Norman membuka matanya dan dia benar-benar sangat terkejut.
Dia terdiam untuk beberapa saat dan keheranan, awalnya dia keheranan pada lengan bayi yang sedang bergerak di depan nya.
"Lengan mungil seperti bayi, siapa ini?"
Norman yang merasa aneh dia mencoba menggerak-gerakan lengan nya dan jarinya.
Betapa terkejut nya dia saat baru menyadari bahwa lengan mungil kecil itu, ternyata adalah lengan nya.
Disini Norman tidak dapat berpikir sama sekali ia benar-benar sangat terkejut.
"I-ini tidak mungkin terjadi kan kenapa aku berubah menjadi bayi, hahahah ini pasti mimpi aku akan mencoba menutup mata ku, ini mungkin uji coba dari sang Dewa, yang mencoba mengetes ku apa aku layak masuk surga atau neraka." Batin Norman.
"Eh, eh, eh kenapa ehhhh kenapa aku tidak bisa terbangun dari mimpi ku? Tunggu apa jangan-jangan aku bereinkarnasi?" Batin Norman yang kebingungan sekaligus tidak mempercayai, dengan apa yang ada di pikiran nya tersebut.
Dia benar-benar sangat syok sekarang.
"Tunggu dulu siapa mereka? Kenapa aku tidak mengerti sama sekali bahasa apa yang mereka gunakan? Dan tunggu aku bereinkarnasi dimana, kenapa tempat ini sangat aneh bagiku, dan rasanya tempat tidur ku sekarang sangatlah nyaman."
"Apa mungkin mereka berdua adalah orang tua ku? Dan tempat ini kenapa terlihat sangat mewah? Apa aku bereinkarnasi sebagai anak orang kaya?"
"Tapi tempat ini kenapa berbeda sekali dengan zaman ku, untuk sementara aku harus tenang."
Norman memiliki banyak pertanyaan di kepalanya, ia benar-benar sangat bingung.
"Sayang menurutmu apa anak kita tidak terlalu aneh?" Tanya seorang wanita yang merupakan ibu Norman sekarang.
Dia bernama Rina, sedangkan ayahnya Norman yang sekarang bernama Edwart.
"Aneh apanya?" Tanya Edwart yang sedang membuat wajah lucu, agar membuat anak mereka berdua tertawa.
"Menurutku Kefa, seperti bayi pada umumnya." Ujar Edwart yang menyesali perkataan nya.
Sudah beberapa lama dia mencoba untuk membuat anak nya tersebut tertawa, namun anaknya tersebut tidak tertawa sama sekali.
Dan dia hanya memasang wajah datar, dan bermain dengan kaki tangan nya.
"Aku rasa anak kita spesial bukan aneh sayang." Ujar Edwart.
"Aku setuju dengan mu, kita harus berpikiran positif, tapi tetap saja anak kita sangat aneh sayang."
"Dia tidak menangis ketika lahir, dia juga terus memasang wajah seperti itu, aku sudah beberapa kali mencoba menghiburnya tapi dia tidak menunjukan eskpresi, senang atau apapun." Ucap Rina.
"Sayang apa mungkin kita harus membuat wajah yang lebih lucu? Mungkin anak kita adalah anak spesial, jadi kita harus memperlakukan nya dengan spesial." Edwart yang mencoba berpikir positif thingking.
Bagaimana pun juga anak mereka memang terlalu aneh, anak mereka tidak menunjukan ekspresi apapun dari lahir sampai mereka sampai ke rumah sekarang.
Mereka benar-benar sangat heran kenapa anak mereka bisa seperti itu.
Rina dan Edwart pun mencoba ekspresi lucu lagi kepada Norman.
Norman sekarang sedang mencoba untuk membuka suara, namun beberapa kali pun dia mencoba dia tidak bisa berbicara, yang keluar dari mulutnya hanya suara bayi saja.
Rina dan Edwart pun terlihat senang karena putra nya itu menunjukan ekspresi, walaupun eskpresi anaknya juga terlalu aneh.
Rina dan Edwart yang terlihat senang mereka menghibur kembali anak nya tersebut.
"Apa yang di lakukan oleh mereka berdua, apa mereka berdua mencoba menghiburku, tapi jika seperti ini mereka bukan menghiburku tapi menakuti ku, tapi yasudahlah mereka juga sudah berjuang dari tadi untuk membuatku tertawa, jadi aku akan berpura-pura tertawa." Batin Norman.
"Lihatlah sayang Kefa dia tertawa hahahahah kan sudah aku bilang, dia adalah anak yang spesial, jadi kita harus memperlakukan dia secara spesial." Ujar Edwart yang terlihat senang.
"Iya sayang kamu benar, lihatlah betapa lucunya anak kita." Rina pun di sini menggendong Norman.
Sedangkan Edwart dia melihat Rina yang terlihat sangat bahagia, karena mempunyai anak.
"Akhirnya kita menjadi keluarga yang lengkap." Ucap Edwart yang terlihat terharu.
"Iya kamu benar sayang, aku sekarang sangat bahagia tau."
"Iya aku tau heheeh." Edwart yang mencium kening Rina.
"Sepertinya aku terlahir di keluarga yang harmonis, buktinya ayah dan ibuku saling cium satu sama lain di depan ku."
"Dan entah kenapa rasanya sangat nyaman sekali di gendongan ibuku, aku jadi mengantuk."
"Lihatlah sayang anak kita ingin tidur hahaha dia sangat lucu." Rina yang terlihat sangat senang.
"Hhahah iya kamu benar, dia terlihat seperti mu." Ujar Edwart.
"Dari mulai mata yang berwarna biru seperti langit yang cerah, dia persis seperti mu, dia juga sangat menawan dan tampan seperti ku hahahah"
"Iya kamu benar sayang, anak kita memang sangat tampan, kalau kamu ngantuk tidur lah sayang." Rina yang mencoba untuk membuat Norman tidur.
"Aku tidak kuat aku benar-benar mengantuk sekarang, perasaan yang kurasakan saat ini tidak pernah kurasakan di kehidupan sebelumnya, perasaan apa ini? Ini seperti sebuah perasaan yang sangat senang yang sulit untuk ku ungkapkan." Norman yang kemudian tertidur di gendongan ibunya.
***
1 Tahun setelah berinkarnasi, dan Norman atau sekarang dia di sebut sebagai Kefa.
Sudah menyesuaikan diri, dia juga sudah mulai mengerti bahasa apa yang di gunakan oleh orang tua nya, dia juga sudah mengerti perkataan orang tua nya.
Kefa sudah mengerti banyak hal bahkan dia juga sudah bisa berjalan, ya walaupun tidak terlalu lancar.
Kefa di sebut sebagai anak ajaib, Kefa sangatlah cerdas dan sangatlah hebat, orang tua mereka Edwart dan Rina.
Sangat terkejut dengan perkembangan anak nya tersebut.
Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa anaknya tersebut sangatlah pintar dan sangat cerdas, anaknya seperti mengerti semua perkataan dari Edwart dan Rina.
Edwart dan Rina sangat senang karena melihat perkembangan dari anak nya tersebut.
Walaupun seperti itu, mereka juga pernah kedokter dan memeriksa Kefa.
Mereka takut karena perkembangan Kefa yang tidak normal, yang tidak seperti bayi biasanya, Kefa terlalu spesial, itulah alasan kenapa Edwart dan Rina, selalu memeriksa keadaan Kefa ke dokter, mereka takut anaknya tersebut memiliki sebuah masalah pada mental maupun tubuhnya.
Namun setelah di periksa beberapa kali, Kefa tidak memiliki kondisi yang aneh, dia seperti bayi pada umumnya hanya saja otak dia bekerja dengan sangat cepat, dan dia sangatlah pintar.
Kefa sekarang dia berniat untuk berhati-hati kepada orang tuanya, orang tuanya sudah menaruh curiga padanya.
Dan Kefa mengetahui hal itu, oleh karena itulah Kefa berniat untuk berhati-hati sekarang, bagaimana pun juga dia harus di anggap sebagai bayi biasa pada umumnya.
"Sudah setahun aku tinggal di dunia ini, dunia ini benar-benar sama sekali berbeda dengan dunia lamaku, dunia ini bisa di bilang dunia yang sangat aneh bagi ku."
"Ya walaupun aku sekarang sudah terbiasa, beradaptasi pada semuanya."
"Aku sekarang menyebut dunia ini, sebagai dunia modern, di sini aku melihat banyak barang yang tidak pernah aku lihat di kehidupan ku sebelumnya."
"Dan tampaknya dunia ini sangat damai tidak ada peperangan lagi seperti di masa lalu, mungkin ada tapi tidak sebesar di kehidupan ku masa lalu."
"Aku tau karena orang tua ku ternyata seorang mafia, aku sebenarnya tidak mengerti mafia itu apa yang pasti itu seperti Raja, untuk sekarang yang aku mengerti itu saja, mungkin suatu saat aku akan lebih mengetahui lebih dalam."
"Aku masih tidak menyangka ternyata aku terlahir di keluarga yang sangat kaya, di sini banyak orang yang di sebut sebagai pembantu."
"Dan rumah orang tua ku juga sangat besar seperti sebuah istana."
"Aku sampai kesasar beberapa kali dan membuat orang tua ku khawatir."
"Di sini juga terdapat banyak orang yang di sebut sebagai pengawal, dan pasukan, mereka terlihat cukup mengerikan."
"Di sini juga terdapat tempat untuk latihan bela diri, bela diri di kehidupan lama ku berbeda dengan kehidupan ku yang sekarang, walaupun ada kemiripan, aku selalu melihat ayahku dan para bawahan nya berlatih bertarung bela diri, memakai senjata ataupun tidak."
"Dan senjata yang di gunakan ada yang sama di kehidupan lamaku, dan ada juga yang berbeda, yang berbeda yang tidak ku mengerti sama sekali adalah senjata pistol, rifle, sniper, dan senjata yang lain nya, yang bisa di sebut sebagai senjata modern."
"Senjata tersebut sangatlah mengerikan, dan membuat ku tercengang."
Kefa yang sekarang sedang pura-pura tidur di kasurnya tersebut.
Dia sedang memikirkan banyak hal, salah satunya adalah tadi dan salah satunya lagi tentang ingatan masa lalunya.
Ingatan masa lalunya sama sekali tidak hilang, dia mengingat semua masa lalunya, dia juga mengingat ilmu bela diri di kehidupan lamanya.
Dia juga mengingat cara bertarung, strategi perang dan yang lain nya.
Hal itu membuat Kefa sangat terkejut, dan dia juga sekarang sedang berpikir selanjutnya tujuan dia di dunia ini apa?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Xmolt
padahal kalau di dunia real, emng ada kondisi dimn bayi g bs nangis. tetapi itu kondisi 'tidak bs menangis' itu malah mengancam kondisi bayi, akibatnya para medis membuat bayi itu menangis secara paksa. disclaimer aja, bayi yg g bs nangis bisa saja meninggal
2024-07-27
1
Riyanganz
ngulang baca ke dua kali, habisnya lama bnget author ny up padahal novel bagus
2024-07-01
0
anhar005
what mafia🤣
2023-10-07
0