"Maaf, gue nggak sengaja," lirih Salsa tak sanggup membalas tatapan tajam Azka.
"Nggak segampang itu," ujar Azka dengan suara khas miliknya. "Maaf lo, gue terima tapi dengan satu syarat," lanjutnya.
Jangan kira Azka lupa siapa gadis di dihadapannya. Gadis yang membuat rencananya hancur berantakan. Beruntungnya dia, karena gadis itu satu sekolah dengannya.
"Jadi babu gue selama seminggu."
Sontak Salsa mendongak, mencoba mencari kebohongan di mata laki-laki berperawakan tampan bak dewa kerajaan. Siapa saja akan terpesona akan ketampanan laki-laki di hadapannya itu, tetapi mengingat sikap Arogannya, semua perempuan akan mundur.
"Kenapa? nggak suka?"
"Gue ... gue mau." Dan bodohnya Salsa mengiyakan tawaran tak masuk akal dari ketua Avegas tersebut. Hari pertama masuk sekolah sangat sial menurutnya. Kenapa ia harus bertemu manusia dingin seperti Azka.
"Hukuman lo di mulai besok," ujar Azka tanpa ekspresi.
"Tunggu!" cegah Salsa. "Ruang gurunya di mana?"
"Lantai tiga arah jam 12."
Arah yang diberikan Azka sungguh tidak membantu sama sekali, sedari tadi ia menyusuri koridor lantai tiga tetapi belum menemukan ruang guru. Salsa juga bingung harus bertanya pada siapa, koridor sangat sepi karena jam pelajaran sudah berlangsung beberapa menit yang lalu. Senyum gadis berambut sebahu itu merekah ketika melihat laki-laki berjalan berlawanan arah dengannya.
"Kak, gue boleh nanya nggak?"
"Kenapa?"
"Ruang guru dimana?
"Siswa baru ya?"
"Iya kak."
Senyum Ricky mengembang saatnya memulai pagi dengan menjahili seseorang. Entah siapa yang yang susah menjahili gadis cantik ini sebelumnya hingga terdampar di lantai tiga.
"Lantai satu, di ujung koridor."
Tawa Ricky pecah melihat kepergian Salsa tanpa curiga sedikitpun, ternyata sangat mudah menjahili siswa baru.
Dengan penuh semangat, Salsa menyusuri koridor lantai satu, di sana hanya ada beberapa laboratorium juga ruangan ekstrakurikuler. Ia terus berjalan dan sampai di ujung koridor, di sana ia hanya menemukam gedung kosong yang sedikit angker. Ingin rasanya ia menangis, sudah lelah berjalan kesana kemari, ia juga jerah bertanya, takut dijadikan bahan permainan lagi seperti yang di lakukan dua laki-laki yang ia temui sebelumnya.
Salsa tersentak kala seseorang menepuk pundaknya.
"Lo ngapain di sini?" tanya seorang gadis berparas cantik.
"Gue nyari ruang guru, tapi di kerjain sama seseorang tadi."
"Siswa baru ya?" Gadis itu menarik tangan Salsa. "Sini gue ajak lo ke ruang guru."
Salsa mengira akan di kerjain untuk ketiga kalinya, ternyata tidak, gadis berambut indah bernama Alana itu mengantarnya hingga di depan pintu ruang guru, setelahnya Alana pergi entah kemana tanpa menunggu ucapan terima kasih darinya. Pantas saja Salsa tidak menemukan di mana ruang gurunya. Ruang guru terletak di lantai dua.
Berbincang sedikit lama dengan guru Bk dan kepala sekolah, barulah Salsa di antar ke kelas XI IPA 3.
Salsa menarik nafas dalam-dalam mencoba mengurangi kegugupan sebelum memperkenalkan diri setelah di persilahkan oleh guru yang menemaninya. Petama-tama ia melempar senyum pada seluruh teman kelasnya.
"Perkenalkan nama gue Salsa Natasya Anjani, siswa pindahan dari bandung. Kalian bisa manggil gue Salsa. Semoga kita bisa berteman baik kedepannya," ucapnya penuh senyuman, bahkan senyumnya mampu menghipnotis salah satu laki-laki yang duduk di barisan paling depan.
Satu persatu mereka menyapa Salsa, menerima gadis serambut sebahu itu dengan senang hati.
"Salsa duduklah di dekat Alana!" perintah ibu wati menunjuk gadis berambut indah yang sedang menunduk, bahkan gadis itu adalah satu-satunya orang yang tidak menyapanya.
...****************...
Jangan lupa like, komen, dan Vote.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Aisyah Nabila
cerita sblm ksni yg mna ya thor biar lbh paham gitu
2023-09-02
3
Fenty Izzi
pertemuan pertama yang menjengkelkan😔
lanjut
2022-09-03
0
Kendarsih Keken
aq langsung ke fav 🤭🤭🤭
2022-06-21
1