Malam itu, makan malam berlangsung dengan tenang setelah kedatangan Antony.
Seperti biasanya, setelah memeluk Alex, dia menyapa Emelin dengan sopan.
Melihat tatapan Antony awalnya kaget, namun setelahnya, Antony tidak berkomentar apa-apa.
Disini, saat makan malam, Alex yang belakangan biasa di manjakan oleh Emelin, langsung duduk di pangkuan Emelin, dan minta untuk di suapi oleh Mamanya itu.
"Mama, minta akan membantu Alex makan?"
"Tentu, tentu, kamu ingin makan yang mana dulu, Alex?" kata Emelin sambil tersenyum pada Alex.
"Alex ingin ayam!"
"Baik-baik, Mama akan mengabilkannya,"
Ibu dan anak itu terlihat cukup familiar dimeja makan dan cukup akrab, jujur membuat Antony yang duduk disana menatap cukup heran.
Emelin juga sesekali akan menatap kearah Antony di kursi tengah, sampai terkadang tatapan mereka bertemu, kemudian Emelin segera memalingkan wajahnya karena malu ketahuan menatap Antony.
Sejujurnya, dirinya sekarang merasa malu bertemu dengan Antony, apalagi dengan wajahnya yang seperti ini sekarang, terlihat jelek dan mengijinkan.
Bagaimana kalau Antony juga akan sama dengan orang-orang?
Lagipula bahkan dirinya sekarang sudah tidak punya uang lagi.
Dirinya sudah tidak memiliki uang lagi untuk dibayarkan pada Antony, walaupun memang sepertinya orang itu tidak pernah meminta, dan selama ini memang dirinya yang memaksa orang itu untuk menerimanya namun ini juga bagian dari Kontrak, bagaimana ini?
Emelin tambah tidak percaya diri, dan sekarang untuk mengalihkan pikirannya, dia menyuapi Alex dan bercanda dengan anak itu.
Namun, pada akhirnya waktu terus berlalu, dan sekarang Alex bersama Pengasuhnya, pergi ke kamar Alex untuk menemani anak itu belajar malam.
"Alex kekamar dulu, ya Ma."
"Ya, kamu harus belajar dengan rajin, lalu kemudian tidur dengan patuh oke?"
"Tentu saja! Alex akan menjadi anak yang patuh!"
Setelah mendapatkan berlainan di rambutnya, Alex pergi kekamar dengan patuh.
Saat ini, sekarang di ruang makan, hanya ada Emelin dan Antony.
Berada dalam satu ruangan dengan Antony, entah kenapa Emelin merasa suhu ruangan semakin dingin.
Atau apakah itu karena wajah dingin dan tanpa ekpersi yang dimiliki Antony?
Dia memang selalu seperti itu, dia terlihat begitu dingin dan selalu menjaga jarak dengan semua orang, Emelin sedikit terbiasa namun juga tidak terbiasa dengan wajah ini.
"Tumben, kamu pulang lebih awal. Apakah kamu ingin membahas soal masalah itu bulan lalu?" Itu adalah pertanyaan dengan nada yang cukup dingin.
Emelin sekarang mulai mengigat lagi apa yang terjadi bulan lalu, bukankah dirinya mengirimkan surat cerai pada Antony?
Namun orang itu belum menandatanganinya, dan belum setuju, dia juga bilang masih memiliki hal penting diluar yang harus diurus.
Awalnya, Emelin mengira kalau Antony hanya mengada-ada karena memang ingin menunda perceraian ini, namun ternyata dia memang terlihat begitu sibuk.
Mengigatkannya membuat Emelin merasa bertambah malu.
Bagaimana cara dirinya mengatakan kalau dirinya tidak jadi bercerai?
"Ah... Tidak, tidak, aku tidak jadi dengan surat perceraian itu,"
"Ah, baiklah aku mengerti."
Ada keheningan panjang setelah jawaban datar Antony barusan.
Emelin binggung harus berkata apa sekarang.
"Alex saat ini masih kecil, dia masih membutuhkan Mamanya, aku harap kamu jangan memikirkan soal Perceraian dalam waktu dekat." Kata Antony lagi.
"Ah... Ya ya, aku tidak akan memikirkan itu lagi." kata Emelin, ya itu cukup masuk akal, Alex memang masih kecil dan jelas membutuhkan dirinya.
Sekali lagi ada keheningan disana.
"Dan kenapa dengan wajahmu? Apakah terjadi sesuatu padamu?"
Disini, Emelin tidak tahu harus berkata seperti apa, masa iya dirinya harus bercerita, seperti dirinya baru saja ditipu oleh seorang Aktor Tampan yang ternyata bekerja sama dengan Kakaknya Claudia, dan berhasil menipunya bahkan mengambil semua uangnya.
Dan akhirnya, wajahnya rusak seperti ini....
Dan lagi....
Apakah Antony tidak pernah melihat televisi?
Bukankah Berita tengah dirinya tersebar luas di banyak channel dan di Internet sekarang?
Emelin tahu, kalau Antony ini cukup dingin, dan mungkin jarang melihat berita di Dunia Hiburan, namun tatap saja, orang ini tidak tahu apapun yang terjadi padanya selama ini, bukankah dia cukup dingin?
Ah, tapi dirinya juga tidak dalam posisi untuk komplain, karena dirinya juga tidak tahu apa-apa soal Pria didepannya ini.
"Sebuah kecelakaan," jawab Emelin.
Mendengar Emelin hanya menjawab singkat, Antony tidak lagi banyak bertanya soal luka yang Emelin derita, mungkin Emelin memang tidak ingin bercerita.
"Apakah itu baik-baik saja?"
"Ini... Ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh,"
"Ya semoga kamu cepat sembuh,"
Lagi-lagi ada keheningan antara mereka berdua.
Antony mulai berpikir, ini aneh, untuk dia tiba-tiba kembali kerumah ini dan tiba-tiba bersikap sangat baik pada Alex, biasanya seandainya dia sakitpun, dia akan pulang ke Rumah Ayahnya.
Namun ada situasi ketika hal-hal mirip seperti ini terjadi. Walaupun ini sudah cukup lama tidak terjadi.
Dengan sedikit pemahaman diam-diam yang dirinya miliki dengan Emelin, setelah selesai dengan makan malam mereka, Antony lalu berkata,
"Mari kita segera ke Kamar," kata Antony dengan tanpa ekpersi, yang membuat Emelin bertanya-tanya soal maksudnya.
"Eh??" Jelas Emelin kaget, tidak mengerti maksud Antony.
Melihat Emelin masih diam saja dikursinya, Antony kembali bertanya,
"Bukankah kamu pulang untuk meminta layanan malam?"
Mendengar perkataan Antony barusan, memberikan Emelin pencerahan, dan memberikan Emelin beberapa rasa malu.
Benar, memang ada situasi dimana dirinya pulang tiba-tiba, dan kemudian terlihat baik pada Alex, itu adalah ketika dirinya sedikit lebih muda, untuk meminta layanan Malam dari Antony!!
Ah, sepertinya Suaminya ini memang benar-benar mengagap dirinya seperti itu, dan salah paham, namun ini wajar mengigat hubungan mereka bertahun-tahun, namun tetap saja...
"Ti.. tidak, aku tidak pulang karena hal-hal seperti itu, itu hanya.... Hanya... Aku sedang Istirahat untuk beberapa saat,"
"Benarkah?"
"Ya, ya."
"Baiklah. Aku mengerti. Jika kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang padaku, dan jika kamu tiba-tiba berubah pikiran, datang saja ke Kamarku, itu tidak akan aku kunci,"
Kata-kata yang terdengar cukup datar itu, sebenarnya seolah menjadi sebuah godaan untuk Emelin.
Ahhhh......
Berhenti mengatakan hal-hal seperti itu dengan wajah dingin itu!!
Akhhhh...
Emelin sudah bertekat untuk berubah, jadi tentu saja dirinya tidak akan mengulangi kesalahannya dimasa lalu.
Tidak ada layanan malam, tidak ada layanan malam, tidak ada layanan malam!!!
Itu yang Emelin katanya pada dirinya sendiri ketika melihat Antony berjalan menuju kamarnya diatas.
Dirinya juga berniat memperbaiki hubungannya dengan Suaminya ini....
Namun bagaimana?
Lihat, Antony benar-benar terlihat dingin.
Dan dirinya tidak tahu harus bersikap seperti apa padanya.
Mereka sudah menikah hampir tujuh tahun, namun Emelin tidak mengenal orang ini dengan baik.
####
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Saena r
ajimumpung sue wkwk
2022-09-19
0
🦋⃟ℛ★Quen Elsa★ᴬ∙ᴴ࿐
Astaga tambah greget bacanya nih wkwkek..... 🤭
2022-07-18
0
Asta Azhar
makin bagus ceritanya
2022-05-24
0