Mereka berlima pun datang dan mengurumuni Kefa dan juga Robert. Kami pun menjadi pusat perhatian di sana, dan bahan perbincangan orang-orang di sana.
"Robert!! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berbicara dengan orang baru aneh ini." Ujar salah satu dari mereka.
"Tu-tuan Ra-raka maafkan saya."
"Kau tidak perlu meminta maaf Robert, kau tidak melakukan kesalahan sedikit pun." Kefa yang membela Robert.
"Kau ini anak baru aku sarankan agar kau tidak banyak tingkah." Ujar salah seorang dari mereka.
Raka orang tersebut memberikan kode kepada teman yang lain nya, agar menutup pintu kelas dan menahan nya.
Sepertinya mereka ingin menghajar Kefa dan juga Robert.
"Apa kau ingin bernasib sama seperti Robert hah!!!!!!"
"Kalian ini banyak bicara sekali seperti wanita saja."
"Hhahahahh kami wanita hahahah konyol, bukan nya yang mirip wanita adalah Robert dan dirimu." Ujar Raka.
"Kau ini anak baru jadi jaga bicaramu, dan jaga tingkahmu, atau kau akan menyesal nanti."
"ROBERT BERITAHU DIA JIKA DIA MELAWAN KAMI, APA YANG AKAN KAMI LAKUKAN PADANYA." Ujar Raka sambil menghempaskan kepala Robert ke arah Kefa.
Kefa pun menangkap Robert yang hampir terjatuh.
"Kau tidak apa-apa?"
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, aku tidak apa-apa bagi ku ini sudah biasa hehehe, oh yah benar yang lebih penting Kefa aku mohon kepadamu abaikan aku, dan jangan melawan mereka!" Ujar Robert.
"Hhahahahh kau dengar perkataan teman baru mu itu, orang baru."
"Ya aku dengar aku tidak tuli seperti kalian."
"Cihhh anak baru ini memang minta di hajar." Ujar salah seorang dari mereka yang ingin memukul Kefa.
Kefa pun menahan pukulan orang tersebut dan menahan tangan orang tersebut di kepala tangan Kefa.
Seluruh orang yang ada di sana pun terkejut karena serangan dari orang tersebut di tahan oleh Kefa.
Orang tersebut pun kepanikan karena tidak bisa menarik lengan nya.
Lengan nya juga kesakitan karena di remas oleh Kefa.
Kefa pun menatap orang tersebut dengan tatapan yang mengerikan.
Teman-teman nya ketika melihat tatapan Kefa yang sangat mengerikan, membuat mereka terkejut dan terdiam untuk beberapa saat.
"Apa-apaan orang ini, kenapa cengkraman dia sangat kuat, sialaan kenapa semakin sini semakin sakit" Batin orang tersebut yang kesakitan.
"TOLONG AKU INI SANGAT SAKIT!!!!!! TOLONG LEPASKAN!!!!!!!! LEPASKAN!!!" Teriaknya yang kesakitan dia sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya.
Dia sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi sehingga dia berteriak dengan sangat keras.
Teman-teman nya ketika mendengar suara teriakan barulah mereka tersadar.
"WOY! LEPASKAN TANGAN MU DARI TEMAN KU!!"
Mereka semua pun maju dan ingin menghajar Kefa.
Kefa pun melepaskan genggaman nya dan memukul dan menendang teman-teman nya dengan sangat keras, mereka semua pun terhempas jauh dan pingsan.
Para wanita di sana pun berteriak karena terkejut.
Kelas di sana pun menjadi berantakan.
Kefa pun mendekat kearah Raka dan teman nya tersebut dengan tatapan yang mengerikan, mereka berdua pun mundur kebelakang.
"JANGAN MENDEKAT!!!" Teriak teman nya Raka sambil memegang tangan nya yang sedang kesakitan.
"Dia gila dia memiliki kekuatan yang gila, dia seperti seorang monster." Batin orang tersebut yang ketakutan, dan baru menyadari bahwa orang yang ia lawan adalah orang yang sangat mengerikan.
Raka pun disini yang menolak untuk merasa takut, dia melakukan pukulan yang mengarah ke wajah Kefa.
Kefa dengan mudah menghindari serangan Raka hanya dengan menggeser wajahnya sedikit.
Kefa pun mencekik Raka dan membantingkan nya ke lantai dengan sangat keras.
Raka pun berteriak kesakitan, lantai di sana hampir retak gara-gara Kefa.
Kefa sekarang terlihat sangat menyeramkan, Raka pun di sini kesakitan.
Teman nya Raka mulai ketakutan, hanya tersisa dia seorang sekarang.
Tiba-tiba Kefa berada di depan dia tanpa dia sadari, pergerakan Kefa seperti hantu, dia sangat cepat.
Kefa pun memukul wajah orang tersebut sampai terhempas jauh dan menabrak kursi meja di sana.
Lima orang pun di tumbangkan oleh Kefa dengan sangat cepat, dan sangat mengerikan, semua orang di sana dapat melihatnya dengan jelas.
Semua orang pun sekarang ketakutan kepada Kefa.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SANA BANGSA* CEPAT KEPUNG DIA DAN HAJAR DIA!!!!!!" Teriak Raka sambil bangkit dan mersakan kesakitan yang luar biasa.
Teman-teman Raka yang lain pun yang berjumlah 7 orang, ingin mengepung Kefa.
"Berapa pun jumlah kalian, di mataku kalian hanyalah semut, lebih baik kalian menyingkir dari jalan ku, sebelum aku memberikan kalian pelajaran yang tidak akan pernah kalian lupakan." Kefa yang mengancam mereka semua.
"JANGAN DENGARKAN SI BANGSA* ITU DIA ADALAH ORANG BARU YANG BISA BICARA SAJA!!"
"Ya itu terserah kalian, jadi pilihan kalian adalah tetap menghalangi jalan ku yah, baiklah aku akan memberi kalian pelajaran sekarang." Ujar Kefa.
Kefa pun berlari dan melompat dan menyerang salah satu orang dari mereka menggunakan lutut kakinya.
Dan orang tersebut pun langsung pingsan dan darah bercucuran dari hidung nya.
Orang yang di serang oleh Kefa adalah orang yang terlihat sangat kuat badan dia sangat besar melebihi Kefa dan orang tersebut terlihat menyeramkan, namun bagi Kefa dia hanyalah semut belaka.
Melihat orang tersebut pingsan dan berdarah, membuat orang yang ingin melawan Kefa mundur kebelakang mereka terlihat seperti ketakutan.
"Aku sudah bilang bukan, peringatan ku bukanlah main-main, dan sisanya kalian bersiaplah." Kefa pun bergerak dengan sangat cepat dan menghempaskan 6 orang sisanya.
Mereka pun berdarah dan pingsan, kekuatan Kefa sangatlah mengerikan, pukulan biasa dia saja dapat membuat orang pingsan dan menerima luka yang sangat mengerikan.
Sekarang yang masih belum pingsan tinggalah Raka.
Kefa pun mendekat kearah Raka, Raka pun ketakutan dan mundur kebelakang.
"JANGAN MENDEKAT, AKU PERINGATKAN KAU JIKA KAU MENDEKAT, AKU AKAN MEMBERIMU PELAJARAN."
"Sebelum itu terjadi lebih baik aku memberi mu pelajaran terlebih dahulu, kau adalah bos di kelas ini kan?" Tanya Kefa.
"IYA KAU BENAR BUKAN ITU SAJA A-"
Kefa pun tiba-tiba berada di depan Raka dan memukul perut Raka menggunakan lutut "Berisik." Bisik Kefa di telinga Raka.
Kedua lengan Raka pun memegang perutnya yang kesakitan, dia hampir pingsan dan tidak sadarkan diri, karena kekuatan pukulan dari Kefa.
Kefa pun menarik rambut Raka, Raka pun berteriak kesakitan dia di bawa ke tembok belakang oleh Kefa.
Kefa pun disini membangunkan Raka, dan memegang kepala belakang Raka, kemudian Kefa hempaskan ke arah tembok dengan sangat keras.
Dan suaranya pun terdengar sangat sadis, para perempuan di sana terus berteriak karena melihat kekejaman Kefa.
Raka pun pingsan dengan wajah yang terluka dan penuh dengan darah.
Satu kelas pun terdiam tidak ada yang berani berbicara.
"Aku harap kalian semua yang ada di sini tidak melaporkan apa yang terjadi, dan aku harap kalian semua bisa melupakan apa yang telah terjadi tadi, anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi."
"Aku minta tolong kepada kalian agar tetap diam." Ujar Kefa.
Semua orang pun merinding ketakutan, sekilas mereka melihat sesuatu yang mengerikan yang ada pada dalam diri Kefa.
Semua orang pun menganggukan kepalanya.
"Robert ayo kita pergi dari sini, aku ingin mencari udara segar dan mengganti suasana, suasana ku hancur gara-gara mereka."
"Ah iya baiklah." Robert yang masih terkejut dan terlihat tidak percaya bahwa Kefa dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Semua orang pun menyingkir dari jalan Kefa dan juga Robert, bahkan mereka membuka kan pintu untuk mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Oyama
iya, hil yg mustahal... bukan cm dikeluarkan dr sekolah, tp bs dituntut secara hukum
2024-12-18
0
Win
Disekolah pemukulan spt itu aga keterlaluan... Diperlunaklah klw perseteruan di lingkungan sekolah. Jgn disamakan di perseteruan antar geng jalanan, antar preman
2022-10-17
1
art
likeee
2022-09-06
0