Hari-hari sekali lagi berlalu, ketika membuka matanya, Emelin masih merasa tidak terbiasa dengan suasana kamar ini.
Terkadang beberapa kali, Emelin harus tidur ditempat ini atas permintaan Putra nya.
Perasaan ketika dirinya bangun, ada satu lelaki kecil dan satu lelaki dewasa di sampingnya, perasaan yang sedikit tidak familiar, namun terasa hangat.
Sebenarnya Emelin tidak merasa tidak memiliki perasaan apapun pada Antony, tapi merasa sesuatu seperti ini tidak buruk.
Perasaan hangat yang entah bagaimana sampai kehatinya.
Namun hari ini berbeda, ketika Emelin bangun, dua orang disampaignya sepertinya sudah bangun duluan.
Dirinya bangun agak siang, owh?
Sudah jam berapa ini?
Emelin lalu melihat kearah jam, sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Jadi ketika Emelin turun dan berada diruang makan, hanya ada satu orang yang berada disana.
"Kamu sudah bangun?" Tanya satu-satunya laki-laki penghuni rumah itu.
"Ah, ya, aku baru saja bangun."
"Ya, sarapan sudah disiapkan kamu bisa makan. Alex sudah berangkat Sekolah lebih dulu."
"Ya. Aku mengerti."
Walaupun sedikit canggung, Emelin duduk salah satu kursi kosong biasanya dia duduk, tepat disampaig Antony.
Suasana sarapan cukup hening tanpa Alex di sekitar.
Disana, Antony menikmati sarapan dengan tenang, melihat Antony sarapan dengan tenang, Emelin pun ikut sarapan dengan tenang.
Lalu tidak beberapa saat sampai Antony bertanya,
"Apa kamu sudah mempersiapkan sesuatu untuk besok?"
"Besok? Ada acara apa?"
"Kamu tidak ingat? Besok tanggal 20 Ferbruari."
"Eh? Ada apa dengan 20 Ferbruari?"
Terlihat ekpersi sedikit kecewa pada Antony yang bertanya, namun dia juga tidak terlalu berharap lebih, dirinya memang selalu akan mengigatkan wanita didepannya ini untuk setiap tahunnya, dan itu tidak masalah.
"Ulang Tahun Alex,"
Emelin lalu menepuk dahinya dengan panik.
"Eh?? Ulang Tahun Alex? Kenapa aku bisa lupa?"
"Kamu memang selalu lupa."
Emelin lalu mengigat lagi kejadian-kejadian dimasa lalu.
Memang, sekitar tanggal-tanggal ini, biasanya Antony akan meneleponnya dan mengigatkannya akan acara penting ini. Dan meminta Emelin setidaknya mengosongkan jatwalnya, dan Emelin memang selalu menyempatkan pulang pada tanggal-tanggal ini, memberikan Alex hadiah, menghabiskan waktu sebentar bersamanya untuk perayaan lalu kembali pergi.
Sekarang memikirkan ini, Emelin merasa sedih.
Dirinya terlalu cuek bukan?
Sampai-sampai lupa, hari Ulang Tahun Alex.
Dan perayaan yang selama ini terlihat tidak begitu tulus dirinya rayakan, bahkan dia hanya memilih hadiah random.
Memikirkan ini, Emelin benar-benar merasa bersalah.
Tapi kali ini, dirinya benar-benar akan merayakan ini dengan meriah!!
Dan membelikan hadiah yang spesial untuk Alex!
Namun ini mengigatkannya kalau dia tidak punya uang untuk membeli hadiah.
Sial!!
Semua kartu bank dan kartu kreditnya tidak bisa dipakai, karena memang tidak ada isinya.
Semua tabungan yang tersisa sudah habis untuk ganti rugi dari berbagai perusahaan yang menuntut Emelin soal Skandal yang dibuatnya dan pembatalan kontrak iklan.
"Ya, itu salahku. Mulai sekarang aku akan ingat. Meri kita rayakan Ulang Tahun Alex besok dengan meriah."
"Ya, itu ide bagus."
Disini, Emelin lalu merasa malu, bagaimana ya.....
Apakah dia bisa meminjam beberapa uang setidaknya dari Antony?
"Aku sebenarnya memiliki beberapa masalah,"
"Ada apa?"
"Ya, aku belakangan mengalami beberapa krisis keuangan jadi...."
Sebelum Emelin yang masih ragu-ragu itu menyelesaikan kata-katanya, Antony sudah paham dan mengerti maksudnya.
Antony lalu mengeluarkan dompet miliknya, disana ada beberapa kartu.
Awalnya Antony mau mengambil salah satu kartu hitam di dompetnya, namun dia berubah pikiran, lalu memberikan kartu biru yang terlihat biasa pada Emelin, ya kartu yang tidak akan membuat Emelin curiga.
"Kamu bisa mengambil ini, setidaknya ini akan cukup untuk membeli beberapa hal,"
Emelin yang melihat sebuah kartu kredit biru didepannya, lalu mengambilnya, walaupun dirinya sedikit ragu. Namun tidak punya pilihan lain.
Emelin disini bersumpah kalau dirinya tidak akan membeli macam-macam, lagipula ini hanya kartu kredit yang limitnya sepertinya tidak banyak, jadi dirinya harus hemat dan tidak membuang-buang uang orang lain.
"Terimakasih, aku akan segera mengembalikannya,"
"Kamu bisa memakainya dulu." Kata Antony dengan tenang.
####
Keesokan harinya, Emelin bangun lebih pagi, dia sudah sengaja menyiapkan pesta kejutan untuk Alex, dan membuat Kue tadi malam.
Alex pagi ini tidur di kamarnya sendirian, dan dirinya juga sudah menyiapkan hadiah untuk Alex, dia juga sudah berkoordinasi dengan Antony untuk menyiapkan kejutan pagi ini.
Saat ini mereka berdua sudah berada di Kamar Sang Pangeran Kecil ini, siap untuk membangunkan Sang Pangeran Kecil dari tidurnya.
"Alex, bangun," sapa Emelin mencoba membangunkan anak itu, dan benar saja, anak itu mulai terbangun masih dalam keadaan linglung.
"Ah? Mama? Papa?"
"Happy Birthday Alex,"
Disana, ada Antony yang memegang sebuah kue ulang tahun kecil yang diatasnya ada nama Alex dan angka 6 th.
"Ahhh...."
Alex sangat terkejut dengan kejutan kecil ini, dirinya sempat lupa kalau ini hari Ulang Tahunnya.
Dan untuk berpikir, dipagi hari, orang pertama yang memberikan kejutan padanya adalah kedua orang tuanya, itu membuat Alex sangat bahagia.
"Terimakasih Mama, Papa...."
"Jadi, mari tiup lilinnya," kata Emelin, sambil menunjuk kue dengan lilin ditangan Antony, yang sudah diharapkan pada Alex.
Mereka lalu menyayikan lagu Selamat Ulang Tahun.
"Tapi sebelum itu, Alex harus membuat permohonan terlebih dahulu," kata Emelin lagi,
Alex menuruti kata-kata Mamanya, memohon dalam hati, lalu dengan senang hati meniup lilin itu.
Lalu setelahnya, Alex memotong kuenya, dan tentu saja orang pertama yang dirinya beritakan potongan pertama adalah Mamanya.
"Jadi, kalau boleh Mama tahu, apa yang tadi Alex harapkan?"
"Alex ingin, kita selalu bertiga selamanya, ada Mama ada Papa disampaig Alex,"
Emelin tersenyum mendengar permintaan sederhana dari Alex.
Tapi dirinya juga cukup sedih, karena tidak tahu apakah bisa menuruti permintaan Alex.
Siapa yang tahu, kalau ada saatnya dirinya dan Antony akan menyelesaikan pernikahan kontrak ini, kemudian bercerai dan berpisah?
Walaupun itu masih belum pasti...
Tidak, sebaiknya dirinya tidak memikirkan hal-hal itu dulu.
"Jadi selain hal itu, hari ini apakah kamu ingin sesuatu, Alex?" Tanya Antony.
"Alex ingin ke Taman Hiburan dengan Mama dan Papa,"
Emelin dan Antony saling memandang, kemudian memberikan persetujuan diam-diam.
Lalu setelah bersiap-siap, mereka bertiga pergi ke Taman Hiburan, kebetulan ini akhir pekan.
####
Sampai di Taman Hiburan, Alex sangat bersemangat.
Bahkan ketika sampai di gerbang, dan melihat area foto, Alex begitu bersemangat untuk minta foto bertiga.
Disini, Emelin jelas kurang nyaman untuk difoto, apalagi dia melihat pandangan risih dari orang-orang disekitarnya.
Emelin menutup wajahnya dengan masker, namun tetap saja sebagian wajahnya terlihat.
Tatapan orang-orang benar-benar tidak terlalu sedap dipandang.
Emelin berusaha mengabaikannya, lalu mengikuti Alex ketempat foto.
Tukang foto itu lalu mengarahkan mereka bertiga, dan bertanya,
"Apakah Nyonya ini tidak akan melepaskan Maskernya?"
Sekarang pandangan Alex dan Antony menatap kearah Emelin, Emelin terlihat pucat.
"Tidak perlu. Begini saja." Kata Antony langsung memutuskan, karena tidak mau memberikan tekanan pada Emelin.
Setelah berfoto, dan mengambil hasil fotonya, Alex begitu bersemangat itu langsung masuk kedalam taman hiburan, ingin mencoba menaiki begitu banyak wahana.
"Mama, Alex ingin naik itu!" Kata Alex sambil menunjuk ke komedi putar disana.
"Ya, ya kamu bisa,"
Disini, Emelin dan Antony diseret kemana-mana oleh Alex yang bersemangat itu.
Sepintas, Keluarga Kecil itu terlihat menarik perhatian, terutama karena dua tokoh utama dalam Keluarga itu. Ada seorang anak kecil yang terlihat begitu lucu, dan manis, terlihat cukup tampan, juga seorang pria dewasa yang terlihat sangat tampan.
Mereka sempat bertanya-tanya, apakah anak kecil itu hanyalah adiknya, namun itu terjawab saat Alex begitu bersemangat itu memanggil Pria Muda itu Papa.
Ah, Pria itu masih terlihat cukup muda apakah sekitar 25an?
Ah, tidak itu masih terlihat begitu muda mungkin sekitar 20an?
Masih begitu muda dan tampan, sayang sekali sudah memiliki seorang anak namun....
Beberapa gadis muda yang melihat kekeluargaan kecil itu. Lalu menatap kearah seorang wanita yang berada disana, melihat sekilas wajah yang tertutup masker dengan bekas luka.
Itu....
Mereka mendengar anak kecil itu memanggil wanita itu dengan sebutan, Mama.
"Apakah itu benar-benar, Mama anak itu?" Tanya seorang gadis pada temannya.
"Sepertinya begitu,"
"Ah. Apakah itu nyata? Lihat wajahnya... Tidakkah itu...."
"Ya, penampilannya benar-benar tidak sesuai dengan Suami dan Putranya."
"Aku setuju, aku pesaran kenapa bahkan Pria Tampan itu mau bersama dengan Wanita itu,"
"Ssstttt jangan keras-keras, nanti mereka dengar,"
Beberapa orang yang lewat memungkin juga akan berpendat sama. Tatapan menunsuk yang jelas dari tadi Emelin rasakan, dan jelas gumana orang-orang padanya.
Alex yang begitu bersemangat tentu tidak mendengarkan bisik-bisik orang lewat, namun Emelin dengar.
Kata-kata yang masih menusuk hati Emelin sampai saat ini....
Apakah dirinya sekarang begitu memalukan?
"Jangan dengarkan orang-orang,"
Sebuah perkataan yang terkesan dingin, namun entah kenapa terasa begitu hangat dihati Emelin.
"Apakah ini tidak apa-apa?"
Ada nada penuh keraguan dalam kata-kata Emelin.
"Tidak apa-apa tidak masalah untukku, tidak ada yang salah denganmu, ini hanya luka kecil."
Emelin masih terdiam, namun hatinya tersentuh dengan kata-kata sederhana itu.
"Lihat, Alex sudah ada di Antrian Biang Lala disana, dia terlihat begitu bersemangat, sebaiknya kita segera menyusulnya,"
Kata-kata itu dibarengi oleh sebuah tangan yang terulur untuk mengandeng tangan Emelin, menarik Emelin dari kerumunan.
Sebuah uluran tangan yang begitu hangat untuknya.
Disini, Emelin sadar, kalau sebenarnya Antony adalah orang yang lembut, mungkin diluar dia terlihat cukup dingin, tapi dia selalu sangat ramah dan baik, terutama pada Alex, terlihat kalau dia sangat menyayagi Alex, dia adalah Ayah yang baik dan bahkan Antony menunjukan beberapa kebaikannya padanya.
Seolah-olah, Emelin merasa sedikit lebih dekat dengannya dan lebih mengenal Antony lebih baik.
Walaupun mereka tidak benar-benar dalam hubungan yang baik.
Namun tidak masalah, semua bisa berubah.
Dan begitulah, Emelin yang digandeng oleh Antony itu mulai berjalan kearah dimana Alex berada.
####
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐
Bener2 priA yg baik😊😊☺️
2022-07-19
0
halimah abdul hayes
Selalu yang omelin orang lain selalu iri dengan hidup baik orang lain
2022-07-11
0
Asta Azhar
menarik
2022-05-24
0