Setelah acara Reality Show tempo hari, kepopuleran dari Emelin semakin meningkat di Dunia Hiburan.
Channel Live Streaming nya sekarang menjadi lebih ramai dari sebelumnya, dan respon orang menjadi lebih positif.
Mereka sangat menyukai Bagaimana Emelin dan Putranya sangat akrab dan kompak, terutama karena Alex yang masih kecil itu sangat pintar.
Melihat respon orang-orang semakin baik tentu saja membuat Emelin cukup senang.
Hari ini setelah sarapan, rencananya Emelin ingin mengantar Alex ke Sekolah. Sudah lama dirinya tidak lagi mengantar anak ini Kesekolah sejak Insiden yang terjadi beberapa bulan lalu, apalagi setelahnya, dirinya juga sibuk melakukan Operasi dan belakangan sibuk memikirkan konten untuk siaran langsungnya.
Alex sudah menjadi anak yang patuh dan baik, dan sekarang saatnya dirinya menunjukan pada semua orang kalau dirinya juga bisa menjadi Ibu yang layak untuk Putranya ini.
Sekarang, Emelin memiliki keberanian untuk mengantarkan Alex kesekolah.
"Mama malu mengantar Alex?"
"Tentu, saja! Mulai sekarang, Mama ingin mengantar Alex setiap hari."
"Apa tidak merepotkan?"
"Tentu saja tidak, apa yang merepotkan?" Kata Emelin dengan ceria itu lalu, naik keatas mobil bersama Alex.
Emelin sudah memastikan dirinya berdandan dengan cukup bagus untuk mengantar Alex ke sekolahnya.
Dan benar saja, ketika turun dari mobil, Alex dan Mama nya itu menjadi pusat perhatian.
Semua mata Ibu-ibu yang mengantarkan Putranya itu melihat kearah mobil hitam yang terparkir, seorang wanita dengan gaya yang cukup modis dan terlihat sangat muda itu keluar dari mobilnya dengan anggun, sambil mengandeng Putranya.
Beberapa orang sekali lagi sedikit bergosip,
"Itu benar-benar, Ibu Alex?"
Beberapa sempat tidak percaya apa yang dilihatnya.
Salah satu Ibu-ibu yang tempo hari sempat mengatakan hal-hal jelek pada Mama Alex tempo hari juga di hati kaget.
"Itu tidak mungkin...."
"Aku mendengar kalau sebenarnya, dia adalah Mantan Artis Populer, Emelin Smith yang itu...."
Ibu-ibu disebelahnya itu menatap tidak percaya setelah mendengar perkataan temannya itu.
"Aku dengar, dia sekarang sudah kembali dan membuka channel siaran langsung,"
Sepintas, Emelin yang lewat melewati kerumunan Ibu-ibu muda ini, ada wajah yang cukup familiar, ada juga wajah yang tidak dikenal.
Disana, ada seseorang yang baru pertama kali Emelin lihat menyapanya,
"Ini? Ini benar-benar, Emelin yang terkenal itu?"
Emelin yang disapa itu lalu hanya tersenyum lembut.
Ibu-ibu yang berada disamping wanita yang menyapa Emelin itu tersenyum canggung.
"Aku hanya mengantarkan Putraku Ke Sekolahnya." Balas Emelin, lalu dia menunduk menatap Putranya itu.
"Sekolah yang baik, ya Alex. Alex harus menjadi anak yang baik disekolah, jaga sopan santun dan selalu hormati orang lain ya. Jaga cara kamu berbicara, begitulah agar kamu terlihat terpelajar dan seperti anak yang baik."
Disini, Emelin mempertegas kata-kata bagian Jaga Sopan Santun, dan Cara Berbicara, seolah-olah menyindir seseorang.
"Tentu saja, Alex selalu menjadi anak yang baik yang akan membuat Mama bangga,"
"Putra Mama memang yang terbaik," kata Emelin sambil mengelus rambut Alex.
Dia lalu menatap kearah dua wanita yang berada disana yang menyapa Emelin tadi.
"Kamu Ibu yang baik bukan. Dan Alex terlihat cukup masuk akal," sanjung salah satu wanita itu.
"Itu benar, itu karena aku menjagari Putraku dengan baik cara berperilaku dan menjaga sopan santun nya. Di dunia ini ada beberapa orang yang tidak bisa menjaga sopan santunnya, benar-benar tidak terlihat terpelajar bukan?"
Wanita itu tertawa,
"Ya itu benar."
"Aku rasa aku akan permisi dulu, aku cukup sibuk, alangkah lebih baik kalau kita mengurangi bergosip soal seseorang dan mencari kesibukan lainnya, benar bukan," kata Emelin sambil tersenyum menatap wanita disampingnya Ibu Muda yang menyapanya itu.
Tatapan mereka bertemu, ada rasa malu yang dirasakan oleh orang itu.
Emelin tidak terlalu memikirkannya lagi, hal-hal memang selalu seperti itu, lalu dia pergi dari sana dengan tenang.
Emelin sedikit berpikir, ketika kamu ada di bawah, semua orang akan memandang rendah padamu, dan ketika kamu berada diatasnya orang-orang akan mengunjung penuh tipu muslihat untuk keuntungan sendiri, dari masalalu Emelin menjadi belajar untuk lebih peka terhadap sapaan orang-orang.
Namun dirinya juga dapat pelajaran berharga, disaat-saat terpuruknya masih ada orang baik didunia ini, itu seperti Suami Kontraknya, dan Putranya.
Bagaimana dengan hari-hari kedepannya?
Emelin hanya bisa berharap akan ada hari-hari baik yang datang, dirinya hanya harus melakukan yang terbaik.
Apalagi dirinya kemarin mendapatkan kabar kalau salah satu Produsen ternama menawarkan dirinya untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan pemeran Utama dalam filmnya.
Dirinya harus berusaha lebih keras!!
Dapatkan peran itu segera!!
Semangat Emelin!!
####
Di mulai dari hari-hari itu, Emelin menjadi semakin sibuk untuk kembali berlatih akting dan menghafalkan dialog yang akan dia peragakan untuk chasting film siang dan malam.
Namun disamping itu, Emelin tetap membagi waktunya untuk acara live streaming juga untuk selalu menyempatkan dirinya untuk selalu bersama Alex, seperti mengajarinya mengerjakan Pekerjaan Rumahnya.
"Mama bukankan akan berlatih Akting lagi?"
"Baik, coba Alex dengarkan dan lihat ya,"
Disini, ditemani oleh Alex, Emelin mulai melafalkan dialog-dialog dalam naskah yang diserahkan padanya itu.
Emelin benar-benar begitu bersemangat untuk bisa mendapatkan peran itu. Dirinya tidak akan mengecewakan Produser yang memberinya Kesempatan ini.
Dirinya harus bisa memenangkan Audisinya!!
Begitulah hari-hari Emelin Minggu ini mempersiapkan Audisi untuk peran film.
Di Minggu ini, Antony memang sedang di Luar Kota dan belum pulang.
Melihat ini, entah kenapa Emelin merasa sedikit sepi.
Rasanya entah bagaimana aneh, ketika dirinya hanya tidur dengan Alex saja.
####
Disisi lainnya, Claudia juga mempersiapkan untuk Ikut Audisi untuk mendapatkan peran tertentu.
"Ya, aku pasti akan mendapat posisi Pemeran Utama dalam film ini." Kata Claudia dengan managernya.
"Tapi aku dengar, Produser kali ini telah merekomendasikan seseorang yang katanya kemungkinannya cocok untuk pemeran utama,"
"Hah? Tentu saja aku akan lebih unggul dari itu, aku pasti akan memang."
"Ya. Aku percaya padamu, dan ini Naskah film yang akan kamu ikuti,"
Namun Claudia hanya menerima naskah film itu dengan santai, kalau kembali mendengarkan telepon dari teman-temannya.
Dia merasa kalau ini hanya hal mudah mendapatkan peran, di minggu penting dia harus berlatih, Claudia malah hanya pergi berlibur bersama teman-temannya dan menghamburkan uang-uangnya itu, menikmati hidupnya.
Claudia masih kesal soal Emelin, terutama setelah rencananya membuat berantakan Reality Show Emelin kemarin gagal. Namun apa lagi?
Claudia merasa Emelin tidak bisa ke dunia hiburan lagi setelah acara itu. Lagipula Keluarga Smith sekarang ikut masuk dalam Investasi di dunia hiburan, dengan ini membokir akses Emelin mendapatkan peran-peran dalam dunia film dan drama yang bagus.
Namun semua mimpi indah Claudia berahir ketika dia melihat Emelin di hari Audisi Pemeran Utama Film yang ingin dirinya bintangi.
Claudia melihat Emelin saat ini berbicara dengan Produsen dengan akrab.
Tatapan mereka bertemu,
"Ah, Emelin? Ini adalah Claudia, dia juga akan ikut Audisi Pemeran Utama ini, salah satu Sponsor merekomendasikannya, aku rasa sepertinya kalian sudah kenal cukup baik." Kata Produser itu.
Disini, wajah Claudia menjadi pucat karena marah.
Emelin dengan cepat memengakan ekpersinya lalu menyapa Claudia.
"Senang bisa bertemu denganmu, Claudia. Semoga kita bisa bersaing dengan baik."
Melihat dua orang itu terlihat mau mengobrol, Produser itu pergi karena ada urusan lainnya, meninggalkan dua orang itu sendirian.
"Kamu!! Kenapa sampah seperti mu ada disini, Hah?" Kata Claudia dengan penuh emosi.
"Owh? Tidak bisakah? Apakah kamu takut akan kalah dengan ku dan tidak bisa mendapatkan Peran ini?"
"Apa katamu? Siapa yang takut? Aku pastikan kamu tidak akan mendapat peran ini!!"
"Apakah kamu bisa?"
"Cih, wajah hasil Operasi Plastik sepertimu berani bicara seperti itu didepan ku!!"
"Memang berkat siapa aku harus Operasi itu?"
"Dasar wanita murahan berisik! Sama murahannya dengan Suami dan Putramu itu!"
"Jaga mulutmu!"
Disini, Emelin dan Claudia saling adu mulut, namun akhirnya, Emelin memilih pergi, hanya tersisa Emosi jika harus beradu mulut dengan Claudia yang menyebalkan ini.
Emelin tidak habis pikir, dulu Claudia terlihat sangat manis dan sangat ramah padanya, namun ternyata dibalik itu semua, ini adalah sifat asli Claudia.
Wajah seseorang benar-benar bisa berubah 180 derajat!!
Sungguh mengerikan....
####
Sampai acara audisi ini diadakan dari Siang sampai Sore, dari beberapa orang artis yang ikut berpartisipasi, Emelin lah yang mendapatkan banyak pujian dari Produsen dan Juri.
"Kamu benar-benar mendalami dalam memerankan tokoh karakter ini." Puji salah seorang juri.
"Kemampuan akting yang sungguh luar biasa, kamu bahkan sudah menghafalkan dialognya dengan cukup baik," puji salah satu juri lagi.
"Terimakasih atas pujiannya. Saya bisa tampil maksimum saat ini tidak lepas dari latihan yang saya jalani selama ini." Kata Emelin disana.
Para juri tersenyum setelah melihat Emelin pergi.
Saat ini giliran Claudia yang tampil, beberapa Juri juga mengharapkan hal yang baik dari Claudia ini, mereka dengar Artis baru ini memiliki kemampuan akting yang cukup baik.
Namun sayang sekali, Claudia yang sudah termakan api kemarahan dan cemburu pada Emelin yang di puji para juri itu, melupakan beberapa dialog nya, dan akhirnya melakukan kesalahan-kesalahan dalam Aktingnya memerankan tokoh utama itu.
Itu benar-benar diluar ekspektasi pada Juri, membuat para Juri jujur tidak bisa berkomentar karena kecewa.
Disini, keluar dari panggung Audisi Claudia merasa sangat marah dan kesal.
Ini semua gara-gara Emelin dirinya tidak bisa konsentrasi!!
Emelin sialan itu!!
"Nona Claudia, ini diminum dulu, dan mari kita duduk Istirahat disana," itu adalah kata salah satu Asistennya, namun Claudia menepis Air itu hingga jatuh, dan membentak Asistennya itu bentuk dari penyaluran kekesalannya itu.
"Diam kamu!!"
Asisten baru itu syok melihat sikap dari Caludia, dirinya awlamya begitu senang ditugaskan untuk menjadi Assisten Claudia, duitnya tidak menyangka selama menjadi Asisten Claudia, dirinya hanya diperlakukan dengan kasar.
Pada akhirnya, Claudia bersantai dan duduk di salah satu ruangan ViP disana.
Namun , disana Claudia tidak akan pernah mengira, dirinya malah mendengarkan para juri yang sedang berdiskusi soal siapa yang akan mendapatkan peran ini.
"Aku melihat kalau kinerja Emelin cukup bagus, dia sangat cocok untuk peran ini,"
"Itu benar, kemampuan aktingnya sungguh luar biasa, itu jelas berkat kerja keras dan latihan dengan sungguh-sungguh. Awalnya setelah terlibat sekandal aku pikir dia benar-benar akan jatuh dari Dunia Hiburan,"
"Tapi bakat seperti itu benar-benar langka. Sejujurnya aku malah lebih kecewa dengan penampilan Claudia, dengan akting seperti itu, apakah dia benar-benar Artis Papan atas?"
"Aku dengar, Caludia mengambil keuntungan dari Emelin yang terlibat skandal dan memasuki Dunia Hiburan agar booming,"
Mendengar perkataan semua orang soal membandingkan dirinya dan Emelin itu membuat Claudia merasa sangat marah.
Awas kamu Emelin!!!
Akan aku buat kamu tidak bisa berakting lagi!!
####
Saat itu, Emelin yang tidak tahu apa-apa itu sedang bertelepon dengan Alex di dekat kol renang.
"Ya, Mama sudah melakukannya dengan baik, namun Mama masih sedikit cemas dengan hasilnya,"
Suara ceria dan penuh semangat terdengar dari ujung telepon,
"Mama sudah melakukannya dengan baik, jangan khawatir. Alex yakin Mama pasti mendapatkan peran itu,"
Mendapatkan pujian dan dukungan dari Putranya, membuat Emelin menjadi lebih bersemangat.
Alangkah lebih baik jika Antony juga ada dan memujinya seperti itu....
Akhhhh....
Kenapa dirinya jadi memikirkan Antony lagi?
Baru lebih dari satu minggu tidak bertemu namun....
Emelin yang asik bertelepon itu, tidak sadar kalau seseorang mendekat kearah nya.
Orang itu tiba-tiba menjambak rambut Emelin dengan penuh emosi.
Emelin jelas kaget.
"Claudia!! Apa-apa kamu!!"
Namun Caludia tidak menjawab, hanya terbawa emosi dan bertengkar, menjambak rambut Emelin lebih parah, membuat Emelin menjadi marah juga dan ikut menjabak rambut Caludia.
Melihat ada kolam disana, Claudia memikirkan sebuah rencana.
Claudia ingat kalau Emelin tidak bisa berenang, lagipula disini cukup sepi bukan?
Disini, Caludia yang berniat jahat itu lalu mendorong Emelin ke kolam, namun siapa yang tahu....
BUURRRRRR
####
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Asta Azhar
yg jatuh siapa
2022-05-25
0
Wina Yuliani
karena harta sodara pun jd musuh 😕
2022-04-22
4