Akhirnya Kefa dan Rina sampai di hotel Raffles, hotel tersebut merupakan salah satu hotel termewah di Jakarta.
Sebelum mereka memasuki hotel mereka harus menjalani pemeriksaan dan mereka juga harus menunjukan kartu tanda pengenal mereka.
Yang bisa masuk ke hotel tersebut hanya keluarga Deluxe dan keluarga penting lainnya, orang biasa tentu saja tidak boleh masuk, hotel tersebut sekarang sedang di sewa oleh keluarga Deluxe.
Sebenarnya keluarga Deluxe tidak menyewa hotel itu, karena mereka tidak perlu membayar sepeser pun untuk mengadakan acara yang sangat meriah di hotel Raffles.
Hotel Raffles boleh di pakai bebas oleh keluarga Deluxe, itu semua karena pemilik hotel Raffles mempunyai hutang di masa lalu kepada keluarga Deluxe dengan nilai yang cukup besar.
Oleh karena itulah pemilik hotel Raffles sangat menghormati keluarga Deluxe, pemilik dari hotel Raffles adalah keluarga Sudiarjo.
Keluarga tersebut merupakan keluarga yang terpandang di Indonesia, mereka memiliki perusahaan yang sangat besar.
Kefa dan Rina pun di sambut oleh bawahan Edwart.
Kefa dan Rina pun turun dari mobil yang sangat mewah, Kefa dan Rina pun berjalan di atas karpet merah.
Dan melewati para bawahan yang sedang memberi hormat kepada mereka, sekaligus menjaga mereka dari serangan musuh.
Kefa dan Rina mendapatkan pengawalan yang sangat ketat, dari rumah sampai ketujuan mereka, mereka di jaga ketat oleh bawahan Edwart.
"Hhahah akhirnya kau datang juga jagoan ayah." Edwart sambil mengangkat Kefa ke atas.
"Hhahaha ayah sudah cukup aku malu di lihat banyak orang ayah."
"Hahaha iya iya sekarang kau tambah berat saja." Ujar Edwart.
"Ya itu semua karena aku sudah mulai latihan."
"Aku rasa kamu benar, jadi bagaimana perjalanan mu bersama dengan ibu mu yang cerewet ini."
"Cukup menyenangkan ayah, ya walaupun aku tertidur cukup lama di mobil."
"Hhahaha itu berarti mobil yang ayah siapkan untuk kalian berdua sangat bagus dan sangat nyaman sampai membuat mu tidur pulas seperti itu."
"Iya ayah."
"Jadi sayang apa mereka semua sekarang sudah berkumpul?"
"Iya sebentar lagi pertemuan nya akan di mulai, kalian datang di waktu yang tepat."
"Hohohoho kan aku sudah bilang." Rina yang terlihat membanggakan dirinya.
"Iya iya aku kalah taruhan tuan putri Rina yang sangat cantik."
"Hahahaha puji aku terus puji aku terus."
"Ayah ibu apa kalian berdua tidak malu di lihat banyak orang." Ujar Kefa dengan muka datar.
"Ah iya kau benar, ayo kita masuk kedalam." Ucap Edwart.
Sebelum mereka semua masuk kedalam salah satu bawahan Edwart yang merupakan bawahan yang paling di percaya berbisik ke telinga Edwart.
"Tuan semuanya aman tidak ada yang perlu di khawatirkan."
"Ya bagus Kemal, aku ingin kau terus memperhatikan gerak-gerik semua orang, ini adalah pertemuan besar, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang membuat keluargaku terkena masalah."
"Di tambah aku takut ada musuh yang sedang mengincar Kefa anakku dan juga Rina istriku."
"Tapi ibu Rina sama kuatnya dengan tuan."
"Kamu benar Kemal kita tidak perlu menghkawatirkan istriku, yang terpenting kesalamatan yang paling utama adalah Kefa."
"Ya tuan baik."
Rina di sini mengajak Kefa mengobrol itu semua agar Kefa tidak menaruh curiga apapun, Rina ingin anaknya tersebut merasa senang dan tidak terbebani apapun.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam ruangan yang sangat besar terlihat seperti sebuah aula, aula tersebut terlihat sangat mewah dan di sana juga terdapat banyak makanan, minumam. Yang terlihat sangat mahal.
Di sana juga di sediakan sebuah tempat duduk dan meja yang sangat mewah.
Semua yang ada di sana merupakan barang yang sangat mahal.
Kefa, ayah, dan ibunya pun duduk di dekat meja yang terlihat berbeda dan cukup besar.
Kefa dalam hatinya hanya bisa terpukau, dia masih tidak percaya bahwa kehidupan kedua dia terlalu beruntung.
Kefa pun melihat sekitaran, dan dia sangat takjub dengan interior hotel Raffles, hotel Raffles benar-benar terlihat sangat elegan mahal dan sangat berkharisma.
"Bagaimana Kefa apa menurutmu hotel ini sangat indah dan bagus?" Tanya Edwart yang menyadari anak nya sedang memerhatikan sekitaran.
"Iya ayah."
Sebenarnya Kefa memerhatikan yang lain selain interior disana, Kefa juga memerhatikan orang-orang di sana.
Kefa memliki segudang pengalaman dalam menganalisa situasi, dia hanya ingin tau apa di sana banyak musuh atau tidak.
Namun setelah Kefa lihat-lihat yang memerhatikan Kefa hanyalah bawahan dari ayah dan ibunya, tidak ada orang lain.
Tak lama keluarga besar Deluxe yang lainnya pun duduk di dekat Edwart, Rina, dan Kefa.
Edwart memiliki kakak 2 laki-laki dan 1 adik perempuan, 1 adik laki-laki, Kakak pertama Edwart bernama Steven, kakak kedua Edwart bernama William, adik perempuan Edwart bernama Lisa, adik laki-laki Edwart bernama Efra.
Mereka semua sudah memiliki anak, bahkan anak mereka ada yang sudah besar, sekarang anak tersebut duduk di bangku SMA.
Anak tersebut merupakan anak dari Steven dan dulu dia merupakan cucu kesayangan dari kakek, nenek, Kefa yang merupakan pemimpin keluarga Deluxe yang sekarang.
Namun sekarang berbeda, Steven menjadi cucu yang biasa setelah hadirnya cucu-cucu lain nya, dan bahkan sekarang dia hampir tersingkirkan oleh Kefa.
Dia sangat tidak menyukai Kefa, bukan dia saja namun hampir seluruh, saudara Kefa tidak menyukai Kefa, karena dia sangat di sayang oleh kakek nenek.
Mereka semua merasa tersingkirkan karena kehadiran Kefa.
Edwart dan dua kakak, dua adiknya mereka sedang memperebutkan kursi pemimpin keluarga Deluxe.
Edwart sendiri memiliki alasan tersendiri yang sangat kuat, untuk menjadi pemimpin keluarga Deluxe.
Begitu pula dengan yang lainnya, dan mereka semua sedang berkompetisi dalam segala hal.
Namun mereka berkompetisi di balik layar, jika mereka sudah bertemu seperti sekarang, mereka terlihat baik-baik saja dan cukup akrab, walaupun yang sebenarnya mereka sedang saling mengejar satu sama lain.
Demi memperebutkan kursi pemimpin keluarga Deluxe.
Akibat dari itu jugalah permusuhan Kefa dan saudaranya terjadi.
Tak lama pemimpin keluarga Deluxe itu sendiri yaitu kakek, neneknya, Kefa sendiri akhirnya telah tiba.
Kedatangan mereka berdua membuat semua orang terdiam tidak berbicara, mereka adalah orang yang sangat mengerikan terutama kakek Kefa.
Kakek dan nenek Kefa bernama Despa, dan Maria.
Mereka berdua memiliki umur yang sudah terbilang tua, Despa memiliki umur 58 tahun dan sedangkan Maria memiliki umur 56 hanya beda 2 tahun dengan Despa.
Walaupun mereka sudah cukup tua mereka terlihat masih segar bugar dan masih mengeluarkan aura yang mengerikan.
Bagaimana pun juga kakek, dan nenek, Kefa merupakan mantan Mafia yang sangat mengerikan yang terkenal di seluruh dunia.
Kini mereka telah pensiun dan mereka menjalani hidup seperti orang biasa, bisnis mereka semua, mereka serahkan pada anak-anaknya.
Kedatangan dari Despa dan Maria, membuat Edwart dan yang lain nya berdiri termasuk Kefa.
Mereka semua mendekat kearah Despa dan Maria dan memberikan salam hormat kepada Despa dan Maria.
Despa dan Maria terlihat sangat senang.
"Kefa cepat beri salam kepada kakek dan nenek." Ujar Rina.
"Iya baik ibu."
Bukan Kefa saja yang di suruh, tapi anak dari Steven dan yang lainnya juga di suruh untuk memberikan hormat kepada Despa dan Maria.
Melihat cucu-cucu mereka, membuat mereka terlihat senang.
Total Despa dan juga Maria, memiliki cucu 10, Steven 3, William 2, Edwart 1, Lisa 2, Efra 2.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
art
Lagii
2022-09-05
1
Demon lord
hahahhahaha,,,,lawak si edwart
2022-08-28
0
The Jack Mod
Kenapa harus menyebutkan nama "Kefa anakku dan Rina istriku"?
kalau ditulis "anak dan istriku" pasti lebih bagus.
2022-06-07
4