bangga kepada Kefa, karena dia adalah anak yang sangat penurut.
Kefa sekarang sedang sarapan pagi bersama dengan orang tuanya yaitu Edwart dan Rina.
"Ayah ibu kalau begitu aku pergi dulu ke sekolah." Kefa sambil memberi salam pada Edwart dan Rina.
"Berhati-hatilah di jalan nak." Ujar Rina.
"Iya bu tenang saja!!" Teriak Kefa yang sudah jauh.
"Aku tak menyangka kita mempunyai anak sehebat Kefa." Ujar Edwart.
"Iya aku juga sama sekali tidak menyangka dia akan menyetujui semua permintaan kita, dia juga tidak terlihat terkejut dan biasa saja."
"Jika anak orang lain mungkin sudah membangkang dan tidak mau menuruti permintaan kita."
"Kamu benar sayang, Kefa memang anak yang sangat spesial."
"Iya ku berharap di sekolah dia belajar banyak hal."
"Aku juga berharap seperti itu, dia memang harus tau dunia luar yang sebenarnya seperti apa, kita tidak boleh menahan terus dia di rumah."
"Aku setuju." Jawab Edwart yang kemudian mereka berdua melanjutkan sarapan mereka.
***
Seperti biasa sebelum Kefa pergi kemana pun, para pengawal yang berada di gerbang rumah, selalu memberi salam hormat kepada Kefa.
Dua orang dari mereka menghampiri Kefa.
"Tuan muda Kefa, apa tuan muda tidak pergi ke sekolah menggunakan mobil, dan di kawal oleh pasukan." Ujar Tiara.
Tiara juga merupakan salah satu bawahan terkuat dan terpercaya milik Edwart dan Rina.
"Iya benar tuan muda Kefa, jika tuan muda Kefa menginginkan nya kami akan segera menyediakan semuanya." Ujar Kemal.
"Itu tidak perlu paman, bibi apa paman, bibi lupa perkataan ayah dan ibuku."
"Tapi tuan muda Kefa kita bisa mengabaika-"
"Aku tidak ingin melakukan hal itu, itu adalah permintaan langsung dari ayah dan ibuku jadi aku harus melaksanakan nya, kalian tidak perlu khawatir, lagi pula ini hanyalah sekolah bukan medan perang." Ujar Kefa.
Mereka berdua pun tidak bisa berbicara lagi, dan Kefa pun pergi menggunakan sepedanya.
Sekolahan Kefa tidak begitu jauh dari rumahnya, cukup dekat.
Jadi dia sampai dengan cepat, sekolahan Kefa sangatlah menakjubkan, sekolah tersebut benar-benar sekolah yang sangat elit, sekolah tersebut bisa di bilang sekolah khusus orang kaya.
Bahkan anak-anak yang sekolah disana di antar oleh mobil mewah ataupun motor yang mahal.
Berbeda dengan Kefa dia hanya menggunakan sepeda, sebenarnya ada beberapa orang yang sama seperti Kefa.
Mereka juga pergi ke sekolah menggunakan sepeda, mereka sepertinya adalah anak kelas menengah yang berhasil masuk ke sekolah lewat jalur prestasi.
Kefa pun menyimpan sepeda tersebut di tempat parkiran khusus sepeda yang di sediakan oleh sekolah.
Parkiran tersebut sangatlah sepi dan di sana hanya terdapat 10 sepeda saja.
***
"Baiklah semua hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk nak" Ujar guru pria.
Satu kelas pun menjadi ribut dan mereka bertanya-tanya siapa yang masuk dan menjadi murid baru di kelas mereka.
Kefa pun masuk ke dalam kelas, dan semua orang pun tampak biasa saja, karena penampilan Kefa yang terlihat biasa saja, bahkan bisa di bilang dia terlihat culun dan tidak keren sama sekali.
"Selamat pagi semuanya salam kenal saya adalah Kefa, saya berasal dari keluarga biasa saja, tidak ada yang spesial dalam diriku, dan untuk oleh karena itu kedepan nya saya meminta bantuan kalian, sekian terima kasih."
Guru pun berpidato sedikit dan menyuruh Kefa untuk duduk.
Karena sekolah tersebut sekolah yang sangat elit tidak ada seorang pun yang terlihat ingin duduk di dekat Kefa.
Kefa pun duduk di paling ujung dan di pojokkan.
Kefa duduk dekat dengan seorang pria berkacamata yang terlihat sangat lesuh, dan dia terlihat seperti memiliki masalah yang sangat berat, pria tersebut memiliki postur yang jelek, dia pendek dan dia juga sedikit gemuk.
Tak lama pelajaran pun di mulai.
***
Pelajaran pun selesai dan mereka sekarang sedang beristirahat.
Para murid pun menghela nafas lega.
Kefa yang tidak tau caranya berinteraksi sosial dia mencoba nya kepada teman berkacamata gendut yang terlihat lesuh.
"Permisi apa aku boleh bertanya pada mu?" Tanya Kefa pada orang tersebut.
Dia pun terlihat sangat terkejut dan kepanikan ketika di tanya oleh Kefa.
"Uhm aaa b-b-boleh be-bertanya tentang apa ya?"
"Santai saja aku hanya bertanya, kenapa kau terlihat panik seperti itu."
"Uhm itu ti-tidak itu a-aku biasa saja."
"Begitu kah, aku hanya ingin bertanya tentang sekolah ini."
"Uhmm anu sebaiknya kau tidak mengobrol dengan ku." Ujar nya.
"Kenapa?"
"Jika kau mengobrol dengan ku kau akan terkena masalah." Ujar orang tersebut yang sekarang sedang di tatap oleh banyak orang, yang terlihat cukup kuat.
Kefa pun merasa dejavu dengan kejadian sekarang, ia berpikiran bahwa yang namanya sekolah mau di dunia dia maupun di dunia yang sekarang.
Pembulian tetap lah ada dan sekarang orang yang di buli adalah orang yang ada di hadapan Kefa.
Kefa berniat ingin membantu orang tersebut, karena dia merasa dia mirip dengan orang tersebut di masa lalu, dan Kefa juga merasa orang tersebut mirip dengan seseorang di masa lalunya.
Dia adalah orang yang selalu membantu Kefa ketika Kefa di buli oleh orang-orang di sekolah masa lalunya.
Orang tersebut adalah orang yang paling setia kepada Kefa, namun sayangnya di masa lalu orang tersebut mengalami hal tragis ia di bunuh oleh penghianat kerajaan.
Kefa di dalam hatinya, ia merasa ingin membalas budi dengan cara membantu orang yang ada di hadapan nya itu.
Kefa pun menatap balik orang-orang yang menatap dirinya.
"Maafkan aku ayah ibu sepertinya aku tidak bisa membiarkan hal ini berlanjut, dan ada kemungkinan , aku akan menciptakan masalah di awal masuk sekolahku." Batin Kefa yang tersenyum senang.
"Aku tidak peduli pada hal itu ngomong-ngomong siapa nama mu?"
Orang tersebut pun tampak ketakutan, dia memejamkan matanya, dia seperti tidak ingin Kefa masuk ke dalam masalah dia.
"Tidak apa tidak masalah tenang saja." Ujar Kefa.
"Na-namaku a-adalah Robert."
"Robert kah nama yang cukup bagus."
"Te-terima kasih, a-apa kau yakin mengobrol dengan ku."
"Tentu saja tidak ada yang perlu di khawatirkan."
"Apa kau ingin pergi ke kanti bersama ku?" Tanya Kefa.
Robert pun tidak menjawab perkataan Kefa dia hanya tertunduk.
Dan tiba-tiba saja lima orang yang terlihat seperti Preman kelas, maju mendekati Kefa dan juga Robert.
"Rasanya aku sangat dejavu dengan perasaan ini, tapi sekarang berbeda." Batin Kefa yang terlihat senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Win
Mulai ada keseruan di lingkungan baru Kefa, yaitu sekolah!
2022-10-17
1
art
ok
2022-09-06
0
junaNayaka
boleh rendah hati tpi jngan klewat parah...sekolah elit y minimal gk d anter gk bwa mobil y bawa motor bgusan dikit..pling masuk d tengah sosial mewah kgk kere kgk..
low bgtulah....
2022-06-26
4