Suara dan jeritan mulai bersahut-sahutan di dalam kereta kala kereta berhenti tepat pada terowongan yang sangat panjang itu, hingga di luar sana terlihat sangat gelap.
"Turun!" perintah Azka. Namun, pak Yono tetap bergeming.
"Saya hitung sampai tiga, jika pak Yono tidak melompat saya akan mendorong bapak!" ancamnya.
Pak Yono tak kunjung molompat, sementara waktu mereka keluar dari kereta hanya dua menit, untuk menetralisir tidak ada penumpang yang nekat ikut turun.
Kereta bergerak sedikit demi sedikit menandakan waktu yang diberikan Rayhan telah habis. Mau tidak mau ia mendorong pak Yono dan ikut melompat keluar, mambuat tubuhnya terpental pada dinding terowongan, untung saja tangannya tidak masuk kedalam rel kereta.
Tim A membantunya untuk bangun, dan pak Yono di amankan para anggota lainnya. Setelah kereta yang ia naiki menghilang di ujung terowongan, ia membawa pak Yono ketempat yang aman.
Darah yang mengalir di keningnya tak ia hiraukan, sekarang tugas lebih penting. Namun, belum juga mereka sampai ke tepat yang telah di rencanakan, beberapa orang bertopeng menghadang jalan mereka dengan penerangan senter kecil.
"Damned!" makinya, kemudian berlari kearah para segerombol pria itu, menghantam salah satu dari mereka yang memegang senter dan melumpuhkannya.
Cahaya dalam misi, baginya sangatlah berbahaya karena bisa saja salah satu dari mereka mengenali wajahnya. Itulah salah-satu alasan mereka memilih terowongan yang gelap. Lagi pula keahlian bela diri anggotanya sudah terlatih dalam kegelapan.
Mendegar suara umpatan dari Ketua nya, membuat para anggota muncul dan ikut menyerang. Pukulan tendangan ia luncurkan pada salah satu tubuh kekar yang membawa senter itu, hingga mambuat pria itu terkapar di atas Rel kereta hanya dengan beberapa tendangan.
Sementara anggota lainnya satu persatu melumpuhkan lawan masing-masing. Jumblah yang tak sebanding membuat Avegas berpeluang banyak untuk menang. Dan tak perlu mendatangkan Tim Darurat yang sedari tadi menunggu abah-abah.
"Wajah gue bego!" maki Rayhan pada lawannya karena berhasil mengenai wajah tampannya.
Bugh!
Satu pukulan membuat lawannya tekapar di pinggir Rel.
Dugh!
"Selamat tinggal masa depan!" Seringai Ricky setelah berhasil menendang selang*kangan lawannya, membuat lawannya meringis kesakitan.
Dito yang juga sibuk melumpuhkan lawannya tak kalah hebo dari yang lain. "Di bungkus atau langsung makan nih?" tawarnya dengan tawa mengejek.
"Lebih asik langsung makan kayaknya." Seringai Dito mengarahkan pantatnya pada sang lawan dan.
Bruttttt Bruttttt
Angin surga yang keluar dari pantat Dito membuat lawan tak berkutik dan langsung jatuh pingsan.
"Gila lo, To!" teriak Rayhan.
"Aman nggak tuh celana," sahut Ricky.
Jika kalian mengira, mereka akan salah tonjok ataupun pukul itu tidak akan terjadi. Kaca mata yang mereka pakai bukan kaca mata biasa, melainkan kacamata yang mempunyai penerangan dalam gelap untuk diri masing-masing.
Sang ketua masih sibuk melumpuhkan lawannya yang ternyata juga tak kalah kuat darinya, di rasa benar-benar tepar di atas Rel dia melangkah pergi. Namun, tak di sangka kakinya di tarik membuatnya tenjungkal ke atas Rel dengan pria itu di atasnya.
"Brengsek!" ujarnya dan meninju kembali wajah lawannya.
Dia kembali mengambil kendali, untuk kedua kalinya membuat musuhnya terkapar di atas Rel.
Tut...tut...tut...jreng....jrenggg...jreengg
Suara kereta Listri kedua terdengar, yang artinya kereta itu sudah dekat dengan terowongan. Namun, Azka masih terjebak di atas Rel bersama musuhnya. Sekuat tenaga dia meloloskan diri sekuat tenaga pun pria itu menahan kakinya.
Anggota Avegas yang melihatanya berlari secepat mungkin karena posisi mereka memang sangat berjauhan.
"Pak Ketua!!" tariak Anggota Avegas.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan Vote.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Fenty Izzi
😱😱😱azka... semoga selamat🥺
2022-09-03
0
Rosy
wooow..ikut deg2an...
2022-07-04
0
Kendarsih Keken
👍👍👍
penasaran sm misi nya
2022-06-21
1