Beberapa hari berlalu dalam sekejap mata.
Tidak banyak hal yang terjadi pada Emelin belakangan, hanya saja dia sekarang sedikit lebih dekat dengan Putranya, seperti saat ini, dirinya sedang mengajari Putranya untuk bermain Piano.
Emelin awalnya hanya iseng, karena Emelin tidak ada hal lain yang dirinya bisa lakukan selain berfungsi akting dan memainkannya Piano.
Dan kebetulan ada sebuah Piano besar di rumah ini, ini terlihat jarang digunakan dan hanya untuk pajangan saja, dimasalalu, Emelin membeli ini untuk berlatih beberapa keterampilan musik, sebagai seorang Artis harus setidaknya memiliki beberapa keahlian yang bisa ditunjukkan pada Para Fansnya.
"Ah~ Alex kamu sangat pintar, iya benar itu nada nya," kata Emelin dengan penuh semangat, dirinya tidak menyangka kalau Putranya ini begitu pintar, hanya diajari beberapa nada not piano dan dia sudah bisa memetik lagu sederhana, hanya dalam beberapa hari.
"Alex tidak sehebat itu," kata anak itu yang mukanya memerah karena malu, namun dia sebenarnya sangat senang untuk dipuji.
Mengenal anak ini lebih dekat, Emelin jadi sedikit paham soal kebiasaan anak ini, dia akan senang jika dia dipuji, bahkan pipinya memerah karena malu, namun dia tidak mau menunjukkannya.
Ya, semacam sikap malu-malu seperti itu, dan ini sangat lucu, semakin dia dipuji olehnya, Alex akan semakin memerah, semakin senang.
"Alex benar-benar anak yang manis," kata Emelin lagi.
"Mama juga hebat dalam bermain piano," puji Alex, mendengar pujian dari Putranya, Emelin juga sangat senang.
"Ah? Benarkah?"
"Ya, Mama sangat hebat!"
Itulah keseharian ibu dan anak ini.
Ketika bersama dengan Alex, Emelin tidak terlalu memikirkan banyak hal, namun sayangnya kedamaian ini berlangsung terlalu singkat, saat Putranya mendapatkan sebuah telepon.
Ponsel kecil milik anak itu berbunyi.
"Lihat, sepertinya ponselmu berbunyi, apakah dari temanmu?"
Alex lalu mengabil ponsel kecilnya, dan dia terlihat begitu senang ketika melihat siapa yang meneleponnya.
Dia bersemangat, lalu bilang pada Emelin dengan gembira,
"Ini dari Papa!"
Deg
Ah... Antony....
Dari sini, Emelin hampir saja lupa kalau dirinya masih memiliki suami!
Ah, karena orang itu tidak ada di Rumah ini, Emelin merasa biasa saja dan bebas sekarang, tapi memilikirkan soal Antony suaminya, Emelin merasa sedikit binggung.
Terutama bagaimana dirinya harus bersikap pada orang itu.
"Hallo, Papa," kebetulan panggilan itu di speaker jadi, Emelin bisa mendengar percakapan mereka.
Dari ujung telepon, terdegar suara maskulin yang sedikit berat dan memukau terdegar.
"Kamu apa kabar, Alex?"
"Alex baik-baik saja, Papa,"
"Bagaimana dengan sekolahmu? Aku mendengar beberapa hari lalu kamu tidak ke Sekolah?"
"Ah itu... Sebenarnya...."
Sebelum Alex mulai bercerita sesuatu pada Antony di ujung telepon, Emelin menyenggol Alex, membuat anak itu yang tadinya ingin berbicara menoleh kearah Emelin, dengan tatapan penuh tanya,
Disini, dengan suara cukup lirih, Emelin menjauhkan teleponya dari Alex, lalu berbisik di telinganya,
"Alex, jangan ceritakan apa-apa pada, Papamu soal kejadian hari itu soal Mama oke?"
"Baik, Mama!" Kata Alex terlihat mengerti, lalu kembali membalas telepon Antony yang dari tadi bertanya-tanya, kenapa putranya tiba-tiba tidak meneruskan ceritanya, dan lagi terdengar Putranya sedang bicara dengan seseorang.
"Alex?" Panggil Antony lagi.
"Iya, Papa. Ah, hari itu kebetulan Alex merasa tidak terlalu enak badan,"
"Kamu sakit?"
"Tidak-tidak, sekarang Alex sudah baik-baik saja!"
"Kamu seharusnya bilang dengan Papa kalau kamu sakit, jangan membuat Papa cemas, dan Pengasuh juga tidak bilang padaku, aku harus memarahinya nanti,"
"Tidak-tidak, tidak perlu Papa. Alex baik-baik saja, Alex yang bilang pada Pengasuh untuk tidak bilang pada Papa,"
"Ah? Apakah kamu sedang berbicara dengannya sekarang?"
Alex lalu menatap Mamanya, dan Mamanya memberikan simbol diam dimulutnya.
"Iya,"
"Owh, aku kira dengan siapa,"
"Jadi ada apa Papa menelepon?"
"Papa akan pulang hari ini, nanti sore tiket berangkat dari sini, siang ini Papa cukup longgar jadi bisa jalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh untuk Alex,"
Mendengar Papanya akan segera pulang, tentu saja Alex sangat-sangat bahagia.
"Benarkah?"
"Hmm, Papa akan segera pulang, kamu ingin oleh-oleh apa?"
"Alex hanya ingin Papa,"
"Dasar anak ini, kamu benar-benar tidak ingin apapun?"
Lalu disini, Alex menatap kearah Mamanya, melihat beberapa luka di leher Mamanya, Alex jadi berpikir untuk membelikan Mamanya beberapa syal untuk menutupinya, Mamanya pasti juga merasa tidak nyaman diperhatikan orang-orang diluar sana.
"Bagaimana kalau membelikan oleh-oleh untuk Mama? Sebuah Syal misalnya?"
"Untuk Mamamu?" Respon Antony kaget.
"Iya untuk, Mama!"
"Apakah dia pulang?"
Emelin sudah terlambat menghentikan Alex yang keceplosan bercerita itu soal Emelin yang pulang.
"Iya, Mama pulang!"
"Hmm, Papa mengerti, sampaikan salam Papa pada Mamamu ya,"
"Baik, Papa."
Dan begitulah panggilan telepon berakhir.
Sial!!
Antony akan pulang nanti sore!
Bagaimana ini?
Dirinya benar-benar tidak terlalu kenal dengan suaminya ini, mereka tidak begitu dekat namun juga tidak begitu jauh.
Mereka selama ini hidup seperti seorang tetangga yang hidup dalam damai. Tidak mencampuri urusan masing-masing, dan hanya saling berbicara seperlunya saja. Mereka bahkan memiliki kamar terpisah di rumah ini.
Disini Emelin benar-benar binggung bagaimana cara menghadapi Suaminya ini yang juga adalah Ayah dari Putranya.
Dia dan Antony hanyalah Suami Istri di atas kertas, Antony hanya suami bayaran yang dirinya kontrak untuk menikah dengannya.
Tapi rasanya memang sedikit canggung untuk bertemu Antony sekarang, apalagi setelah dirinya menyadari kalau sikapnya selama ini cukup arogan pada Antony.
Ada kejadian dimasa lalu, dimana dirinya cukup merendahkan Antony.
Apakah itu ketika dirinya sekolah di Luar Negeri?
Saat itu seperti kebanyakan gadis-gadis muda, teman-temannya disana sering bercerita tentang berbagai hal tentang lelaki tampan, terutama karena pergaulan disana sedikit bebas, beberapa temannya sangat suka bermain-main, dan mulai bercerita tentang mengujugi beberapa Club malam, dan kemudian mulai menyewa beberapa Pria Tampan disana, dan melakukan hal-hal menyenangkan.
Entah kenapa, semua topik mereka seperti itu. Bahkan beberapa temannya itu ada yang mengajaknya untuk ikut.
"Emelin, kamu harus mencobanya sesekali, ini hanya permainan kecil, namun ini sangat menggairahkan dan menyenangkan, Pria-pria itu benar-benar sangat tampan! Kamu setidaknya harus memiliki beberapa pengalaman," kata salah satu teman Emelin hari itu.
Mendengar kata-kata temannya itu, Emelin hampir tergoda untuk mencobanya, namun dia mengurungkan niatnya, kalau sampai Kakeknya tahu, urusan akan menjadi panjang.
Tidak beberapa lama, Emelin pulang liburan ke Rumahnya, ya rumah suami kontraknya.
Emelin akan sesekali melihat Putranya yang saat itu sudah berusia dua tahun, setelah selesai melihat anak itu, Emelin melihat Suaminya sepertinya baru saja pulang dari luar.
Saat itu, Emelin memiliki pandangan baru.
Suaminya, mengenakan baju casual dan sepertinya baru pulang dari tempat dia Kuliah, terlihat muda, tampan dan penuh energi masa muda.
Dia terlihat sedikit berkeringat, dia lalu menyapa Emelin dengan ringan.
Namun pesona sesungguhnya baru terlihat ketika Suaminya baru saja selesai mandi.
Emelin kebetulan tidak sengaja melihat Pria itu keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sebuah handuk ringan, pintu kamar Antony kebetulan terbuka saat Emelin menuju kamarnya disebelah.
Wow
Lihat kulit putih itu, dan perutnya yang sixpack itu.
Kalau dilihat-lihat, wajah Antony memang cukup tampan.
Dari situ Emelin mulai tergoda, dan berpikir,
Kenapa dirinya harus repot-repot menyewa laki-laki di Club?
Tidakkah Suaminya ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal seperti itu?
Ah, benar lagipula dirinya sudah membayar Antony sebelumnya, dan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik, lagipula di perjanjian Kontrak mereka ada ketentuan kalau Antony setidaknya harus mematuhinya jika permintaan itu masuk akal.
Dan ini permintaan masuk akal bukan?
Hanya beberapa layanan Malam!!
Emelin yang masih muda dan bertekat itu, lalu masuk ke kamar Antony tanpa ragu-ragu.
"Ada apa Emelin?"
Emelin tanpa ragu-ragu lalu bilang,
"Antony, bagaimana kalau kamu memberikanku beberapa layanan malam?"
"Maksudmu?"
"Aku akan membayar mu lagi dengan uang yang cukup banyak, lagipula dari pada aku membayar laki-laki tidak jelas diluar sana, bukankah lebih baik jika kamu yang memberikanku layanan malam?"
Mendengar perkataan Emelin barusan Antony sedikit marah.
"Aku tidak ingin! Kamu pikir aku apa?"
"Ayolah, Antony, aku akan memberimu banyak uang oke? Atau kamu bisa minta apa saja padaku!"
"Ini bukan masalah uang,"
"Ayolah, kamu bisa minta apapun padaku,"
Disini, Antony mulai berpikir, kemudian melihat beberapa peluay disini.
"Baik, aku akan melakukannya, aku hanya akan memintamu untuk tinggal disini lebih lama,"
"Kenapa?"
"Habiskan lebih banyak waktu dengan Alex,"
"Aku mengerti," kata Emelin tidak terlalu memikirkannya, dan langsung saja menerima tawaran Antony.
"Jadi layani aku dengan baik malam ini, oke?"
Dan begitulah awalnya!
Ya awalnya!
Jadi ketika dirinya masih muda saat itu, dan kekhilafan masa muda, dirinya ketika pulang akan meminta layanan Malam pada Antony, karena hal itu membuat Emelin menjadi candu.
Walaupun pada akhirnya itu berakhir dengan Emelin yang menjadi sibuk dengan memasuki dunia hiburan, dan lebih harus menjaga tubuhnya, mereka sudah tidak melakukannya lagi.
Ya, sampai sekarang.
Emelin yang memikirkan kejadian masa lalu itu menjadi malu sendiri!
Apakah itu masih aku?
Apakah itu masih aku?
Apakah aku benar-benar mengatakan itu dengan mulutku?
'Antony aku akan membayar mu. Jadi berikan layanan malam untukku,'
Emelin terlihat frustasi sendiri mengigat tingkat lakunya dimasa lalu.
Bagaimana ini?
Bagaimana dirinya bisa menghadapi Antony sekarang?
Padahal awalnya dirinya sempat berpikir untuk meminjam beberapa uang Antony untuk Operasi Plastik, namun dengan riwayat masa lalu seperti ini, bagaimana dirinya bisa?
Ahhhh
Bahkan Emelin tidak yakin nanti harus bersikap seperti pada pada Antony.
####
Malam itu, benar saja, sesosok lelaki yang cukup tampan dan dewasa datang kerumah, dia langsung dipeluk oleh Alexander.
Emelin yang awalnya duduk disamping Alex itu tiba-tiba merasa begitu cemas.
Tatapan Emelin bertemu dengan Antony, suami kontraknya, suami dalam nama, suami yang dirinya bayar, suami bayarannya.....
####
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐
Bagus bget thor ceritanya😊😊😘😘😍
2022-07-18
0
Asta Azhar
bagus
2022-05-24
0
lusika
smga suami emelin pura"miskin gw krang suka klo cuman pegawai aja
2022-04-24
0