Seminggu kemudian, ....
“Mba, kita dapat perintah kerjanya. Mereka mau tanda tangan kontrak! BEAUTYSALE kontrak mba! Bonus gede mba!” Yenni jingkrak-jingkrak masuk ke ruangan dengan bawa-bawa selembar kertas print-an email.
“Hah?! Serius Yen?!” Langsung ngambil kertas yang dia bawa. Liat email perintah kerjanya.
“OMG! We did it!” Aku juga ikut jingkrak-jingkrak sekarang, sekarang ke luar ruangan buat ngumumin ke anak-anak. “Woooi, geng! Kita dapet kontrak BEAUTYSALE!”
“Makan-makan!” Laura salah satu dari 7 orang timku juga bersuara. Satu cluster ruangan aku jingkrakkan kaya orang gila karena kami dapat kontrak BEAUTYSALE.
“Ada apa ini?!” Tapi keriangan itu dihentikan oleh satu suara dalam dan tegas. Semua orang langsung berhenti joget. Bossku Steven Irawan berdiri disana.
“Sorry Pak, anak-anak baru tahu kalau kita dapat kontrak BEAUTYSALE. Maaf pak bikin keributan.” Aku yang maju ke depan minta maaf. Boss ganteng 39 tahun ini killer sekiller guru fisikaku. Semua orang yang tadinya ketawa-ketawa sekarang mengkerut.
“Perayaan, ya perayaan tapi gak usah teriak-teriak kaya bonbin dalam kantor.”
“Maaf-maaf pak.” Semua orang minta maaf. Anak-anak yang kerja di advertising biasanya rata-rata jiwanya lebih bebas dan ekspresif, tapi boss yang satu ini gak bisa ngikutin jiwa kita, untungnya entah gimana otaknya encer buat managing dan jaringannya luas sehingga perusahaan ini sehingga dalam 3 tahun ini, Blue Flag Advertising bisa dikatakan salah satu advertising agency yang diperhitungkan.
“Good, ide kalian semuanya banyak diterima, kerja keras kalian berhasil, dalam dua semester ini kalian nampaknya akan leading. Ingat peringkat satu dua tim, kita ada bonus tambahan di February.” Akhirnya dia senyum juga.
“Siap Pak.” Aku dan anak-anak membalasnya dengan senyum juga.
“Anita, ke ruangan saya. Ada satu hal yang ingin saya bicarakan.”
“Baik pak.” Aku mengikutinya ke ruangannya yang kebetulan ada di lantai yang sama hanya beda cluster. Aneh kenapa dipanggil meeting ya, apa ada proyek yang mau dikasih ke tim aku. Moga-moga benar.
“Hmm... ada seseorang menghubungi saya, sebuah perusahaan besar, sebuah merk ban.” Dia menyebutkan sebuah merk yangkukenal. “Sebelumnya dia pake advertising lain buat perusahaannya tapi kali ini dia pakai kita. Tapi dia spesifik menyebutkan harus ditangani oleh tim kamu. Apa kamu seterkenal itu?” Dia nunjuk aku dengan pulpen mahalnya.
“Spesifik nyebut nama saya?!” Aku menunjuk diriku sendiri.
“Iya spesifik menyebut nama kamu. Makanya saya tanya apa memang kamu seterkenal itu?”
“Saya gak tahu kalau saya terkenal Pak.” Dia nyengir sekarang. Boss gue ini kalo lagi seneng cuma nyengir atau senyum. Tapi demi apapun aku seneng bakal ada proyek baru lagi.
“Fine, anggap saja ini rejeki kamu. Ini nomor kontak Marketing Directornya, Pak Tommy. Kamu hubungi dia, sudah dikasih kepercayaan kasih yang terbaik. Mereka merk yang sudah terkenal, kurasa iklan ini goalnya untuk tetap eksis saja, jadi seperti pengeluaran rutin bagi mereka. Mungkin saja kamu nanti bisa jadi langganan mereka, jangan sia-siakan kesempatan.”
“Siap Pak Boss.” Hari ini banyak banget berita gembira. Gak nyangka aku bisa dikasih kerjaan langsung begini. Tapi memang agak aneh, aku gak yakin seterkenal itu, kenapa dia bisa minta nama aku. Siapa yang kenal aku ya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Lala Pricilla
novel dsini nikahx pda umur tua tua gitu....berasa jdiii ikut main..krn kita yg bc jg udah pd tua...
2022-12-21
2
Angspoer
manajemennya pada ganteng2, mudah2an rejeki karyawannya nggak tersendat buat gaya hidup para direktur 😁
2022-08-19
0
Baihaqi Sabani
pasti itu...pak derrick yg mnta tim y anita
2022-08-12
1