Malam itu, Emelin ikut makan malam dengan keadaan muram, dan memilih untuk kembali kekamarnya terlebih dahulu.
Disini, Antony yang kebetulan juga sudah pulang dari Pekerjaannya, dan ikut makan malam, hanya bisa bertanya pada Alex dengan heran.
"Kenapa dengan Mamamu?"
"Sepertinya karena hal-hal di Internet dan Siaran Langsung hari ini gagal. Alex juga tidak mengerti. Namun Mama memang terlihat sangat sedih dari tadi. Apakah ada yang bisa kita lakukan untuk menghibur, Mama?" Kata Alex dengan nada prihatin itu, lalu mulai duduk di pangkuan Antony.
"Papa akan mengeceknya, jadi kamu jangan khawatir oke?"
"Alex pikir, Alex melakukan kesalahan dan membuat malu, Mama..."
"Tidak, tidak. Bukan itu. Alex tidak usah cemas, besok semua akan baik-baik saja."
"Benarkah?"
"Ya, ya. Sekarang Alex kembalilah kekamar dan tidur dengan baik, besok semua akan kembali seperti biasa."
"Alex ingin tidur bersama, Mama dan Papa malam ini,"
"Baiklah-baiklah, nanti akan Papa jemput kamu di kamarmu."
Dan begitulah Alex lalu kekamarnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah untuk besok.
Sedangkan Antony mulai mengecek ponselnya, melihat apa yang terjadi.
Sebenarnya dirinya bukan tipe orang yang peduli dengan hal-hal seperti ini.
Ini bukan hal-hal yang biasanya dirinya lakukan, seperti itu dimasa lalu.
Hanya saja.....
####
Malam itu, suasana hati Emelin benar-benar suram. Setelah makan malam, dan mencoba bersantai sebentar, ingin menonton beberapa hal di televisi, namun bukannya mood Emelin bertambah baik, melihat wajah Claudia dimana-mana di berbagai Channel malah membuat Emelin tambah bad mood.
Akhirnya Emelin memutuskan untuk tidur sana.
'Semagat Emelin! Kamu bisa!!! Tidak masalah dengan hari ini!! Besok pasti akan baik-baik saja!'
Jadi ketika Emelin ingin pergi tidur, pintu kamarnya diketuk seseorang.
"Tidak dikunci."
Lalu pintu itupun terbuka, disana ada Antony dan Alex digendongnya.
Emelin mencoba memaksakan senyumannya, dan menyapa mereka.
"Ingin tidur disini?"
Alex lalu turun dari gendongan Antony dan berlari kearah Mamanya ditempat tidur. Memeluk Emelin dengan erat.
"Mama, semua akan baik-baik saja!! Mama tidak perlu cemas!" Kata Alex dengan semangat.
"Ya, ya. Semua akan baik-baik saja."
Walaupun Emelin bilang seperti ini dirinya masih merasa sedikit ragu.
Lalu Emelin menatap Antony yang dari tadi diam disana.
Perasaan Emelin bertambah rumit...
Antony memang cukup jarang berbicara, dan memiliki perlakuan cukup cuek pada hal-hal disekitarnya.
Dan lagi, dirinya memang sedikit penasaran soal wanita di telepon waktu itu....
Tidak....
Dirinya tidak perlu menambah beban pikiran dengan hal-hal seperti itu.
"Selamat Malam,"
Suara berat dan mangnetis itu memasuki telinga Emelin, membuyarkan lamunannya.
"Ya, selamat malam."
Emelin selalu merasa walaupun jarak antara mereka sedikit lebih dekat, namun masih ada jarak yang jauh antara mereka, dirinya juga tidak memiliki keberanian untuk mencoba melangkah lebih jauh, karena dirinya sendiri juga memiliki begitu banyak hal lain yang dirinya prioritaskan....
Dengan itu, dengan perasaan rumit, Keluarga kecil itupun tertidur dengan lelap.
####
Malam itu, tanpa Emelin tahu, hal-hal yang ada di Internet menghilang dalam sekejap mata, bahkan cacian di sana juga hilang dalam sekejap.
Seolah-olah, semua itu tidak pernah terjadi, semua artikel di Blokir dengan segera.
Bagaimanapun, semua itu awalnya adalah suruhan seseorang yang ingin mengacaukan siaran langsung Emelin, namun ada seseorang yang mendukung Emelin diam-diam, yang membuat perbuatan onar di Internet menghilang.
Pagi itu terlihat seorang pria tertentu, menatap ponselnya dengan puas, setelah mendengar laporan dari bawahannya.
'Pak Presder, semua artikel jahat dan provokatornya sudah kami urus,' ucap seseorang dibalik telepon.
"Ya. Kamu sudah melakukan hal-hal yang bagus. Kerja bagus."
'Namun kalau boleh tahu apa hubungan Pak Presdir dengan Artis itu?'
Sebuah nada dingin terdegar dari sana.
"Itu bukan urusanmu. Dan lagi aku meminta beberapa hal, bukankah Perusahaan Cabang milik kita masih membutuhkan beberapa Bintang Untuk Produk nya? Aku ingin kamu memasukan seseorang."
'Ah, ya itu? Awalnya kami ingin mengontrak Artis yang saat ini sedang naik Daun, Claudia Celeste, lagipula dia juga sudah di Kontrakan oleh Perusahaan Utama untuk membintangi beberapa Iklan....'
"Blokir nama itu dari Perusahaan,"
Perintah tegas dan nada dingin itu membuat bawahan diujung telepon sedikit merinding, dia ingin komplain namun tidak berani.
CEO mereka terkenal dengan sikapnya yang dingin, kejam dan gila kerja itu, biasanya Bos besar ini tidak perduli dengan hal-hal kecil seperti ini?
Namun kenapa sekarang....
"Kamu dengar perintah ku?"
'Baik, Pak."
Dan begitulah akhirnya telepon ditutup.
Setelah menyelesaikan beberapa urusannya ditelepon, Pria itu lalu keluar dari Ruang Kerjannya dan menuju ruang makan untuk sarapan.
####
Malam harinya, akhirnya Emelin yang memang memiliki mood buruk seharian itu tidak berani membuka Internet.
Namun dirinya mau tidak mau harus tetap melakukan siaran langsung.
Dirinya tidak boleh menyerah dengan hal-hal seperti ini dan cacian seperti ini!!
Dirinya harus semangat!!!
Emelin, sudah memikirkan banyak hal yang harus duitnya katakan dan hal-hal yang harus dirinya lakukan dalam siaran malam ini.
Yang jelas, dirinya akan tetap fokus melakukan Siaran Langsung dan juga akan mulai menguploadnya beberapa content Video.
Fokus kembali ke Dunia Hiburan!!
Kamerapun dinyalakan,
"Selamat Malam semua,"
Netizen A: Ah? Sepertinya hal-hal di Internet sudah tenang?
Netizen B: Benar, disini sekarang juga sudah tenang.
Netizen C: Emelin kamu tidak perlu memikirkan hal-hal kemarin! Aku akan tetap selalu mendukungmu!
Netizen E: Itu benar! Lagipula apa yang orang-orang itu katakan hanya omong kosong, kami percaya padamu. Lagipula Alex memang sangat imut Ah~
Netizen B: Apakah Alex akan muncul hari ini? Aku sudah kangen melihat keimutan anak itu, Ah~
Komentar-komentar ini semua positif, tidak seperti yang Emelin kira.
Orang-orang yang kemarin muncul itu tiba-tiba juga menghilang tiba-tiba?
Ini cukup aneh?
"Ya, rupanya hal-hal sudah cukup tenaga. Aku senang kalau begitu. Hari ini Alex tidak tampil dulu, dia sudah aku suruh tidur duluan, Ah~ sayang sekali."
Disini, Emelin sudah mulai tidak terlalu mempermasalahkan hal yang terjadi kemarin, dan mulai fokus pada berinteraksi dengan penonton di Siaran Langsungnya itu.
Lagipula, hal-hal memang selalu ada masalah, tidak mungkin semua berjalan terlalu lancar.
Dari sini, Emelin belajar, dirinya harus tetap fokus dan jangan goyah. Hal seperti kemarin mungkin akan terjadi lagi, namun dirinya tidak boleh goyah!!
Dan begitulah, malam itu siaran langsung miliknya berjalan dengan lancar.
Bahkan setelah siaran langsung itu berakhir, Emelin tiba-tiba mendapatkan sebuah email.
Melihat Emeil ini, Emelin cukup penasaran lalu membukanya.
'Ini....'
Emelin terkejut melihat isi dari email itu.
Ini adalah tawaran untuk menjadi bintang iklan, walau nama Perusahaan ini terlihat tidak terlalu terkenal, Emelin merasa sangat senang.
Ini benar-benar berita bagus!!
"Ya ampun, aku benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan berita bagus seperti ini...."
Emelin yang terlalu senang itu lalu berjalan keluar ruangan siaran, kebetulan disana ada Antony yang sedang lewat menuju kamarnya.
Emelin yang sangat gembira itu, tiba-tiba mendatangi, Antony lalu memeluknya.
Ini adalah gerakan refleks karena Emelin benar-benar terlalu gembira.
Seolah ingin memberitahu pada semua orang kalau walaupun sedikit, dirinya sudah bisa menuju jalan mimpi yang diinginkannya.
Antony yang tidak siap itu tentu saja kaget mendapatkan pelukan yang terlalu tiba-tiba.
"Emelin?"
Disini, Emelin yang baru saja sadar dengan tingkah konyolnya itu juga menjadi gugup tiba-tiba!!
Emelin!!
Tingkah bodoh apa yang kamu lakukan?
Akhhhhh......
Disini, Emelin merasa sangat menyesal atas tindakan Impulsif nya barusan karena terlalu bahagia.
Ini....
Ini terlalu memalukan!!!
Emelin melepaskan pelukan itu dengan wajah memerah karena malu, tatapannya bertemu dengan tatapan wajah Antony yang masih datar seperti biasanya.
Lalu Emelin langsung memalingkan wajahnya, tidak lagi berani menatap Antony, dirinya terlalu malu!!
####
Disisi lainnya, disebuah kamar hotel, terlihat Claudia sedang bersantai, dia terlihat sangat senang, setidaknya kemaren dirinya berhasil membuat saudaranya Emelin kembali menderita.
"Hah... Aku tidak akan pernah membiarkan Emelin itu hidup bahagia!! Dari dulu... Dia selalu merebut sesuatu yang seharusnya menjadi milikku.... Hidup mewahnya sejak kecil... Kepopulerannya di Dunia Hiburan.... Dan bahkan wajah cantik yang menyebalkan itu!! Semuanya.... Aku tidak akan membiarkan Emelin bejalan dengan lancar!!"
Disana, Claudia terlihat bersenang-senang dengan dirinya sendiri.
Namun tiba-tiba, ada sebuah pesan.
Claudia yang masih dalam mood yang baik itu, wajahnya langsung pucat.
"Kenapa? Kenapa Perusahaan itu tiba-tiba ingin memutuskan Kontrak Iklan nya dengan dirinya?"
Claudia menjadi panik sendiri, pasalnya Perusahaan itu saat ini merupakan salah satu Perusahaan Terbesar di Negara itu, Produk-produk miliknya selalu laris manis, juga nilai hasil kontrak dari mereka juga menghasilan begitu banyak uang.
Mendengar pembatalan kontrak secara tiba-tiba ini, Claudia lalu mulai menelepon Manager nya.
"Apa yang terjadi?"
Namun saat Claudia masih sibuk berbebat dengan Managernya ditelepon, Daniel tiba-tiba saja datang.
"Claudia, gawat, semua rencana kita kemarin entah bagaimana gagal.... Dan...."
Claudia yang masih sibuk marah itu lalu menurunkan teleponnya.
"Apa maksudmu?"
"Soal Emelin dan Siaran Langsungnya... Dia...."
Mendengar rencananya mengacaukan Emelin entah bagaimana gagal itu membuat Claudia semakin marah.
Kenapa semua jadi seperti ini?
Emelin itu....
"Kamu tenang saja, aku akan merencanakan sesuatu lagi." Kata Claudia setelah menenagkan emosinya itu.
####
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Elmiana Sari
kayaknya authornya mikirin duit terus pas bikin ceritanya deh....
2024-12-08
1
🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐
Suda ku duga pasti ceo itu suaminy emelin 😊😊😊😊
2022-07-19
0
Wina Yuliani
claudia rencana mu zonk krn ada malaikat tak bersayap yg membantu emelin😅
2022-04-22
1