Episode 8: Pergi ke Taman Hiburan

Hari-hari sekali lagi berlalu, ketika membuka matanya, Emelin masih merasa tidak terbiasa dengan suasana kamar ini.

Terkadang beberapa kali, Emelin harus tidur ditempat ini atas permintaan Putra nya.

Perasaan ketika dirinya bangun, ada satu lelaki kecil dan satu lelaki dewasa di sampingnya, perasaan yang sedikit tidak familiar, namun terasa hangat.

Sebenarnya Emelin tidak merasa tidak memiliki perasaan apapun pada Antony, tapi merasa sesuatu seperti ini tidak buruk.

Perasaan hangat yang entah bagaimana sampai kehatinya.

Namun hari ini berbeda, ketika Emelin bangun, dua orang disampaignya sepertinya sudah bangun duluan.

Dirinya bangun agak siang, owh?

Sudah jam berapa ini?

Emelin lalu melihat kearah jam, sudah menunjukkan pukul 7 pagi.

Jadi ketika Emelin turun dan berada diruang makan, hanya ada satu orang yang berada disana.

"Kamu sudah bangun?" Tanya satu-satunya laki-laki penghuni rumah itu.

"Ah, ya, aku baru saja bangun."

"Ya, sarapan sudah disiapkan kamu bisa makan. Alex sudah berangkat Sekolah lebih dulu."

"Ya. Aku mengerti."

Walaupun sedikit canggung, Emelin duduk salah satu kursi kosong biasanya dia duduk, tepat disampaig Antony.

Suasana sarapan cukup hening tanpa Alex di sekitar.

Disana, Antony menikmati sarapan dengan tenang, melihat Antony sarapan dengan tenang, Emelin pun ikut sarapan dengan tenang.

Lalu tidak beberapa saat sampai Antony bertanya,

"Apa kamu sudah mempersiapkan sesuatu untuk besok?"

"Besok? Ada acara apa?"

"Kamu tidak ingat? Besok tanggal 20 Ferbruari."

"Eh? Ada apa dengan 20 Ferbruari?"

Terlihat ekpersi sedikit kecewa pada Antony yang bertanya, namun dia juga tidak terlalu berharap lebih, dirinya memang selalu akan mengigatkan wanita didepannya ini untuk setiap tahunnya, dan itu tidak masalah.

"Ulang Tahun Alex,"

Emelin lalu menepuk dahinya dengan panik.

"Eh?? Ulang Tahun Alex? Kenapa aku bisa lupa?"

"Kamu memang selalu lupa."

Emelin lalu mengigat lagi kejadian-kejadian dimasa lalu.

Memang, sekitar tanggal-tanggal ini, biasanya Antony akan meneleponnya dan mengigatkannya akan acara penting ini. Dan meminta Emelin setidaknya mengosongkan jatwalnya, dan Emelin memang selalu menyempatkan pulang pada tanggal-tanggal ini, memberikan Alex hadiah, menghabiskan waktu sebentar bersamanya untuk perayaan lalu kembali pergi.

Sekarang memikirkan ini, Emelin merasa sedih.

Dirinya terlalu cuek bukan?

Sampai-sampai lupa, hari Ulang Tahun Alex.

Dan perayaan yang selama ini terlihat tidak begitu tulus dirinya rayakan, bahkan dia hanya memilih hadiah random.

Memikirkan ini, Emelin benar-benar merasa bersalah.

Tapi kali ini, dirinya benar-benar akan merayakan ini dengan meriah!!

Dan membelikan hadiah yang spesial untuk Alex!

Namun ini mengigatkannya kalau dia tidak punya uang untuk membeli hadiah.

Sial!!

Semua kartu bank dan kartu kreditnya tidak bisa dipakai, karena memang tidak ada isinya.

Semua tabungan yang tersisa sudah habis untuk ganti rugi dari berbagai perusahaan yang menuntut Emelin soal Skandal yang dibuatnya dan pembatalan kontrak iklan.

"Ya, itu salahku. Mulai sekarang aku akan ingat. Meri kita rayakan Ulang Tahun Alex besok dengan meriah."

"Ya, itu ide bagus."

Disini, Emelin lalu merasa malu, bagaimana ya.....

Apakah dia bisa meminjam beberapa uang setidaknya dari Antony?

"Aku sebenarnya memiliki beberapa masalah,"

"Ada apa?"

"Ya, aku belakangan mengalami beberapa krisis keuangan jadi...."

Sebelum Emelin yang masih ragu-ragu itu menyelesaikan kata-katanya, Antony sudah paham dan mengerti maksudnya.

Antony lalu mengeluarkan dompet miliknya, disana ada beberapa kartu.

Awalnya Antony mau mengambil salah satu kartu hitam di dompetnya, namun dia berubah pikiran, lalu memberikan kartu biru yang terlihat biasa pada Emelin, ya kartu yang tidak akan membuat Emelin curiga.

"Kamu bisa mengambil ini, setidaknya ini akan cukup untuk membeli beberapa hal,"

Emelin yang melihat sebuah kartu kredit biru didepannya, lalu mengambilnya, walaupun dirinya sedikit ragu. Namun tidak punya pilihan lain.

Emelin disini bersumpah kalau dirinya tidak akan membeli macam-macam, lagipula ini hanya kartu kredit yang limitnya sepertinya tidak banyak, jadi dirinya harus hemat dan tidak membuang-buang uang orang lain.

"Terimakasih, aku akan segera mengembalikannya,"

"Kamu bisa memakainya dulu." Kata Antony dengan tenang.

####

Keesokan harinya, Emelin bangun lebih pagi, dia sudah sengaja menyiapkan pesta kejutan untuk Alex, dan membuat Kue tadi malam.

Alex pagi ini tidur di kamarnya sendirian, dan dirinya juga sudah menyiapkan hadiah untuk Alex, dia juga sudah berkoordinasi dengan Antony untuk menyiapkan kejutan pagi ini.

Saat ini mereka berdua sudah berada di Kamar Sang Pangeran Kecil ini, siap untuk membangunkan Sang Pangeran Kecil dari tidurnya.

"Alex, bangun," sapa Emelin mencoba membangunkan anak itu, dan benar saja, anak itu mulai terbangun masih dalam keadaan linglung.

"Ah? Mama? Papa?"

"Happy Birthday Alex,"

Disana, ada Antony yang memegang sebuah kue ulang tahun kecil yang diatasnya ada nama Alex dan angka 6 th.

"Ahhh...."

Alex sangat terkejut dengan kejutan kecil ini, dirinya sempat lupa kalau ini hari Ulang Tahunnya.

Dan untuk berpikir, dipagi hari, orang pertama yang memberikan kejutan padanya adalah kedua orang tuanya, itu membuat Alex sangat bahagia.

"Terimakasih Mama, Papa...."

"Jadi, mari tiup lilinnya," kata Emelin, sambil menunjuk kue dengan lilin ditangan Antony, yang sudah diharapkan pada Alex.

Mereka lalu menyayikan lagu Selamat Ulang Tahun.

"Tapi sebelum itu, Alex harus membuat permohonan terlebih dahulu," kata Emelin lagi,

Alex menuruti kata-kata Mamanya, memohon dalam hati, lalu dengan senang hati meniup lilin itu.

Lalu setelahnya, Alex memotong kuenya, dan tentu saja orang pertama yang dirinya beritakan potongan pertama adalah Mamanya.

"Jadi, kalau boleh Mama tahu, apa yang tadi Alex harapkan?"

"Alex ingin, kita selalu bertiga selamanya, ada Mama ada Papa disampaig Alex,"

Emelin tersenyum mendengar permintaan sederhana dari Alex.

Tapi dirinya juga cukup sedih, karena tidak tahu apakah bisa menuruti permintaan Alex.

Siapa yang tahu, kalau ada saatnya dirinya dan Antony akan menyelesaikan pernikahan kontrak ini, kemudian bercerai dan berpisah?

Walaupun itu masih belum pasti...

Tidak, sebaiknya dirinya tidak memikirkan hal-hal itu dulu.

"Jadi selain hal itu, hari ini apakah kamu ingin sesuatu, Alex?" Tanya Antony.

"Alex ingin ke Taman Hiburan dengan Mama dan Papa,"

Emelin dan Antony saling memandang, kemudian memberikan persetujuan diam-diam.

Lalu setelah bersiap-siap, mereka bertiga pergi ke Taman Hiburan, kebetulan ini akhir pekan.

####

Sampai di Taman Hiburan, Alex sangat bersemangat.

Bahkan ketika sampai di gerbang, dan melihat area foto, Alex begitu bersemangat untuk minta foto bertiga.

Disini, Emelin jelas kurang nyaman untuk difoto, apalagi dia melihat pandangan risih dari orang-orang disekitarnya.

Emelin menutup wajahnya dengan masker, namun tetap saja sebagian wajahnya terlihat.

Tatapan orang-orang benar-benar tidak terlalu sedap dipandang.

Emelin berusaha mengabaikannya, lalu mengikuti Alex ketempat foto.

Tukang foto itu lalu mengarahkan mereka bertiga, dan bertanya,

"Apakah Nyonya ini tidak akan melepaskan Maskernya?"

Sekarang pandangan Alex dan Antony menatap kearah Emelin, Emelin terlihat pucat.

"Tidak perlu. Begini saja." Kata Antony langsung memutuskan, karena tidak mau memberikan tekanan pada Emelin.

Setelah berfoto, dan mengambil hasil fotonya, Alex begitu bersemangat itu langsung masuk kedalam taman hiburan, ingin mencoba menaiki begitu banyak wahana.

"Mama, Alex ingin naik itu!" Kata Alex sambil menunjuk ke komedi putar disana.

"Ya, ya kamu bisa,"

Disini, Emelin dan Antony diseret kemana-mana oleh Alex yang bersemangat itu.

Sepintas, Keluarga Kecil itu terlihat menarik perhatian, terutama karena dua tokoh utama dalam Keluarga itu. Ada seorang anak kecil yang terlihat begitu lucu, dan manis, terlihat cukup tampan, juga seorang pria dewasa yang terlihat sangat tampan.

Mereka sempat bertanya-tanya, apakah anak kecil itu hanyalah adiknya, namun itu terjawab saat Alex begitu bersemangat itu memanggil Pria Muda itu Papa.

Ah, Pria itu masih terlihat cukup muda apakah sekitar 25an?

Ah, tidak itu masih terlihat begitu muda mungkin sekitar 20an?

Masih begitu muda dan tampan, sayang sekali sudah memiliki seorang anak namun....

Beberapa gadis muda yang melihat kekeluargaan kecil itu. Lalu menatap kearah seorang wanita yang berada disana, melihat sekilas wajah yang tertutup masker dengan bekas luka.

Itu....

Mereka mendengar anak kecil itu memanggil wanita itu dengan sebutan, Mama.

"Apakah itu benar-benar, Mama anak itu?" Tanya seorang gadis pada temannya.

"Sepertinya begitu,"

"Ah. Apakah itu nyata? Lihat wajahnya... Tidakkah itu...."

"Ya, penampilannya benar-benar tidak sesuai dengan Suami dan Putranya."

"Aku setuju, aku pesaran kenapa bahkan Pria Tampan itu mau bersama dengan Wanita itu,"

"Ssstttt jangan keras-keras, nanti mereka dengar,"

Beberapa orang yang lewat memungkin juga akan berpendat sama. Tatapan menunsuk yang jelas dari tadi Emelin rasakan, dan jelas gumana orang-orang padanya.

Alex yang begitu bersemangat tentu tidak mendengarkan bisik-bisik orang lewat, namun Emelin dengar.

Kata-kata yang masih menusuk hati Emelin sampai saat ini....

Apakah dirinya sekarang begitu memalukan?

"Jangan dengarkan orang-orang,"

Sebuah perkataan yang terkesan dingin, namun entah kenapa terasa begitu hangat dihati Emelin.

"Apakah ini tidak apa-apa?"

Ada nada penuh keraguan dalam kata-kata Emelin.

"Tidak apa-apa tidak masalah untukku, tidak ada yang salah denganmu, ini hanya luka kecil."

Emelin masih terdiam, namun hatinya tersentuh dengan kata-kata sederhana itu.

"Lihat, Alex sudah ada di Antrian Biang Lala disana, dia terlihat begitu bersemangat, sebaiknya kita segera menyusulnya,"

Kata-kata itu dibarengi oleh sebuah tangan yang terulur untuk mengandeng tangan Emelin, menarik Emelin dari kerumunan.

Sebuah uluran tangan yang begitu hangat untuknya.

Disini, Emelin sadar, kalau sebenarnya Antony adalah orang yang lembut, mungkin diluar dia terlihat cukup dingin, tapi dia selalu sangat ramah dan baik, terutama pada Alex, terlihat kalau dia sangat menyayagi Alex, dia adalah Ayah yang baik dan bahkan Antony menunjukan beberapa kebaikannya padanya.

Seolah-olah, Emelin merasa sedikit lebih dekat dengannya dan lebih mengenal Antony lebih baik.

Walaupun mereka tidak benar-benar dalam hubungan yang baik.

Namun tidak masalah, semua bisa berubah.

Dan begitulah, Emelin yang digandeng oleh Antony itu mulai berjalan kearah dimana Alex berada.

####

Bersambung

Terpopuler

Comments

🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐

🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐

Bener2 priA yg baik😊😊☺️

2022-07-19

0

halimah abdul hayes

halimah abdul hayes

Selalu yang omelin orang lain selalu iri dengan hidup baik orang lain

2022-07-11

0

Asta Azhar

Asta Azhar

menarik

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Kejatuhan Emelin
2 Episode 2: Bertemu dengan Putranya
3 Episode 3: Tidak akan Membiarkannya
4 Episode 4: Suami Pulang
5 Episode 5: Suamiku cukup Dingin
6 Episode 6: Keluarga Kecil
7 Episode 7: Putraku cukup Tampan dan Lucu
8 Episode 8: Pergi ke Taman Hiburan
9 Episode 9: Rencana Pernikahan Claudia dan Daniel
10 Episode 10: Meminjam Uang
11 Episode 11: Operasi Plastik
12 Episode 12: Comeback
13 Episode 13: Siaran Langsung Pertama
14 Episode 14: Respon Semua Orang
15 Episode 15: Pangeran kecil
16 Episode 16: Rasa Cemas
17 Episode 17: Identitas Rahasia
18 Episode 18: Tawaran Reality Show
19 Episode 19: Rencana Jahat Claudia
20 Chapter 20: Kenyataan Pait
21 Episode 21: Sebuah Penghiburan
22 Episode 22: Masalalu
23 Episode 23: Pergi Liburan
24 Episode 24: Mengigat Kenangan
25 Episode 25: Canggung
26 Episode 26: Pertemuan tidak terduga
27 Episode 27: Rasa Iri dan Dengki
28 Episode 28: Ayah dari Putraku
29 Chapter 29: Rasa Nyaman
30 Episode 30: Sebuah Rahasia
31 Episode 31: CEO Anderson Group
32 Episode 32: Masalalu Antony
33 Episode 33: Masa Kecil Antony
34 Episode 34: Keluarga Andrson
35 Episode 35: Teman Lama
36 Episode 36: Pertemuan tidak terduga
37 Episode 37: Teman Curhat
38 Episode 38: Merayu Antony
39 Episode 39: Menggoda di Pagi Hari
40 Chapter 40: Merayu dengan Masakan
41 Episode 41: Bekal Misterius Pak Presdir
42 Episode 42: Pembicaraan di Telepon
43 Episode 43: Satu Kantor
44 Episode 44: Sebuah Gangguan
45 Episode 45: Penyamaran
46 Episode 46: Urusan Perusahaan Smith
47 Episode 47: Kekhawatiran Alex
48 Episode 48: Permintaan Alex
49 Episode 49: Berdua di Kamar
50 Episode 50: Sebuah Pesta
51 Episode 51: Kemunculan CEO Anderson Group
52 Episode 52: Positif Thinking
53 Episode 53: Rahasia antara Kita
54 Episode 54: Istri Kesayangan Pak Presdir
55 Episode 55: Simpanan Wanita Kaya
56 Episode 56: Mencari Masalah
57 Episode 57: Sebuah Tuduhan
58 Episode 58: Sebuah Undangan
59 Episode 59: Pemakaman Keluarga Smith
60 Episode 60: Rencana Pembalasan
61 Episode 61: Awal Kehancuran
62 Episode 62: Teman Baik
63 Episode 63: Anak Yang Mirip Pak Presdir
64 Episode 64: Keributan
65 Episode 65: Kecurigaan Isabella
66 Episode 66: Sebuah Kejutan
67 Episode 67: Tidak Percaya
68 Episode 68: Tidak Penting
69 Episode 69: Respon Raka
70 Episode 70: Takdir Seorang Wanita Jahat
71 Episode 71: Sebuah Pendapat
72 Episode 72: Perpisahan Singkat
73 Episode 73: Healing
74 Episode 74: Rumor Buruk
75 Episode 75: Niat Jahat
76 Episode 76: Sedikit Masalah
77 Episode 77: Sesuatu Yang Hilang (Part 1)
78 Episode 78: Sesuatu Yang Hilang (Part 2)
79 Episode 79: Rasa Rindu (Part 1)
80 Episode 80: Rasa Rindu (Part 2)
81 Episode 81: Video Call
82 Episode 82: Wanita Pengoda (Part 1)
83 Episode 83: Wanita Pengoda (Part 2)
84 Episode 84: Tidak Menyerah (Part 1)
85 Episode 85: Tidak Menyerah (Part 2)
86 Episode 86: Segera Pulang (Part 1)
87 Episode 87: Segera Pulang (Part 2)
88 Episode 88: Bertemu Masalah (Part 1)
89 Episode 89: Bertemu Masalah (Part 2)
90 Episode 90: Cinta Yang Rumit (Part 1)
91 Episode 91: Cinta Yang Rumit (Part 2)
92 Chapter 92: Membuatkanmu Tersenyum
93 Episode 93: Pelarian (Part 1)
94 Episode 94: Pelarian (Part 2)
95 Chapter 95: Pertengkaran (Part 1)
96 Episode 96: Pertengkaran (Part 2)
97 Episode 97: Pertarungan Rumor di Internet (Part 1)
98 Episode 98: Pertarungan Rumor di Internet (Part 2)
99 Episode 99: Mengungkap Kebenaran (Part 1)
100 Episode 100: Mengungkap Kebenaran (Part 2)
101 Episode 101: Gosip Heboh (Part 1)
102 Episode 102: Gosip Heboh (Part 2)
103 Episode 103: Rasa Kesal dan Marah
104 Episode 104: Kegagalan Bisnis Perusahaan Smith (Part 1)
105 Episode 105: Kegagalan Bisnis Perusahaan Smith (Part 2)
106 Episode 106: Rencana Jahat Claudia
107 Episode 107: Liontin Kenangan
108 Episode 108: Di Permalukan
109 Episode 109: Rencana Antony
110 Episode 110: Telepon Modus
111 Episode 111: Kebenaran Pernikahan Kontrak (Part 1)
112 Episode 112: Kebenaran Pernikahan Kontrak (Part 2)
113 Episode 113: Orang Suruhan (Part 1)
114 Episode 114: Orang Suruhan (Part 2)
115 Episode 115: Awal dari Semua ini (Part 1)
116 Episode 116: Awal dari Semua ini (Part 2)
117 Chapter 117: Cerita Sebenarnya
118 Episode 118: Kepulangan Emelin
119 Episode 119: Kedamaian Semu
120 Episode 120: Kemarahan Emelin
121 Episode 121: Bersaing
122 Episode 122: Mencari Tahu
123 Episode 123: Alergi
124 Episode 124: Kemarahan Antony
125 Episode 125: Jangan Marah, Papa
126 Episode 126: Hal-hal Yang Berharga
127 Episode 127: Kesibukan masing-masing
128 Episode 128: Rencana Mendekati Antony (Part 1)
129 Episode 129: Rencana Mendekati Antony (Part 2)
130 Episode 130: Selesai Syuting (Part 1)
131 Episode 131: Selesai Syuting (Part 2)
132 Episode 132: Kepulangan Emelin
133 Episode 133: Undangan Reuni Datang
134 Episode 134: Rasa Ingin Tahu
135 Episode 135: Godaan Antony
136 Episode 136: Detektif Raka (Part 1)
137 Episode 137: Detektif Raka (Part 2)
138 Episode 138: Mencintai Orang Yang Salah
139 Episode 139: Dia adalah Suamiku
140 Episode 140: Teman-teman SMA (Part 1)
141 Episode 141: Teman-teman SMA (Part 2)
142 Episode 142: Kisah Cinta Pertama
143 Episode 143: Perasaan Emelin
144 Episode 144: Hal yang tidak dikatakan
145 Episode 145: Sebuah Kemungkinan
146 Episode 146: Wanita tidak tahu malu (Part 1)
147 Episode 147: Wanita tidak tahu malu (Part 2)
148 Episode 148: Kemarahan dan Rasa Cemburu
149 Episode 149: Malam Yang Mengairahkan
150 Episode 150: Kejadian Malam Itu
151 Episode 151: Canggung
152 Episode 152: Sedikit dekat
153 Episode 153: Pengakuan Emelin
154 Episode 154: Tawaran untuk Emelin
155 Episode 155: Kenyataan di balik Tragedi
156 Episode 156: Sebuah Karma (Part 1)
157 Episode 157: Sebuah Karma (Part 2)
158 Episode 158: Tawaran Menarik
159 Episode 159: Kepergian Antony (Part 1)
160 Episode 160: Kepergian Antony (Part 2)
161 Episode 161: Mengujugi AX Investment (Part 1)
162 Episode 162: Mengujugi AX Investment (Part 2)
163 Episode 163: Saling Menghubungi
164 Episode 164: Berterimakasih
165 Episode 165: Penyelidikan
166 Episode 166: Apartemen Raka
167 Episode 167: Rencana Masing-masing
168 Episode 168: Rilis Film Baru
169 Episode 169: Trending Topik
170 Episode 170: Kabar Baik
171 Episode 171: Mengambil alih Perusahaan Smith
172 Episode 172: Kepulangan Antony (Part 1)
173 Episode 173: Kepulangan Antony (Part 2)
174 Episode 174: Nasip Buruk
175 Episode 175: Rencana Awal
176 Episode 176: Sebuah Insiden
177 Episode 177: Rasa Panik
178 Episode 178: Tersadar
179 Episode 179: Keputusasaan Emelin
180 Episode 180: Keputusan Antony
181 Episode 181: Pengakuan
182 Episode 182: Menusuk dari Belakang
183 Episode 183: Penyesalan Yang Tidak Sampai
184 Episode 184: Awal Yang Baru
185 Side Story 1: Bekal Makan Siang
186 Side Story 2: Malam Yang Indah
187 Promosi Story
188 Side Story 3: Pemakaman Keluarga Callisto (Part 1)
189 Side Story 4: Pemakaman Keluarga Callisto (Part 2)
190 Season 2 Episode 1: Undangan dari Keluarga Anderson
191 Season 2 Episode 2: Mengujugi Rumah Keluarga Anderson
192 Season 2 Episode 3: Makan Malam Keluarga Anderson (Part 1)
193 Season 2 Episode 4: Makan Malam Keluarga Anderson (Part 2)
194 Season 2 Episode 5: Permusuhan
195 Season 2 Episode 6: Kesempatan Baik
196 Season 2 Episode 7: Hal-hal Menyenangkan
197 Season 2 Episode 8: Honey Moon (Part 1)
198 Season 2 Chapter 9: Honey Moon (Part 2)
199 Season 2 Episode 10: Keluarga Callisto (Part 1)
200 Season 2 Episode 11: Keluarga Callisto (Part 2)
201 Season 2 Episode 12: Alat Tawar Menawar
202 Season 2 Episode 13: Untuk Bertemu Denganmu
203 Season 2 Episode 14: Permintaan
204 Season 2 Episode 15: Permintaan (Part 2)
205 Season 2 Episode 16: Alyssa Callisto
206 Season 2 Episode 17: Keputusan Alissya
207 Season 2 Episode 18: Orang Baru di Perusahaan Anderson
208 Season 2 Episode 19: Persiapan Wawancara
209 Season 2 Episode 20: Sebuah Pertemuan
210 Season 2 Episode 21: Kebetulan Aneh
211 Season 2 Episode 22: Penyesalan
212 Season 2 Episode 23: Sebuah Nasehat
213 Season 2 Episode 24: Rapat Direksi (Part 1)
214 Season 2 Episode 25: Rapat Direksi (Part 2)
215 Season 2 Episode 26: Asisten Baru
216 Season 2 Episode 27: Impulsif
217 Season 2 Episode 28: Perasaan ini
218 Season 2 Episode 29: Awal Mula
219 Season 2 Episode 30: Masalah Baru
220 Season 2 Episode 31: Musuh
221 Season 2 Episode 32: Pengakuan
222 Season 2 Episode 33: Rencana Makan Malam
223 Season 2 Episode 34: Kebencian
224 Season 2 Episode 35: Album Kenangan (Part 1)
225 Season 2 Episode 36: Album Kenangan (Part 2)
226 Season 2 Episode 37: Ketahuan
227 Season 2 Episode 38: Musuh Tersembunyi
228 Season 2 Episode 39: Prasangka
229 Season 2 Episode 40: Sebuah Ekpektasi
230 Season 2 Episode 41: Sebuah Keinginan
231 Season 2 Episode 42: Gadis Hubuangan
232 Season 2 Episode 43: Hal-hal Mengejutkan
233 Season Episode 44: Cerita Masalalu (Part 1)
234 Season 2 Episode 45: Catatan Masalalu (Part 2)
235 Season 2 Episode 46: Rahasia Keluarga Anderson
236 Season 2 Episode 47: Proyek Besar
237 Season 2 Episode 48: Tidak Sempurna
238 Season 2 Episode 49: Permintaan
239 Season 2 Episode 50: Kesibukan Emelin
240 Season 2 Episode 51: Sebuah Keluarga
241 Season 2 Episode 52: Ayah dan Anak (Part 1)
242 Season 2 Episode 53: Ayah dan Anak (Part 2)
243 Season 2 Episode 54: Kecurigaan
244 Season 2 Episode 55: Gosip di Kantor
245 Season 2 Episode 56: Permainan (Part 1)
246 Season 2 Episode 57: Permainan (Part 2)
247 Season 2 Episode 58: Kebencian
248 Season 2 Episode 59: Pesta Syukuran
249 Season 2 Episode 60: Salah Paham
250 Season 2 Episode 61: Keputusan Raka
251 Season 2 Episode 62: Tidak di Harapkan
252 Season 2 Episode 63: Memalukan
253 Season 2 Episode 64: Menjauh Darinya
254 Season 2 Episode 65: Keputusan Sulit
255 Season 2 Episode 66: Ngidam
256 Season 2 Episode 67: Di Luar Kendali
257 Season 2 Episode 68: Kursi Kosong
258 Season 2 Episode 69: Hal-hal Menghawatirkan
259 Season 2 Episode 70: Kekacauan
260 Season 2 Episode 71: Pertemuan Rahasia
261 Season 2 Episode 72: Hal-hal Gawat (Part 1)
262 Season 2 Episode 73: Hal-hal Gawat (Part 2)
263 Season 2 Episode 74: Hal-hal Berharga (Part 1)
264 Season 2 Episode 75: Hal-hal Berharga (Part 2)
265 Season 2 Episode 76: Tidak Perlu Mengejarku
266 Season 2 Episode 77: Jalan Menuju Kebagiaan
267 Promosi Rilis New Novel
268 Novel Baru Series: Kisah Alexander Smith
269 Promosi New Novel: Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
270 Novel Baru Series: Kisah Alena Smith
Episodes

Updated 270 Episodes

1
Episode 1: Kejatuhan Emelin
2
Episode 2: Bertemu dengan Putranya
3
Episode 3: Tidak akan Membiarkannya
4
Episode 4: Suami Pulang
5
Episode 5: Suamiku cukup Dingin
6
Episode 6: Keluarga Kecil
7
Episode 7: Putraku cukup Tampan dan Lucu
8
Episode 8: Pergi ke Taman Hiburan
9
Episode 9: Rencana Pernikahan Claudia dan Daniel
10
Episode 10: Meminjam Uang
11
Episode 11: Operasi Plastik
12
Episode 12: Comeback
13
Episode 13: Siaran Langsung Pertama
14
Episode 14: Respon Semua Orang
15
Episode 15: Pangeran kecil
16
Episode 16: Rasa Cemas
17
Episode 17: Identitas Rahasia
18
Episode 18: Tawaran Reality Show
19
Episode 19: Rencana Jahat Claudia
20
Chapter 20: Kenyataan Pait
21
Episode 21: Sebuah Penghiburan
22
Episode 22: Masalalu
23
Episode 23: Pergi Liburan
24
Episode 24: Mengigat Kenangan
25
Episode 25: Canggung
26
Episode 26: Pertemuan tidak terduga
27
Episode 27: Rasa Iri dan Dengki
28
Episode 28: Ayah dari Putraku
29
Chapter 29: Rasa Nyaman
30
Episode 30: Sebuah Rahasia
31
Episode 31: CEO Anderson Group
32
Episode 32: Masalalu Antony
33
Episode 33: Masa Kecil Antony
34
Episode 34: Keluarga Andrson
35
Episode 35: Teman Lama
36
Episode 36: Pertemuan tidak terduga
37
Episode 37: Teman Curhat
38
Episode 38: Merayu Antony
39
Episode 39: Menggoda di Pagi Hari
40
Chapter 40: Merayu dengan Masakan
41
Episode 41: Bekal Misterius Pak Presdir
42
Episode 42: Pembicaraan di Telepon
43
Episode 43: Satu Kantor
44
Episode 44: Sebuah Gangguan
45
Episode 45: Penyamaran
46
Episode 46: Urusan Perusahaan Smith
47
Episode 47: Kekhawatiran Alex
48
Episode 48: Permintaan Alex
49
Episode 49: Berdua di Kamar
50
Episode 50: Sebuah Pesta
51
Episode 51: Kemunculan CEO Anderson Group
52
Episode 52: Positif Thinking
53
Episode 53: Rahasia antara Kita
54
Episode 54: Istri Kesayangan Pak Presdir
55
Episode 55: Simpanan Wanita Kaya
56
Episode 56: Mencari Masalah
57
Episode 57: Sebuah Tuduhan
58
Episode 58: Sebuah Undangan
59
Episode 59: Pemakaman Keluarga Smith
60
Episode 60: Rencana Pembalasan
61
Episode 61: Awal Kehancuran
62
Episode 62: Teman Baik
63
Episode 63: Anak Yang Mirip Pak Presdir
64
Episode 64: Keributan
65
Episode 65: Kecurigaan Isabella
66
Episode 66: Sebuah Kejutan
67
Episode 67: Tidak Percaya
68
Episode 68: Tidak Penting
69
Episode 69: Respon Raka
70
Episode 70: Takdir Seorang Wanita Jahat
71
Episode 71: Sebuah Pendapat
72
Episode 72: Perpisahan Singkat
73
Episode 73: Healing
74
Episode 74: Rumor Buruk
75
Episode 75: Niat Jahat
76
Episode 76: Sedikit Masalah
77
Episode 77: Sesuatu Yang Hilang (Part 1)
78
Episode 78: Sesuatu Yang Hilang (Part 2)
79
Episode 79: Rasa Rindu (Part 1)
80
Episode 80: Rasa Rindu (Part 2)
81
Episode 81: Video Call
82
Episode 82: Wanita Pengoda (Part 1)
83
Episode 83: Wanita Pengoda (Part 2)
84
Episode 84: Tidak Menyerah (Part 1)
85
Episode 85: Tidak Menyerah (Part 2)
86
Episode 86: Segera Pulang (Part 1)
87
Episode 87: Segera Pulang (Part 2)
88
Episode 88: Bertemu Masalah (Part 1)
89
Episode 89: Bertemu Masalah (Part 2)
90
Episode 90: Cinta Yang Rumit (Part 1)
91
Episode 91: Cinta Yang Rumit (Part 2)
92
Chapter 92: Membuatkanmu Tersenyum
93
Episode 93: Pelarian (Part 1)
94
Episode 94: Pelarian (Part 2)
95
Chapter 95: Pertengkaran (Part 1)
96
Episode 96: Pertengkaran (Part 2)
97
Episode 97: Pertarungan Rumor di Internet (Part 1)
98
Episode 98: Pertarungan Rumor di Internet (Part 2)
99
Episode 99: Mengungkap Kebenaran (Part 1)
100
Episode 100: Mengungkap Kebenaran (Part 2)
101
Episode 101: Gosip Heboh (Part 1)
102
Episode 102: Gosip Heboh (Part 2)
103
Episode 103: Rasa Kesal dan Marah
104
Episode 104: Kegagalan Bisnis Perusahaan Smith (Part 1)
105
Episode 105: Kegagalan Bisnis Perusahaan Smith (Part 2)
106
Episode 106: Rencana Jahat Claudia
107
Episode 107: Liontin Kenangan
108
Episode 108: Di Permalukan
109
Episode 109: Rencana Antony
110
Episode 110: Telepon Modus
111
Episode 111: Kebenaran Pernikahan Kontrak (Part 1)
112
Episode 112: Kebenaran Pernikahan Kontrak (Part 2)
113
Episode 113: Orang Suruhan (Part 1)
114
Episode 114: Orang Suruhan (Part 2)
115
Episode 115: Awal dari Semua ini (Part 1)
116
Episode 116: Awal dari Semua ini (Part 2)
117
Chapter 117: Cerita Sebenarnya
118
Episode 118: Kepulangan Emelin
119
Episode 119: Kedamaian Semu
120
Episode 120: Kemarahan Emelin
121
Episode 121: Bersaing
122
Episode 122: Mencari Tahu
123
Episode 123: Alergi
124
Episode 124: Kemarahan Antony
125
Episode 125: Jangan Marah, Papa
126
Episode 126: Hal-hal Yang Berharga
127
Episode 127: Kesibukan masing-masing
128
Episode 128: Rencana Mendekati Antony (Part 1)
129
Episode 129: Rencana Mendekati Antony (Part 2)
130
Episode 130: Selesai Syuting (Part 1)
131
Episode 131: Selesai Syuting (Part 2)
132
Episode 132: Kepulangan Emelin
133
Episode 133: Undangan Reuni Datang
134
Episode 134: Rasa Ingin Tahu
135
Episode 135: Godaan Antony
136
Episode 136: Detektif Raka (Part 1)
137
Episode 137: Detektif Raka (Part 2)
138
Episode 138: Mencintai Orang Yang Salah
139
Episode 139: Dia adalah Suamiku
140
Episode 140: Teman-teman SMA (Part 1)
141
Episode 141: Teman-teman SMA (Part 2)
142
Episode 142: Kisah Cinta Pertama
143
Episode 143: Perasaan Emelin
144
Episode 144: Hal yang tidak dikatakan
145
Episode 145: Sebuah Kemungkinan
146
Episode 146: Wanita tidak tahu malu (Part 1)
147
Episode 147: Wanita tidak tahu malu (Part 2)
148
Episode 148: Kemarahan dan Rasa Cemburu
149
Episode 149: Malam Yang Mengairahkan
150
Episode 150: Kejadian Malam Itu
151
Episode 151: Canggung
152
Episode 152: Sedikit dekat
153
Episode 153: Pengakuan Emelin
154
Episode 154: Tawaran untuk Emelin
155
Episode 155: Kenyataan di balik Tragedi
156
Episode 156: Sebuah Karma (Part 1)
157
Episode 157: Sebuah Karma (Part 2)
158
Episode 158: Tawaran Menarik
159
Episode 159: Kepergian Antony (Part 1)
160
Episode 160: Kepergian Antony (Part 2)
161
Episode 161: Mengujugi AX Investment (Part 1)
162
Episode 162: Mengujugi AX Investment (Part 2)
163
Episode 163: Saling Menghubungi
164
Episode 164: Berterimakasih
165
Episode 165: Penyelidikan
166
Episode 166: Apartemen Raka
167
Episode 167: Rencana Masing-masing
168
Episode 168: Rilis Film Baru
169
Episode 169: Trending Topik
170
Episode 170: Kabar Baik
171
Episode 171: Mengambil alih Perusahaan Smith
172
Episode 172: Kepulangan Antony (Part 1)
173
Episode 173: Kepulangan Antony (Part 2)
174
Episode 174: Nasip Buruk
175
Episode 175: Rencana Awal
176
Episode 176: Sebuah Insiden
177
Episode 177: Rasa Panik
178
Episode 178: Tersadar
179
Episode 179: Keputusasaan Emelin
180
Episode 180: Keputusan Antony
181
Episode 181: Pengakuan
182
Episode 182: Menusuk dari Belakang
183
Episode 183: Penyesalan Yang Tidak Sampai
184
Episode 184: Awal Yang Baru
185
Side Story 1: Bekal Makan Siang
186
Side Story 2: Malam Yang Indah
187
Promosi Story
188
Side Story 3: Pemakaman Keluarga Callisto (Part 1)
189
Side Story 4: Pemakaman Keluarga Callisto (Part 2)
190
Season 2 Episode 1: Undangan dari Keluarga Anderson
191
Season 2 Episode 2: Mengujugi Rumah Keluarga Anderson
192
Season 2 Episode 3: Makan Malam Keluarga Anderson (Part 1)
193
Season 2 Episode 4: Makan Malam Keluarga Anderson (Part 2)
194
Season 2 Episode 5: Permusuhan
195
Season 2 Episode 6: Kesempatan Baik
196
Season 2 Episode 7: Hal-hal Menyenangkan
197
Season 2 Episode 8: Honey Moon (Part 1)
198
Season 2 Chapter 9: Honey Moon (Part 2)
199
Season 2 Episode 10: Keluarga Callisto (Part 1)
200
Season 2 Episode 11: Keluarga Callisto (Part 2)
201
Season 2 Episode 12: Alat Tawar Menawar
202
Season 2 Episode 13: Untuk Bertemu Denganmu
203
Season 2 Episode 14: Permintaan
204
Season 2 Episode 15: Permintaan (Part 2)
205
Season 2 Episode 16: Alyssa Callisto
206
Season 2 Episode 17: Keputusan Alissya
207
Season 2 Episode 18: Orang Baru di Perusahaan Anderson
208
Season 2 Episode 19: Persiapan Wawancara
209
Season 2 Episode 20: Sebuah Pertemuan
210
Season 2 Episode 21: Kebetulan Aneh
211
Season 2 Episode 22: Penyesalan
212
Season 2 Episode 23: Sebuah Nasehat
213
Season 2 Episode 24: Rapat Direksi (Part 1)
214
Season 2 Episode 25: Rapat Direksi (Part 2)
215
Season 2 Episode 26: Asisten Baru
216
Season 2 Episode 27: Impulsif
217
Season 2 Episode 28: Perasaan ini
218
Season 2 Episode 29: Awal Mula
219
Season 2 Episode 30: Masalah Baru
220
Season 2 Episode 31: Musuh
221
Season 2 Episode 32: Pengakuan
222
Season 2 Episode 33: Rencana Makan Malam
223
Season 2 Episode 34: Kebencian
224
Season 2 Episode 35: Album Kenangan (Part 1)
225
Season 2 Episode 36: Album Kenangan (Part 2)
226
Season 2 Episode 37: Ketahuan
227
Season 2 Episode 38: Musuh Tersembunyi
228
Season 2 Episode 39: Prasangka
229
Season 2 Episode 40: Sebuah Ekpektasi
230
Season 2 Episode 41: Sebuah Keinginan
231
Season 2 Episode 42: Gadis Hubuangan
232
Season 2 Episode 43: Hal-hal Mengejutkan
233
Season Episode 44: Cerita Masalalu (Part 1)
234
Season 2 Episode 45: Catatan Masalalu (Part 2)
235
Season 2 Episode 46: Rahasia Keluarga Anderson
236
Season 2 Episode 47: Proyek Besar
237
Season 2 Episode 48: Tidak Sempurna
238
Season 2 Episode 49: Permintaan
239
Season 2 Episode 50: Kesibukan Emelin
240
Season 2 Episode 51: Sebuah Keluarga
241
Season 2 Episode 52: Ayah dan Anak (Part 1)
242
Season 2 Episode 53: Ayah dan Anak (Part 2)
243
Season 2 Episode 54: Kecurigaan
244
Season 2 Episode 55: Gosip di Kantor
245
Season 2 Episode 56: Permainan (Part 1)
246
Season 2 Episode 57: Permainan (Part 2)
247
Season 2 Episode 58: Kebencian
248
Season 2 Episode 59: Pesta Syukuran
249
Season 2 Episode 60: Salah Paham
250
Season 2 Episode 61: Keputusan Raka
251
Season 2 Episode 62: Tidak di Harapkan
252
Season 2 Episode 63: Memalukan
253
Season 2 Episode 64: Menjauh Darinya
254
Season 2 Episode 65: Keputusan Sulit
255
Season 2 Episode 66: Ngidam
256
Season 2 Episode 67: Di Luar Kendali
257
Season 2 Episode 68: Kursi Kosong
258
Season 2 Episode 69: Hal-hal Menghawatirkan
259
Season 2 Episode 70: Kekacauan
260
Season 2 Episode 71: Pertemuan Rahasia
261
Season 2 Episode 72: Hal-hal Gawat (Part 1)
262
Season 2 Episode 73: Hal-hal Gawat (Part 2)
263
Season 2 Episode 74: Hal-hal Berharga (Part 1)
264
Season 2 Episode 75: Hal-hal Berharga (Part 2)
265
Season 2 Episode 76: Tidak Perlu Mengejarku
266
Season 2 Episode 77: Jalan Menuju Kebagiaan
267
Promosi Rilis New Novel
268
Novel Baru Series: Kisah Alexander Smith
269
Promosi New Novel: Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
270
Novel Baru Series: Kisah Alena Smith

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!