Despa dan Maria pun memperlakukan cucu-cucu mereka dengan setara.
"Aku rasa Despa dan Maria adalah kakek, nenek yang baik mereka tidak pilih kasih, mereka memperlakukan cucu mereka dengan adil, hanya saja ada yang merasa tidak di anggap." Batin Kefa.
Kefa di sini di peluk oleh Despa dan Maria, bagi Kefa hal itu wajar karena dia masih lah kecil.
Di antara cucu yang lain, Kefa adalah yang paling kecil, dan wajar saja jika Kefa di perlakukan seperti itu.
Justru yang tidak wajar adalah cucu yang besar yang di perlakukan seperti itu.
"Kakek, nenek silahkan duduk di sini." Ucap Rico salah satu cucu paling besar yang duduk di bangku Sma, dia adalah anaknya Steven.
"Iya terima kasih nak, kamu memang sangat baik." Ujar Maria.
"Aku rasa semua cucu kita baik juga."
"Iya kamu benar Despa."
Di sini Rico tersenyum pada Kefa, senyuman Rico terlihat sangat menyebalkan.
Despa, Maria, dan anak-anak nya, mereka pun mengobrol cukup lama, banyak hal yang mereka obrolkan, dan mereka terlihat baik-baik saja.
Tidak ada masalah sedikit pun mereka juga terlihat akrab satu sama lain, seperti tidak ada masalah sedikit pun.
Padahal mereka sedang memperebutkan tahta pemimpin keluarga Deluxe.
Mereka semua memang mafia kelas atas, jadi bagi mereka hal ini adalah hal yang sangat biasa.
Acara tersebut pun kemudian di mulai.
Despa dan Maria maju kedepan dan melakukan pidato yang cukup panjang, intinya mereka mengucapkan selamat kepada mereka semua, karena telah berhasil mengurus proyek besar dunia yang bernilai triliunan.
Pencapaian tersebut benar-benar sangat besar bagi mereka semua terutama keluarga Deluxe.
Setelah itu semua beres sekarang kami mengadakan makan bersama,
Cara makan mereka semua terlihat sangat elegan dan sangat hebat.
Kefa di sini belum memakan, makanan nya.
"Kefa adikku apa kau tidak ingin memakan makanan mu?" Tanya Rama yang merupakan anak kedua dari Steven, yang duduk di bangku Smp.
"Atau kau belum di ajari cara makan seperti kami?" Tanya Rico dengan senyuman mengejek kepada Kefa.
Melihat anak nya di ejek membuat Rina ingin marah, namun ia tidak bisa melakukan nya.
Kefa tidak menjawab pertanyaan dari kedua saudaranya itu, dia hanya terdiam dan tidak menganggap Rama dan Rico ada di sana.
"Kakek nenek apa tidak masalah jika aku makan, sebelum kakek nenek mempersilahkan ku untuk makan."
"Hhahahaha tentu saja hahaha kau memang anak yang sopan seperti ayah dan ibu mu hahaha." Ujar Despa, yang tertawa padahal dia sedang makan.
"Makan dulu baru nanti tertawa." Ujar Maria.
"Iya iya." Ujar Despa.
"Makanlah nak Kefa, tidak ada yang melarang mu untuk makan, makan yang banyak biar kamu cepat tumbuh besar." Ujar Maria yang terlihat sangat memperhatikan Kefa.
Kefa pun tersenyum mengejek membalas Rico dan Rama, Rico dan Rama pun terlihat sangat kesal.
Sedangkan Edwart dan Rina menahan tawa mereka.
"Cih dasar dua saudara bodoh, apa kalian berdua berpikir bahwa aku tidak bisa makan dengan cara elit, kalian berdua salah."
"Memang benar aku tidak pernah di ajari oleh orang tuaku, tapi kalian perlu tau aku dulu adalah seorang Raja, makan dengan cara elit seperti ini aku sudah terbiasa." Batin Kefa.
Kefa yang masih berumur 4 tahun pun makan dengan gaya yang mirip dengan mereka semua, namun terlihat lebih menarik dan terlihat lebih berseni.
Membuat mereka semua cukup terkejut akan hal itu.
Rico dan Rama yang berpikiran bahwa mereka bisa mempermalukan Kefa, pikiran itu pun menghilang dan mereka sedikit kesal.
Setelah makan, para orang Dewasa pun mengobrol kembali, dan sedangkan anak-anak mereka, mereka menyuruh anak-anak nya untuk pergi bermain.
Mereka bebas untuk melakukan hal apapun, hampir seluruh orang yang hadir di pertemuan besar itu membawa anak mereka.
Ada banyak anak wanita maupun pria, dan mereka semua saling bergaul dan mengobrol satu sama lain.
Kefa yang tidak pernah belajar ilmu sosial, alias tidak tau cara nya mengobrol dan berkenalan dengan orang lain, dia sekarang kebingungan dan melihat sekitaran.
Dia seperti sendirian, Kefa tidak mempermasalahkan hal itu, lagi pula dari dulu dia selalu sendiri seperti itu.
Kefa yang ingin mencari suasana baru pun dia pergi ke balkon, yang tidak jauh dari sana.
Dia ingin mencari ketenangan di sana sambil melihat langit.
Itulah niat Kefa yang sebenarnya tapi, tiba-tiba saja ternyata di balkon tersebut ada seorang wanita.
Dia masih anak-anak mungkin seumuran dengan Kefa, dia mempunyai rambut berwar ungu yang indah.
Dia juga terlihat sangat cantik, dan wanita tersebut sekarang sedang memandang langit dan pemandangan kota Jakarta.
Kebetulan pembatas balkon tersebut terbuat dari kaca, jadi dia bisa melihat pemandangan kota Jakarta.
Kedatangan Kefa di sadari oleh wanita tersebut, wanita tersebut pun menunjukan wajah kebingungan.
"Ohh apa kau adalah Kefa? Sedang apa orang sepenting mu datang kemari, apa kau tidak mengobrol dengan anak yang lain nya?" Tanya Wanita tersebut.
Kefa pun melangkah kedepan dan melihat pemandangan Jakarta juga.
"Iya aku adalah Kefa, perlu di ingat aku ini bukan orang penting, aku hanya orang biasa, aku tidak mengobrol karena aku tidak bisa." Jawab Kefa.
"Jika tidak bisa mengobrol kenapa kau sekarang mengobrol dengan ku? Dasar aneh dan kau bukan lah orang biasa, apa kau tidak tau siapa dirimu" Ujar Wanita tersebut.
"Tentu saja aku tau siapa diri ku, ya mungkin kau benar juga."
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya wanita tersebut.
"Tentu saja sudah jelas bukan? Aku kemari ingin mencari udara segar."
"Begitu kah jadi kau sama dengan ku."
"Ngomong-ngomong siapa nama mu? Dan apa yang kau lakukan di sini kenapa kau tidak mengobrol dengan anak lain nya?"
"Nama ku yah, nama ku adalah Tsukia salam kenal Kefa."
"Nama yang bagus, apa nama mu berasal dari bahasa jepang yang artinya bulan?"
"Ya kurang lebih kamu benar."
"Jadi alasan wanita secantik mu tidak mengobrol dengan anak lain kenapa?"
"Terima kasih karena sudah memujiku cantik, aku tidak mengobrol dengan mereka karena aku merasa percuma."
"Kenapa?"
"Aku tidak bisa menyebutkan alasan nya."
"Tsukia nak kamu dimana."
"Sepertinya ibu ku memanggil ku, aku harus pergi terlebih dahulu, terima kasih sudah mengobrol dengan ku, tadi cukup menyenangkan walaupun singkat."
"Ya sama-sama" Kefa yang melambaikan tangan nya pada Tsukia yang melambaikan tangan nya juga.
"Suatu saat semoga kita bisa bertemu kembali." Ujar Tsukia. "Ya kalau aku tidak mati." Gumam nya yang tidak terdengar jelas oleh Kefa.
"Apa?"
"Tidak."
"Ah yah semoga kita bertemu kembali."
Tsukia pun pergi dari balkon tersebut dan menyisakan Kefa yang sendirian.
"Dasar wanita yang sangat aneh." Batin Kefa.
Kefa pun menghela nafas dalam, dia terlihat sangat nyaman dan sangat tenang.
Walaupun di dalam pikiran nya dia sedang berpikir.
"Benar kata pepatah, malam memang tenang tapi pikiran belum tentu, sebentar lagi mungkin aku akan masuk kedalam, jika aku berlama-lama di sini aku takut orang-orang pada mencariku." Batin Kefa.
Kefa yang sudah merasa lebih baik kemudian dia kembali ke dalam ruangan.
Ketika ia kembali ia di kerumuni oleh beberapa pria yang umurnya lebih Dewasa darinya, tapi mereka terlihat masih anak-anak.
Kefa terlihat sangat risih dengan mereka semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
kutu kupret🐭🖤🐭
4 apa 7 tahun thor 🤔
2023-05-17
1
Adiwaluyo
kefa sudah pintar juga
2023-01-25
0
Win
Diteruskan, dilanjutkan... Monggo
2022-10-16
0