Nafas mereka bertiga menjadi tidak beraturan, "Apa orang bernama Kefa itu sudah pergi?" Tanya Revan.
"Entahlah Revan aku juga tidak tau." Ujar Paskal.
"Jika tidak tau kalian berdua lihatlah!!" Revan yang kesal kepada mereka berdua.
"Ya tunggu sebentar." Iso pun mengintip dan melihat bahwa Kefa sudah pergi.
"Monster itu sudah pergi." Ujar Iso.
Mereka bertiga pun langsung bernafas dengan lega dan terlihat lemas.
"Sialaan ini pertama kalinya aku merasa ketakutan di tatap oleh seseorang." Ucap Revan.
"Aku pun sama Revan, dia terlalu gila." Ucap Iso.
"Siapa sebenarnya dia?" Tanya Paskal.
"Aku pun tidak tau."
"APA? Kau tidak tau dia?" Paskal dan Iso yang terkejut karena baru kali ini, Revan tidak mengetahui informasi seseorang.
"Kenapa kalian terkejut, aku ini manusia biasa, bukan dewa jadi wajar saja, lagi pula orang bernama Kefa ini bukanlah orang biasa." Jawab Revan dengan wajah datarnya.
"Haah (Menghela nafas lemas) Kau benar juga." Ujar Paskal.
"Aku jadi penasaran siapa sebenarnya Kefa, apa mungkin dia berasal dari salah satu keluarga besar di Indonesia sama sepertimu Revan." Ujar Iso.
"Entahlah aku rasa ucapan mu ada benarnya juga, mungkin saja dia adalah orang yang berasal dari keluarga besar di Indonesia yang menyamar sebagai orang biasa." Ujar Revan.
"Aku rasa tidak mungkin dia adalah orang biasa, dia terlalu gila di awal masuk sekolah dia sudah menghabisi puluhan orang dengan mudahnya."
"Dan di awal masuk sekolah dia sudah menguasai kelasnya, dia menghajar banyak orang, ada kemungkinan dalam waktu sebentar dia akan menjadi penguasa sekolahan ini." Ujar Revan.
"Jadi maksudmu kedudukan mu akan tersingkirkan Revan?"
"Iya begitulah Iso, tapi tentu saja aku tidak akan memberikan kedudukan ini dengan mudah padanya." Revan yang tersenyum penuh makna.
"Sepertinya kau memiliki cara untuk menghadapi monster kali in Revan." Ujar Paskal.
"Tentu saja dan jika aku kalah dalam menghadapi dia, aku akan menjadi bawahan nya." Ujar Revan yang membuat Paskal dan Iso terkejut.
Namun mereka mengerti apa maksud dari Revan, mereka bertiga sudah berteman cukup lama, jadi mereka bertiga saling mengerti satu sama lain.
"Aku tidak peduli dengan apapun pilihan mu nantinya, yang pasti aku akan mengikuti mu kemana pun kau pergi." Ujar Iso.
"Yap Paskal benar."
"Hhahaha terima kasih kalian bertiga adalah teman terbaikku." Revan yang tiba-tiba tertawa.
"Tentu saja." Ujar Paskal dan Iso.
"Aku tak menyangka di akhir tahun ku, aku akan bertemu dengan seseorang yang sangat menarik seperti Kefa." Ujar Revan.
"Hhahaha akhir tahun sekarang jadi tidak bosan bukan?"
"Ya aku rasa."
Mereka bertiga pun melanjutkan obrolan nya, mereka banyak mengobrol tentang Kefa.
Mereka benar-benar sangat penasaran dengan identitas Kefa, dan untuk hal itu mereka akan melakukan segalanya.
Selain itu juga mereka mengobrol masalah tentang jika Kefa menjadi pemimpin sekolah mereka, apa ada kemungkinan sekolah mereka akan menguasai sekolahan lain nya.
Dan menjadi sekolah nomer satu terkuat di Bandung.
***
Kefa sekarang sedang berjalan menuju rumah, Kefa sudah merasakan dari tadi ada seseorang yang mengikutinya.
Dan Kefa sejak awal sudah tau siapa yang mengikutinya, dia tidak lain adalah Defa. Kefa sekarang berada di gang yang cukup sepi, Kefa sengaja lewat jalan itu.
Itu semua agar Defa keluar dari persembunyian nya.
"Defa keluarlah, kau sudah ketahuan dari tadi, haah (Menghela nafas lelah) Aku sudah menduganya dari awal, kau bukanlah orang biasa, kau adalah bawahan dari ayah ibuku kan?" Tanya Kefa.
Tak lama Defa pun keluar dari persembunyian nya.
"Sepertinya aku sudah ketahuan yah, sudah aku duga anak dari bos memang sangat hebat dan sangat menarik." Ujar Defa.
"Apa kau mengikuti ku dari awal, dari kejadian di parkiran?"
"Ya begitulah tuan muda."
"Apa ayah dan ibu hanya mengirim mu seorang saja."
"Iya aku rasa, karena satu orang pun cukup untuk menjaga mu." Ujar Defa sambil tersenyum.
"Menurut informasi yang aku dapatkan dari guruku yaitu Kemal, dan beberapa orang kuat di Geng Lion seperti Hyuro dan yang lain nya, aku harus berhati-hati kepada tuan muda Kefa, mereka bilang bahwa tuan muda Kefa bukanlah orang biasa."
"Tapi dari tadi aku hanya melihat dia seperti orang biasa saja, tapi kekuatan dia perlu aku akui." Batin Defa sambil menganalisa Kefa.
Defa sangat penasaran kepada Kefa, karena Hyuro, Kemal, dan orang terkuat lain nya, berkata bahwa Kefa adalah orang yang sangat hebat.
Dan mereka sampai menyuruh Defa untuk tidak pernah melawan Kefa, Defa sama sekali tidak mengerti kenapa mereka semua sangat ketakutan pada bocah berumur 13 tahun, yang terlihat biasa saja.
"Apa kau bukan berasal dari mansion tempat ku tinggal?"
"Ya begitulah aku berasal dari luar, aku hanya mendapatkan panggilan dari ayah ibumu."
"Begitu yah pantas saja kalau begitu kalau kau tidak mengenalku, oh yah aku ingin bertanya tugas yang diberikan ayah ibu ku kepada mu apa?" Tanya Kefa dengan sopan.
"Maaf tuan muda hal itu sangatlah rahasia."
"Begitu yah, apa ada cara untuk mengetahuinya?" Tanya Kefa sambil tersenyum kepada Defa.
Defa yang mengerti senyuman Kefa, ia membalas senyuman Kefa "Tentu saja ada."
"Pada akhirnya seperti biasa yah, kita harus melakukan tradisi hahahah."
"Yah begitulah tuan muda."
Mereka berdua bersiap untuk bertarung.
Kefa pun langsung melakukan tendangan memutar, Defa dengan sigap mundur kebelakang.
Dia terkejut dengan kecepatan Kefa, sedikit saja telat bergerak Defa yakin dia dapat menerima luka yang cukup parah.
Defa mengeluarkan keringat dingin, hanya satu gerakan biasa dari Kefa saja, Defa bisa mengetahui sekarang bahwa Kefa sangatlah berbahaya.
Dan Defa semakin tertarik untuk melawan Kefa.
"Kau cukup fleksibel, dan gerakan mu itu mirip dengan Kemal, apa kau murid dari dia?" Tanya Kefa.
"Bagaimana bisa kau tau?"
"Ya entahlah apa kau tidak bertanya pada mereka semua tentang siapa diriku?"
"Aku sudah melakukan nya tapi mereka hanya memperingatkan ku, jadi kurang lebih aku sangat penasaran pada tuan muda sekarang."
"Hmm jadi begitu yah alasan kenapa kau menantang ku."
"Iya tuan muda maafkan aku sebelumnya."
"Tidak masalah, jadi ayo kita lanjut."
Kefa pun melakukan tendangan memutar, namun kali ini dia melakukan nya dengan sangat cepat dan bertenaga.
Kali ini Defa tidak bisa menghindarinya, ia hanya dapat bertahan menggunakan kedua lengan nya.
Defa pun bergeser kesamping.
Defa pun merasakan kesakitan, lengan dia seperti ingin patah hanya karena menerima satu serangan dari Kefa.
Sekarang Defa mengerti alasan kenapa Hyuro, gurunya yaitu Kemal dan yang lain nya.
Memerintahkan Defa untuk tidak melawan Kefa sekarang dia mengerti alasan nya.
Kefa pun tersenyum pada Defa, yang sekarang sedang merasakan kesakitan pada kedua lengan nya.
Defa pun yakin bahwa serangan tadi bukanlah kekuatan penuh dari Kefa.
Defa yang melihat senyuman Kefa membuat dia merinding ketakutan.
"Bagaimana mau tetap lanjut?" Tanya Kefa.
"Ya aku masih sanggup tuan muda."
"Aku suka dengan semangatmu, kalau begitu giliran mu silahkan serang diriku." Ujar kefa.
Sambil mengangkat kedua lengan nya, Kefa seperti menyuruh Defa untuk menyerang Kefa secara bebas.
Defa pun sangat terkejut dan dia seperti di remehkan oleh Kefa, tapi masalahnya Kefa memang benar-benar sangat kuat.
"Apa tuan muda yakin? Apa tuan muda tidak terlalu meremehkan ku?"
"Tidak aku sama sekali tidak meremehkan mu, kau sangat kuat tapi sayangnya kau memilih lawan yang salah." Ujar Kefa.
"Santai saja serang aku saja, nanti kau juga akan mengerti, tapi jangan kotori bajuku, masalahnya nanti ayah dan ibuku bertanya padaku." Ujar Kefa.
Defa pun menatap datar Kefa "Kenapa yang dia khawatirkan bajunya bukan dirinya sendiri." Batin Defa yang tidak mengerti jalan pikiran dari Kefa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
abdillah musahwi
kalo Kefa umurnya 13tahun si defa emangnya umurnya sama juga⁉️🤔
2023-04-18
2
Adiwaluyo
hebat juga gerakan kefa
2023-01-25
0
art
🚥
2022-09-06
0