"Al, Iyan!" panggil Salsa berlari menghampiri mereka, hanya berlari sebentar jantungnya sudah tak karuan dan merasa lelah.
"Berangkat sama siapa?" tanya Alana.
"Azka," jawab Salsa
"Azka?" kaget Alana.
Keenan mengepalkan tangannya saat tahu Salsa berangkat sekolah dengan Azka. Sebenarnya ia tidak rela jika Salsa di dekati oleh Azka karena sebuah misi bukan tulus apa adanya.
"Iyan," sapa Salsa tapi bukannya menjawab Keenan pergi begitu saja.
Salsa memandangi kepergian Keenan dengan tatapan sendu, teringat bagaimana respon Keenan saat Salsa kerumahnya, cowok tersebut terang-terangan menolak bertemu dengannya walau ayahnya sendiri yang meminta. Ingin rasanya Salsa bertanya? apa ia punya salah hingga Keenan berubah dingin padanya? tak sehangat dulu saat mereka di Beijing.
Dulu pernah sedekat nadi, tapi sekarang sejauh matahari.
"Gue ketinggalan apa aja nih, tiba-tiba sahabat dingin gue jemput lo." Alana menaik turunkan alisnya.
"Oh iya, katanya lo di ganguin Bela kemarin? an jim banget tuh *****! Beraninya sama anak baru," kesal Alana kala mendengar bahwa Salsa di ganggu
Bela dan antek-anteknya. Hari itu ia tidak masuk sekolah karena ada keperluan penting dengan ayahnya keluar Negeri.
"Aman," jawan Salsa.
***
Dito menepuk pundak Rayhan kala melihat Giani cewek bar-bar yang selalu ngegas tak lain bendahara mereka.
"Rentenir kelas datang lagi," keluh Dito.
"Kalian bertiga." Tunjuk Giani pada Ricky, Dito, Rayhan, siswa paling malas jika harus membayar iyuran kelas. "Ayo bayar! Udah seminggu juga!" lanjutnya menegadahkan tangannya kearah mereka.
"Abang belum gajian dek, ntar kalau gajian abang janji bakal nafkahin kamu," jawab Rayhak sok dramatis.
"Lo bertiga harus bayar besok, kalau nggak, gue sunat dua kali kalian!" ancam Giani membuat Keenan dan Azka tergelak melihat wajah terkejut Dito dan ricky.
"Buset aset berharga gue," Dito refleks memegangi masa depannya.
"Gilu gila." Ricky meringis.
"Jangan sayang, kasian keturunan kita nanti," goda Rayhan tak ada kapoknya.
"Tampang doang, nggak punya modal," cibir Giani kemudian berlalu pergi, menghadapi ketiga sikap anggota inti akan membuat kepalanya meledak di waktu dekat.
"Apa kabar siswa baru tuh pak Ketu?"
Azka menyandarkan kepalanya, memandangi lagit-langit kelasnya. "Nggak semulus yang kalian kira," keluh Azka akan sikap keras kepala Salsa. Namun, bukannya menyerah itu malah membuatnya semakin tertantang.
"Gue nggak setuju," ujar Keenan yang belum sepenuhnya setuju dengan rencana teman-temannya. "Cara kita salah."
"Lo suka sama dia?" tanya Azka membuat Keenan terdiam, tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan ketuanya.
Suka? tentu saja dia suka dengan Salsa. Salsa cinta pertamanya sejak di Beijing hingga sekarang. Namun, ada satu hal yang membuatnya harus menjauh dari gadis berambut sebahu itu. Karena mendekat hanya akan menorehkan luka
untuknya, dan untuk sang gadis.
"Gue juga terpaksa ngelakuin ini semua. Cewek itu merepotkan asal lo tahu," lanjut Azka.
Jika saja ada pilihan lain Azka tidak akan memilih rencana ini. Mempermainkan perasaan wanita bukanlah keahliannya, itu hanya sifat seorang pengecut, dan sekarang ia akan menjadi laki-laki pengecut karena melakukannya hanya karena satu alasan.
"Biarin lah Ken, biar pak Ketu bisa rasain namanya jatuh cinta!" canda Ricky.
"Cinta?" Azka senyum sinis dan meremehkan. "Dia sama sekali nggak menarik perhatian gue."
"Kita tunggu tanggal mainnya kawan." tantang Rayhan.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan vote.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Rahmawaty❣️
ada mslh apa si??? mreka satu bpk kah??
2022-09-14
0
Suzieqaisara Nazarudin
Aku penasaran nih sama ceritanya Keenan dan Salsa.. apa alasan sebenarnya Keenan sih,gak jelas banget,kenapa juga Keenan dan Salsa akan terluka kalau mereka bersama??? Aduuhh Thor tolong dong jelasin pleeaasseeee..🙏🙏🙏🙏
2022-09-07
0
Fenty Izzi
et kita lihat saja nanti... lho bakal jilat lidah lho sendiri😂😂😂
2022-09-03
0